BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Iran merupakan negara yang dulunya terkenal dengan nama Persia, negara ini awalnya menganut agama majusi. Setelah Arab datang dan berhasil menaklukan wilayahnya, bangsa Iran mulai menganut agama Islam. Iran merupakan negara muslim yang menganut paham Syiah terbesar di dunia. Kekuasaan Iran selalu berganti-ganti antar dinasti dan mulai mengenal sistem pemerintahan modern sejak masa kekuasaan dinasti Syafawi dan dinasti Qajar. Setelah dinasti Qajar runtuh Iran beralih dibawah kekuasan dinasti Pahlevi yang di pimpin oleh Reza Syah Pahlavi dan setelah kematiannya, Mohammad Reza Syah dinobatkan menjadi Syah Iran sebagai pengganti ayahnya. Hingga terjadinya revolusi yang dikenal sebagai Revousi Islam Iran yang menggulingkan dinasti Pahlevi. Revolusi Islam Iran merupakan revolusi yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeni.
Rumusan Masalah
Bagaimana ideologi revolusi Islam Iran?
Bagaimana revolusi Islam Iran?
Bagaimana konsep Wilayatul Faqih?
Tujuan
Mengetahui ideologi revolusi Islam Iran.
Mengetahui revolusi Islam Iran.
Mengetahui konsep Wilayatul Faqih.
BAB II
PEMBAHASAN
Ideologi Revolusi Islam Iran
Revolusi merupakan langkah menuju pada sebuah perubahan, dalam wacana Islam kontemporer revolusi dartikan sebagai langkah pemberontakan untuk menentang otoritas yang terpilih. Sedangkan secera umum revolusi diartikan sebagai perubahan cepat pada suatu budaya politik yang ada. Dalam kasus yang terjadi pada revolusi Islam Iran kekuatan agama lah yang menjadi faktor yang paling menonjol dan kekuatan para massa sebagai penggeraknya. Kekuatan-kekuatan tersebut muncul sebagai reaksi sosial karena ada banyaknya tekanan yang dirasakan oleh para rakyat baik dibidang ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Selain itu juga terjadinya tekanan dibidang identitas kebangsaan. Tekanan-tekanan tersebut dilakukan oleh pemimpin dan didukung oleh kekuatan asing yaitu pihak Barat. Yang menarik dari revolusi dunia Islam sendiri bukan semata-mata karena faktor sosial saja tetapi juga dengan digerakkan oleh kekuatan ideologi moral-spiritual. Revolusi Islam merupakan revolusi yang terjadi di Iran yang disebabkan oleh adanya tekanan Barat yang sekuler terhadap bangsa Iran, tapi yang sebenarnya revoluisi hanyalah sebuah investigasi terhadap gerakan revolusioner yang ingin melakukan teorisasi revolusi di kalangan Muslim. Pada intinya revolusi yang terjadi di Iran diakibatkan tekanan yang dilakukan oleh pihak Barat terhadap Iran.
Revolusi Islam Iran merupakan revolusi yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeni. Ada empat faktor secara garis besar yang melatar belakangi seorang Ayatullah Khomeni secara langsung memimpin jalannya revolusi Islam Iran. Empat faktor tersebut antara lain, intervensasi negara-negara Barat, program modernisasi pembangunan ekonomi, westrenisasi, dan tindakan otokratik refresif rezim Syah. Selain Ayatullah Khomeni revolusi Islam Iran juga tidak luput dari seorang yang bernama Ali Shariati seorang yang membantu Ayatullah Khomeni untuk menggulingkan dinasti Pahlevi, Ali Shariati merupakan sosok pemikir cara berfikirnya yang radikal serta penilaiannya dengan cara terus terang terhadap berbagai masalah sosial muslim khusunya di wilayah Iran. Dalam pemikirannya Ali Shariati juga memadukan antara ajaran Marxis dengan ajaran Islam untuk membebaskan rakyat kecil dari segala penindasan dan ketidak adilan yang terjadi. Dengan begitu dalam gagasannya mengenai revolusi Ali Shariati tidak menghilangkan ajaran Marxis sepenuhnya, justru memadukannya dengan ajaran Islam. Dan kemudian Ali Shariati mencetuskan hubungan antara agama dengan politik sebagai dasar ideologi pergerakan. Menurut Ali Shariati negara seperti Iran sangat membutuhkan serta memerlukan revolusi yang saling berkaitan, seperti revolusi sosial dan revolusi nasional. Hingga ideologi Ali Shariati menjadi pengaruh dikalangan mahasiswa dan para cendikiawan.
Revolusi Islam Iran
Terjadinya Revolusi Islam Iran
Revolusi Islam Iran ditandai dengan runtuhnya atau digulingkannya dinasti Pahlevi, tapi sebelum sampai pada puncak revolusi Islam Iran membuuhkan waktu yang cukup panjang. Berawal dari revolusi Mazdak yakni revolusi yang dipimpin oleh seseorang yang bernama Mazdak, gerakan revolusi Mazdak terjadi karena penindasan yang dilakukan oleh dinasti Sasanid sudah tidak wajar dan perbudakan yang dilakukan dinasti Sasanid sudah melampaui batas. Hingga datangnya bangsa Arab di Iran dan mampu memberikan perubahan terhadap negara Iran. Terjadinya revolusi BAB pada tahun 1844 sebagai bentuk penentangan massa terhadap kebijakan yang dilakukan oleh kepemimpinan dinasti Qajar yang memberikan hadiah konsensi pada perusahaan tembakau Inggris. Revolusi Konstitusional terjadi pada akhir masa dinasti Qajar. Revolusi tersebut digerakan oleh kaum kelas menengah yang berhasil memaksa rajanya untuk memberlakukan adanya konstitusi model Barat dan mengadakan pembentukan parlemen. Tahun 1960-1961 krisis politik dan ekonomi kembali timbul. Kemiskinan memluas dan pengangguran juga ada dimana-mana, hingga Syah Iran mengadakan revolusi Putih dan kebijakan tersebut memicu ketidak puasan pada kalangan kaum menengah.
Revolusi Islam Iran merupakan peristiwa yang menggemparkan dunia, dan melahirkan sejarah besar. Setelah runtuhnya rezim Pahlevi sistem politik negara yang awalnya Monarki berubah menjadi Republik Islam. Peristiwa revolusi Islam Iran diwarnai dengan adanya unjuk rasa secara besar-besaran. Para demonstran menuntut supaya Syah Iran mundur dari pemerintahan, seketika semua menjadi rusuh karena penutupan jalan yang dilakukan oleh para tentara dan terjadinya penembakan yang dilakukan oleh tentara terhadap para demonstran dan menyebabkan kematian. Setelah kejadian itu di seluruh wilayah Iran melakukan aksi mogok masal yang menuntut supaya Jendral Azhari dipecat atas penembakan brutal yang dilakukannya.
Hari-hari berikutnya aksi masyarakat Iran terus melakukan aksinya, pada 11 Desember 1978 atas rasa simpatik terhadapkejadian sebelumnya, masyarakat Iran melakukan demonstrasi di depan tempat kerja Syah Iran. Pada 13 Desember Syah Iran memerintah para tentara untuk melakukan perlawanan, dengan demikian para tentara memaksa masyarakat pinggiran untuk meneriakan yel-yel sesuai yang diperintahkan. Dan banyak dari mereka yang tidak menjalankan perintah para tentara hingga berujung pada penembakan. Atas kekejaman yang terjadi para pegawai rumah sakit memberikan bantuan pengobatan kepada korban. Dengan aksi solidaritas yang dilakukan oleh para pegawai rumah sakit berujung pada pembakaran rumah sakit dan apotek oleh tentara SAVAK. Tak hanya serangan bagi kaum pinggiran saja, di seluruh wilayah Iran kekejman juga merambah ke wilayah kampus menyarang para mahasiswa dan kaum intelektual. Hingga pada 15 Desember 1978 para pekerja rumah sakit melakukan pemeberontakan dan menyatakan untuk bergabung bersama masyarakat untuk berjuang dibawah kepemimpinan Ayatullah Khomaeni. Pemberontakan yang dilakukan oleh para pekerja rumah sakit menimbulkan fenomena baru. Setelah beberapa hari kemudian terjadi perusakan kantor kedutaan besar Amerika dan kantor perusahaan penerbangan Israel, dan sehari setelah kejadian itu terjadi pembunuhan misterius yang dilakukan oleh orang tak dikenal terhadap wakil direktur perusahaan Amerika Serikat. Pada akhirnya Amerika Serikat mengancam, tapi masyarakat Iran tidak takut tetapi justru menimbulakn pemogokan nasional yang dilakukan oleh masyarakat Iran. Pada 1Januari 1979 para dokter Iran mengirim surat yang ditujukan kepada sekjen PBB dengan maksud untuk melindungi dan menghentikan kekerasan di Iran.
Pemogokan yang dilakukan oleh masyarakan Iran semakin memperkeruh keadaan, Jendral Azhari pun memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai perdana mentri dan kabur ke luar negri. Sehari setelah pengunduran Azhari, Syah Iran mencari penggantinya dan hanya seorang Shapur Bakhtiar yang mau menggantikan posisi Azhari. Dengan diangkatnya perdana mentri yang baru munculah langkah-langkah baru yang diambilnya. Shapur Bakhtiar juga meyakinkan Syah Iran untuk pergi meninggalkan Iran dengan alasan kesehatan agar krisis berakhir, namun sebelum Syah meningalkan Iran mmbentuk dewan negara yang beranggotakan sembilan orang, yang dianggap sebagai orang kepercyaannya. Pengankatan mentri baru tidak membuahkan hasil yang baik, justru pada 19 Januari 1979 mayarakat Iran berdemo menuntut Shapur Bakhtiar turun dari jabatannya. Akhirnya Shapur Bakhtiar turun jabatan dan meminta Ayatullah Khomaeni memimpin Iran. 25 Januari 1979 Ayatullah Khomaeni pulang dari pengasingannya. Hingga pada 3 Februari 1979 diumumkannya Dewan Revolusi oleh Ayatullah Khomaeni dan berakhirnya dinasti Pahlevi.
Peran Perempuan dalam Revolusi Islam Iran
Terjadinya revolusi Islam Iran juga melibatkan sosok perempuan, kaum perempuan ikut serta dalam banyak hal seperti, dalam aksi demonstrasi, gerilya militer, menyebarkan informasi, provokasi, menyediakan obat-obatan dan bahan pangan, serta motif-motif lainnya. Kaum perempuan melakukan perlawanan didorong dengan motif-motif seperti, ekonomi, sosial, politik, dan nilai religius kurtural. Dalam perjalanan kememimpinan rezim Pahlevi berkeinginan menjadikan Iran sebagai negara yang modern dan kebarat-baratan. Dan keinginan tersebut berdampak pada kaum perempuan. Pemimpin berusaha meningkatkan pendidikan kaum perempuan di seluruh wilayah Iran, akan tetapi kurikulumnya tidak ada yang menjunjung harkat dan martabat seorang perempuan. Terdapat juga undang-undang hukum mengenai kehidupan berumah tangga yang diberlaukakan, isi undang-undang tersebut tidak memberikan kesetaraan dan kebebasan terhadap perempuan, juga terdapat pasal-pasal yang diskriminatif. Rezim Pahlevi juga membuka lapangan pekerjaan bagi kaum perempuan, tapi tanpa pembekalan keterampilan dan kemampuan yang cukup. Dan keinginan rezim Pahlevi menjadikan Iran modern dan western juga memerintah kaum perempuan untuk meninggalkan pakaian islami yang menutup aurat dan memerintah agara para perempuan berpakaian ala-ala Eropa. Upaya rezim Pahlevi menghapuskan nilai Islam tradisional semakin memunculan identitas politik kaum perempuan.
Konsep Wilayatul Faqih
Setelah runtuhnya rezim Pahlevi, Iran beralih pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Ayatullah Khomaeni yang menerapkan Wilayatul Faqih bahwa imam merupakan pejabat tertinggi dalam pemerintahan. Dalam negara republik Islam Syiah ini mempunyai lembaga-lembaga pemegang kekuasaan yang terdiri dari, Faqih, presiden, perdana mentri dan kabinet, majelis konstitusi Islam, dewan pelindung konstitusi, serta mahkama agung. Wilayatul Faqih merupakan lembaga pemegang kekuaan tertinggi, mempunyai tugas serta kewajiban dalam menetapkan nominasi fuqaha untuk dewan fuqaha, menyetujui kelayakan calon presiden, memberhentikan presiden jika presiden melakukan kesalahan, menyatakan perang atau damai yang diusulkan oleh dewan pertahanan nasional, dan banyak tugas lainnya. Wilayatul Faqih dipimpin oleh seorang pemimpin yang adil, baik, bijak, shaleh, mempunyai kemampuan administratif, patut diterimah oleh kalangan masyarakat, dan bertanggung jawab dalam memimpin. Ayatullah Khomaeni juga menerapkan prinsip-prinsip pembagian kekuasaan sebagaimana triaspolitica.
Seorang Faqih dalam Wilayatul Faqih memilik wewenang yaitu, mengangkat ketua pengadilan tertinggi Iran, mengangkat dan memberhentikan seluruh pemimpin angkatan bersenjata Iran, mengangkat anggota dewan perlindungan, mengangkan dan memberhentikan pengawal revolusi, dan membentuk dewan pertahanan nasional. Negara Iran yang memakai Wilayatul Faqih sebagai bentuk pemerintahan yang diterapkan oleh Ayatullah Khomaeni. Negara Iran merupakan sebagai bentuk negara kesatuan, yang perubahan konstusionalnya melalui pemilihan. Bentuk republik Islam Iran dan undang-undang dasarnya telah disetujui oleh mayoritas masyarakat Iran. Menurut pandangan Ayatullah Khomaeni terdapat tiga karakteristik Wilayatul Faqih yaitu, tidak bersifat tirani, berbasis hukum, dan pemberlakuan pemerintahan Islam. Wilayatul Faqih diterima dengan baik oleh seluruh mayoritas masyarakat Syiah Iran, dan keinginan mendirikan pemerintahan Islam pun telah terwujud dinegara Iran.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Revolusi Islam Iran merupakan peristiwa yang menggemparkan dunia, dan melahirkan sejarah besar. Setelah runtuhnya rezim Pahlevi sistem politik negara yang awalnya Monarki berubah menjadi Republik Islam. Revolusi Islam Iran merupakan revolusi yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeni. Revolusi Islam merupakan revolusi yang terjadi di Iran yang disebabkan oleh adanya tekanan Barat yang sekuler terhadap bangsa Iran, tapi yang sebenarnya revolusi hanyalah sebuah investigasi terhadap gerakan revolusioner yang ingin melakukan teorisasi revolusi di kalangan Muslim. Setelah runtuhnya rezim Pahlevi, Iran beralih pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Ayatullah Khomaeni yang menerapkan Wilayatul Faqih bahwa imam merupakan pejabat tertinggi dalam pemerintahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar