Minggu, 03 Desember 2017

Makalah hadist 3 pilar agama

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia yang beruntung adalah manusia yang memiliki agama, karena dengan agama manusia memiliki nilai dan aturan untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.Presiden Indonesia yang ke-4 di kenal dengan bapak pluralisme mengatakan bahwa “semua agama benar” dan perkataan beliau benar adanya bila di tinjau secara horizontal (sesama makhluk) dan di nilai dalam kehidupan di dunia saja.memang faktanya benar,tidak ada agama yang membolehkan manusia berbuat sewenang-wenangnya dan merugikan orang lain seperti ,mencuri,berzina,memperkosa,menindas dan lain sebagainya.semua agama mengajarkan manusia untuk berbuat baik kepada manusia dan alam sekitarnya.akan tetapi bila di tinjau secara vertikal (antara makhluk dan pencipta) islam lah yang paling benar).
Islam adalah agama yang paling sempurna,agama yang menunutun kehidupan pemeluknya secara rinci dan jelas.karna islam datang untuk meluruskan agama-agama terdahulu yang di ajarkan oleh rasul-rasul sebelumnya yang telah di simpangkan dan menjadi pelengkap ajaran-ajaran rasul sebelumnya.Islam adalah pembenaran,islam menuntun hidup manusia kepada kebaikan dalam segala aspek kehidupan,tetapi banyak manusia yang tidak mengetahui dan menyadarinya.
Ada tiga pilar penting agama islam yang manusia harus diketehuiUntuk menuju kehidupan yang tidak hanya menciptakan kebaikan dan kebenaran, akan tetapi juga untuk menuju kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat,yaituiman, islam dan ihsan.
Rumusan Masalah
Bagaimana hadist tentang tiga pilar agama ?
Bagaimana analisa hadist tersebut ?
Bagaimana hubungan antara iman, islam, dan ihsan ?





BAB II
PEMBAHASAN
Hadits tentang Tiga Pilar Agama

Agama islam memiliki pokok ajaran atau landasan dalam agama, pokok pokok tersebut disebut dnegan tiga pilar agama yaitu iman islam dan ihsan. Pokok pokok tersebut berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya :
“ Abu Hurairah berkata : “ suatu ketika Nabi SAW muncul di hadapan manusia ( syahadat  ), maka Jibril as mendatanginya lalu bertanya “ apa itu iman ?” Nabi saw menjawab : “ iman yaitu percaya pada Allah, malaikat, kitab kitab, bertemu dengan-Nya dan percaya pada rasul rasul-Nya, serta percaya pada kebangkitan ( kiamat )”. Jibril bertanya lagi : “ apa itu islam ?” Nabi saw menjawab : “ islam yaitu engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan dengan-Nya sesuatu, menidirikan salat, menunaikan zakat, yang wajib dan berpuasa di bulan Ramadhan. Lagi lagi Jibril bertanya : “ apa itu ihsan ? “ Nabi saw menjawab : “ ihsan yaitu engkau menyembah Allah seakan akan engkau  melihat-Nya, dan bila engkau tak melihat-Nya ( ketahuilah ) maka sungguh Dia melihatmu “ Jibril masih saja bertanya  : “ kapan datang kiamat ? “, Nabi saw pun menjawabnya “ tidaklah orang yang di tanya tentang kiamat lebih tahu dari orang yang bertanya. Namun aku bisa menginformasikan akan tanda-tanda kiamat yaitu, jika hamba sahaya melahirkan budaknya, dan para pengembala unta yang berwarna indah berlomba lomba dalam membangun. Lima hal, tak ada satupun mengetahuinya kecuali Allah. Lalu Nabi SAW membaca sepotong ayat yang berbunyi “Sungguh disisi Allah SWT ilmu kiamat”.Lalu orang itu pergi, maka Rassulullah SAW bersabda : “Hendaklah kalian (sahabat) memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat apapun. Nabi SAW bersabda : “Ini adalah Jibril, dia datang untuk mengjarkan kepada manusia tentng agama mereka”.
Hadist ini berisi tentang tiga asas agama yaitu iman, islam, dan ihsan, atau lebih populer disebut dengan tiga pilar agama. Tiga pilar ini terdiri dari tauhid sebagai padanan dari iman, syari’ah adalah islam dan akhlak di samakan dengan ihsan. Jika iman mencakup rukun iman, maka islam berkaitan dengan praktek keagamaan seseorang ( rukun islam ) . sementara ihsan mengarah pada polesan yang menjiwai seorang muslim saat  ia menyatakan dan mempraktekan keminan dan keislamannya.
Hadist diatas selain mencakup tiga pilar agama juga berkaitan dengan iman pada hari kiamat dan tak berkaitan dnegan keimanan kepada pada selainya. Keterkaitan ini di kerenakan semua bentuk keimanan, pelaksanaan syari’at dan nerusaha membaguskan amalan atas dasar keimann ( ihsan ) merupakan sesuatu yang masih bersiafa abstrak jika dilihat dari aspek keutntungan atau balasan yang akan di peroleh seseorang yang melaksankan tiga pilar tersebut.

Analisis Hadist
Iman
Iman berasal dari kata amin, yaamin, dan amanaa bentuk lampaunya bisa dibaca amina berarti tenang, tidak takut dan aman, atau dapa dibaca amanu berarti jujur. Secara termininologi, iman menurut Al – Jurjainy adalah membenarkan dengan hati atau keyakinan di hati disertai pengakuan secara lisan.
Tingkat keimanan seseorang secra pasti dapat dilihat atau dinilai tingkat keimanannya dengan tidakan sehari hari. Setelah mengucapankan keimanana secara lisan, harus di buktikan dengan tindakan tindakan sehari hari yang membuktikan keimanannya atau kepercayaannnya. Definisi al-Jurjainy tentang iman, setidaknya ingin menegaskan mengenai hati jika yakin ( beriman ) harus diikuti dengan pernyataan lisan sehingga gugurlah iman jika hanya perkataan lisan tanpa da keyakinanhati. Sebagaiman sabda Rasulullah yang berarti :
“ jika kalian melihat seseorang terbiasa ke masjid, makas saksikanlah untuknya iman “
Hadist di atas bernilai hasan bahkan  di pandang da’if karana perawinya. Namun Al Qur’an membenarkan hadist terseut dalam Q.S  At Taubah 18 yang artinya :
“ Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang orang yang beriman kepada Allah di hari kemudian...“
Iman meliputi yaitu iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada Kitab Allah. Iman kepada Rassul, dan iman kepada hari kiamat, tanpa menyebutkan iman kepada takdir.Mengapa  demikian? Tentu jawabnya takdir termasuk keimanan namun bukan sebagai keimanan yang pokok, setidaknya pemikkran ini menurut pemikiran Syi’ah, Mukta’zilah. Adapun menurut Ahlusunah Wal Jamaah meyakini takdir sebagai pokok iman. Takdir bukan berarti manusia menerima suatu apa adanya tanpa melakukan perubahan melalui usaha, karena takdir juga berarti memilih mana diantara pilihan yang terbaik menurut manusia. Takdir bukan berarti pasif tak bergerak tapi aktif dinamis namun kkeputusan berasal dari san penentu takdir. 
Iman kepada Allah yaitu meyakini Allah adalah Dzat yang Maha Esa, tak ada tuhan selainNya, hidup kekal tanpa awal dan akhir tanpa berakhir. Adapun iman kepada malaikat yaitu percaya bahwa mereka ciptaan Allah SWT yang senatiasa patuh dan tunduk kepadaNya dan tak pernah melanggar apalagi bermaksiat padaNya. Percaya kepada kitab berarti mempercayai risalah-risalah Allah yang diturunkan kepada RasulNya melalui perantara malaikat Jibril untuk umat manusia. Iman kepada Rassul berarti meyakini bahwa tak ada terkecuali membawa satu misi yang sama mentauhidkan manusia melalui risalah Allah walau kadang terdapat perbedaan dalam pelaksanaan risallah(syariah) tersebut disebabkan kondisi masyarakat pada saat Rasul diutus. Iman kepada hari akhir yaitu  percaya ada kebangkitan setelah kematian dan semua manusia akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereeka selama hidup di dunia.

Islam
Islam dari kata as-salam berarti tunduk yang sumber awalnya dari kata sala yasilu salamah artinya selamat. Menurut Al Jurjainy, secara terminologi islam adalah tunduk dan pasrah terhadap apa yang Rasulullah SAW informasikan dan berkaitan. Bila iman berkaitan dengan kepercayaan yang tercokol dalam hati dan pengakuan di lidah, maka islam lebih terkait dengan praktek keberagaman seseorang. Praktek tersebut dapat dilihat dan disaksikan secara nyata dalam kehidupan mereka yang disebut muslim. Amalan nyata ini dikenal sebagai rukun islam terdiri dari mengucap dua kalimat syahadat sholat, zakat, puasa dan melaksakan haji di mekah. Lima perbuatan tersebut dapat dilaksanakan empiris pada, mereka yang mengaku beragama islam.
Syahadat dari aspek praktek bawa siapapun yang berucap syahadat dalam kehidupan nyatanya tak akan menyekutukan Allah dengan apapun juga. Sholat sehai semallam 17 rekaat dengan rincian 2 rekaat subuh, 4 rekaat dzuhur, 4 rekaat ashar, 3 rekaat maghrib dan 4 rekaat isya. Zakat sebagai sarana membersihkan harta dari segala macam kesamaran pemiliknya (syubhat). Zakat terbagi menjadi 2 yaitu zakat fitrah dan zakat mal, zakat fitrah ialah menzakatkan apa yang kita makan sehari-hari, sedangkan zakat mal adalah mengeluarkan harta kita pada pihak yang berhak menerimanya. Ibadah haji meruoakan rukun terakhir dari seorang muslim yang tidak wajib dilaksanakan bagi yang tidak mampu.

Ikhsan
Berasal dari kata “ikhsan-yakhsanu-ikhsana” secara bahasa berarti berbuat kebaikan, mempercantik atau memperbaiki, akar kata ikhsan adalah hasuna yang artinya baik. Orang yang telah berbuat ikhsan berarti ia telah berusaha memoles perbuatan yang pada dasarnya baik menjadi indah jika dipandang. Bila iman dan ikhsan disebut sebagai akar dan pohon maka ikhsan merupakan buah dari keimanan dan keislaman. Al-Jurjainy mendefisikan ihsan adalah memastikan ketaatan atas penyaksian akan kehadiran Tuhan ( Esa ) dengan cahay kearifan, yaitu melihat secra yakin dari lubuk hati bukan melihat yang sebenar-benarnya berbentuk materi. Dari definisi tersebut hadirlah dalam diri seseorang akan menunjukkan tiga unsur yaitu :

Mematuhi semua yang berasal dari Allah dan RasulNya
Karena telah merasakan kehadiran Allah SWT dalam dirinya
Cahaya kearifan yaitu melihat dengan yakin akan eksistensi sang pencipta walau tak melihat dengan nyata secara panca indra.
Dari ketiga unsur tersebut mendorong seseorang beribadah kepada Allag SWT secara taat dengan keindahan, khusyuk dan ridho saat ibadah disebabkan ia seperti benar-benar melihat Allah.

Hubungan Antar Iman, Islam, dan Ihsan
Islam, iman dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan, ketiganya saling berhubungan atau terdapat sangkut paut yang perlu di terapkan untuk menuju keridhoa-Nya.Iman adalah keyakinan yang menjadi dasar akidah, keyakinan tersebut di implementasikan melalui islam yang di dalamnya terdapat rukun-rukun yang wajib di kerjakan, kemudian pelaksanaannya di lakukan dengan ikhlas setulus hati karena Allah Subhanallahu ta’ala merasa seakan-akan kita melihat Allah, atau setidaknya merasa Allah melihat dan mengawasi kita. Iman, islam, dan ihsan juga di ibaratkan sebagi pohon,  jika iman dan islam  sebagai pohon dan akarnya, maka ihsan merupakan buah dari keimanan dan keislamaan seeseorang.



























BAB III
PENTUP
KESIMPULAN
Agama islam merupakan agama yang memiliki pokok ajaran yang berbeda dengan agama yang lain, pokok pokok ajaran itu terfokus terhadap tiga hal yaitu  : iman, islam, dan ihsan. Ketiganya memiliki hubungan yang erat, bila iman dan islam di ibaratkan pohon dan akarnya, maka ihsan adalah buah hasil keimanan dan keislaman seseorang.
Iman berarti membenarkan dengan hati atau keyakinan di hati disertai pengakuan secara lisan.pokok pokok kepercayaan ini mencakup percaya kepada Allah, malaikat, kitab, hadist, rasul dan hari akhir. Taqdir termasuk keimanana namun bukan sebagai keimanan pokok, setidaknya pemikiran menurut aliran syi’ah, Mu’tazilah dan lainya. Sedangkan menurut ulama ahl Sunnah wa Al Jama’ah menyakini bahwa takdir sebagai pokok iman.
Islam adalah tunduk dan pasrah terhadap apa yang Rosulullah SAW informasikan dan sampaikan.islam mencakup lima hal di dalamnya yaitu mengucap dua kalimat syahadat, salat, zakat, puasa dan melaksanakan haji di mekkah. Lima perbuataan tersebut dapat disaksikan secara empirik dalm kehidupan sehari hari bagi mereka yang disebut muslim.
Ihsan secara bahasa berarti kebaikan, mempercantik atau memperbaiki. Ihsan adalah memastikan ketaatan atas penyaksian akan kehadiran Ketuhannan ( Esa ) dengac cahaya ke arifn, yaitu melihat dengan yakin dari lubuk hati. Ihsan menghadirkN TIG unsur pada diri manusia yaitu, pertama, mematuhi semuanya berasal dari Allah Swt dan Rasul-Nya karena, kedua, telah meraskan kehadiran Allah Swt dalam dirinya, ketiga, cahaya kearifan yaitu melihat dengan yakin akan eksistensi Sang pencipta walau tak bisa melihat nya deng nyata secra panca indra.










DAFTAR PUSTAKA

Assagaf, Ja’far.2014.Jejak Jejak Cahaya Nabi SAW konstektualisasi Hadist.Kartasura : Fataba press
http://ngampusiana.blogspot.co.id/2016/05/islam-iman-dan-ihsan-tiga-pilar-agama.html. Diakses, Minggu, 29 Oktober 2017, pukul 14.29.

MAKALAH KETAHANAN NASIONAL

Disusun oleh fadhil,anna,erlin,rina,apriska,alfani
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sejak Proklamasi Kemerdekan Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia tidak lepas dari gejolak dan ancaman dari luar maupun dalam negeri yang nyaris membahayakan kehidupan bangsa. Meskipun demikian bangsa Indonesia telah mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap ancaman dari luar berupa Agresi Militer  Belanda. Negara Kesatuan Republik Indonesia masih tegak berdiri dan menjadi negara yang merdeka.
Dengan demikian kondisi Kehidupan Nasional merupakan pencerminan Ketahanan Nasional yang didasari oleh landasan idiil Pancasila, Landasan Konstitusional UUD 1945, dan landasan visional Wawasan Nusantara.

Rumusan Masalah
Apa Pengertian Ketahanan Nasional ?
Bagaimana Perkembangan Konsep Ketahanan Nasional di Indonesia ?
Apa Unsur-Unsur Ketahanan Nasional ?
Bagaimana Pembelaan Negara ?
Bagaimana Indonesia dan Perdamaian Dunia ?
Apa Pengertian Pertahanan ?
Apa Perbedaan Ketahanan Nasiaonal dan Pertahanan Nasioanal ?

Tujuan
Supaya Mengetahui Pengertian Ketahanan Nasional
Supaya Mengetahui Perkembangan Konsep Ketahanan Nasional di Indonesia
Supaya Mengetahui Unsur-Unsur Ketahanan Nasional
Supaya Mengetahui Pembelaan Negara
Supaya Mengetahui Indonesia dan Perdamaian Dunia 
Supaya Mengetahui Pengertian Pertahanan
Supaya Mengetahui Perbedaan Ketahanan Nasiaonal dan Pertahanan Nasioanal

















BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Ketahanan Nasional
Rumusan Ketahanan Nasional yang baku sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa kemas. Rumusan Ketahanan Nasional sebagai dasar penerapan harus mempunyai pengertian yang baku dan pengertian dari paraahli agar warga negara mengerti serta memahaminya. Adapun pengertian dari para ahli yaitu ;
Menurut Sumarno, Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis bangsa yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi.
Menurut Harjomataram, Ketahanan Nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan dan ancaman dari dalam atau dari luar, langsung atau tidak langsung dan membahayakan Kehidupan Nasional.
Menurut Suradinata dan Kaelan, Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis sebuah negara yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mampu mengembangkan  Kekuatan Nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari dalam maupun luar negeri,secara langsung maupun tidak langsung, yang dapat dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara serta perjuangan bangsa dalam menjaga tujuan nasional.
Dapat disimpulkan bahwa Ketahanan Nasional  (Tannas) adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang melindungi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala goncangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari luar dan untuk menjamin identitas dan integrasi dan kelangsungan hidup dan negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Perkembangan Konsep Ketahanan Nasional di Indonesia
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam dan dari luar, juga secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman yang kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Konsepsi Ketahanan Nasional
Konsepsi Pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan,dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti halnya berikut ini :
Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tuhuan nasional serta dengan peran Internasionalnya.
Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
Asas Ketahanan Nasional
Berikut merupakan asas-asas yang termasuk ke dalam asas ketahanan nasional:
Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan kemakmuran dapat dibedakan tetapi tidak dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhkan manusia yang mendasar dan esensial.
Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyuluruh dan terpadu (komprehensif integral).
Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif.
Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbngsa dan bernegara,. Perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembangkan menjadi konflik yang bersifat saling menghancurkan.

Sifat-Sifat Ketahanan Nasional
Adapun yang termasuk ke dalam sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai berikut;
Mandiri
Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatann sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa.
Dinamis
Ketahanan nasional tidaklah tetap melainkan dapat meningkat dan atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya.
Wibawa
Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia.
Konsultasi dan Kerjasama
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.
Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional
Berikut merupakan penjelasan kedudukan dan fungsi ketahanan nasional ;
Kedudukan
Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan konstitusional dalam paradigma pembangunan nasional.
Fungsi
Ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter-regional (wilayah), inter-sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang sektoral. Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.
Hakekat Ketahanan Nasional
Pada hakekatnya ketahanan nasional ialah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Penyelenggaraan ketahanan nasional dilakukan melalui pendekatan keamanan dan kesejahteraan :
Kesejahteraan digunakan untuk mewujudkan ketahanan yang berbentuk kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya menjadi kemakmuran yang adil merata, baik jasmani maupun rohani.
Keamanan adalah kemampuan dalam melindungi keberadaan bangsa, serta melindungi nilai-nilai luhur bangsa terhadap segala ancaman dari dalam maupun luar.
Kedua pendekatan keamanan dan kesejahteraan telah digunakan bersama-sama. Pendekatan mana yang ditekankan tergantung pada kondisi dan situasi nasional dan internasional. Penyelenggaraan kesejahteraan memerlukan tingkat keamanan tertentu, demikian pula keadaan sebaliknya. Dengan demikian evaluasi penyelenggaraan ketahanan nasional sekaligus memberikan gambaran tentang tingkat kesejahteraan dan keamanan suatu bangsa.
Konsep ketahanan dikembangkan berdasarkan konsep wawasan nusantara, sehingga konsep ketahanan nasional dapat dipahami dengan baik apabila telah memahami wawasan nusantara.
Keberhasilan Ketahanan Nasional
Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945 dan landasan visional wawasan nasional. Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :
Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan , tantangan dan hambatan baik yang datang dari dalam maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Apabila setiap warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar serta peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengeliminir pengeruh-pengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambilan kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional (Polstranas).
Unsur-Unsur Ketahanan Nasional
Unsur, elemen, atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional suatu negara terdiri atas beberapa aspek. Adapun Unsur-unsur kekuatan nasional di Indonesia diistilahkan dengan gatra dalam Ketahanan nasional Indonesia. Pemikiran tentang gatra dalam Ketahanan Nasional dirumuskan dan dikembangkan oleh Lemhanas. Unsur-unsur kekuatan nasional Indonesia dikenal dengan nama Asta Gatra yang terdiri atas ;
Tri gatra adalah aspek alamiah (tangible) yang terdiri atas penduduk, sumber daya alam dan wilayah.
Unsur atau Gatra Penduduk
Penduduk suatu negara menentukan kekuatan atau ketahanan nasional negara yang bersangkutan. Faktor yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi;
Aspek kualitas mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian
Aspek kuantitas yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara.
Terkait dengan unsur penduduk adalah faktor moral nasional dan karakter nasional. Moral nasional merujuk pada tingkat dukungan rakyat secara penuh terhadap negaranya ketika menghadapi ancaman. Karakter nasional merujuk pada ciri-ciri khusus yang dimiliki suatu bangsa sehingga bisa dibedakan dengan bangsa lain. Moral dan karakter nasional memengaruhi ketahanan suatu bangsa.
Unsur atau Gatra Sumber Daya Alam
Hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya alam sebagai elemen ketahanan nasional meliputi;
Potensi sumber daya alam wilayah yang bersangkutan, mencakup sumber daya alam hewani, nabati, dan tambang.
Kemampuan mengekplorasi sumber daya alam
Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkn masa depan dan lingkungan hidup
Kontrol atas sumber daya alam.
Dewasa ini, kemampuan melakukan kontrol atas sumber daya alam menjadi semakin penting bagi ketahanan nasional dan kemajuan suatu negara. Banyak negara-negara yang kaya akan sumber daya alam seperti minyak di negara Afrika, tetapi negara tersebut tetaplah miskin. Negara-negara berkembang belum mampu melakukan kontrol atas sumber daya alam yang berasal dari miliknya sendiri.
Unsur atau Gatra Wilayah
Wilayah turut pula menentukan kekuatan nasional negara. Hal yang terkait degang wilayah negara meliputi;
Bentuk wilayah negara dapat berupa negara pantai, negara kepulauan, atau negara kontinental.
Luas wilayah negara, ada negara dengan wilayah yang luas dan negara dengan wilayah yang sempit (keci)
Posisi geografis, astronomis, dan geologi negara
Daya dukung wilayah negara, ada wilayah yang habitable dan ada wilayah yang unhabitable.
Dalam kaitannya dengan wilayah negara, pada masa sekarang ini perlu dipertimbangkan adanya kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi, dan komunikasi. Suatu wilayah yang pada awalnya sama sekali tidak mendukung kekuatan nasional karena penggunaan teknologi maka wilayah itu kemudian menjadi unsur kekuatan nasional negara.
Panca gatra adalah aspek osial (intagible) yang terdiri atas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
Unsur atau Gatra di Bidang Ideologi
Ideologi adalah seperangkat gagasan, ide, cita dari sebuah masyarakat tentang kebaikan bersama yang dirumuskan dalam bentuk tujuan yang harus dicapai dan cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan (Ramlan Subekti, 1999). Ideologi itu berisikan serangkaian nilai (norma) atau sistem yang bersifat menyeluruh dan mendalam, yang dimiliki dan di pegang oleh suatu asyrakat atau bangsa sebagai wawasan atau pandangan hidup mereka. Ideologi mendukung ketahanan suatu bangsa karena ideologi bagi suatu bangsa memiliki dua ungsi pokok, yaitu ;
Sebagai tujuan atau cit-cita dari kelompok masyarakat yang bersangkutan, artinya nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi itu menjadi cita-cita yang hendak dituju secara bersama
Sebagai sarana pemersatu dari masyarakat yang bersangkutan, artinya masyarakat yang banyak dan beragam itu bersedia menjadikan ideologi sebagai milik bersama dan menjadikannya bersatu.
Sejarah dunia telah membuktikan bahwa ideologi dapat digunakan seagai unsur untuk membangun kekuatan nasional negara. Bagi bangsa Indonesia sendiri, pancasila telah ditetapkan sebagai ideologi nasional melaui kesepakatan. Kesepakatan atas Pancasila menjadikan segenap elemen bangsa bersedia bersatu dibawah negara Indonesia. 
Unsur atau Gatra di bidang Politik
Politik penyelenggaraan bernegara amat memengaruhi kekuatan nasional suatu negara. Penyelenggaraan bernegara dapat ditinjau dari beberapa aspek seperti;
Sistem politik yang dipakai, yaitu apakah sistem demokrasi atau nondemokrasi,
Sistem pemerintah yang dijalankan apakah presidensial atau parlementer,
Bentuk pemerintah yang dipilih apakah republik ata kerajaan
Susunan negara yang dibentuk apakah sebagai negara kesatuan atau negara serikat.
Pemilihan suatu bangsa atas politik penyelenggaraan bernegara tentu saja tergantung pada nilai-nilai dan aspirasi bangsa yang bersangkutan. Bangsa Indonesia telah berketetapan untuk mewujudkan negara Indonesia yang bersusunan kesatuan, berbentuk republik dengan sistem pemerintahan presidensial.
Unsur atau Gatra di Bidang Ekonomi
Ekonomi yang dijalankan oleh suatu negara merupakan kekuatan nasional negara yang bersangkutan terlebih di era global ini. Bidang ekonomi berperan langsung dalam upaya pemberian dan distribusi kebutuhan warga negara. Kemajuan pesat di ekonomi tentu saja menjadikan negara yang bersangkutan tumbuh sebagai kekuatan dunia. Sistem ekonomi secara garis besar dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Suatu negra dapat pua mengembangkan sistem ekonomi yang dianggap sebagai cerminan dari nilai dan ideologi bangsa yang bersangkutan.
Unsur atau Gatra d Bidang Sosial Budaya
Unsur budaya di masyarakat juga menentukan kekuatan nasional suatu negara. Pengembangan integrasi nasional emnjadi hal yang amat penting sehigga dapat memperkuat ketahanan nasionalnya. Integrasi bangsa daat dilakukan dengan 2 strategi kebijakan, yaitu “policy asimilasionis” dan ”Policy bhineka tunggal ika” (Winarno, 2002). Strategi pertama dengan cara penghapusan sifat-sifat kultural utama dari komunitas kecil yang berbeda menjadi semacam kebudayaan nasional. Strategi kedua dengan cara penciptaan kesetiaan nasional tanpa menghapuskan kebudayaan lokal. Kesalahan dalam strategi dapat mengantarkan bangsa yang bersangkutan ke perpecahan bahkan perang saudara.
Unsur atau Gatra di Bidang Pertahanan Keamanan
Pertahanan keamanan suatu negara merupakan unsur pokok terutama dalam menghadapi ancaman militer negara lain. Oleh karen itu, unsur utama pertahanan keamanan berada di tangan tentara (militer). Pertahanan keamanan negara juga merupakan salah satu fungsi pemerintahan negara.
Negara dapat melibatkan rakyatnya dalam upaya pertahanan negara sebagai bentuk dari hak dan kewajiban warga negara dalam membela negara. Upaya melibatkan rakyat dengan cara yang berbeda-beda digunakan sesuai dengan sistem dan politik pertahanan yang dianut oleh negara. Politik pertahanan negara disesuaikan dengan nilai filosofi bangsa, kepentingan nasional, dan konteks jamannya. 
PEMBELAAN NEGARA
Makna Bela Negara
Bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air dan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.
Dasar Hukum Bela Negara
Berikut merupakan bagian dari dasar hukum bela negara;
Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 sebagai berikut : Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara".
Pasal 30 UUD 1945 sebagai berikut :
Tiap tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.
Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.
Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.
Peran warga negara dalam Pembelaan Negara
Peran warga negara dalam bela negara disebutkan dalam pasal 9 UU No. 3 Tahun 2002, sebagai berikut :
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.
Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diselenggarakan melalui :
pendidikan kewarganegaraan;
pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;
sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara suka rela atau secara wajib; dan
pengabdian sesuai dengan profesi.
Ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi diatur dengan undang-undang.
Bentuk Bentuk Bela Negara
Bela negara secara fisik
Bela negara secara fisik dapat dilakukan dengan cara menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia dan Pelatihan Dasar Kemiliteran. Pelatihan dasar kemiliteran diselenggarakan melalui program Rakyat Terlatih (Ratih). Rakyat Terlatih (Ratih) terdiri dari berbagai unsur, seperti Resimen Mahasiswa (Menwa), Perlawanan Rakyat (Wanra), Pertahanan Sipil (Hansip), Mitra Babinsa, dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang telah mengikuti Pendidikan Dasar Militer dan lainnya. Rakyat Terlatih mempunyai empat fungsi, yaitu Ketertiban umum, Perlindungan Masyarakat, Keamanan Rakyat, dan Perlawanan rakyat.
Bela negara secara non fisik
Bela negara secara non fisik melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai profesinya. Bentuk bela negara non fisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk seperti yang di bawah ini :
Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat,
Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika),
Kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, dan
Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh - pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia dengan lebih bertakwa kepada Allah Swt melalui ibadah sesuai agama /kepercayaan masing masing.
Identifikasi Ancaman Terhadap Bangsa dan Negara
Pengertian Ancaman.
Menurut Undang-undang No. 3 Tahun 2002 digunakan satu istilah, yaitu ancaman. Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.
Bentuk-bentuk Ancaman
Menurut Buku Putih Pertahanan (2008) ancaman dibedakan menjadi dua, yaitu ancaman militer dan ancaman non militer.
Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Bentuk-bentuk dari ancaman militer mencakup :
Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa;
Pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh negara lain, baik yang menggunakan kapal maupun pesawat non komersial;
Spionase yang dilakukan oleh negara lain untuk mencari dan mendapatkan rahasia militer;
Sabotase untuk merusak instalasi penting militer dan objek vital nasional yang membahayakan keselamatan bangsa;
Aksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerja sama dengan terorisme dalam negeri atau terorisme dalam negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.
Pemberontakan bersenjata.
Perang saudara yang terjadi antara kelompok masyarakat bersenjata dengan kelompok masyarakat bersenjata lainnya.
Ancaman non militer disebut juga ancaman nirmiliter. Ancaman nirmiliter mencakup ancaman yang berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi informasi dan keselamatan umum.
Ancaman yang berdimensi ideologi contohnya gerakan kelompok radikal. Ancaman yang berdimensi politik bisa bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. Dari luar negeri seperti intimidasi, provokasi, atau blokade politik yang sering digunakan oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Dari dalam negeri dapat berupa penggunaan kekuatan berupa mobilisasi massa untuk menyumbangkan suatu pemerintahan yang berkuasa.
Ancaman berdimensi ekonomi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Internal bisa berupa inflasi, infrastruktur yang tidak memadai, pengangguran yang tinggi dan lain-lain. Eksternal bisa berupaya saing rendah, ketidaksiapan menghadapi era globalisasi dan lain-lain.
Ancaman berdimensi sosial budaya ada dua dari dalam dan dari luar. Dari dalam didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang dapat menimbulkan separatisme, terorisme, penciptaan, perampokan dan lain-lain. Lama kelamaan bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme dan patriotisme. Ancaman dari luar bersamaan dengan era globalisasi dengan penetrasi nilai-nilai budaya dari luar sulit dibendung yang dapat memengaruhi nilai-nilai di Indonesia. Lambat laun nilai-nilai persatuan dan kesatuan terdesak oleh nilai-nilai individualisme.
Ancaman berdimensi teknologi informasi. Munculnya kejahatan melalui kemajuan IPTEK seperti kejahatan siber. Bisa juga disebabkan lambatnya perkembangan kemajuan IPTEK di Indonesia sehingga menyebabkan ketergantungan teknologi terhadap negara-negara maju semakin tinggi.
Ancaman berdimensi keselamatan umum. Seperti adanya bencana alam baik karena ulah manusia itu sendiri atau bencana alam yang terjadi secara alami. Ancaman militer maupun non militer perlu dihadapi dengan konsep ketahanan nasional. Berdasarkan ketentuan perundangan, ancaman yang sifatnya militer dihadapi oleh Tentara Nasional Indonesia sebagai komponen utama. Sedangkan yang sifatnya non militer dihadapi oleh departemen sebagai lembaga pemerintah yang terkait dengan pertahanan.
Indonesia dan Perdamaian Dunia
Posisi Negara dalam Era Global
Sebagai suatu pendekatan, kondisi, dan sebuah doktrin dasar nasional, Ketahanan Nasional merupakan strategi pengembangan kemampuan nasional melalui penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang pada seluruh aspek kehidupan. Kemampuan Nasional yang dikembangkan, diharapkan mampu menghadapi ancaman yang dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Dalam membahas Ketahanan Nasional sekarang ini, kita tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh global serta perkembangan kehidupan internasional. Hal ini karena globalisasi dan perkembangan di luar negara turut memengaruhi kelangsungan hidup bangsa dan negara. Globalisasi adalah proses sosial yang muncul sebagai akibat dari kemajuan dan inovasi teknologi, serta perkembangan komunikasi dan informasi.
Akan tetapi, globalisasi sebagai sebuah proses tentunya memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
Terkait erat dengan kemampuan  teknologi, arus informasi, dan komunikasi yang lintas batas negara.
Tidak dapat dilepaskan dari adanya akumulasi kapital, tingginya arus investasi, keuangan, dan perdagangan global.
Berkaitan dengan semakin tingginya intensitas perpindahan manusia, barang, jasa, dan pertukaran budaya lintas batas negara.
Ditandai dengan semakin meningkatnya tingkat keterkaitan dan ketergantungan tidak hanya antar bangsa/negara, tetapi juga antar masyarakat (Poppy S. Winanti, 2002).
Globalisasi abad XXI diyakini secara luas berpengaruh besar terhadap kehidupan suatu bangsa. Globalisasi akan menimbulkan ancaman dan tantangan yang ditenggarai bisa berdampak negatif bagi bangsa dan negara.  Akan tetapi di sisi lain, globalisasi memberikan peluang yang akan berdampak positif bagi kemajuan suatu kebangsaan.
Oleh karena itu, dalam era global ini perlu kita ketahui macam-mcam ancaman atau tantangan apa yang diperkirakan dapat melemahkan posisi negara-bangsa. Perlu disadari globalisasi menghadirkan fenomena-fenomena baru yang sebelumnya belum pernah dihadapi oleh bangsa-bangsa. Fenomena baru itu misalnya hadirnya perusahaan multinasional, semakin luasnya perdagangan global, dan persoalan lingkungan hidup.
Dalam menghadapi globalisasi ini, bangsa-bangsa di dunia memberi respon atau tanggapan yang dapat dikategorikan sebagai berikut;
Sebagian bangsa menyambut positif globalisasi karena dianggap sebagai jalan keluar baru untuk perbaikan nasib umat manusia
Sebagian masyarakat yang kritis menolak globalisasi karena dianggap sebagai bentuk baru penjajahan(kolonialisme) melalui cara-cara baru yang bersifat transnasional di bidang politik, ekonomi, dan budaya.
Sebagian yang lain tetap menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat perkembangan teknologi informasi dan transportasi, tapi tetap kritis terhadap akibat negatif globalisasi.
Tampaknya globalisasi tidak bisa ditolak oleh bangsa-negara Indonesia. Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia menyiratkan bahwa Indonesia ikut serta dalam arus global. Misalnya, dengan ikut serta dalam forum WTO, APEC, dan AFTA. Globalisasi perlu diwaspadai dan dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana. Salah satu sisi negatifnya gloablisasi adalah semakin mengakarnya nilai-nilai materialistis pada diri masyarakat Indonesia. Di sisi lain, nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong-royong, solidaritas sosial, kekeluargaan, keramahtamahan sosial, dan rasa cinta tanah air semakin pudar yang menyebabkan krisis pada jati diri bangsa.
Dalam naskah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 telah dimunculkan Program Pengembangan Nilai Budaya. Program ini bertujuan untuk menguatkan jati diri bangsa (identitas nasional) dan memantapkan budaya nasional. Tujuan tersebut dicapai antara lain melalui upaya memperkokoh ketahanan budaya nasional sehingga mampu menangkal penetrasi budaya asing yang bernilai negatif dan memfasilitasi prosesnadopsi dan adaptasi budaya asing yang bernilai positif dan produktif.
Kegiatan pokok yang akan ditempuh antara lain:
Aktualisasi moral moral dan agama
Revitalisasi dan reaktualisasi budaya lokal yang bernilai luhur termasuk didalamnya pengembangan budaya maritim, dan
Transformasi budaya melalui adopsi dan adaptasi nilai-nilai baru yang positif untuk memperkaya dan memperkokoh khasanah budaya bangsa, seperti orientasi pada peningkatan kinerja budaya kritis, akuntabilitas, dan penerapan iptek.
Dalam naskah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 masih dikemukakan perihal hubungan jati diri bangsa ini dengan era global. Dinyatakan bahwa karakter dan jati diri bangsa belum kuat. Semakin derasnya arus globalisasi yang didorong oleh kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah membuka peluang terjadinya interaksi budaya antarbangsa. Proses interaksi budaya antarbangsa ini tentu berdampak positif sekaligus negatif pada karakter dan jati diri bangsa yang dapat dilihat dari kondisi para masyarakatnya, terutama para pemuda-pemudinya dalam berinteraksi antar satu sama lain.
Berdasarkan hal tersebut, upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah:
Penguatan jati diri dan karakter bangsa yang berbasis pada keragaman budaya,
Peningkatan apresiasi terhadap keragaman serta kreativitas seni dan budaya,
Peningkatan kualitas perlindungan, penyelamatan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya,
Pengembangan sumber daya kebudayaan.
Partisipasi Indonesia Bagi Perdamaian Dunia
Peran Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian merupakan amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Di sisi lain, konstelasi perubahan dunia akan selalu berpengaruh terhadap kelangsungan bangsa-negara Indonesia. Dunia yang aman dan damai tentu saja menjadi harapan semua umat manusia, termasuk bangsa Indonesia.
Berdasarkan hal itu lah, Indonesia memaksimalkan berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Beberapa hal yang telah dilakukan Indonesia hingga sekarang untuk menjaga perdamaian dunia adalah:
Pendirian Gerakan Non-Blok (GNB)
Pada sekitar tahun 1950, setelah berakhirnya perang dunia kedua. Terciptalah dua blok besar yang menciptakan perang dingin diantara para anggotanya. Blok barat yang dipimpin Amerika Serikat dengan paham liberalnya bersaing dengan Rusia yang memimpin blok timur dengan paham komunisnya dalam memperluas pengaruh dan menyebarkan ideologi msing-masing.
Negara-negara yang baru merdeka di kawasan Asia, Afrika , dan Amerika Latin menjadi kawasan yang menjadi target perebutan pertarungan pengaruh. Makanya banyak terjadi konflik akibat perang dingin yang dilakukan oleh 2 negara adidaya dan para bawahannya. Karena hal itubeberapa anggota KAA mendirikan gerakan non blok (Non Align Movement). Dengan berpartisipasinya Indonesia sekaligus sebagai pendiri Gerakan Non-Blok dan tidak memihak blok barat maupun timur merupakan salah satu upaya dalam menjaga perdamaian dunia secara tidak langsung.
Pelopor dan tuan rumah Konferensi Asia-Afrika (KAA)
Konferensi Asia Afrika dipelopori oleh lima pemimpin negara dimana salah satunya adalah Indonesia yang diwakili oleh PM Ali Sastroamidjojo. Keempat negara pelopor yang lain adalah India diwakili oleh Jawaharhal Nehru, Pakistan diwakili oleh Mohammad Ali Bogra, Burma diwakili oleh U Nu dan Srilanka diwakili oleh Sir John Kotelawala. Pertemuan pertama dari kelima pemimpin negara tersebut diadakan di Kolombo, Srilanka. Kegiatan ini dilaksanakan pada tangga 28 April- 2 Mei 1952. Pada konferensi ini Indonesia mengusulkan adanya konferensi Asia-Afrika. Usulan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo.
Kemudian pertemuan kedua dilaksanakan di Istana Bogor pada tahun 1952, lebih tepatnya tanggal 29 Desember yang Indonesia menjadi tuan rumahnya. Pertemuan ini dilaksanakan untuk mematangkan konsep konferensi Asia-Afrika. Rincian tersebut meliputi tujuan persidangan, serta siapa saja yang akan diundang. Negara yang diundang sejumlah 25 negara yang terdiri dari Afganistan, Kamboja, Federasi Afrika Tengah, Republik Rakyat Tiongkon (China), Mesir, Ethiopia, Pantai Emas (Gold Coast), Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Libanon, Liberia, Libya, Nepal, Filipina, Saudi Arabia, Sudan, Syria, Thailand (Muangthai), Turki, Republik Demokrasi Vietnam (Vietnam Utara), Vietnam Selatan, dan Yaman.  Dengan aktifnya Indonesia dalam mempelopori adanya Konferensi Asia-Afrika menunjukkan bahwa Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
Anggota Dewan Keamanan tidak tetap PBB
Pada tanggal 28 September 1950, Indonesia resmi menjadi anggota PBB. Indonesia sempat keluar dari PBB pada 7 Januari 1965 karena adanya perselisihan dengan Malaysia. Namun Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada era Orde Baru, tepatnya tanggal 28 September 1966. Indonesia telah tiga kali menjadi anggota tidak tetap dalam Dewan Keamanan PBB. Periode pertama adalah pada tahun 1973-1974, periode kedua yaitu tahun 1995-1996, sedangkan periode ketiga tahun 2007-2008.  Bergabungnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dunia.
Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda ke berbagai daerah konflik
Pada tanggal 5 November 1956 dibentuk suatu komando PBB yang disebut United Nations Emergency Forces (UNEF). Komando ini merupakan pasukan khusus PBB yang ditujukan untuk memelihara perdamaian di Timur Tengah. Dalam mendukung perdamaian dunia, Indonesia menyetujui untuk berpartisipasi menyumbangkan pasukan pada UNEF mulai tanggal 8 November 1965. Pada 28 Desember 1956 dibentuk pasukan Indonesia yang disebut Pasukan Garuda, dan pasukan ini dikirim ke Timur Tengah pada bulan Januari tahun 1957.
Pasukan Garuda II di bawah pimpinan Kolonel Priyanto diberangkatkan ke Kongo 10 September 1960 untuk bergabung dengan pasukan perdamaian PBB dengan United Nations Operation for the Congo (UNOC), bertugas hingga bulan Mei 1961.
Pasukan Garuda III di bawah pimpinan Brigjen Kemal juga bertugas di Kongo dari bulan Desember 1962 sampai bulan Agustus 1964. Pasukan Garuda IV di bawah pimpinan Brigjen TNI Wivono, bertugas di Vietnam mulai bulan Januari 1973 sampai Juli 1972.
Pasukan Garuda VII di bawah pimpinan Kolonel Rudini dan wakilnya Mayor Basofi Sudirman dikirim ke Timur Tengah pada tanggal 3 Desember 1973.
Pasukan Garuda VII di bawah pimpinan Brigjen Sukemi Sumantrio bertugas di Vietnam dari bulan AF 1974 sampai November 1974, kemudian digantikan Pasukan Garuda VlIi di bawah pimpinan Brigjen T, Bambang Sumantri dari bulan November 1974 sampai bulan Juni 1975. Pada tahun ini pula pasuka perdamaian PBB untuk Vietnam ICCS (IntemasionalCommision for Control and Supervision) ditarik mend. sefelah seluruh Vietnam jatuh ke tangan Vietnam Utara atau Vietkong yang berhaluan komunis.
Pasukan Garuda VIII di bawah pimpinan Kolonel Gunawan Wibisono, Kontingen Garuda VI dan V bergabung dalam pasukan perdamaian PBB yang diberi nama United Nations Emergency Force (UNIEF)
Pendiri Association of South East Asian Nations (ASEAN)
Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN dibentuk pada tahun 1967 oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, ini untuk mempromosikan kerjasama dalam menjaga stabilitas regional. Brunei bergabung tahun 1984, tak lama setelah Brunei merdeka dari Inggris, dan Vietnam bergabung dengan ASEAN sebagai anggota ketujuh pada tahun 1995. Laos dan Myanmar diakui ke keanggotaan penuh pada bulan Juli 1997 sebagai ASEAN saat merayakan ulang tahun ke-30. Kamboja menjadi anggota kesepuluh di ASEAN pada tahun 1999.
Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Adam Malik, Malaysia diwakili oleh Tun Abdul Razak, Singapura diwakili oleh S Rajaratman, Filipina diwakili oleh Narciso Ramos, dan Thailand sebagai tuan rumah diwakili oleh Thanat Khoman. Pertemuan yang berlansung di Bangkok tersebut menghasilkan Deklarasi Bangkok yang ditandatangani bersama oleh lima negara. Deklarasi tersebut berisi mengenai persetujuan lima negara membentuk organisasi kerjasama regional Association of South East Asian Nations (ASEAN).
Pengertian Pertahanan
Pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Pertahanan nasional dilakukan oleh pemerintah dan dipersiapakan secara dini dengan sistem pertahanan negara.
Pertahanan nasional merupakan kekuatan bersama yang diselenggarakan oleh suatau negara untuk menjamin integritas wilayahnya, perlindungan dari orang dan menjaga kepentingan-kepentingannya. Pertahanan nasional dikelola oleh Kementrian Pertahanan. Angkatan bersenjata disebut sebagai kekuatan pertahanan dan dibeberapa negara misalnya Jepang, Angkatan Bela Diri. Dalam bahasa militer, pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan dari satu unit yang sensitif, misalnya tentang cara-cara membela diri sesuai dengan spesialisasi mereka, pertahanan udara, pertahanan rudal, dll. Tindakan, taktik, operasi atau strategi pertahanan adalah untuk menentang atau membalas serangan.

Perbedaan Ketahanan Nasional dan Pertahanan Nasional
Pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara (Pasal 1 Ayat 1 Undang-UndangNomor 3 Tahun 2002).
Pengertian ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Untuk dapat melindungi rakyatnya dari berbagai gangguan dan ancaman yang datang dari dalam atau luar negara, negara memiliki perlengkapan atau alat-alat negara,  seperti TNI baik dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara yang memiliki persenjataan lengkap. Warga masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya, secara naluri akan merasakan bahwa gangguan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat apabila dibiarkan akan dapat mengganggu stabilitas negara secara keseluruhan. Sebagai bagian dari masyarakat,  kita sepatutnya tergugah untuk turut serta memecahkan persoalan bersama.
Partisipasi dalam usaha pembelaan negara dapat diawali dari lingkup kecil di lingkungan kita. Jika setiap anggota masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan masing-masing, maka akan terwujud keamanan. Dengandemikian, tanggungjawab masyarakat untuk memelihara ketertiban merupakan faktor penting yang dapat menghindarkan negara dari ancaman yang sifatnya lebihbesar.
Salah satu wujud peran serta dalam usaha pembelaan negara adalah melalui sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). Sishankam rata adalah sistem pertahanan dan yang bersifat semesta, artinya sistem ini melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya. Selain itu, sistem ini dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental, sosial, budaya, dan sebagainya.
Ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan untuk memperkembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman baik yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup Negara Indonesia. Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai UUD 1945 sebagai konsutitusinya, dimana system pemerintahan negara tertuang di dalamnya.
Sehingga kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan Nasional yang didasari oleh :
Pancasila sebagai landasan idiil.
UUD 1945 sebagai landasan konstitusional.
Wawasan Nusantara sebagai landasan visional


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ketahanan Nasional  (Tannas) adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang melindungi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala goncangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam dan untuk menjamin identitas dan integrasi dan kelangsungan hidup bernegara, serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Dengan adanya kajian ketahanan nasional, bangsa Indonesia bersama elemen-elemen di dalamnya diharapkan mampu mengaktualisasikan ketahanannya dalam berbagai variatif bentuk, sebagai salah satu contohnya adalah pertahanan nasional. Akan tetapi, sejatinya ketahanan nasional berbeda sedikit dengan pertahanan nasional yang mana keduanya saling berhubungan juga.   
Saran
Disadari ataupun tidak disadari, pemakalah mengakui bahwasanya dalam penyusunan makalah ini masih yang namanya taraf belajar dan kemungkinan kesalahan ataupun kekurangtepatan sebuah frasa pastilah tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran dari responded mengenai makalah ini baiknya dimana dan kurangnya seperti apa. Hal ini, dimaksudkan tidak lain adalah untuk kebaikan kedepannya seperti apa sehingga makalah kami mampu menjadi makalah yang layak atau sekedar mampu menjadi salah satu sumber belajar kepada khalayak umum dan terkhusus oleh kalangan mahasiswa-masiswa zaman now. Atas perhatian, kritik dan sarannya kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
Chaniago, Khairul. “Pengertian Arti Definisi Ketahanan Nasional” (online),
(https://khairulchaniago.wordpress.com/pengertian-arti-definisi-ketahanan-nasional-bang, diakses pada tanggal 22 Noovember 2017 pukul 10.30 WIB).
Ilmu, Gudang. 2016. “Perkembangan Konsep Nasional (online), (http://mygudangilmu98.blogspot.co.id/2016/12/perkembangan-konsep-ketahanan-nasional.html, diakses pada tanggal 24 November 2017 pukul 09.36 WIB)
Pendidikan, Master. 2016. “Sejarah Pendiri Asean Beserta Tujuan Asean” (online), (http://www.masterpendidikan.com/2016/12/sejarah-pendiri-asean-beserta-tujuan-asean.html, diakses pada tanggal 29 November 2017 pukul 07.30)
PKn, Guru. “Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok (online), (https://guruppkn.com/peran-indonesia-dalam-gerakan-non-blok, diakses pada tanggal 30 November 2017 pukul 02.24 WIB).
Sejarah, Guru. 2015. “Pengiriman Pasukan Garuda” (online), (http://www.gurusejarah.com/2015/01/pengiriman-pasukan-garuda.html, diakses pada pukul 03.00 WIB).
“Pertahanan Negara”  (online) (https://googleweblight.com/?lite_url=https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pertahanan_negara&ei=c7UBHguH&lc=id-ID&s=1&m=308&host=www.google.co.id&ts=1511682714&sig=ANTY_L17oEmtNLNkDLfEV38qM1xvFaw0Q, diakses pada tanggal 26 November 2017 pukul 09.00 WIB).
Suwondo, Haris. "Pembelaan Negara" (online),  (https://harissuwondo.wordpress.com/pembelaan-negara/ diakses pada tanggal 20 November 2017 pukul 14:26 WIB).
Winarno. 2013. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta: PT Bumi Aksara.
2014. “Pengertian Ketahanan Nasional Menurut Para Ahli” (online), (http://dilihatya.com/2668/pengertian-ketahanan-nasional-menurut-para-ahli-adalah , diakses pada tanggal 24 November 2017).
2015. “Jelaskan Pengertian Pertahanan Negara dan ncaman Negara” (online), (http://pendidikanzone.blogspot.co.id/2015/11/jelaskan-pengertian-pertahanan-negara-dan-ancaman-negara.html, dikases pada tanggal 24 November 2017 pukul 09.45 WIB).
2016. “Ketahanan Nasional atau Bela Negara” (online), (http://rantutsajalah.blogspot.co.id/2016/09/ketahanan-nasional-atau-bela-negara.html, diakses pada tanggal 22 November pukul 10:35 WIB).

Kamis, 02 November 2017

MAKALAH EPISTIMOLOGI DALAM STUDI ISLAM

EPISTEMOLOGI DALAM STUDI ISLAM
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Metodologi Studi Islam
Dosen pembimbing : Abdullah Hanapi, M.Hum.

Disusun oleh :
Afifah Rahmah (173231045)
Nur Afni Sedyowati (173231062)
Erlin Fatmawati (173231067)
JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2017

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Model berfikir yang berkembang dalam sejarah untuk mengetahui benar atau tidaknya sesuatu ada tiga yaitu rasional, emperikal, dan intuitif (irasional). Sedangkan model berfikir dalam studi islam juga ada tiga yaitu bayani, burhani, dan irfani.
RUMUSAN MASALAH
Apakah itu epistemologi?
Apakah macam-macam epistemologi secara umum?
Apakah macam-macam epistemologi dalam studi islam?
TUJUAN PENULISAN
Mengetahui pengertian epistemologi.
Mengetahui macam-macam epistemologi secara umum.
Mengetahui macam-macam epistemologi dalam studi islam.








BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Epistemologi
Secara etimologi, epistemologi berasal dari bahasa Yunani. Epistemologi terdiri dari dua kata “episteme” dan “logos”. Episteme berarti pengetahuan dan logos berarti ilmu. Jadi epistemologi ilmu tentang pengetahuan. Epistemologi lebih dikenal dengan “model berfikir”.
Macam-macam Epistemologi Secara Umum
Epistemologi secara umum ada tiga yaitu
Epistemologi/Model berfikir Rasional
Berpendapat bahwa akal sebagai sumber ilmu pengetahuan. Jadi dalam menentukan benar tidaknya sesuatu dengan menggunakan akal secara logis.
Berpendapat bahwa sumber pengetahuan adalah pengamatan dan i
Epistemologi/Model berfikir Intuitif (Irrasional)
Berpendapat bahwa kebenaran dapat dicapai lewat pertimbangan-pertimbangan emosional.
Macam-macam Epistemologi dalam Studi Islam
Epistemologi Bayani
Epistemologi Bayani adalah pendekatan dengan cara menganalisis teks. Sumber teks dalam studi islam yaitu teks nash (al-Qur’an dan sunnah) dan teks non-nash (karya para ulama).  Untuk mendapatkan pengetahuan dari teks, pendekatan Bayani melalui dua metode. Pertama, berpegang pada redaksi (lafal) teks dengan menggunakan kaidah bahasa Arab seperti nahwu shorof. Kedua, berpegang pada makna teks  dengan disertai logika. Pada langakah kedua dalam penggunaan logika ada empat cara. Berikut empat cara penggunaanya.
Berpegang pada tujuan pokok (al maqoshid al-dlaruriyah) yang meliputi lima kepentingan yaitu menjaga keselamatan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Caranya dengan menggunakan induksi tematis (al-istiqro’ al-ma’wi).
Berpegang pada illah teks
Untuk menemukan adanya illah pada teks  terdiri dari tiga hal.
Illah yang sudah ditetapkan oleh nash. Seperti illah tentang mengambil 20% harta fa’i untuk fakir miskin.
Illah yang telah disepakati oleh para mujtahid seperti illah menguasai harta anak kecil karena kecilnya.
Al shibr wa al-taqsim yaitu menerangkan sifat-sifat baik untuk dijadikan illah.
Cara kedua ini akan memunculkan metode qiyas (analogi) dan istihsan yang artinya beralih dari sesuatu yang jelas kepada sesuatu yang masih samar, karena adanya alasan yangn kuat untuk pengalihan itu.
Berpegang teguh pada tujuan sekunder teks.
Tujuan sekunder teks adalah tujuan yang mendukung terlaksananya tujuan pokok. Untuk menemukan tujuan sekunder dengan cara istidlal yaitu mencari dalil dari luar teks, berbeda dengan istimbat yang berarti dalam teks.
Berpegang pada diamnya syari’ (Allah dan Rasulullah).
Ini untuk masalah yang sama sekali tidak ada ketetapannya dalam teks dan tidak bisa dilakukan dengan cara qiyas. Caranya dengan kembali pada hukum pokok (fasal) yang telah diketahui.
Metode ini melahirkan melahirkan teori istishab, yakni menetapkan sesuatu berdasarkan keadaan yang berlaku sebelumnya selama tidak ditemukan dalil yang menunjukkan perubahan. 
Ada tiga titik kelemahan dari epistemologi Bayani yaitu :
1. Teks dalam epistemologi ini mutlak harus dipatuhi, diikuti, dan diamalkan tidak boleh diperdebatkan, tidak boleh dipertanyakan apalagi ditolak.
2. Teks yang dikaji pada epistemologi ini tidak didekati atau diteliti historinya.
3. Kajian dalam epistemologi ini tidak diperkuat dengan analisis konteks.
Epistemologi Burhani
Epistemologi Burhani didasarkan pada kekuatan rasio, akal yang akan dilakukan lewat dalil logika. Menurut al Jabiri dalam logika adalah aktivitas intelektual untuk membuktikan kebenaran suatu proposisi dengan cara konklusi atau deduksi. Sedangkan dalam pengertian umum, burhan merupakan semua aktivitas intelektual untuk membuktikan kebenaran suatu proposisi.Untuk mendapatkan sebuah pengetahuan, Burhani menggunakan sologisme yang diperoleh dari indra, percobaan, dan hukum-hukum logika. Epistemologi Burhani adalah pendekatan yang dilakukan berdasarkan pengalaman dan akal. Kelemahan yang sering dihadapi adalah tidak sinkronnya teks dan realitas.
Menurut Aristoteles menarik kesimpulan dengan silogisme harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Mengetahui latar belakang
Adanya konsistensi logis antara alasan dan kesimpulan
Kesimpulan yang diambil harus pasti dan benar
Al Farabi mengatakan bahwa premis-premis Burhani harus meyakinkan dan benar . berikut syarat premis yang meyakinkan.
1. Kepercayaan bahwa sesuatu itu berada atau tidak dalam kondisi spesifik.
2. Kepercayaan bahwa sesuatu itu tidak mungkin merupakan sesuatu yang lain seklain darinya.
3. Kepercayaan bahwa kepercayaan kedua tidak mungkin sebaliknya.
Burhani bisa menggunakan sebagian  pengetahuan indra dengan syarat bahwa objek tersebut harus tetap konstan saat diamati dimanapun dan kapanpun.
 
Epistemologi Irfani
Didasarkan pada kasyf, tersingkapnya rahasia-rahasia realitas oleh Tuhan. Pengetahuan Irfani setidaknya diketahui melalui tiga tahap.
Persiapan
Untuk bisa menerima limpahan pengetahuan (kasyf) harus menempuh jenjang berikut:
Taubat
Wara’ yang berarti menjauhkan dari segala syubhat
Zuhud yang berarti tidak mengutamakan kehidupan dunia
Faqir yang berarti mengosongkan pikiran dan tidak menghendaki apapun kecuali Tuhan
Sabar
Tawakkal
Ridho
Penerimaan
Untuk mendapatkan limpahan pengetahuan langsung dari Tuhan secara iluminatif. Pada tahap ini seseorang akan mendapatkan realitas kesadaran diri yamg mutlak. Sehingga, dengan kesadaran itu ia mampu melihat realitas dirinya sendiri sebagai objek yang diketahui.
Pengungkapan
Pengalaman mistik yang diungkapkan kepada orang lain lewat ucapan atau tulisan. Namun, tidak semua pengalaman ini bisa diungkapkan.  
Pendekatan ini bersumber intuisi. Langkah penelitian dalam irfani adalah takhliyah, tahliyah, dan tajliyah. Adapun tekniknya riadoh, tariqoh, dan ijazah.
Perbedaan bayani, burhani dan irfani.

Bayani
Burhani
Irfani

Sumber
Teks nash (Al-Qur’an dan hadist)
Rasio
Intuisi

Metode
Istinbat
Tahlili(analitik)
Kasyf

Pendekatan
Linguistik
Logika
Psikhognastik

Tema Sentral
Ashl-Furu’
Essensi-Aksistensi
Zahir-Batin

Validitas kebenaran
Korespodensi
Koherensi Konsistensi
Intersubjektif

Pendukung
Kaum teolog, ahli fiqih
Para Filosofi
Para Sufi










BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Epistemologi dalam studi islam ada tiga yaitu epistemologi bayani, burhani, dan irfani. Epistemologi bayani berdasarkan pada teks nash yaitu Al-Qur’an dan hadits. Ada dua langkah dalam pendekatan dan langkah kedua ada empat cara. Epistemologi burhani berdasarkan rasio sedangkan epistemologi Irfani berdasarkan intuisi.




















DAFTAR PUSTAKA
Epistemologi dalam studi islam. 2013.  http://habibisir.blogspot.co.id/2013/04/episteologi-bayani-burhani-dan-irfani.html?m=1 diunduh pada 18 Oktober 2017 jam 07.05
Epistemologi Studi Islam. 2014. http://psikologi.uin-malang.or.id/2014/03/epistemologi-studi-islam diunduh pada 21 Oktober 2017 jam 13.26
Naim, Ngainun. 2009. Pengantar Studi Islam. Bandung: Pustaka Setia. Hal : 82-83 https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/8065/18.pdf?sequence=1&isAllowed=y diakses pada 30-10-2017 pukul  00:04 WIB.
http://jlokowor.blogspot.co.id/2013/05/epi.com.com.comstemologi-dalam-studi-islam-dan.html?m= diunduh pada 11 oktober 2017 pukul 11.30

Makalah upacara kelahiran bayi

BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Masuknya agama islam ke tanah Jawa yang terjadi pada abad ke-15 M dihadapkan dua jenis kebudayaan lokal, yaitu budaya kejawen (Kerajaan Majapahit) yang menyerap unsur-unsur Hinduisme dan budaya pedesaan. Dengan demikian kontak budaya kemudian terjadi yang akhirnya melahirkan akulturasi budaya. Nilai-nilai agama Islam terserap dan mempengaruhi terhadap kebudayaan lokal yang akhirnya melahirkan kebudayaan baru dalam bentuk Islam-Jawa. Istilah “melu banyu mili” (mengikuti arus air mengalir) merupakan strategi yang unik, tanpa harus menimbulkan konflik kebudayaan.
Bahkan dalam mitologi jawa sering diungkapkan bukan hanya sekedar mengikuti arus air, tetapi menjadi air “Dadio banyu, ojo dadi watu“ (jadilah air, jangan menjadi batu). Kata-kata yang singkat tetapi penuh makna, memeiliki pengertian yang amat mendalam. Air adalah entitas yang menyejukkan, menjadi kebutuhan orang bnayak. Air bias masuk ke berbagai tempat, bersifat lembut dan tidak keras. Maka dapat dikatakan bahwa awal mula masuknya Islam masuk ke Jawa, tidak dengan cara kekerasan, tidak terjadi konflik antara agama dan budaya, apalagi sampai terjadinya pertumpahan darah, tetapi Islam dapat diterima oleh masyarakat secara  luas dengan kelembutan.

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana upacara kelahiran dalam tradisi islam-jawa ?
Bagaiamana upacara perkawinan dalam tradisi islam-Jawa ?
Bagaimana upacra kematian dalam islam tradisi islam-Jawa ?
TUJUAN
Mengetahui upacara kelahiran dalam tradisi islam-Jawa
Mengetahui upacara perkawian dalam tradisi islam-Jawa
Mengetahui upacara kematian dalam tradisi islam-Jawa

BAB II
PEMBAHASAN
UPACARA KELAHIRAN
Upacara Pra Lahir
Ngapati ( Empat Bulan Kehamilan )
Upacara ( selametan ) empat bulan masa kehamilan yang biasa disebut oleh orang jawa dengan istilah “ Ngapati” adalah bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT dalam menyambut berita gembira kehamilan dari pasangan suami istri.
Ngapati/Ngupati adalah selametan wanita hamil saat janin mencapai usia   4 bulan. Upacaraini bertujuan mendoakan ibu yang sedang hamil agar selamat, demikian pula anak yang dikandungnya , lebih- lebih kehamilan anak pertama.
Tradisi tidak hanya berlaku di pedesaan tetapi juga banyak dilakukan orang- orang Muslim di daerah perkotaan sebagai bentuk bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memanjatkan doa agar diberi keselamatan baik terhadap janin maupun ibu yang sedang mengandung. Upacara (selametan) yang tidak hanya menghadirkan saudara dan tetangga, tetapi dilengkapi dengan sesaji ( hidangan ) untuk dimakan bersama. Hidangan ini memberikan pengertian bersedakah, memuliakan tamu yang hadir dan sebagainnya, maka bisa menjadi media khusnudhdhan (berprasangka baik) kepada Allah SWT agar memberi takdir baik bagi bayi yang ada di kandungan kelak dikemudian hari.
Tampaknya, penyelenggaraan upacara seperti ini, berangkat dari penafsiran ayat Al- Qur’an dan dalam pemahaman hadis Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut.
QS. Al- mu’minun ayat 12-14 menyebutkan :
Artinya : Kemudian air mani kami jadikan segumpal darah,lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging,dan segumpal daging itu kami jadikan tulang- belulang, lalu tulang belulang kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan Dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha sucilah Allah SWT ,Pencipta yang paling baik.dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati berasal dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh ( Rahim ).
Hadis Nabi Muhammad SAW Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibn Mas’ud berbunyi :
Artinya : Dari Abu ‘Abdirahman Abdullah bin Mas’ud ra, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda: Sesungguhnya tiap- tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam Rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah ( seperma ) , kemudian menjadi ‘alaqoh ( segumpal darah ) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh ( segumpal daging ) selama itu juga ,kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan empat kata : rizki,ajal,amal, dan celaka/ bahagiannya. Maka demi Allah hyang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surge kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. Kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga. ( HR. Muttafaq Alaih ).
Mitoni ( Tujuh Bulan Masa Kehamilan )
Upacara “ mitoni” dalam tradisi Jawa yang berarti tujuh bulan masa kehamilan. Kata “ mitoni” berasal dari kata “pitu” ( tujuh ), dimaksudkan umur tujuh bulan masa kehamilan. Upacara ini bermakna bahwa pendidikan bukan saja setelah lahir ( dewasa ) akan tetap dimulai semenjak benih tertanam di dalam Rahim ibu. Orang Jawa yang masih berpegang pada tradisi Jawa sebelum upacara ( selametan ) sang ibu yang sedang hamil dimandikan dengan air kembang agar anggota badan bersih dan harum, disertai doa yang bertujuan untuk memohon kepada Allah agar selalu diberikan rahmat dan berkah sehingga sang ibu dan bayi yang akan dilahirkan selamat dan sehat. Upacara mitoni pada dasarnya permohonan kepada Allah SWT , Sang Pencipta alam semesta yang dilakukan bersama- sama dengan menyuguhkan hidangan ( sesaji ) dan melafalkan bacaan- bacaan tertentu, seperti : membaca surat yasin, surat al- khafi , surat al- mulk, surat as- sajdah, surat ad- dhuqa, surat yusuf, dan surat Maryam.
Namun kadang- kadang memilih yang lebih simpel yaitu membaca surat Maryam dan surat yusuf. Namun sebelumnya, dibacakan surat al- fatihah tiga kali, surat al- ikhlas, surat al- falaq, dan surat an- nas masing-masing satu kali. Pembacaan surat Maryam dimaksudkan jika nanti anak yang dilahirkan perempuan memiliki kesucian seperti kesucian Maryam Ibu Nabi Isa dan surat yusuf dimaksudkan jika anaknya laki- laki maka akan menjadi manusia seperti Nabi Yusuf yang tampan dan berakhlak.
Tampaknya upacara tujuh bulanan ini banyak yang mengaitkan dengan penafsiran ayat Al- Qur’an surat Al- A’raf 189 dalam kisah kehamilan Hawa pertama ( istri Nabi Adam ) yang berbunyi :
Artinya : Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinnya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan ( beberapa waktu ). Kemudian tatkala dia merasa berat ( kandungannya ), keduanya ( suami-istri ) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata : “ sesungguhnya jika engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.
Kata “ hamalat hamlan khafifan” ( isterinya itu mengandung kandungan yang ringan ) oleh ibn Katsir ditafsirkan permulaan hamil dan memasuki siklus keempat ( nuthfah,alaqah,dan mudhghah ). Sedangkan kata “ Atsqolat da’awallah rabbahuma” ( kemudian tatkala dia mersa berat ,keduannya ( suami-istri ) bermohon kepada Allah….) dipahami bahwa ketika kandungan beranjak usia tujuh bulan atau menjelang kelahiran si jabang bayi dianjurkan banyak berdoa kepada Allah, agar mendapatkan keselamatan dan mendapatkan keturunan yang baik-baik ( saleh- salehah ). Dalam bahasa jawa upacara mitoni disebut juga dengan upacara                 “ Tingkeban ” dalam upacara tingkepan terdapat upacara yang sangat penting yaitu “ Siraman ”.
Berikut tata cara upacara siraman tingkeban ( upacara mitoni ) :
Siraman dipunlaksanaken dening para sesepuh ingkang cacahipun pitu, kalebet rama kaliyan ibu ingkang nembe ngandhut. Saenipun ingkang nyirami inggih punika tiyang sepuh ingkang sampun gadhah wayah.
Sasampunipun upacara siraman, dipunlajengaken upacara nglebetaken tigan ayam kampung wonten ing kain sarung calon sang ibu dening sang garwa saking padharanipun ngantos pecah. Punika minongko simbol saha nyuwun supados bayi ingkang badhe dipunlairaken seget lair kanthi gampil tanpa alang setunggal punapa. Padatanipun , bilih priyantun estri ingkang nembe ngandhut sapisanan nglairaken kathah godhanipun. Awit saking punika perlu ndedonga kaslametan , utaminipun ing wekdal pitung sasi.
Salajengipun inggih punika gantos busana kaping pitu dipun rangkepi kain pethak. Kain pethak kala wau dados dhasaring busana ingkang kaping pisan minangka pralambang bilih bayi ingkan badhe dipunlairaken inggih suci saha badhe pikantuk rahmat saking gusti Allah SWT.
Sesampunipun ingkang calon ibu ngagem kain pethak kaping pitu gantos-gantosan , lajeng dipunadani adicara medhot lawe ingkan dipunubengaken ing padharanipun calon ibu. Dene ingkang medhot benang lawe punika inggih calon bapak nipun kanthi ancas supados bayi ing kandhutan samangke saget lair kanthi gampil.
Menawi lawe sampun dipunpedhot, mila calon simbah putri saking pihak calon ibu, nggendhong klapa gadhing dipunkancani dening ibu besan. Ananging sederengipun , klapa gadhing kala wau dipunlebetaken wonten ing kain ingkang dipun agem calon ibu saking nginggil liwat padharan dumugi ngandhap, lajeng dipun tampani dening calon simbah putrinipun. Ancas saking upacara punika inggih supados samangke bayi ingkang dipun kandhut saget lair kanthi gampil tanpa rubeda satunggal punapa.
Rerangkening adicara ingkang salajengipun inggih calon bapa mecah kelapa gadhing kasebat kanthi saderengipun milih setunggal saking kalih klapa ingkang sampun dipugambari kamajaya saha Dewi Ratih utawi Arjuna kaliyan Wara Sumbadra utawi Srikandhi. Klapa kalih kala wau dipun walik supados ingkang bapa mboten saged ningali gambaripun kala wau. Menawi klapa ingkang dipungepuk kaliyan ingkang bapa ingkang gambaripun kamajaya mila bayi nipun badhe lair kakung,saha kosok walikipun bilih ingkang dipungepuk gambar Dewi Ratih , mila bayinipun estri.( Punika namung ingkang dipunkaremaken kemawon, dereng mesti dados kasunyatan ). Ananging, bilih kita nyuwun kanthi saestu dhumateng Gusti Ingkang Maha Kuwasa , mila punapa ingkang dipun gayuhaken saged Kabul.
Sabibaripun upacara siraman punika kalejengaken upacara milih sekul jene ingkang mapan wonten ing takiripun ingkang garwa. Lajeng dipunlajengaken upacara dodol dhawet saha rujak. Anggenipun bayar dodolan ngangge logam ingkang kadamel saking remukan gendheng kreweng ingkan dipun bentuk bunder , arupi yatra logam punika. Asilipun dodolan dipunkempalaken lajeng dipunlebetaken kwali ingkang dipun damel saking lempung. Kwali ingkang sampun dipunisi kaliyan kreweng kala wau lajeng dipungepuk wonten ing ngajeng lawang. Upacara punika minangka simbol supados bayi ingkang dipunlairaken samangke pikanthuk kathah rejeki, saged kangge nyekapi gesangipun kulawarganipun sahingga saged ngamal ingkang kathah.
Upacara Kelahiran
Adzan dan Iqamat
Ada dua hadis yang menjadi dasar masyru’iyah dalam melantunkan adzan untuk bayi yang baru lahir.
Abu Rafi meriwayatkan: Aku melihat rasulullah SAW mengadzani telinga    Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah. (  HR. Abu Daud,At-Tirmizy,dan  Al-Hakim ).
Secara status hadis, Al-Imam At-Tirmizy menegaskan bahwa yang beliau riwayatkan itu adalah hadis hasan sahih. Demikian juga Al-Imam Al-Hakim menyebutkan kesahihan hadis ini. Sedangkan Al-Imam An-Nawawi menshahihkan hadis ini di dalam kitabnya Al- Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab.
Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Nabi SAW melantunkan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan, dan melantunkan iqamah di telinga kirinya. ( HR. Al- Baihaqi ).
Upacara Brokohan
Brokohan atau babaran adalah upacara syukuran kelahiran bayi, untuk menandai bahwa bayi dilahirkan dengan selamat. Upacara “Brokohan” merupakan upacara adat jawa yang berupa bancaan ( Pemberian Makanan ) atau selamatan yang dilaksanakan beberapa jam setelah kelahiran bayi. Kata “Brokohan” sebenarnya adalah bahasa Arab yang diambil dari kata “Barakah” yang berarti mengharapkan berkah dari Yang Maha Pencipta, Allah SWT.
“Brokohan” memiliki makna pengunkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan rasa suka cita atas proses kelahiran yang berjalan lancer dan selamat. Biasannya upacara semacam ini dirangkai dengan mendem ( memendam ) ari-ari atau plasenta si bayi. Setelah itu dilanjutkan dengan membagikan makanan, seperti tumpeng brokohan kepada sanak saudara dan para tetangga.
Sepasaran dan Akikahan
Ketika bayi berusia 5 hari dilakukan selametan sepasaran, dengan jenis makanan sama dengan brokohan. Lima hari dimaksud adalah hitungan maksimal kalender Jawa berdasarkan weton ( Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon ). Biasanya orang islam Jawa menggunakan hitungan ketujuh hari masa kelahiran, yaitu disebut kekah ( aqiqah ) dengan menyembelih dua ekor kambing bila dilahirkan laki-laki dan seekor kambing bila dilahirkan perempuan. Penyembelihan hewan kambing sebagai bentuk penebusan terhadap anak karena diyakini bahwa anak yang baru lahir seperti barang gadaian yang harus ditebus dengan aqiqah ( penyembelihan binatang ). Upacara penebusan ( aqiqah ) ini dilakukan untuk mengharap dan berdoa agar anak yang dilahirkan tersebut kelak menjadi orang baik dan berguna     ( saleh- salehah ) di kemudian hari.
Upacara Perkawinan
Perkawinan merupakan sebuah fase peralihan kehidupan manusia dari masa remaja ke masa berkeluarga. Perkawinan bagi masyarakat Jawa diyakini sebagai sesuatu yang sakral, sehingga diharapkan dalam menjalaninya cukup sekali seumur hidup. Kesakralan tersebut melatarbelakangi pelaksanaan perkawinan dalam masyarakat Jawa yang sangat selektif dan hati-hati baik saat pemilihan bakal menantu ataupun penentuan hari pelaksanaan perkawinan.
Masyarakat jawa sangat selektif dan hati-hati dalam mencari bakal menantu. Hal tersebut dilakukan dengan harapan pasangan suami-istri yang telah dinikahkan dapat hidup bahagia dan harmonis selamanya.keharmonisan pasangan suami istri tersebut digambarkan dalam ungkapan Jawa “kaya mimi lan mintuna”. Agar harapan tersebut dapat terwujud maka penentuan bakal menantu dalam masyarakat Jawa ditentukan oleh beberapa kriteria antara lain, bibit yang berarti memperhitungkan segi keturunan, bobot berarti dari segi kekayaannya, bebet dari segi kedudukan sosial atau tingkat pendidikannya, serta persatuan salaki rabi.
Siraman (Pemandian)
Sehari sebelum pelaksanaan akad nikah dilakukan upacara siraman (pemandian) yang dilakukan oleh ibu-ibu yang sudah berumur serta sudah menikahkan anaknya. Siraman dilakukan dengan menggunakan air kembang kemudian disiramkan dari atas kepala calon si calon pengantin dengan berdoa dan memohon kepada Allah SWT semoga selamat di dalam mengarungi kehidupan baru (ambyur ing madyaning bebrayan agung). Seusai upacara siraman, makan bersama berupa nasi dengan sayur tumpang. Namun, jenis hidangan biasanya disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan daerah.

Midodareni
Upacara midodareni misalnya, adalah suatu ritual yang dilangsungkan pada malam hari menjelang hari perkawinan. Ritual ini dimaksudkan sebagai usaha keluarga pengantin untuk mendekati para bidadari dan roh halus supaya melindungi kedua calon pengantin dari mara bahaya yang mengganggu jalnnya perkawinan dan hari-hari sesudahnya. Di kalangan muslim ritual ini diisi dengan pembacaan barzanji, kalimat toyyibah, dan tahlil.
Sungkeman
Upacara sungkeman terhadap kedua orang dari mempelai berdua adalah bentuk dari proses penggabungan antara budaya jawa dengan ajaran islam, atau dengan istilah lain, bahwa upacara ini adalahbentuk dan ekspresi birru al walidain atau berbakti kepada orang tua yang dikemas dalam budaya Jawa. Berbakti kepada kedua orang tua dalam ajaran islam adalah wajib, maka media sungkem adalah bagian terpenting untuk diekspresikan dihadapkan orang banyak tentang berbakti kepada orang tua.
Injak telur
Salah satu adat jawa dalam sebuah pernikahan adalah “injak telur” yang biasa dilakukan dalam prosesi pernikahan setelah berlangsungnya akad nikah. Mempelai pria yang menginjak telur kemudian dibersihkan pleh sang mempelai wanita dan keluarga dari kedua mempelai wajib ikut menyaksikan. Telur melambangkan awal atau permulaan sesuatu kehidupan yang dapat diibaratkan sebagai sebuah wadah keluarga yang tertutup rapat dan harus terjaga agar bisa menghasilakan sebuah generasi baru sebagai penerus.
Pria menginjak telur dimaksudkan bahwa prialah yang nantinya akan menjadi kepala rumah tangga harus berjuang keras untuk mempertahankan dan menghidupi keluarga tanpa harus merengek-rengek meminta bantuan orang atau bergantung dengan orang lain. Wanita membersihkan pecahan telur berarti bahwa wanita itu mengabdi pada suami dengan senang hati dan ikhlas. Ini juga menunjukkan bahwa sang istri haruslah patuh terhadap suami. Rasa sakit dan lelah yang dirasakan suami setelah bekerja kemudian dihilangkan dengan pengabdian sang istri di rumah.
UPACARA KEMATIAN
Kematian adalah bentuk kesedihan dari pihak keluarga yang ditinggalkan. Meka kehadiran tamu untuk ta’ziyah ( melayat ) adalah bentuk menghibur pihak keluarga yang sedang berduka. Maka para pelayat ( para asung belasungkawa ) dalam bahasa arab biasanya diucapkan dengan kata “ mu’zziyin “ dan “ mu’azziyat “ ( penglipur laki laki dan perempuan ) sebagai bentuk sapaan di ruang publik. Kata serapan bahasa arab kr dalam bahasa jawa ini sudah banyak yang salah kaprah di pergunakan dalam sambutan  pada prosesi upacara kematian dengan penyebut para ta’ziyyin dan ta’ziyat. Seharusnya di ucapkan para “ mu’azziyin lan mu’azziyat “.
Dalam adat islam-jawa terdapat serangkaian selametan yaitu : tujuh hari ( mitung dino ), empuluh hari ( patangpuluh dino ), seratus hari ( nyatus dino ), setahun ( mendak ), dan seribu hari ( nyewu ). Setelah tajhizul jenazah seperti memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkan, setiap malam hari selama tujuh malam diadakan selametan mitung dino yaitu kirim do’a atau biasa di sebut dengan tahlilan. Rangkaian bacaan tersebut berlaku sama halnya dengan ketika serangkaian selamatan lainnya.
Pada sisi lain upacar kematian ( selametan, tahililan ) sebagai bentuk strategi atau metode berdakwah, sehingga ajaran islam tanpa terasa dapat mewarnai bahkan membumikan ditengah kehidupan masyarakat jawa. Sekalipun demikian , memang diakui bahwa proses alkuturasi antar ajaran islam dengan budaya jawa tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus dan baik, karena kalangan santri dan abangan akan terjadi bentuk yang berbeda dalam mengemas dan mengimplementasikannya.
Unsur Keislaman Dalam Upacara Kematian
Pengaruh islam sebagai unsur penting dalam upacara kematian tampak dalam berbagai ritual, antar lain :
Dominasi bacaan ayat ayat Al qur’an
Dalam acara selametan kematian, masyarakat umumnya melakukan pembacaan ayat ayat Al qur’an, sholawat, istigfar, tahlil, tasbih, dan lain lain yang dihadiahkan ( hidayatan ) kepada orang yang telah meninggal.
Sedekah
Makan dan minuman yang dihidangkan ( disajikan ) di dalam ritual upacara kematian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari acara tersebut. Hidangan dalam upacara selametan di saat kematian menurut sebagian masyarakat meruapakn suatu bentuk kebajikan yang di anjurkan oleh islam yang disebut dengan istilah sedekah, agar si mayat terhindar bahaya dan siksa al-shodaqotul tadfa’u al-bala’ ( sedakah adalah tolak balak ). Hidangan yang disajikan dengan ketentuan pasti, terkadung dengan kemampuan keluarga yang ditinggalkan ( ahli waris ). Bahkan tidak menutup kemungkinan jika hidangan yang disajiakan hanya air minum.
Nilai Ukhwah Islamiyah
Selametan pada upacara kemtian memberikan kesempatan berkumpulkannya sekelompok orang untuk melakukan do’a bersama, bersilahturahmi, menikmati hidangan yang disajikan adalah suatu sikap sosail untuk menjalin ukhuwah islamiyah diantar warga masyarakatt.  Nilai nilai silahturahmi dalam rangka menumpuk ikatan persaudaraan di antara mereka menjadi sesuatu yang sangat penting.
Nilai Tolong Menolong
Tolong menolong atau gotong royong identik dengan budaya jawa, terutama dalam peristiwa kematian, biasanya dilakukan oleh seseorang dengan amat sukarela, tanpa perhitungan akan mendapat pertolongan kembali ( imbal jasa ), karena menoling orang yang mendapat musibah itu, didasarakn rasa bela sungkawa yang bersifat universal dalam diri makluk manusia. Dasar tolong meolong adalah perasaan yang saling membutuhkan pada setiap orang.



























BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam tradisi jawa terdapat serangkaian upacara yang dilakukan mulai dari upacara pra-kelahiran dan upacara kelahiran. Dalam upacara pra-kelahiran terdapat tradisi islam jawa yaitu ngapati ( empat bulan kehamilan ), mitoni ( tujuh bulan masa kehamilan ). Sedangakan pada upacara kelahiran ada serangkaian tradisi yaitu adzan dan iqomat, uoacara brokohan, sepasaran dan akikahan.
Sama halnya dengan upacara kelahiaran pada upacara perkawian juga terdapat serangkaina acara yang dilakukan. Upacara upacara perkawian dalam tradisi Islam-Jawa yaitu siraman ( pemandian ), midodareni, sungkeman, dan injak telur. Serangkaian upacara tersebut sudah menjadi keharusan dalam upacara perkawian di adat jawa.
Kematian adalah bentuk kesedihan dari pihak keluarga yang ditinggalkan. Maka kehadiran tamu untuk ta’ziyah ( melayat ) adalah bentuk menghibur pihak keluarga yang sedang berduka. Maka para pelayat ( para asung belasungkawa ) dalam bahasa Arab biasanya diucapkan dengan kata “ mu’zziyin “ dan “ mu’azziyat “ ( penglipur laki laki dan perempuan ) sebagai bentuk sapaan di ruang publik. Kata serapan bahasa arab ke dalam bahasa Jawa ini sudah banyak yang salah kaprah di pergunakan dalam sambutan  pada prosesi upacara kematian dengan penyebut para ta’ziyyin dan ta’ziyat. Seharusnya di ucapkan para “ mu’azziyin lan mu’azziyat “. Dalam upacara kematian ( selametan ) terdapat upacara yaitu tujuh hari ( mitung dino ), empat puluh hari ( patangpuluh dino ), seratus hari ( nyatus dino ), setahun ( mendak ), dan seribu hari ( nyewu dino ).






DAFTAR PUSTAKA
Faishol, Abdullah dan Samsul Bakri. 2014. Islam dan Budaya Jawa.Surakarta: Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Surakarta.
Sutardjo, Imam.2017.Mengenal dan Mengungkap Budaya Jawa. Solo : Bukutujju

MAKALAH MENJENGUK ORANG SAKIT. FIQH

Makalah fiqih
Menjenguk orang sakit

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dalam agama islam terdapat ajaran yang mengajarkan hubungan manuasia antar Allah, hubungan manusia antara manusia, hubungan antar manusia dengan alam. Hungungan antara manusia dengan Allah mencakup masalah peribadahan, sementara hubungan manusia dengan manusia atau manusia dengan alam mencakup tentang masalah mua’amalah.
Salah satu yang merupakan hubungan antara manusia dengan manusia ialah menjenguk  saudaranya yang sakit. Dalam ajaran islam mengajarakan bagaimana adab menjenguk orang sakit. Adab ialah tata cara perilaku yang di terapakan oleh seseorang. Sama halnya dengan yang lain, menjenguk morang sakit memiliki tatacara yang tersediri. Dalam makalah ini akan sedikit di ulaskan tentang adab menjenguk orang sakit.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana adab menjenguk orang sakit?
Apa saja hikmah dari menjenguk orang sakit?
Bagaimana adab menghadapi orang yang mendekati ajal?
Apa saja hikmah dari menyaksikan orang yang mendekati ajal?

TUJUAN
Memahami adab menjenguk orang sakit
Mengetahui hikmah dari menjenguk orang sakit
Memahami adab menghadapi orang yang mendekati ajal
Mengetahui hikmah dari menyaksikan orang yang mendekati ajal


BAB II
PEMBAHASAN

Adab Menjenguk Orang Sakit
Ada beberapa landasan yang menguatkan atau mensyara’kan untuk orang sakit, diantaranya yaitu;
وعن ابى هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صلي الله عليه وسلم قا ل : خق المسلم على المسلم خمس : رد السلا م,  وعيادة المر يض,  واتباع الجنا ئز, واجا بة الد عوة, وتشميت العاطس. (منفق عليه)
Hak setiap muslim terhadap muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, menghadirinya undangannya dan mendo’akan orang yang bersin. (HR. Bukhari Muslim)

وعن أبى موسى رضى الله عنه قال,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عودوا المريض, واطعموا الجا ئع, وفكوا العا نى. (رواه البخارى)
Kunjungilah orang yang sakit dan berilah makan orang lapar, dan lepaskanlah orang yang tertawan. (HR. Bukhari)

Beberapa hadist yang berkenaan dengan kondisi si sakit:
عن صهيب قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عجبا لامره المؤ من, ان امره كله خير. و ليس ذاك لاحد الا للمؤ من.  ان اصا بته سراء صبر, فكان خيرا له. مسلم ٤ : ٢٢٩٥
Dari Shuhaib, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Mengagumkan sekali urusannya orang mukmin itu. Sesungguhnya urusannya, semuanya menjadi kebaikan baginya. Dan tidak ada yang mendapatkan demikian itu seorangpun kecuali orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, bersyukur. Maka yang demikian itu adalah menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa suatu musibah, bersabar. Maka yang demikian itu menjadi kebaikan pula baginya”.(HR. Muslim juz 4, hal. 2295)

عن انس عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : ان عظم الجزاء مع عظم البلاء. وان الله اذا احب قوما ابتلاهم. فمن رضى فله الرضى و من سخط فله السحط. الترمذى و قال حديث حسن غريب ٤ : ٢٧
Dari Anas dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya besarnya balasan itu tergantung besarnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Allah memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang ridho, maka dia mendapatkan keridhan Allah. Da barangsiapa yang menggerutu (tidaj ridho) maka dia mendapatkan murka Allah”. (HR. Tirmiddzi, dan ia mengatakan hadits hasan, gharib, juz 4, hal. 27)
عن عائشة رضى الله عنها زوج النبى صلى الله عليه وسلم قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم, ما من مصيبة تصيب المسلم الا كفر الله بها عنه حتى الشوكة يشاكها. البخارى ٧ : ٢
Dari Aisyah r.a. istri Nabi SAW, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidaklah suatu musibah menimpa kepada seorang muslim kecuali dengan itu Allah menghapuskan dosa darinya, sekalipun hanya tercocok duri”. (HR. Bukhori juz 7, hal 2)
عن ابن عباس رضى الله عنهما ان على بن أبى طالب رضى الله عنه خرج من عند رسول الله صلى الله عليه وسلم فى وجعه الذى توفى فيه, فقا ل الناس : يا ابا الحسن, كيف اصبح رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ قا ل : اصبح بحمد الله بارءا. (رواه البخري)
Dari Ibnu Abbas r.a bahwasanya Ali bin Abi Thalib r.a keluar dari rumah Rasulullah SAW sewaktu beliau sakit menjelang kewafatannya, kemudian sahabat bertanya : “Wahai Abul Hasan, bagaimana keadaan Rasulullah pagi ini ?”. ‘Ali menjawab : “Pagi ini Alhamdulillah agak baik”. (Riwayat Bukhori)

Beberapa Hadits mengenai keutamaan menjenguk orang sakit:

وعن على رضى الله عنه قا ل : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : مامن مسلم يعود مسلما غدوة الا صلى عليه سبعون الف ملك حتى يمسى, وان عاده عشية صلى عليه سبعون الف ملك حتى يسبح, وكان له خريف فى الجنة. (رواه الترمذى وقال الحديث حسن)
Dari ‘Ali r.a. berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: “Setiap muslim yang menjenguk sesama muslim pada waktu pagi maka ia akan dimintakan rahmat oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai waktu sore. Dan bila ia akan dimintakan rahmat oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai waktu pagi serta mendapat jaminan buah-buahan yang siap dimakan di dalam surga”. (HR. At-Turmudzi)
وعن انس رضى الله عنه قال : كان غلام يهودى يحدم النبى صلى الله عليه وسلم فمرض, فاتاه النبى صلى الله عليه وسلم يعوده فقعد عند رأسه, فقال له : اسلم فنظر الى ابيه وهو عنده, فقال: اطع ابا القاسم, فاسلم فخرج النبى صلى الله عليه وسلم وهو يقول: الحمد الله الذى انقذه من النار. (رواه البخارى)
Dari Anas r.a. berkata : “Ada seorang pemuda Yahudi yang bisa melayani Nabi SAW. kemuadian ia sakit, maka datanglah Nabi SAW. untuk menjenguknya, lantas beliau duduk  di dekat kepalanya seraya bersada: “Islamlah”. Ia melihat ayahnya yang berada di situ juga. Kemudian ayahnya berkata: “Petuhilah/ikutilah Abul Qasim”. Maka ia pun masuk Islam. Kemudian Nabi SAW. keluar sambil mengucapkan: “Alhamdulillaahil ladzii anqadzahu minannaar” (Segala puji bagi Allah  yang telah menyelamatnya dari api neraka)”. (HR. Bukhari)
Beberapa hadits mengenai doa untuk orang sakit:
وعن عائشة رضى الله عنها ان النبى صلى الله عليه وسلم كان اذا اشتكى الانسان الشىء منه, او كانت فرحة او جرح, قال النبى صلى الله عليه وسلم باسبعه هكذا, ووضع سفيان بن عيينة الراوى سبابته بالارض ثم رفعها وقال: بسم الله تربة ارضنا بريقة بعضنا يشفى به سقيمنا باذن ربنا. (متفق عليه)
Dari ‘Aisyah r.a. bahwasanya Nabi SAW. menjenguk salah seorang keluarganya dengan mengusapkan tangan kanannya seraya berdo’a: “ Allaahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfiantasy syaafii laa syifaa-a illaa syifaa-an laa yughaadiru saqamaa” (Wahai Allah Tuhan semua manusia, hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah karena hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkan; tiada kesembuhan melainkan kesembuhan daripadaMu, kesembuhan yang tidak dihinggapi penyakit lagi”. (HR. Bukhari Muslim)
وعنها رضى الله عنها ان النبى صلى الله عليه وسلم كان يعود بعض اهله يمسح بيده اليمنى يقول: أللهم رب الناس اذهب البأ س اشف انت الشافى, لا شفاء الا شفاؤ ك, شفاء لايغادر سقما. (متفق عليه)
Dari ‘Aisyah r.a. bahwasanya bila ada orang mengeluh karena tertimpa penyakit atau terluka kepada Nabi SAW., maka Nabi SAW. bersabda: “Dengan telunjuknya berbuatlah demikian”. Sufyan bin ‘Uyainah perawi hadits ini meletakkan jari telunjuknya ke tanah kemudian diusapkan ke tempat yang sakit, sambil berdo’a: “Bismillaahi turbatu ardlinaa biriiqati ba’dlinaa yusyfaa saqiimunaa bi-idzini rabbinaa” (Dengan nama Allah, debu tanah kami, semoga disembuhkan orang yang sakit ini atas izin Tuhan kami). (HR. Bukhari Muslim)
وعن انس رضى الله عنه انه قال لثابت رحمها الله : الا ارقيك رقية  رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ قال : بلى، قا ل : أللهم زب النا س مدهب البأ س اشف انت الشافى, لا شا فى الا انت, شفاء لايغادر سقما. (رواه البخارى)
Dari Anas r.a. bahwasanya ia berkata kepada Tsabit rahimahullah: “Bolehkah saya menjampi kamu seeprti jampi Rasulullah SAW.?” Tsabit berkata: “Silahkan”. Anas mengucapkan: “Allahumma rabbannaasi mudzhibal ba’si isyfi antasy syafii laa  syaafiya illa anta syifaa-an laa yughaadiru saqamaa” (Wahai Allah Tuhan semua manusia, Dzat yang menghilangkan segala penyakit, sembuhkanlah karena hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkan; tiada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau; kesembuhan yang tidak dihinggapi penyakit lagi). (HR. Bukhari)
وعن سعد بن أبى وقاص رضى الله عنه قال : عادنى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : أللهم اشف سعدا, أللهم اشف سعدا, أللهم اشف سعدا. (رواه مسلم)
Dari Sa’d bin Abu Waqqash r.a. berkata: “Rasulullah SAW. menjenguk saya, kemudian berdo’a: “Allahummasyfi Sa’dan, Allahummasyfi sa’dan, Allaahummasyfi sa’dan”(Wahai Allah sembuhkanlah sa’d, wahai Allah sembuhkanlah sa’d, wahai Allah sembuhkanlah sa’d). (HR. Muslim)
وعن ابن عباس رضى الله عنه ان النبى صلى الله عليه وسلم دخل على اعرابى يعوده, وكان اذا دخل على من يعوده قال :
لا بأس طهور انشاء الله. (رواه البخارى)
Dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwasanya Nabi SAW. datang kepada seorang Badui untuk menjenguknya. Ketika ada orang masuk untuk menjenguknya beliau bersabda : “Tidak apa-apa, semoga penyakit ini sebagai pencuci dosa, insya Allah. (Riwayat Muslim)
Berdasarkan hadits-hadist yang telah tercantum diatas maka dapat diketahui bahwa adab menjenguk orang sakit adalah sebagai berikut :
Menanyakan keadaan si sakit
Menyentuh dengan tangan
Mengingatkan akan pahala yang akan diberikan oleh Allah
Mengingatkan agar mengingat Allah dan membaca Istighfar
Mendoakan kesembuhan dan kesehatan baginya
Menghibur dan berlemah lembut kepada orang yang sakit, membuatnya gembira, meringankan bebannya.
Hikmah Menjenguk Orang Sakit
Hikmah yang bisa diambil saat menjenguk orang sakit, beberapa diantaranya;
Dimintakan rahmat oleh 70.000 malaikat
Memenuhi hak sesama muslim
Mengingat nikmat sehat

Adab Menghadapi Orang yang mendekati Ajal

Orang yang sakit payah yang disangka hampir menghembuskan nafas penghabisan, hendaklah di hadapkan ke kiblat.
Sabda Rasulullah SAW.:
عن أبي قتادة ان النبى صلى الله عليه وسلم حين قدم المد ينة سأ ل عن البراء بن معروف, قالوا توفى واوصى ان يوجه القبلة اذا احتضر فقال النبى صلى الله عليه وسلم اصاب الفطرة. (رواه الحاكم والبيهقى)
Dari Abu Qatadah: “Bahwasanya Nabi SAW. ketika sampai di Madinah, beliau menanyakan seorang yang bernama Al-Bara bin Ma’rur. Jawab yang hadir: “ia sudah meninggal dan mewasiatkan sepertiga hartanya kepada engkau dan mewasiatkan pula supaya ia di hadapkan ke kiblat apabila ia sakit payah. Kata Rasulullah SAW.: “Betul pendapatnya”. (HR. Al-Hakim  dan Baihaqi)

Do’a yang dibaca oleh seseorang yang merasa telah dekat ajalnya :
عن عائشة رضى الله عنها قالت : سمعت النبى صلى الله عليه وسلم وهو مستند الى يقول : الله اغفر لى وارحمنى والحقنى باالرفيق الأعلى. (متفق عليه)
Dari ‘Aisyah r.a berkata : “Sambil menyandarkan badannya kepadaku, Nabi SAW berdo’a “Allahummaghfirlii wahamnii wa alhiqni birrafiqii a’laa” (Wahai Allah, ampunilah dosaku, dan kasihanilah aku, serta temukanlah aku dengan Dzat Yang Maha Luhur). (Riwayat Bukhori Muslim)

وعنها رضى الله عنها قالت : رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو, وعنده قدح فيه ماء, وهو يدخل يده فى القدح, ثم يمسح وجهه بالماء, ثم يقول : أللهم أعنى على غمرات الموت وسكرات الموت. (رواه الترمذى)
Dari ‘Aisyah r.a berkata : “Saya melihat Rasulullah SAW, sewaktu hamper wafat, dimana di situ ada sebuah gelas yang berisi air. Beliau memasukkan tangannya dengan air serta berdo’a : Allahumma a’inni ‘alaa ghamaraatil mauti wasarakaatil maut”. (Wahai Allah, bantulah saya di dalam menghadapi keberatan dan kesukaran sakaratul maut). (Riwayat At Turmudzi)
Orang sakit payah hendaklah diajar membaca kalimat Tauhid dengan lemah lembut dan pelan-pelan, tidak tergesa-gesa supaya tidak menimbulkan perasaan tidak senang bagi orang yang sakit tersebut.
Sabda Rasulullah SAW.:
عن معا ذ بن جبل قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان اخر كلامه لا اله الا الله دخل الجنة. رواه ابو داود ٣ : ١٩٠
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda; “Barangsiapa yang akhir ucapannya itu Laa ilaaha illallaah, maka dia masuk surga”. (HR. Abu Dawud juz 3, hal. 190)

عن أ بى سعيد عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : لقنوا موتكم لا اله الا الله. الجماعة الا البخارى, فى نيل الاو طار ٤ : ٢٢
Dari Abu Sa’id dari Nabi SAW., beliau bersabda. Maka “Talqinkanlah orang-orang yang akan mati diantara kalian dengan kalimat laa ilaaha illallaah”. (HR. Jama’ah kecuali Bukhari, dalam Nailul Authar juz 4, hal. 22)
عن أبى هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لقنوا موتاكم لا اله الا الله. فانه من آخر كلمته لا اله الا الله عند الموت ذخل الجنة يوما من الدهر وان اصابه قبل ذلك ما اصابه. ابن حبا ٤  : ٣
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda, “Talqinkanlah orang-orang yang akan mati diantara kalian dengan kalimat laa ilaaha illallaah”, karena barangsiapa yang akhirnya ucapannya laa ilaaha illallaah ketika mati, ia masuk surge, satu hari itu (lebih bermanfaat) daripada sepanjang hidupnya, meskipun sebelumnya ia telah melakukan perbuatan apa saja. (HR. Ibnu Hibban juz 4, hal.3)

Dibacakan surah Yaasin untuk orang yang mendekati Ajal.
Sabda Rasulullah SAW.:
عن معقل بن يسار قال : قال النبى صلى الله عليه وسلم اقرءوا يس على موتكم. ابو داود ٣ : ١٩١
Dari Ma’qal bin Yasar, berkata Nabi SAW.: Bacakanlah olehmu kepada orang yang sakit payah “Surat Yaasin”. (HR. Abu Daud dan Nasai)
ولاحمد و لفظه : يس قلب القرآن. لا يقرأها رجل يريد الله والدار الاخرة الا غفر له و أقرأوها على موتكم. احمد ٥ : ٢٦
Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata: Nabi SAW bersabda, “Bacakanlah Yaasin untuk orang-orang yang akan mati di antara kalian”. (HR. Abu Dawud juz 3, hal, 191)
عن صهيب قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عجبا لامره المؤ من, ان امره كله خير. و ليس ذاك لاحد الا للمؤ من.  ان اصا بته سراء صبر, فكان خيرا له. مسلم ٤ : ٢٢٩٥
Dan bagi Ahmad dengan lafadh(artinya), “yaasin itu jantung Al-Qur’an, tidaklah membacanya seseorang karena Allah dan kampong akhirat melainkan dia akan diampuni, oleh karena itu bacakanlah untuk orang-orang yang akan mati diantara kalian”. (HR. Ahmad juz 5, hal.26)

Keterangan:
Hadits-hadits tersebut dla’if, karena di dalam sanadnya terdapat Abu Utsman dari bapaknya, mereka itu majhul.

Hikmah dari menghadapi orang yang mendekati Ajal.

Beberapa hikmah yang bisa didapat adalah;

Mengingat bahwa kematian itu pasti bagi setiap makhluk hidup
Ajal datang secara tiba-tiba
Harta, tahta, keluarga, atau sesuatu apapun tidak dapat menghindarkan manusia dari kematian
Sakaratul Maut itu berat.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Adap menjenguk orang sakit memiliki dasar tersediri dalam al hadits, yaitu
وعن أبى موسى رضى الله عنه قال,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عودوا المريض, واطعموا الجا ئع, وفكوا العا نى. (رواه البخارى)
Kunjungilah orang yang sakit dan berilah makan orang lapar, dan lepaskanlah orang yang tertawan. (HR. Bukhari).
Dari hadist tersebut teelah jelas bahwa kewajiban seorang muslim terhadap muslim yang sakit, sebagaimana lima kewajiban muslim terhadap muslim lainnya.
Adapun adab menjenguk orang sakit yaitu Menanyakan keadaan si sakit, menyentuh dengan tangan, mengingatkan akan pahala yang akan diberikan oleh Allah, mengingatkan agar mengingat Allah dan membaca Istighfar, mendoakan kesembuhan dan kesehatan baginya, menghibur dan berlemah lembut kepada orang yang sakit, membuatnya gembira, meringankan bebannya.
Menjenguk orang yang sedang sakit memiliki hikmah diantaranya adalah menanyakan keadaan si sakit, menyentuh dengan tangan, mengingatkan akan pahala yang akan diberikan oleh Allah, mengingatkan agar mengingat Allah dan membaca Istighfar, mendoakan kesembuhan dan kesehatan baginya, menghibur dan berlemah lembut kepada orang yang sakit, membuatnya gembira, meringankan bebannya.

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...