Makalah fiqih
Menjenguk orang sakit
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dalam agama islam terdapat ajaran yang mengajarkan hubungan manuasia antar Allah, hubungan manusia antara manusia, hubungan antar manusia dengan alam. Hungungan antara manusia dengan Allah mencakup masalah peribadahan, sementara hubungan manusia dengan manusia atau manusia dengan alam mencakup tentang masalah mua’amalah.
Salah satu yang merupakan hubungan antara manusia dengan manusia ialah menjenguk saudaranya yang sakit. Dalam ajaran islam mengajarakan bagaimana adab menjenguk orang sakit. Adab ialah tata cara perilaku yang di terapakan oleh seseorang. Sama halnya dengan yang lain, menjenguk morang sakit memiliki tatacara yang tersediri. Dalam makalah ini akan sedikit di ulaskan tentang adab menjenguk orang sakit.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana adab menjenguk orang sakit?
Apa saja hikmah dari menjenguk orang sakit?
Bagaimana adab menghadapi orang yang mendekati ajal?
Apa saja hikmah dari menyaksikan orang yang mendekati ajal?
TUJUAN
Memahami adab menjenguk orang sakit
Mengetahui hikmah dari menjenguk orang sakit
Memahami adab menghadapi orang yang mendekati ajal
Mengetahui hikmah dari menyaksikan orang yang mendekati ajal
BAB II
PEMBAHASAN
Adab Menjenguk Orang Sakit
Ada beberapa landasan yang menguatkan atau mensyara’kan untuk orang sakit, diantaranya yaitu;
وعن ابى هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صلي الله عليه وسلم قا ل : خق المسلم على المسلم خمس : رد السلا م, وعيادة المر يض, واتباع الجنا ئز, واجا بة الد عوة, وتشميت العاطس. (منفق عليه)
Hak setiap muslim terhadap muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, menghadirinya undangannya dan mendo’akan orang yang bersin. (HR. Bukhari Muslim)
وعن أبى موسى رضى الله عنه قال,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عودوا المريض, واطعموا الجا ئع, وفكوا العا نى. (رواه البخارى)
Kunjungilah orang yang sakit dan berilah makan orang lapar, dan lepaskanlah orang yang tertawan. (HR. Bukhari)
Beberapa hadist yang berkenaan dengan kondisi si sakit:
عن صهيب قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عجبا لامره المؤ من, ان امره كله خير. و ليس ذاك لاحد الا للمؤ من. ان اصا بته سراء صبر, فكان خيرا له. مسلم ٤ : ٢٢٩٥
Dari Shuhaib, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Mengagumkan sekali urusannya orang mukmin itu. Sesungguhnya urusannya, semuanya menjadi kebaikan baginya. Dan tidak ada yang mendapatkan demikian itu seorangpun kecuali orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, bersyukur. Maka yang demikian itu adalah menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa suatu musibah, bersabar. Maka yang demikian itu menjadi kebaikan pula baginya”.(HR. Muslim juz 4, hal. 2295)
عن انس عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : ان عظم الجزاء مع عظم البلاء. وان الله اذا احب قوما ابتلاهم. فمن رضى فله الرضى و من سخط فله السحط. الترمذى و قال حديث حسن غريب ٤ : ٢٧
Dari Anas dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya besarnya balasan itu tergantung besarnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Allah memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang ridho, maka dia mendapatkan keridhan Allah. Da barangsiapa yang menggerutu (tidaj ridho) maka dia mendapatkan murka Allah”. (HR. Tirmiddzi, dan ia mengatakan hadits hasan, gharib, juz 4, hal. 27)
عن عائشة رضى الله عنها زوج النبى صلى الله عليه وسلم قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم, ما من مصيبة تصيب المسلم الا كفر الله بها عنه حتى الشوكة يشاكها. البخارى ٧ : ٢
Dari Aisyah r.a. istri Nabi SAW, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidaklah suatu musibah menimpa kepada seorang muslim kecuali dengan itu Allah menghapuskan dosa darinya, sekalipun hanya tercocok duri”. (HR. Bukhori juz 7, hal 2)
عن ابن عباس رضى الله عنهما ان على بن أبى طالب رضى الله عنه خرج من عند رسول الله صلى الله عليه وسلم فى وجعه الذى توفى فيه, فقا ل الناس : يا ابا الحسن, كيف اصبح رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ قا ل : اصبح بحمد الله بارءا. (رواه البخري)
Dari Ibnu Abbas r.a bahwasanya Ali bin Abi Thalib r.a keluar dari rumah Rasulullah SAW sewaktu beliau sakit menjelang kewafatannya, kemudian sahabat bertanya : “Wahai Abul Hasan, bagaimana keadaan Rasulullah pagi ini ?”. ‘Ali menjawab : “Pagi ini Alhamdulillah agak baik”. (Riwayat Bukhori)
Beberapa Hadits mengenai keutamaan menjenguk orang sakit:
وعن على رضى الله عنه قا ل : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : مامن مسلم يعود مسلما غدوة الا صلى عليه سبعون الف ملك حتى يمسى, وان عاده عشية صلى عليه سبعون الف ملك حتى يسبح, وكان له خريف فى الجنة. (رواه الترمذى وقال الحديث حسن)
Dari ‘Ali r.a. berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: “Setiap muslim yang menjenguk sesama muslim pada waktu pagi maka ia akan dimintakan rahmat oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai waktu sore. Dan bila ia akan dimintakan rahmat oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai waktu pagi serta mendapat jaminan buah-buahan yang siap dimakan di dalam surga”. (HR. At-Turmudzi)
وعن انس رضى الله عنه قال : كان غلام يهودى يحدم النبى صلى الله عليه وسلم فمرض, فاتاه النبى صلى الله عليه وسلم يعوده فقعد عند رأسه, فقال له : اسلم فنظر الى ابيه وهو عنده, فقال: اطع ابا القاسم, فاسلم فخرج النبى صلى الله عليه وسلم وهو يقول: الحمد الله الذى انقذه من النار. (رواه البخارى)
Dari Anas r.a. berkata : “Ada seorang pemuda Yahudi yang bisa melayani Nabi SAW. kemuadian ia sakit, maka datanglah Nabi SAW. untuk menjenguknya, lantas beliau duduk di dekat kepalanya seraya bersada: “Islamlah”. Ia melihat ayahnya yang berada di situ juga. Kemudian ayahnya berkata: “Petuhilah/ikutilah Abul Qasim”. Maka ia pun masuk Islam. Kemudian Nabi SAW. keluar sambil mengucapkan: “Alhamdulillaahil ladzii anqadzahu minannaar” (Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatnya dari api neraka)”. (HR. Bukhari)
Beberapa hadits mengenai doa untuk orang sakit:
وعن عائشة رضى الله عنها ان النبى صلى الله عليه وسلم كان اذا اشتكى الانسان الشىء منه, او كانت فرحة او جرح, قال النبى صلى الله عليه وسلم باسبعه هكذا, ووضع سفيان بن عيينة الراوى سبابته بالارض ثم رفعها وقال: بسم الله تربة ارضنا بريقة بعضنا يشفى به سقيمنا باذن ربنا. (متفق عليه)
Dari ‘Aisyah r.a. bahwasanya Nabi SAW. menjenguk salah seorang keluarganya dengan mengusapkan tangan kanannya seraya berdo’a: “ Allaahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfiantasy syaafii laa syifaa-a illaa syifaa-an laa yughaadiru saqamaa” (Wahai Allah Tuhan semua manusia, hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah karena hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkan; tiada kesembuhan melainkan kesembuhan daripadaMu, kesembuhan yang tidak dihinggapi penyakit lagi”. (HR. Bukhari Muslim)
وعنها رضى الله عنها ان النبى صلى الله عليه وسلم كان يعود بعض اهله يمسح بيده اليمنى يقول: أللهم رب الناس اذهب البأ س اشف انت الشافى, لا شفاء الا شفاؤ ك, شفاء لايغادر سقما. (متفق عليه)
Dari ‘Aisyah r.a. bahwasanya bila ada orang mengeluh karena tertimpa penyakit atau terluka kepada Nabi SAW., maka Nabi SAW. bersabda: “Dengan telunjuknya berbuatlah demikian”. Sufyan bin ‘Uyainah perawi hadits ini meletakkan jari telunjuknya ke tanah kemudian diusapkan ke tempat yang sakit, sambil berdo’a: “Bismillaahi turbatu ardlinaa biriiqati ba’dlinaa yusyfaa saqiimunaa bi-idzini rabbinaa” (Dengan nama Allah, debu tanah kami, semoga disembuhkan orang yang sakit ini atas izin Tuhan kami). (HR. Bukhari Muslim)
وعن انس رضى الله عنه انه قال لثابت رحمها الله : الا ارقيك رقية رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ قال : بلى، قا ل : أللهم زب النا س مدهب البأ س اشف انت الشافى, لا شا فى الا انت, شفاء لايغادر سقما. (رواه البخارى)
Dari Anas r.a. bahwasanya ia berkata kepada Tsabit rahimahullah: “Bolehkah saya menjampi kamu seeprti jampi Rasulullah SAW.?” Tsabit berkata: “Silahkan”. Anas mengucapkan: “Allahumma rabbannaasi mudzhibal ba’si isyfi antasy syafii laa syaafiya illa anta syifaa-an laa yughaadiru saqamaa” (Wahai Allah Tuhan semua manusia, Dzat yang menghilangkan segala penyakit, sembuhkanlah karena hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkan; tiada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau; kesembuhan yang tidak dihinggapi penyakit lagi). (HR. Bukhari)
وعن سعد بن أبى وقاص رضى الله عنه قال : عادنى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : أللهم اشف سعدا, أللهم اشف سعدا, أللهم اشف سعدا. (رواه مسلم)
Dari Sa’d bin Abu Waqqash r.a. berkata: “Rasulullah SAW. menjenguk saya, kemudian berdo’a: “Allahummasyfi Sa’dan, Allahummasyfi sa’dan, Allaahummasyfi sa’dan”(Wahai Allah sembuhkanlah sa’d, wahai Allah sembuhkanlah sa’d, wahai Allah sembuhkanlah sa’d). (HR. Muslim)
وعن ابن عباس رضى الله عنه ان النبى صلى الله عليه وسلم دخل على اعرابى يعوده, وكان اذا دخل على من يعوده قال :
لا بأس طهور انشاء الله. (رواه البخارى)
Dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwasanya Nabi SAW. datang kepada seorang Badui untuk menjenguknya. Ketika ada orang masuk untuk menjenguknya beliau bersabda : “Tidak apa-apa, semoga penyakit ini sebagai pencuci dosa, insya Allah. (Riwayat Muslim)
Berdasarkan hadits-hadist yang telah tercantum diatas maka dapat diketahui bahwa adab menjenguk orang sakit adalah sebagai berikut :
Menanyakan keadaan si sakit
Menyentuh dengan tangan
Mengingatkan akan pahala yang akan diberikan oleh Allah
Mengingatkan agar mengingat Allah dan membaca Istighfar
Mendoakan kesembuhan dan kesehatan baginya
Menghibur dan berlemah lembut kepada orang yang sakit, membuatnya gembira, meringankan bebannya.
Hikmah Menjenguk Orang Sakit
Hikmah yang bisa diambil saat menjenguk orang sakit, beberapa diantaranya;
Dimintakan rahmat oleh 70.000 malaikat
Memenuhi hak sesama muslim
Mengingat nikmat sehat
Adab Menghadapi Orang yang mendekati Ajal
Orang yang sakit payah yang disangka hampir menghembuskan nafas penghabisan, hendaklah di hadapkan ke kiblat.
Sabda Rasulullah SAW.:
عن أبي قتادة ان النبى صلى الله عليه وسلم حين قدم المد ينة سأ ل عن البراء بن معروف, قالوا توفى واوصى ان يوجه القبلة اذا احتضر فقال النبى صلى الله عليه وسلم اصاب الفطرة. (رواه الحاكم والبيهقى)
Dari Abu Qatadah: “Bahwasanya Nabi SAW. ketika sampai di Madinah, beliau menanyakan seorang yang bernama Al-Bara bin Ma’rur. Jawab yang hadir: “ia sudah meninggal dan mewasiatkan sepertiga hartanya kepada engkau dan mewasiatkan pula supaya ia di hadapkan ke kiblat apabila ia sakit payah. Kata Rasulullah SAW.: “Betul pendapatnya”. (HR. Al-Hakim dan Baihaqi)
Do’a yang dibaca oleh seseorang yang merasa telah dekat ajalnya :
عن عائشة رضى الله عنها قالت : سمعت النبى صلى الله عليه وسلم وهو مستند الى يقول : الله اغفر لى وارحمنى والحقنى باالرفيق الأعلى. (متفق عليه)
Dari ‘Aisyah r.a berkata : “Sambil menyandarkan badannya kepadaku, Nabi SAW berdo’a “Allahummaghfirlii wahamnii wa alhiqni birrafiqii a’laa” (Wahai Allah, ampunilah dosaku, dan kasihanilah aku, serta temukanlah aku dengan Dzat Yang Maha Luhur). (Riwayat Bukhori Muslim)
وعنها رضى الله عنها قالت : رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو, وعنده قدح فيه ماء, وهو يدخل يده فى القدح, ثم يمسح وجهه بالماء, ثم يقول : أللهم أعنى على غمرات الموت وسكرات الموت. (رواه الترمذى)
Dari ‘Aisyah r.a berkata : “Saya melihat Rasulullah SAW, sewaktu hamper wafat, dimana di situ ada sebuah gelas yang berisi air. Beliau memasukkan tangannya dengan air serta berdo’a : Allahumma a’inni ‘alaa ghamaraatil mauti wasarakaatil maut”. (Wahai Allah, bantulah saya di dalam menghadapi keberatan dan kesukaran sakaratul maut). (Riwayat At Turmudzi)
Orang sakit payah hendaklah diajar membaca kalimat Tauhid dengan lemah lembut dan pelan-pelan, tidak tergesa-gesa supaya tidak menimbulkan perasaan tidak senang bagi orang yang sakit tersebut.
Sabda Rasulullah SAW.:
عن معا ذ بن جبل قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان اخر كلامه لا اله الا الله دخل الجنة. رواه ابو داود ٣ : ١٩٠
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda; “Barangsiapa yang akhir ucapannya itu Laa ilaaha illallaah, maka dia masuk surga”. (HR. Abu Dawud juz 3, hal. 190)
عن أ بى سعيد عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : لقنوا موتكم لا اله الا الله. الجماعة الا البخارى, فى نيل الاو طار ٤ : ٢٢
Dari Abu Sa’id dari Nabi SAW., beliau bersabda. Maka “Talqinkanlah orang-orang yang akan mati diantara kalian dengan kalimat laa ilaaha illallaah”. (HR. Jama’ah kecuali Bukhari, dalam Nailul Authar juz 4, hal. 22)
عن أبى هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لقنوا موتاكم لا اله الا الله. فانه من آخر كلمته لا اله الا الله عند الموت ذخل الجنة يوما من الدهر وان اصابه قبل ذلك ما اصابه. ابن حبا ٤ : ٣
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda, “Talqinkanlah orang-orang yang akan mati diantara kalian dengan kalimat laa ilaaha illallaah”, karena barangsiapa yang akhirnya ucapannya laa ilaaha illallaah ketika mati, ia masuk surge, satu hari itu (lebih bermanfaat) daripada sepanjang hidupnya, meskipun sebelumnya ia telah melakukan perbuatan apa saja. (HR. Ibnu Hibban juz 4, hal.3)
Dibacakan surah Yaasin untuk orang yang mendekati Ajal.
Sabda Rasulullah SAW.:
عن معقل بن يسار قال : قال النبى صلى الله عليه وسلم اقرءوا يس على موتكم. ابو داود ٣ : ١٩١
Dari Ma’qal bin Yasar, berkata Nabi SAW.: Bacakanlah olehmu kepada orang yang sakit payah “Surat Yaasin”. (HR. Abu Daud dan Nasai)
ولاحمد و لفظه : يس قلب القرآن. لا يقرأها رجل يريد الله والدار الاخرة الا غفر له و أقرأوها على موتكم. احمد ٥ : ٢٦
Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata: Nabi SAW bersabda, “Bacakanlah Yaasin untuk orang-orang yang akan mati di antara kalian”. (HR. Abu Dawud juz 3, hal, 191)
عن صهيب قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عجبا لامره المؤ من, ان امره كله خير. و ليس ذاك لاحد الا للمؤ من. ان اصا بته سراء صبر, فكان خيرا له. مسلم ٤ : ٢٢٩٥
Dan bagi Ahmad dengan lafadh(artinya), “yaasin itu jantung Al-Qur’an, tidaklah membacanya seseorang karena Allah dan kampong akhirat melainkan dia akan diampuni, oleh karena itu bacakanlah untuk orang-orang yang akan mati diantara kalian”. (HR. Ahmad juz 5, hal.26)
Keterangan:
Hadits-hadits tersebut dla’if, karena di dalam sanadnya terdapat Abu Utsman dari bapaknya, mereka itu majhul.
Hikmah dari menghadapi orang yang mendekati Ajal.
Beberapa hikmah yang bisa didapat adalah;
Mengingat bahwa kematian itu pasti bagi setiap makhluk hidup
Ajal datang secara tiba-tiba
Harta, tahta, keluarga, atau sesuatu apapun tidak dapat menghindarkan manusia dari kematian
Sakaratul Maut itu berat.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Adap menjenguk orang sakit memiliki dasar tersediri dalam al hadits, yaitu
وعن أبى موسى رضى الله عنه قال,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عودوا المريض, واطعموا الجا ئع, وفكوا العا نى. (رواه البخارى)
Kunjungilah orang yang sakit dan berilah makan orang lapar, dan lepaskanlah orang yang tertawan. (HR. Bukhari).
Dari hadist tersebut teelah jelas bahwa kewajiban seorang muslim terhadap muslim yang sakit, sebagaimana lima kewajiban muslim terhadap muslim lainnya.
Adapun adab menjenguk orang sakit yaitu Menanyakan keadaan si sakit, menyentuh dengan tangan, mengingatkan akan pahala yang akan diberikan oleh Allah, mengingatkan agar mengingat Allah dan membaca Istighfar, mendoakan kesembuhan dan kesehatan baginya, menghibur dan berlemah lembut kepada orang yang sakit, membuatnya gembira, meringankan bebannya.
Menjenguk orang yang sedang sakit memiliki hikmah diantaranya adalah menanyakan keadaan si sakit, menyentuh dengan tangan, mengingatkan akan pahala yang akan diberikan oleh Allah, mengingatkan agar mengingat Allah dan membaca Istighfar, mendoakan kesembuhan dan kesehatan baginya, menghibur dan berlemah lembut kepada orang yang sakit, membuatnya gembira, meringankan bebannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar