Jumat, 09 Maret 2018

MAKALAH MUSEUM SANGIRAN


HASIL PENELITIAN SITUS PURBAKALA SANGIRAN
Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Sejarah Indonesia sampai abad ke-14
Dosen pengampu Irma Ayu Kartika Dewi, S.Pd., M.A
Description: Logo-IAIN-Surakarta
Disusun oleh :
Slamet Miftahul Abror
173231036
SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018




KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puja dan puji syukur kita kepada Allah swt, yang mana telah  melimpakan rahmat taufiq serta hidayahnya kepada kita semua. Serta  shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada nabi besar Muhammad saw, yang mana telah membawa kita dari zaman yang gelap gulita menuju zaman yang terang.
            Alhamdulillah akhirnya laporan penelitian saya dari situs purbakala sangiran selesai dikerjakan dengan tepat waktu. Semua berjalan lancar walau ada sedikit kesulitan dalam mengerjakannya, kesulitannya terletak pada penyusunan laporan karena data yang kami punya tidak lengkap dan acak sehingga perlu waktu untuk menyusun secara runtut serta lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami sehingga tidak terbelit-belit. Kami ucapkan banyak terimakasih kepada dosen kami bu Irma yang telah membimbing dan memberi tugas kepada kami sehingga perjalanan kami kesangiran tidak hanya sebuah wisata.
            Ini adalah tugas penelitian sejarah kami yang pertama kali sebagai generasi sejarawan dimasa depan. Jadi kami mengupayakan mengerjakan yang terbaik sebagai yang pertama kali. Kami sangat menyadari kalau laporan kami ini masih jauh dari sempurna namun kami sudah mengupayakan yang terbaik. Maka karenanya kami mohon maklum…Terimakasih

Surakarta, 28 Februari 2018


Penyusun
Slamet Miftahul Abror









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Sejarah adalah sebuah peristiwa masa lalu. Dimana dari masa lalu itu terkadang terdapat sebuah peristiwa dimana dapat kita ambil sebagai pelajaran bagi kita untuk kedepannya. Sebagaimana kata pepatah “pengalaman adalah guru terbaik”.  Bahkan ada yang mengatakan “jika ingin mengetahui masa depan maka pelajarilah sejarah” dan banyak lagi kata-kata tentang pepatah lain yang mengatakan tentang sejarah. Maka amat penting sebuah sejarah untuk dipelajari apalagi  bagi para generasi bangsa.
      Lalu kenapa kami mengunjungi dan mempelajari sejarah yang ada di sangiran?    Alasannya di situs purbakala sangiran ini tergolong unik. Dari segi pemikiran yang sangat berbeda dengan pandangan islam namun menjadi pelajaran sejarah penciptaan manusia yang paling dipercaya dikalangan ilmu umum. namun walau berbeda, mk tetap wajib kit pelajari sebagai ilmu. Dalam sejarah manusia ini terdapat banyak pelajaran yng dapat kita ambil pelajarannya. Yaitu PROSES. Sehingga hal tersebut sangat penting kita pelajari sebagai genersi sejarawan dunia. Oleh karena itu saya membuat makalah ini.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa dan dimana letak itu museum sangiran?
2.      Apa saja yang terdapat didalam museum sangiran?
3.      Apa hikmah yang dapat kita ambil dari penelitian tersebut?
4.      Bagaimana sikap kita sebagai generasi muda dalam menjaga sejarah tersebut?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui apa dan dimana letak museum purbakala sangiran.
2.      Mengetahui dan memahami sejarah yang terdapat di museum sangiran serta bukti tempat sejarah.
3.      Mengetahui hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari penelitian tersebut.
4.      Mengetahui dan memahami apa yang harus kita lakukan sebagai generasi muda terhadap sejarah.


BAB II
PEMBAHASAN
A.   Apa itu sangiran dan dimana lokasinya
Museum Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo  yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo).
Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia. Dalam museum ini dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi. Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus Erectus oleh Profesor Von Koenigswald.  
Lebih menarik lagi, di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun masih dapat ditemukan hingga kini, sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan. Koleksi yang tersimpan di museum ini mencapai 13.806 buah yang tersimpan pada dua tempat yaitu 2.931 tersimpan di ruang pameran dan 10.875 di dalam ruang penyimpanan.
Situs Sangiran merupakan daerah perbukitan yang mencakup kawasan seluas 32 km² dengan bentangan arah dari utara ke selatan kurang lebih 8 km dan dari barat ke timur kurang lebih 4 km². Daerah ini meliputi 12 kelurahan di 4 kecamatan, yaitu kecamatan kalijember, gemolong, plupuh, dan godangrejo. Daerah sangiran memiliki sebuah sungai yang membelah daerah tersebut menjadi dua yaitu  kali cemara yang bermuara di bengawan solo.
Fosil-fosil purba ini merupakan 65 % fosil hominid purba di Indonesia dan 50 % di seluruh dunia. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di Museum, sisanya disimpan di gudang penyimpanan. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.070/0/1977, tanggal 5 Maret 1977. Selanjutnya keputusan itu dikuatkan oleh Komite World Heritage UNESCO pada peringatannya yang ke-20 di Merida, Mexico yang menetapkan kawasan Sangiran sebagai kawasan World Heritage (warisan dunia) No. 593. Dari beberapa info yang saya dapat dari internet yang saya sendiri lupa mengkopi sumbernya dan saya mengucapakan terimakasih banyak. Dan hal ini dikarenakan tidak dijelaskan oleh pemandu wisata, karena pemandu wisata hanya menjelaskan apa yang ada didalam museum tersebut dan kamipun lupa menanyakan hal tersebut. Namun yang penting ilmunya dan pelajaran yang dapat kita ambil.


B.     Hal yang terdapat dalam museum situs purbakala sangiran
      Didalam  museum tersebut terdapat penjelasan yang cukup lengkap. Dan bukti sejarah yang sangat banyak dan data yang kami miliki juga banyak namun, data foto yang kami miliki begitu banyak dan acak dan tidak mengatahui uruannya secara pasti, dan di internet saya rasa tidak aada yang membahas secara lengkap dan runtut mengenai sejarah yang ada disangiran tersebut. Dan saya akan mencoba mengurutkan dan menjalaskan sebaik yang saya bisa.
1. pertama, gambar ini, yang akan bisa dilihat pertama kali ketika kita akan memasuki ruangan museum. Di situ dijelaskan bahwa tanah tersebut telah berusia sekitar 1,8 jt tahun yang lalu yang mana itu adalah endapan vulkanik dari erupsi gunung lawu purba yang telah menjadi fosil. Ini adalah lapisan yang paling tua disangiran, yang diatasnya dibangun museum sangiran yang sekarang ini.
.  
















Dalam gambar yang nomer dua tersebut dapat kit jumpai ketika kita petama kali masuk kedalam ruangan.disini diterangkan tentang formasi tanah situs sangiran tersebut atau alih rupa sangiran.
Secara struktural Sangiran merupakan daerah yang mengalami pengangkatan dan perlipatan yang kemudian membentuk struktur kubah terbalik, yang seiring berjalannya waktu mengalami erosi. Adanya pengangkatan ini terjadi karena proses penekanan dari kiri ke kanan oleh tenaga eksogen dan dari bawah ke atas oleh tenaga endogen. Erosi menyebabkan tersingkapnya lapisan-lapisan tanah secara alamiah. Dimana di dalamnya terkandung informasi tentang kehidupan sejarah manusia purba dengan segala yang ada di sekelilingnya (pola hidup dan binatang-binatang yang hidup bersamanya).
Keistimewaan Sangiran, berdasarkan penelitian para ahli Geologi dulu pada masa purba merupakan hamparan lautan. Akibat proses geologi dan akibat bencana alam letusan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, Sangiran menjadi daratan. Hal tersebut dibuktikan dengan lapisan-lapisan tanah pembentuk wilayah Sangiran yang sangat berbeda dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap-tiap lapisan tanah tersebut ditemukan fosil-fosil menurut jenis dan jamannya. Misalnya, Fosil binatang laut banyak diketemukan di Lapisan tanah paling bawah, yang dulu merupakan lautan.
Adapun lapisan tanah yang tersingkap di wilayah Sangiran terbagi menjadi 4 lapisan (dari lapisan terbawah) yaitu Formasi Kalibeng, Formasi Pucangan, Formasi Kabuh, dan Formasi Notopuro.
1.    Formasi Kalibeng
Formasi kalibeng berumur 2.400.000 tahun yang lalu. Formasi tanah ini hanya tersingkap pada bagian Kalibeng atas (Pliocene atas). Formasi ini terdiri dari 4 lapisan. Untuk lapisan terbawah ketebalan mencapai 107 meter merupakan endapan laut dalam berupa lempung abu-abu kebiruan dan lempung lanau dengan kandungan moluska laut. Lapisan kedua ketebalan 4-7 meter merupakan endapan laut dangkal berupa pasir lanau dengan kandungan fosil moluska jenis Turitella dan foraminifera. Lapisan ketiga berupa endapan batu gamping balanus dengan ketebalan 1-2,5 meter. Lapisan keempat berupa endapan lempung dan lanau hasil sedimentasi air payau dengan kandungan moluska jenis corbicula. Adanya kalkarenit dan kalsirudit menunjukkan bahwa formasi Kalibeng merupakan hasil endapan laut yang amat dangkal.
Formasi kalibeng merupakan endapan tertua di kubah sangiran, terdiri dari batu Napal Pasiran warna abu-abu kehitaman dan disisipi bau gamping balanus dan korbikula.
Ketebalan formasi kalibeng lebih dari 130 meter, kandungan fosilnya antara lain foraminifera, molusca laut.dll. Dari urutan fasies tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada waktu pengendapannya berbagai lapisan tersbut yaitu formasi kalibeng mengalami susut laut (regresi) berubah menjadi daratan.
2.    Formasi Pucangan
Formasi Pucangan berumur 1.800.000 tahun yang lalu. Formasi ini terbagi menjadi dua yaitu lahar bawah dan lempung hitam. Formasi Pucangan lahar bawah ketebalannya berkisar 0,7-50 meter berupa endapan lahar dingin atau breksi vulkanik yang terbawa aliran sungai dan mengendapkan moluska air tawar di bagian bawah dan diatome di bagian atas. Pada lapisan ini juga terdapat fragmen batu lempung gampingan dari formasi Kalibeng.
Formasi Pucangan Atas ketebalan mencapai 100 meter berupa lapisan napal dan lempung yang merupakan pengendapan rawa-rawa, pada formasi ini terdapat sisipan endapan molusca marine yang menunjukkan bahwa pada waktu itu pernah terjadi transgresi laut. Formasi ini banyak mengandung fosil binatang vertebrata seperti gajah, banteng, kerbau. Pada formasi Pucangan ini juga ditemukan fosi Homo erectus , fosil karapaks dan plastrón kura-kura.
Dua pasies pokok yang terdapat pada formasi ini adalah pasies batu lempung hitam laut dan pasies breksi yang terdiri dari vulkanik tufaan sampai pasiran. Pada pasies ini banyak ditemukan fosil vertebrata. Fragmen batuan berupa batu pasir gampingan dari formasi kalibeng jug dijumpai pada pasies breksi kalibeng bagian bawah. Keadaan ini menunjukan bahwa formasi kalibeng.
3.    Formasi grenzbank
Formasi grenzbank merupakan lapisan yang berumur 900.000 tahun yang lalu. Jadi sangiran beralih menjadi daratan, dimana menjangan dan kerbau purba berebut dengan harimau dan gajah, menyisir tanaman yang tumbuh, sementara itu bumi bergolak. batuan gamping, pasir dan kerikil berdatangan, mengendap.sebelum menjadi daratan sepenuhnya. Bumi sangiran seolah riuh oleh pergerakan alam yang belum begitu stabil.  
4.     Formasi Kabuh
Formasi Kabuh merupakan lapisan yang berumur 730.000 tahun yang lalu dan merupakan formasi yang paling banyak ditemukan fosil mamalia, manusia purba dan alat batu. Formasi ini terbagi menjadi dua yaitu grenzbank yang metupakan lapisan pembatas antara formasi Pucangan dengan Kabuh. Terdiri dari lapisan batu gamping konglomeratan yang berbentuk lensa-lensa dengan ketebalan 2meter. Di grenzbank banyak ditemukan fosil mamalia (Stegodon trigonocephalus, Bubalus paleokarabau, Duboisia santeng dll) dan fosil Hominidae. Formasi Kabuh atas ketebalan lapisannya sekitar 3-16 meter merupakan batu pasir dengan struktur silang siur yang menunjukkan hasil endapan sungai. Terjadi pada kala Pleistocene tengah.
Endapan kala plastosen tengan terkenal dengan nama formasi kabuh. Formasi ini memperlihatkan endapan yang berasal dari gunung Lawu tua,berupa: batu tufa, batu pasir, dan konglomerat. Ketebalan formasi sangat bervariasi antara 10-16 meter.
Alat-alat dari batu telah ditemukan pada formasi ini. Dengan ditemukan alat-alat batu tersbut menunjukan bahwa pithecanthropus pada saat itu sudag mengenal alat-alat perburuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Formasi kabuh terdiri dari spesies fluviatil yang terdiri dari batu pasir dengan struktur silang-siur dan konglemarat. Formasi kabuh ini terletak di atas formasi pucangan secara tidak selaras.
5.    Formasi Notopuro
Formasi Notopuro merupakan lapisan yang berumur 300.000 tahun yang lalu terletak di di atas formasi Kabuh dan tersebar di bagian tas perbukitan di sekeliling Kubah Sangiran. Formasi ini tersusun oleh material vulkanis seperti batu pasir vulkanis, konglomerat dan breksi dengan fragmen batuan beku andesit yang berukuran brangkal hingga bonkah. Ketebalan lapisan mencapai 47 meter dan terbagi menjadi tiga lapisan yaitu lapisan Formasi Notopuro bawah dengan ketebalan 3,2-28,9 meter, Formasi Notopuro tengah dengan ketebalan maksimal 20 meter dan Formasi Notopuro atas dengan ketebalan 25 meter. Pada Formasi Notopuro ini sangat jarang dijumpai fosil. Formasi ini ditafsirkan sebagai hasil pengendapan darat yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik dan terjadi pada kala Pleistocene atas.
Formasi Notopuro adalah lapisan tanah dikala plastosen atas yang berumur 10.000-125.000 tahun yang lalu. Formasi Notopuro adalah lapisan yang terbentuk oleh endapan lahar dan terdiri atas breksi andesit dan konglomerat. Pada formasi ini dijumpai Frakmen dari mineral kaledon, kaursa susu, carnelian, agate, kerikil andesit, tufa dan pasiran yang merupakan penyusun utama dari breksiden konglomerat. Pada endapan kerikil banyak ditemukn serpih bilah, yaitu alat pada tingkat perkembangan menjadi konglomerat dan batu pasir silang siur dengan ketebalan sekitar 2-45 meter tersebut menunjukan bahwa kala plastosen akhir telah terjadi banjir lahar yang besar.
Secara stratigrafis situs ini merupakan situs manusia purba berdiri tegak terlengkap di Asia yang kehidupannya dapat dilihat secara berurutan dan tanpa terputus sejak 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu yaitu sejak Kala Pleistocene Akhir hingga akhir Pleistocene Tengah. Situs Sangiran menurut penelitian geologi muncul sejak Jaman Tersier akhir Pada kala Pliocene atas kawasan Sangiran masih berupa lautan dalam yang berangsur berubah menjadi laut dangkal dengan kehidupan foraminifera dan moluska laut. Pendangkalan berjalan terus sampai akhir kala Plestocene.

Description: IMG_20180223_102136.jpg
3. fosil buaya ini adalah termasih hewan rawa masa purba dulu yang hidup didaerah rawa-rawa. Dan tergolong dalam predator jalur basah. Hewan ini dalh penguasa aliran aliran sungai dan rawa-rawa sejak zaman purba, buaya adalah hewan yang tangguh. Tubuhnya yang kuat sehingga ia tidk ikut punah bersama dengan teman-teman dinosaurusnya yang lain.


4. Mata rantai kehidupan

 
Jadi pada masa purba terjadi sebuah mata rantai kehidupan seperty sekarang, seperti rumput dimakan kerbau dan kerbau dimakan harimau dll. Mereka masih menggunakan hukum rimba. Pada masa itu jika dilihat dari fosilnya, dapt kita lihat bahwa ukuran kerbau nya masih sangat besar dan dengan itu dapat kita taksir dengan hewan lainnya.

5.masa jaman keemasan sangiran



 Jadi pada sekitr 500.000 tahun yang lalu sangiran merupakan lingkungan hutan terbuka disebuah lembah diantara dua gunung api dengan aliran sungai dan danau didalamnya, manusia, gajah purba, badak, kuda air, babi hutan, macan, rusa, banteng, kijang buaya kura-kura, daan binatang lainnya, dan tumbuhan lainya yang hidup berdampingan maka inilah yang disebut zaman keemasan sangiran. Dari beberapa gambar diatas yaitu fosil dari macan, kuda nil,badak, babi, dan kerbau.
6.  Selanjutnya kita bahas sejarah manusia yang ada disangiran, dan saya akan menjelaskan berdasarkan data yang saya miliki, tidk lebih. Jadi mohon maklum bila tidak urut. Karena ini adalah laporan hasil maka akan saya laporkan apa yang saya dapat.



Pertama, Tentang homo erectus.


 





Selama 1,5 juta tahun telah terjadi 3 tingkatan evolusi Homo erectus di Jawa, Sangiran telah memberikan bukti tentang 2 tahap evolusi yang paling tua yaitu Homo erectus arkaik (1,5-1 juta tahun yang lalu) dan Homo erectus tipik (0,9-0,3 juta tahun yang lalu). Satu tingkatan lagi yang lebih muda yaitu Homo erectus progresif (0,2-0,1 juta tahun yang lalu)ditemukan di luar Sangiran yaitu di Ngandong (Blora), Sambungmacan (Sragen), dan Selopuro (Ngawi).
Homo erectus Progresif
Jenis progresif merupakan jenis yang paling maju, sebagian besar ditemukan pada endapan alluvial di Ngandong (Blora), Selopuro (Ngawi) dan pada endapan vulkanik di Sambungmacan (Sragen). Volume otak sudah mencapat 1.100 cc, dengan atap tengkorak yang lebih tinggi dan lebih membulat.
Homo erectus Tipik
Tipe ini lebih maju dibanding tipe arkaik, merupakan bagian terbanyak dari Homo erectus di Indonesia, sebagian besar ditemukan di Sangiran dan lainnya ditemukan di Trinil (Ngawi), Kedungbrubus (Madiun), Patiaya (Kudus) dan sejak tahun 2011 ditemukan pula di Semedo (Tegal). Konstruksi tengkoraknya lebih ramping, meskipun dahi masih landai dan agak tonggos. Kapasitas otak sekitar 1.000 cc.
Homo erectus Arkaik
Homo erectus arkaik merupakan tipe yang paling tua, diteukan pada lapisan lempung hitam Formasi Pucangan dan grenzbank di Sangiran, serta pasir vukanik di utara Perning (Mojokerto). Tipe ini menunjukkan tipe yang paling arkaik dan kekar dengan volume otak sekitar 870 cc. (ISB)

 Selanjutnya tentang homo habilis
Description: IMG_20180223_102355.jpg Description: IMG_20180223_103310.jpg
 






Homo habilis (dari bahasa Latin yang berarti "manusia yang pandai menggunakan tangannya") adalah sebuah spesies dari genus Homo, yang hidup sekitar 2,5 juta sampai 1,8 juta tahun yang lalu pada masa awal Pleistocene. Definisi untuk spesies ini pertama kali diungkapkan oleh Jonassen Leakey, yang menemukan fosil spesies ini di TanzaniaAfrika Timur, antara tahun 1962 dan 1964Homo habilis diperkirakan merupakan spesies dari genus Homo yang pertama kali muncul di bumi. Penampilan dan morfologi H. Habilis memiliki berbagai kemiripan dengan semua manusia paling modern di genus Homo (kecuali, mungkin, Homo rudolfensis). Homo habilis memiliki tubuh yang pendek dengan lengan yang lebih panjang dari manusia modern. Diperkirakan spesies ini adalah keturunan dari hominid australopithecine. Homo habilis memiliki cranial capacity kurang dari setengah kapasitas manusia modern. Meskipun masih memiliki bentuk seperti-kera, H. habilis diperkirakan telah mampu menggunakan peralatan primitif yang terbuat dari batu; hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peralatan-peralatan dari batu di sekitar fosil mereka. dan selanjutnya masih banyak lagi.

·        


Description: IMG_20180223_104006.jpg
Description: IMG_20180223_104042.jpg
Description: IMG_20180223_104223_HHT.jpg
 


















Gambar atau foto diatas adalah sebagian kecil yang  kami miliki dan kami tidak bisa menjelaskan secara keseluruhan yang berjumlah hingga ribuan fosil. Sehingga kami menjelaskan secukupnya saja sebagai tugas laporan hasil kunjungan penelitian kami disangiran.
3. Hikmah yang dapat diambil dari penelitian Sejarah Sangiran
            jadi, menjadi seorang sejarawan harus dapat mengambil hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari penelitian atau dari sejarah yang ia ketahui. Dari penelitian kami kmarin yang berlangsung di situs purbakal sangiran kami dapat mengambil peljran berharga darinya diantaranya:
ü  Kita dapat memahami sejarah penciptan manusia dari sudut pandang ilmu umum.
ü  Tak hanya memahami kita juga dapat mengetahui dan bahkan menyentuh sebuah bukti sejarah tersebut yakni berupa fosil-fosil. Dan kita dapat melihat hasil ilustrasi manusia purba yang hanya tengkorak tersebut dibuatkan ilustrasi berupa patung sehingga kita dapat memahaminya secara detail.
ü  Dari sebuah proses penciptaan dan evolusi yang ada dalam sejarah tersebut dapat kita ambil pelajaran yang paling berharga yakni adalah sebuah PROSES. Sebuah proses adalah sesuatu yang sangat penting untuk kita sadari karena segalanya yang ada didunia ini jarang ada sesuatu yang secara spontan, kecuali atas kehendak tuhan. Semua butuh proses dari kita belajar, berusaha, dll sehingga kita dapat mencapai hasil yang sempurna. semua hal tersebut membutuhkan sebuah proses. Menurut saya hal tersebut yang paling berharga dalam hikmahnya.
ü   Selanjutnya yakni dapat menambahkan iman kita kepada tuhan. Dimana tuhan bisa menciptakan alam semesta. Yang tak ada sekecil apapun yang luput dari penglihatan tuhan. Sehingga sebuah tulang bisa menjadi sebuah batu yang keras dan bertahan hingga puluhan juta tahun. Tidak hancur menjadi tanah yang seperti manusia zaman sekarang, yang hanya membusuk dan hancur menjadi tanah dan hanya orang-orang tertentu yang masih tetap utuh. Dan perubahan fosil yang dijaga oleh yng maha kuasa tersebut kita dapat belajar dari hal tersebut.
Jadi itu pelajaran yang dapat saya ambil dari penelitian ini. bila ada yang lebih dari hikmah lain yang anda dapatkan maka itu akan menjadi hal yang lebih baik.
4. Cara agar kita sebagai generasi muda dalam menjaga sejarah
Menurut pandangan penyusun mengenai peran generasi muda yakni ada beberapa point yaitu:
ü  Hal pertama yakni adalah cinta tanah air. Dengan begitu secara tidak langsung kita mncintai apa yang ada ditanah air kita termasuk seperti hal berharga seperti sejarah sangiran ini. sehingga kita turut mengapresiasi serta mmpelajarinya sehingga kita dapat mencintainya.
ü  Kedua yakni keadaran diri sendiri. Karena dalam hal ini semua berawal dari kesadaran individu, kita harus sadar betapa pentingnya sebuah sejarah, apalagi dalah sejarah berharga seperti sangiran ini, dimana telah diakui oleh dunia sehingga hal tersebut dapat kita banggakan sebahgai warga Negara ini.
ü  Ketiga yakni mempelajarinya secara mendalam. Sehingga tempat sejarah seperty sangiran dll. Dapat dikelola oleh kita sebagai warga Negara ini, bukan malah orang asing yang menemukan dan memeliharanya. Hal tersebut perlu untuk diperhatikan bagi pemerintah dan individu lainnya.


BAB III
PENUTUP
 KESIMPULAN
            Bahwa Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia. Dalam museum ini dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi. Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus Erectus oleh Profesor Von Koenigswald.  
Lebih menarik lagi, di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun masih dapat ditemukan hingga kini, sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan. Koleksi yang tersimpan di museum ini mencapai 13.806 buah yang tersimpan pada dua tempat yaitu 2.931 tersimpan di ruang pameran dan 10.875 di dalam ruang penyimpanan. SeHingga sangiran adalah sebuah harta yang sangat berharga bagi negra kita tercinta yang harus kita jaga dan kita lestarikan bersama. Sebagai generasi sejarawan muda.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...