KERAJAAN SINGASARI
Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Sejarah
Indonesia sampai abad ke-14
Dosen pengampu Irma Ayu Kartika
Dewi, S.Pd., M.A
Disusun oleh :
Slamet Miftahul Abror :173231036
Deva Oktavia :
Lisan Nulhasanah :173231039
Wahyu widyanmoko :
SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puja
dan puji syukur kita kepada Allah swt, yang mana telah melimpakan rahmat
taufiq serta hidayahnya kepada kita semua. Serta shalawat dan salam tak
lupa kita haturkan kepada nabi besar Muhammad saw, yang mana telah membawa kita
dari zaman yang gelap gulita menuju zaman yang terang.
Alhamdullilah akhirnya
makalah ini selesai kami kerjakan. Makalah yang mengupas tentang sejarah
kerajaan singasari, kerajaan yang besar yang raja pertamanya yakni ken arok
yang awalnya dia hanya anak buangan yang gk jelas juntrungannya yang kemudian
bisa berdiri menjadi seorang raja yang sangat besar. Dengan sebutan ken arok,
yang sangat terkenal hingga saat ini. sebuah kisah sejarah yang sangat menarik.
Dan kami ucapkan kepada dosen pembimbing kami yang telah memberikan tugas ini
sehingga dapat mendapat wawasan kami menjadi lebih luas. Dan kami menyadari
bahwa makalah kami masih sangat jauh dari sempurna maka dari itu kami mohon
maklum atas kekurangan kami. Dan saya ucapkan terimakasih
Surakarta, 28 Februari 2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Kerajaan Singasari, adalah sebuah
kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi
kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang. Kerajaan
Singasari (1222-1293) adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara yang
didirikan oleh Ken Arok. Sejarah Kerajaan Singasari berawal dari daerah
Tumapel, yang di kuasai oleh seorang akuwu (bupati). Letaknya di daerah
pegunungan yang subur di wilayah Malang dengan pelabuhan bernama Pasuruan.
Jadi,sangat
menarik ketika dipelajari. Maka dari itu kami membuat makalah ini selain tujuan
untuk tugas.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana sejarah awal berdirinya
kerajaan singasari?
2.
Bagaimana kehidupan politik kerajaan singasari?
3.
Bagaimana kehidupan ekonomi kerajaan singasari?
4.
Bagaimana masa kejayaan kerajaan singasari?
5.
Bagaimana kerajaan singasari bisa runtuh?
6.
Apa saja peninggalan kerajaan singasari hingga saat
ini?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui sejarah awal berdirinya
kerajaan singasari.
2.
Mengetahui kehidupan politik kerajaan singasari.
3.
Mengetahui kehidupan ekonomi kerajaan singasari.
4.
Mengetahui masa kejayaan kerajaan singasari.
5.
Mengetahui kerajaan singasari bisa runtuh.
6.
Mengetahui peninggalan kerajaan singasari hingga saat
ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Awal Berdirinya Kerajaan Singasari
Pendiri Kerajaan
Singasari adalah Ken Arok.Asal usul Ken Arok tidak jelas.Menurut kitab
Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang wanita tani dari Desa Pangkur (sebelah
timur Gunung Kawi).Para ahli sejarah menduga ayah Ken Arok seorang pejabat
kerajaan, mengingat wawasan berpikir, ambisi, dan strateginya cukup tinggi.Hal
itu jarang dimiliki oleh seorang petani biasa.Pada mulanya Ken Arok hanya
merupakan seorang abdi dari Akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ken Arok setelah
mengabdi di Tumapel ingin menduduki jabatan akuwu dan sekaligus memperistri Ken
Dedes (istri Tunggul Ametung). Dengan menggunakan tipu muslihat yang jitu, Ken
Arok dapat membunuh Tunggul Ametung.Setelah itu, Ken Arok mengangkat dirinya
menjadi akuwu di Tumapel dan memperistri Ken Dedes yang saat itu telah
mengandung. Ken Arok kemudian mengumumkan bahwa dia adalah penjelmaan Dewa
Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Hal itu dimaksudkan agar Ken Arok dapat diterima
secara sah oleh rakyat sebagai seorang pemimpin.
Tumapel pada waktu
itu menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Kediri yang diperintah oleh Raja
Kertajaya atau Dandang Gendis. Ken Arok ingin memberontak, tetapi menunggu saat
yang tepat. Pada tahun 1222 datanglah beberapa pendeta dari Kediri untuk
meminta perlindungan kepada Ken Arok
karena tindakan yang
sewenang-wenang dari Raja Kertajaya. Ken Arok menerima dengan senang hati dan
mulailah menyusun barisan, menggembleng para prajurit, dan melakukan propaganda
kepada rakyatnya untuk memberontak Kerajaan Kediri.
Setelah segala
sesuatunya siap, berangkatlah sejumlah besar prajurit Tumapel menuju Kediri.Di
daerah Ganter terjadilah peperangan dahsyat.Semua prajurit Kediri beserta
rajanya dapat dibinasakan. Ken Arok disambut dengan gegap gempita oleh rakyat
Tumapel dan Kediri. Selanjutnya, Ken Arok dinobatkan menjadi raja.Seluruh
wilayah bekas Kerajaan Kediri disatukan dengan Tumapel yang kemudian disebut
Kerajaan Singasari.Pusat kerajaan dipindahkan ke bagian timur, di sebelah
Gunung Arjuna.
B.
Kehidupan
Politik Kerajaan Singasari
Untuk
menciptakan pemerintahan yang kuat dan teratur, Kertanegara telah membentuk
badan-badan pelaksana. Raja sebagai penguasa tertinggi. Kemudian raja
mengangkat penasihat yang terdiri atas rakryan i hino, rakryan i sirikan, dan
rakryan i halu. Untuk membantu raja dalam pelaksanaan pemerintahan, diangkat
beberapa pejabat tinggi kerajaan yang terdiri dari Rakryan Mapatih, Rakryan
Demung dan Rakryan Kanuruhan. Selain itu, ada pegawai-pegawai rendahan.
Untuk
menciptakan stabilitas politik dalam negeri, Kertanegara melakukan penataan di
lingkungan para pejabat. Orang-orang yang tidak setuju dengan cita-cita
Kertanegara diganti. Sebagai contoh, Patih Raganata (Kebo Arema) diganti oleh Aragani dan Banyak Wide dipindahkan ke Madura,
menjadi bupati Sumenep dengan nama Arya Wiraraja.
Kartanegara
berusaha memperluas kerajaan Singasari dengan gagasan Cakrawala Mandala. Pada
tahun 1275, Kertanegara mengirim pasukan ke Sumatra dengan Ekspedisi Pamalau.
Ia ingin menghadang pasukan Mongol yang berencana menggelar ekspansi. Selain
itu Singasari juga menaklukkan Pahang, Sunda, Bali, Bakulapura dan Gurun.
Kartanegara juga menjalin persahabatan dengan Raja Campa untuk menghalau
pasukan Mongol ke Jawa. Akan tetapi sebelum sampai ke Jawa, pasukan Mongol
sudah dihadang oleh Jayakatwang dari kerajaan Kediri. Dalam serangan ini pula
Kertanegara tewas besrta petinggi petinggi istana lainnya.[1]
Selain itu Kehidupan politik pada masa Kerajaan Singasari dapat kita
lihat dari raja-raja yang pernah memimipinya.Berikut ini adalah raja-raja yang
pernah memimpin Kerajaan Singasari.
1. Ken Arok
(1222–1227).
Pendiri Kerajaan Singasari ialah
Ken Arok yang menjadi Raja Singasari dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang
Amurwabumi.Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya
suatu dinasti baru, yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra
(Girindrawangsa). Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227). Pada
tahun 1227 Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken
Arok). Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa– Buddha.
2. Anusapati
(1227–1248).
Dengan meninggalnya
Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati.Dalam jangka
waktu pemerintahaannya yang lama,
Anusapati tidak banyak melakukan
pembaharuan-pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam.
Peristiwa kematian Ken Arok
akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken
Umang). Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga
diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa ( tempat kediamanan Tohjoyo) untuk
mengadakan pesta sabung ayam. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan
ayamnya, secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang
dibawanya dan langsung menusuk Anusapati.Dengan demikian, meninggallah
Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal.
3. Tohjoyo (1248)
Dengan meninggalnya
Anusapati maka takhta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo.Namun, Tohjoyo
memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama
Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya.Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan
para pengikutnya, Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian
menduduki singgasana.
4. Ranggawuni (1248–1268)
Ranggawuni naik
takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana
oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan
sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Ppemerintahan Ranggawuni
membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari.
Pada tahun 1254, Wisnuwardana
mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda)
dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari.Pada
tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi
Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa.
5. Kertanegara (1268–-1292).
Kertanegara adalah
Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk
menyatukan seluruh Nusantara.Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja
Sri Kertanegara. Dalam pemerintahannya, ia dibantu oleh tiga orang mahamentri,
yaitu mahamentri i hino, mahamentri i halu, dan mahamenteri i sirikan. Untuk
dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara, ia mengganti pejabat-pejabat yang
kolot dengan yang baru, seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani.
Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja.
Setelah Jawa dapat diselesaikan,
kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. Kertanegara mengirimkan utusan ke
Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai
Kerajaan Melayu. Hal ini ditandai dengan mengirimkan patung Amogapasa ke
Dharmasraya atas perintah raja Kertanegara.Tujuannya untuk menguasai Selat
Malaka.Selain itu juga menaklukkan Pahang, Sunda, Bali, Bakulapura (Kalimantan
Barat) dan Gurun (Maluku).Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan
dengan raja Champa, dengan tujuan untuk menahan perluasan kekuasaan Kublai Khan
dari Dinasti Mongol.Kublai Khan menuntut rajaraja di daerah selatan termasuk
Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan.Kertanegara menolak dengan melukai
utusannya yang bernama Mengki.Tindakan Kertanegara ini membuat Kublai Khan
marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirikan pasukannya ke Jawa.
Mengetahui sebagian besar pasukan
Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol, maka Jayakatwang
menggunakan kesempatanuntuk menyerangnya.Jayakatwang adalah keturunan Kertajaya
- Raja terakhir Kerajaan Kediri. Serangan dilancarakan oleh Jayakatwang dari
dua arah, yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah
selatan merupakan pasukan inti.Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin
langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan
Kertanagera berpesta pora dengan
para pembesar istana. Kertanagera beserta pembesarpembesar istana tewas dalam
serangan tersebut. Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil menyelamatkan
diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria
Wiraraja (Buapati Sumenep). Atas bantuan Aria Wiraraja, Raden Wijaya mendapat
pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang serta diberikan sebidang tanah yang
bernama Tanah Terik yang nantinya menjadi asal usul Kerajaan Majapahit.
Dengan gugurnya
Kertanegara pada tahun 1292, Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang.Ini
berarti berakhirlah kekuasan Kerajaan Singasari.Sesuai dengan agama yang
dianutnya, Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa-Buddha (Bairawa) di
Candi Singasari. Sedangkan arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog,
yang sekarang berada di Taman Simpang, Surabaya.
3. Kehidupan
Ekonomi Kerajaan Singasari
·
Kehidupan sosial ekonomi Kerajaan
Singasari berawal dari ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. Berkat
usahanya Ken Arok berhasil menggabungkan daerah disekitarnya.
·
Perhatian Ken Arok bertambah
besar ketika ia menjadi Raja Singasari.
·
Ketika masa pemerintahan
Anusapati kehidupan sosial masyarakat Singasari kurang mendapat perhatian.
·
Masa pemerintahan Wisnuwardhana
kehidupan sosial masyarakat teratur baik. Rakyat hidup dengan tentram dan
damai. Begitu juga masa pemerintahan Kertanegara.
·
Rakyat Kerajaan Singasari hidup
dari sektor pertanian, pelayaran dan perdagangan.[2]
Tidak banyak sumber prasasti dan berita dari negeri asing yang dapat memberi
keterangan secara jelas kehidupan perekonomian rakyat Singasari.Akan tetapi,
berdasarkan analisis bahwa pusat Kerajaan Singasari berada di sekitar Lembah
Sungai Brantas dapat diduga bahwa rakyat Singasari banyak menggantungkan
kehidupan pada sektor pertanian.Keadaan itu juga didukung oleh hasil bumi yang
melimpah sehingga menyebabkan Raja Kertanegara memperluas wilayah terutama
tempat-tempat yang strategis untuk lalu lintas perdagangan.
Keberadaan Sungai Brantas dapat juga digunakan sebagai sarana lalu
lintas perdagangan dari wilayah pedalaman dengan dunia luar.Dengan demikian,
perdagangan juga menjadi andalan bagi pengembangan perekonomian Kerajaan
Singasari.
4. Masa Kejayaan Kerajaan Singasari.
Puncak kejayaan Kerajaan Singasari
terjadi pada masa pemerintahan Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara.Kertanegara
berhasil melakukan konsolidasi dengan jalan menempatkan pejabat yang memiliki
kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya.Raja tidak segan-segan untuk mengganti
pejabat yang dipandang kurang berkualitas.Selain itu, raja juga melakukan
persahabatan dengan kerajaan-kerajaan besar, salah satunya dengan Kerajaan
Campa.Berkat politik pemerintahan yang dijalankan Kertanegara,
Singasari
berkembang menjadi salah satu kerajaan terkuat di Nusantara, baik dl bidang
perdagangan maupun militer.
Kehidupan
Ekonomi semenjak berdirinya kerajaan Singhasari tidak jelas diketahui. Akan
tetapi mengingat Singhasari berpusat di Jawa Timur yaitu ddi Tepi Sungai
Brants, kemungkinan masalah perekonomian tidak jauh berbeda dengan
Kerajaan-Kerajaan terdahulu, yaitusecara langsung rakyatnya ikut ambil bagian
dalam dunia pelayaran. Keadaan ini juga didukung oleh hasil bumi yang sangat
besar hasilnyabagi rakyat Jawa Timur.
Raja
kartanegara berusaha untuk menguasai jalur perdagangan di selat Malaka
pengusaan jalur pelayaran perdagangan atas Selat Malaka itu bertujuan untuk
membangun dan mengembangkan aktivitas perekonomian Kerajaanya. Dengan kata lain
Raja Kartanegara berusaha menarik perhatian para pedagang untuk melakukan
kegiatan diwilayah Kerajaan Singhasari.
Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya(kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dariKertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkanBali. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kartenagara. Nagakretama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari diluar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu, Bali, Pahang, Gurun dan Bakulapura.
Pahang terletak di Malaysia, Melayu terletak di Sumatra Brat. Gurun nama pulau di Indonesia bagian Timur, dan Bakulapura atau Tanjungpura terletak dibagian Barat daya Kalimantan dan Indonesia bagiaan Timur, seperti bagiaan lain dari kitab Ngaratama, kekuasaan Raja Kertanagara atas seluruh nusantara ini entah benar atau hanya simbolis, dinyatakan pula dlam prasasti yang tertera pad bagiab belakang tahun 1292. Dalam prasasti itu dikatakan bahwa area Bhattari Camundi itu diterbitkan pada waktu Sri Mharaja (Kertanegara) menang diseluruh wilayah dan menundukkan semuapulau-pulau lainya.
Tindakan raja Kertanaga untukmeluaskan kekuasaanya keluar Jawa itu rupa-rupanya didorongg oleh ancaman dari daratan cina,dimana sejak tahun 1260 berkuasa kaisar Shih-tsu khubilai Khan, yang pada tahun 1280 mendirikan dinasti yuan. Khubilai Khan egera memulai dengan memulai dengan meminta pengakuan kekuasaan dari Negara-nehara yang sebelumnya mengakui kekuasaan Raja-raja Cina sari dinasti Sung. Kalau tidak mau mengirim upeti dengan baik, mereka dengan kekuatan senjata. Demikian maka Birma, Kamboja dan Campa dikirimi utusan untuk menuntut pengakuan kekuasaan, kemuadiaan diserbu tentara Mongol karena Negara-negara tersebut tidak mau tunduk begitu saja meskipun serangan itu tidak selamanyaberhasil, tetapi Negara-negara itu memandang lebih aman untuk mengirimkan jug utusan dengan upeti kepada Khubilai Khan.
Jawa juga tidak luput dari incaran. Utusan Khubilai Khan mulai dating pada tahun 1280 dan 1281, menuntut adanya seorang Pangeran yang dikirim ke Cina sebagai tanda tunduk kepada Kekaisaran Yuan. Ancaman itulah yng mengubah penadangan raja Kertanagara kalau sebelumnya kekuasaaan Raja-raja di Jawa hanya diarahkan ke lingkungan pulau Jawa saja, maka untuk menghadapi Khubulai Khan yang hendak meluaskan kekausaana keluar daratan Cina sampai pulau-pulau seselatanya. Kertanagara haruslah memperluas wilayah mandalanya seampai ke luar pulau Jawa. Ia pun mengadakan hubungan persahabatan dengan Campa petunjuj tentang adanya hubungan itu redapat dalam prasasti PO sah dekat Phanrang yeng berangka tahun 1306, yang menyebutkan bahwa salah seorang permaisuri Raja Campa ialah putri dari Jawa bernama Tapasi.[3]
Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya(kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dariKertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkanBali. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kartenagara. Nagakretama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari diluar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu, Bali, Pahang, Gurun dan Bakulapura.
Pahang terletak di Malaysia, Melayu terletak di Sumatra Brat. Gurun nama pulau di Indonesia bagian Timur, dan Bakulapura atau Tanjungpura terletak dibagian Barat daya Kalimantan dan Indonesia bagiaan Timur, seperti bagiaan lain dari kitab Ngaratama, kekuasaan Raja Kertanagara atas seluruh nusantara ini entah benar atau hanya simbolis, dinyatakan pula dlam prasasti yang tertera pad bagiab belakang tahun 1292. Dalam prasasti itu dikatakan bahwa area Bhattari Camundi itu diterbitkan pada waktu Sri Mharaja (Kertanegara) menang diseluruh wilayah dan menundukkan semuapulau-pulau lainya.
Tindakan raja Kertanaga untukmeluaskan kekuasaanya keluar Jawa itu rupa-rupanya didorongg oleh ancaman dari daratan cina,dimana sejak tahun 1260 berkuasa kaisar Shih-tsu khubilai Khan, yang pada tahun 1280 mendirikan dinasti yuan. Khubilai Khan egera memulai dengan memulai dengan meminta pengakuan kekuasaan dari Negara-nehara yang sebelumnya mengakui kekuasaan Raja-raja Cina sari dinasti Sung. Kalau tidak mau mengirim upeti dengan baik, mereka dengan kekuatan senjata. Demikian maka Birma, Kamboja dan Campa dikirimi utusan untuk menuntut pengakuan kekuasaan, kemuadiaan diserbu tentara Mongol karena Negara-negara tersebut tidak mau tunduk begitu saja meskipun serangan itu tidak selamanyaberhasil, tetapi Negara-negara itu memandang lebih aman untuk mengirimkan jug utusan dengan upeti kepada Khubilai Khan.
Jawa juga tidak luput dari incaran. Utusan Khubilai Khan mulai dating pada tahun 1280 dan 1281, menuntut adanya seorang Pangeran yang dikirim ke Cina sebagai tanda tunduk kepada Kekaisaran Yuan. Ancaman itulah yng mengubah penadangan raja Kertanagara kalau sebelumnya kekuasaaan Raja-raja di Jawa hanya diarahkan ke lingkungan pulau Jawa saja, maka untuk menghadapi Khubulai Khan yang hendak meluaskan kekausaana keluar daratan Cina sampai pulau-pulau seselatanya. Kertanagara haruslah memperluas wilayah mandalanya seampai ke luar pulau Jawa. Ia pun mengadakan hubungan persahabatan dengan Campa petunjuj tentang adanya hubungan itu redapat dalam prasasti PO sah dekat Phanrang yeng berangka tahun 1306, yang menyebutkan bahwa salah seorang permaisuri Raja Campa ialah putri dari Jawa bernama Tapasi.[3]
5. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI
Kerajaan
Singasari mengalami keruntuhan oleh dua sebab utama, yaitu tekanan luar negeri
dan pemberontakan dalam negeri.Tekanan asing datang dari Khubilai Khan dan Dinasti
Yuan di Cina.Khubilai Khan menghendaki Singasari untuk menjadi taklukan
Cina.Sebagai orang yang mengambil gelar sebagai maharajadiraja, tentu
Kertanegara menolaknya.Penolakan itu disampaikan dengan cara menghina utusan Khubilai
Khan yang bernama Meng-chi.Sejak itu konsentrasi Kertanegara terfokus pada
usaha memperkuat pertahanan lautnya.Di tengah usaha menghadapi serangan dari
Kekaisaran Mongol, tiba-tiba penguasa daerah Kediri yang bernama Jayakatwang
melakukan pemberontakan.Kediri sebagai wilayah kekuasaan terakhir Wangsa
Isana, memang berpotensi untuk melakukan pemberontakan.Sebetulnya Kertanegara
telah memperhitungkannya, sehingga mengambil menantu Ardharaja, anak
Jayakatwang.Akan tetapi langkah Kertanegara ternyata tidak efektif.Pada tahun
1292 Jayakatwang menyerbu ibukota dan berhasil membunuh Kertanegara serta
menguasai istana sehingga runtuhlan Kerajaan Singasari.
6. PENINGGALAN KERAJAAN SINGASARI
1. Candi Singosari
Candi ini berlokasi di Kecamatan
Singosari,Kabupaten Malang dan terletak pada lembah di antara Pegunungan
Tengger dan Gunung Arjuna. Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama
serta Prasasti Gajah Mada yang bertanggal 1351 M di halaman komplek candi,
candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari
terakhir, Sang
Kertanegara, yang
mangkat(meninggal) pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang
yang dipimpin oleh Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai
dibangun.
2. Candi Jago
Arsitektur Candi Jago disusun
seperti teras punden berundak.Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya
tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar
petir.Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi
ini.Sengan keseluruhan bangunan candi ini tersusun atas bahan batu andesit.
3. Candi Sumberawan
Candi Sumberawan merupakan
satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Dengan jarak sekitar 6 km dari
Candi Singosari, Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari dan
digunakan oleh umat Buddha pada masa itu. Pemandangan di sekitar candi ini
sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya.
Keadaan inilah yang memberi nama Candi Rawan.
4. Arca Dwarapala
Arca ini berbentuk Monster dengan
ukuran yang sangat besar.Menurut penjaga situs sejarah ini, arca Dwarapala
merupakan pertanda masuk ke wilayah kotaraja, namun hingga saat ini tidak
ditemukan secara pasti dimanan letak kotaraja Singhasari.
5. Prasasti Manjusri
Prasasti Manjusri merupakan
manuskrip yang dipahatkan pada bagian belakang Arca Manjusri, bertarikh 1343,
pada awalnya ditempatkan di Candi Jago dan sekarang tersimpan di Museum
Nasional Jakarta
6. Prasasti Mula Malurung
Prasasti Mula Malurung adalah
piagam pengesahan penganugrahan desa Mula dan desa Malurung untuk tokoh bernama
Pranaraja. Prasasti ini berupa lempengan-lempengan tembaga yang diterbitkan
Kertanagara pada tahun 1255 sebagai raja muda di Kadiri, atas perintah ayahnya
Wisnuwardhana raja Singhasari.
Kumpulan lempengan Prasasti Mula
Malurung ditemukan pada dua waktu
yang berbeda. Sebanyak sepuluh
lempeng ditemukan pada tahun 1975 di dekat kota Kediri, Jawa Timur. Sedangkan
pada bulan Mei 2001, kembali ditemukan tiga lempeng di lapak penjual barang
loak, tak jauh dari lokasi penemuan sebelumnya. Keseluruhan lempeng prasasti
saat ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
7. Prasastri Singosari
Prasasti Singosari, yang
bertarikh tahun 1351 M, ditemukan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur
dan sekarang disimpan di Museum Gajah dan ditulis dengan Aksara Jawa. Prasasti
ini ditulis untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau candi pemakaman yang
dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada.Paruh pertama prasasti ini merupakan
pentarikhan tanggal yang sangat terperinci, termasuk pemaparan letak
benda-benda angkasa.Paruh kedua mengemukakan maksud prasasti ini, yaitu sebagai
pariwara pembangunan sebuah caitya.
8. Candi Jawi
Candi ini terletak di pertengahan
jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan.Candi
Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha,
namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja
terakhir Singhasari, Kertanegara.Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada
Candi Singhasari.Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang
merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.
9. Prasasti Wurare
Prasasti Wurare adalah sebuah
prasasti yang isinya memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah tempat
bernama Wurare (sehingga prasastinya disebut Prasasti Wurare).Prasasti ditulis
dalam bahasa Sansekerta, dan bertarikh 1211 Saka atau 21 November 1289.Arca
tersebut sebagai penghormatan dan perlambang bagi Raja Kertanegara dari
kerajaan Singhasari, yang dianggap oleh keturunannya telah mencapai derajat
Jina (Buddha Agung).Sedangkan tulisan prasastinya ditulis melingkar pada bagian
bawahnya.
10. Candi Kidal
Candi Kidal adalah salah satu candi warisan dari kerajaan
Singasari.Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar
Anusapati, Raja kedua dari Singhasari, yang memerintah selama 20 tahun (1227 -
1248).Kematian Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya sebagai bagian dari
perebutan kekuasaan Singhasari, juga diyakini sebagai bagian dari kutukan Mpu
Gandring.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kerajaan Singasari mengalami keruntuhan oleh
dua sebab utama, yaitu tekanan luar negeri dan pemberontakan dalam negeri.
Kerajaan singasari merupakan kerajaan
yang didirikan oleh ken arok,kemudian pendeta meminta bantuan kepada ken arok
untuk membantu memeberontak kerajaan Kediri dan segala sesuatu yang sudah di
siapkan oleh ken arok merekapergi ke wilyah kerajaan Kediri dan akhirnya wiayah Kediri pun menjadi beralih kepada
kekuaaan ken arok.Pada masa politik ketika kerajaan ken arok sudah di mulai
adanya bidang-bidang dalam berpolitik dan disana kerajaan adalah pejabat paling
tinggi,dan kerajaan memilih penasihat untuk membantu dalam pelaksaan mengurus
dalam urusan berpolitik.
Pada
masa ekonomi yang di jalankan ketika kerajaan singasari,ken arok mendapat
perhatian bagi pusat setempat karena ken arok telah menjadi kerajaan singasari.pada
masa kejayaan singasari Puncak kejayaan Kerajaan Singasari terjadi pada masa
pemerintahan Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara.Kertanegara berhasil melakukan
konsolidasi dengan jalan menempatkan pejabat yang memiliki kemampuan sesuai
dengan bidang.
Kehancuran
kerajaan singasari, Kerajaan Singasari mengalami keruntuhan oleh
dua sebab utama, yaitu tekanan luar negeri dan pemberontakan dalam negeri.tekanan yang di
lakukan oleh yuan china, pemberontakan oleh penguasa daerah Kediri yang bernama Jayakatwang.
Peninggalan kerajaan singasari,candi
singosari,candi cago,candi suberawan,arca dwarpala,prasasti manusari,prasasti
mulamarurung,prasasti singisari,candi jawi,prasasti wurare,dan candi kidal.
B. DAFTAR PUSTAKA
[1] http://lailameika13.blogspot.co.id/2015/03/kehidupan-politik-ekonomi-sosial-dan.html
3 maret 2018, 12:17 WIB
[3] https://situskerajaansingosari.weebly.com/masa-kejayaan-kerajaan-singhasari.html
03 maret 2018,12:45 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar