Jumat, 09 Maret 2018

MAKALAH KERAJAAN SINGASARI


KERAJAAN SINGASARI
Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Sejarah Indonesia sampai abad ke-14
Dosen pengampu Irma Ayu Kartika Dewi, S.Pd., M.A

                                                                  Disusun oleh :
         Slamet Miftahul Abror                :173231036
                                                Deva Oktavia                            :            
                                                Lisan Nulhasanah                       :173231039
                                                 Wahyu widyanmoko                 :
SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018




KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puja dan puji syukur kita kepada Allah swt, yang mana telah  melimpakan rahmat taufiq serta hidayahnya kepada kita semua. Serta  shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada nabi besar Muhammad saw, yang mana telah membawa kita dari zaman yang gelap gulita menuju zaman yang terang.
            Alhamdullilah akhirnya makalah ini selesai kami kerjakan. Makalah yang mengupas tentang sejarah kerajaan singasari, kerajaan yang besar yang raja pertamanya yakni ken arok yang awalnya dia hanya anak buangan yang gk jelas juntrungannya yang kemudian bisa berdiri menjadi seorang raja yang sangat besar. Dengan sebutan ken arok, yang sangat terkenal hingga saat ini. sebuah kisah sejarah yang sangat menarik. Dan kami ucapkan kepada dosen pembimbing kami yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat mendapat wawasan kami menjadi lebih luas. Dan kami menyadari bahwa makalah kami masih sangat jauh dari sempurna maka dari itu kami mohon maklum atas kekurangan kami. Dan saya ucapkan terimakasih
Surakarta, 28 Februari 2018












BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Kerajaan Singasari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang. Kerajaan Singasari (1222-1293) adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara yang didirikan oleh Ken Arok. Sejarah Kerajaan Singasari berawal dari daerah Tumapel, yang di kuasai oleh seorang akuwu (bupati). Letaknya di daerah pegunungan yang subur di wilayah Malang dengan pelabuhan bernama Pasuruan.   
Jadi,sangat menarik ketika dipelajari. Maka dari itu kami membuat makalah ini selain tujuan untuk tugas. 
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah awal berdirinya kerajaan singasari?
2.      Bagaimana kehidupan politik kerajaan singasari?
3.      Bagaimana kehidupan ekonomi kerajaan singasari?
4.      Bagaimana masa kejayaan kerajaan singasari?
5.      Bagaimana kerajaan singasari bisa runtuh?
6.      Apa saja peninggalan kerajaan singasari hingga saat ini?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui sejarah awal berdirinya kerajaan singasari.
2.      Mengetahui kehidupan politik kerajaan singasari.
3.      Mengetahui kehidupan ekonomi kerajaan singasari.
4.      Mengetahui masa kejayaan kerajaan singasari.
5.      Mengetahui kerajaan singasari bisa runtuh.
6.      Mengetahui peninggalan kerajaan singasari hingga saat ini.







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Awal Berdirinya Kerajaan Singasari
Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok.Asal usul Ken Arok tidak jelas.Menurut kitab Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang wanita tani dari Desa Pangkur (sebelah timur Gunung Kawi).Para ahli sejarah menduga ayah Ken Arok seorang pejabat kerajaan, mengingat wawasan berpikir, ambisi, dan strateginya cukup tinggi.Hal itu jarang dimiliki oleh seorang petani biasa.Pada mulanya Ken Arok hanya merupakan seorang abdi dari Akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ken Arok setelah mengabdi di Tumapel ingin menduduki jabatan akuwu dan sekaligus memperistri Ken Dedes (istri Tunggul Ametung). Dengan menggunakan tipu muslihat yang jitu, Ken Arok dapat membunuh Tunggul Ametung.Setelah itu, Ken Arok mengangkat dirinya menjadi akuwu di Tumapel dan memperistri Ken Dedes yang saat itu telah mengandung. Ken Arok kemudian mengumumkan bahwa dia adalah penjelmaan Dewa Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Hal itu dimaksudkan agar Ken Arok dapat diterima secara sah oleh rakyat sebagai seorang pemimpin.
Tumapel pada waktu itu menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Kediri yang diperintah oleh Raja Kertajaya atau Dandang Gendis. Ken Arok ingin memberontak, tetapi menunggu saat yang tepat. Pada tahun 1222 datanglah beberapa pendeta dari Kediri untuk meminta perlindungan kepada Ken Arok
karena tindakan yang sewenang-wenang dari Raja Kertajaya. Ken Arok menerima dengan senang hati dan mulailah menyusun barisan, menggembleng para prajurit, dan melakukan propaganda kepada rakyatnya untuk memberontak Kerajaan Kediri.
Setelah segala sesuatunya siap, berangkatlah sejumlah besar prajurit Tumapel menuju Kediri.Di daerah Ganter terjadilah peperangan dahsyat.Semua prajurit Kediri beserta rajanya dapat dibinasakan. Ken Arok disambut dengan gegap gempita oleh rakyat Tumapel dan Kediri. Selanjutnya, Ken Arok dinobatkan menjadi raja.Seluruh wilayah bekas Kerajaan Kediri disatukan dengan Tumapel yang kemudian disebut Kerajaan Singasari.Pusat kerajaan dipindahkan ke bagian timur, di sebelah Gunung Arjuna.

B.     Kehidupan Politik Kerajaan Singasari
Untuk menciptakan pemerintahan yang kuat dan teratur, Kertanegara telah membentuk badan-badan pelaksana. Raja sebagai penguasa tertinggi. Kemudian raja mengangkat penasihat yang terdiri atas rakryan i hino, rakryan i sirikan, dan rakryan i halu. Untuk membantu raja dalam pelaksanaan pemerintahan, diangkat beberapa pejabat tinggi kerajaan yang terdiri dari Rakryan Mapatih, Rakryan Demung dan Rakryan Kanuruhan. Selain itu, ada pegawai-pegawai rendahan.
Untuk menciptakan stabilitas politik dalam negeri, Kertanegara melakukan penataan di lingkungan para pejabat. Orang-orang yang tidak setuju dengan cita-cita Kertanegara diganti. Sebagai contoh, Patih Raganata (Kebo Arema) diganti oleh  Aragani dan Banyak Wide dipindahkan ke Madura, menjadi bupati Sumenep dengan nama Arya Wiraraja.
Kartanegara berusaha memperluas kerajaan Singasari dengan gagasan Cakrawala Mandala. Pada tahun 1275, Kertanegara mengirim pasukan ke Sumatra dengan Ekspedisi Pamalau. Ia ingin menghadang pasukan Mongol yang berencana menggelar ekspansi. Selain itu Singasari juga menaklukkan Pahang, Sunda, Bali, Bakulapura dan Gurun. Kartanegara juga menjalin persahabatan dengan Raja Campa untuk menghalau pasukan Mongol ke Jawa. Akan tetapi sebelum sampai ke Jawa, pasukan Mongol sudah dihadang oleh Jayakatwang dari kerajaan Kediri. Dalam serangan ini pula Kertanegara tewas besrta petinggi petinggi istana lainnya.[1]
Selain itu Kehidupan politik pada masa Kerajaan Singasari dapat kita lihat dari raja-raja yang pernah memimipinya.Berikut ini adalah raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Singasari.

1. Ken Arok (1222–1227).
Pendiri Kerajaan Singasari ialah Ken Arok yang menjadi Raja Singasari dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi.Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru, yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227). Pada tahun 1227 Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa– Buddha.

2. Anusapati (1227–1248).
Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati.Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama,
Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan-pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam.
Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa ( tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya, secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati.Dengan demikian, meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal.

3. Tohjoyo (1248)
Dengan meninggalnya Anusapati maka takhta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo.Namun, Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya.Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya, Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana.

4. Ranggawuni (1248–1268)
Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari.
Pada tahun 1254, Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari.Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa.

5. Kertanegara (1268–-1292).
Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara.Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Dalam pemerintahannya, ia dibantu oleh tiga orang mahamentri, yaitu mahamentri i hino, mahamentri i halu, dan mahamenteri i sirikan. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara, ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru, seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani. Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja.
Setelah Jawa dapat diselesaikan, kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu. Hal ini ditandai dengan mengirimkan patung Amogapasa ke Dharmasraya atas perintah raja Kertanegara.Tujuannya untuk menguasai Selat Malaka.Selain itu juga menaklukkan Pahang, Sunda, Bali, Bakulapura (Kalimantan Barat) dan Gurun (Maluku).Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja Champa, dengan tujuan untuk menahan perluasan kekuasaan Kublai Khan dari Dinasti Mongol.Kublai Khan menuntut rajaraja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan.Kertanegara menolak dengan melukai utusannya yang bernama Mengki.Tindakan Kertanegara ini membuat Kublai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirikan pasukannya ke Jawa.
Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol, maka Jayakatwang menggunakan kesempatanuntuk menyerangnya.Jayakatwang adalah keturunan Kertajaya - Raja terakhir Kerajaan Kediri. Serangan dilancarakan oleh Jayakatwang dari dua arah, yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti.Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan
Kertanagera berpesta pora dengan para pembesar istana. Kertanagera beserta pembesarpembesar istana tewas dalam serangan tersebut. Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja (Buapati Sumenep). Atas bantuan Aria Wiraraja, Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang serta diberikan sebidang tanah yang bernama Tanah Terik yang nantinya menjadi asal usul Kerajaan Majapahit.
Dengan gugurnya Kertanegara pada tahun 1292, Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang.Ini berarti berakhirlah kekuasan Kerajaan Singasari.Sesuai dengan agama yang dianutnya, Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa-Buddha (Bairawa) di Candi Singasari. Sedangkan arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog, yang sekarang berada di Taman Simpang, Surabaya.


3. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Singasari
·         Kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Singasari berawal dari ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. Berkat usahanya Ken Arok berhasil menggabungkan daerah disekitarnya.
·         Perhatian Ken Arok bertambah besar ketika ia menjadi Raja Singasari.
·         Ketika masa pemerintahan Anusapati kehidupan sosial masyarakat Singasari kurang mendapat perhatian.
·         Masa pemerintahan Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakat teratur baik. Rakyat hidup dengan tentram dan damai. Begitu juga masa pemerintahan Kertanegara.
·         Rakyat Kerajaan Singasari hidup dari sektor pertanian, pelayaran dan perdagangan.[2]
Tidak banyak sumber prasasti dan berita dari negeri asing yang dapat memberi keterangan secara jelas kehidupan perekonomian rakyat Singasari.Akan tetapi, berdasarkan analisis bahwa pusat Kerajaan Singasari berada di sekitar Lembah Sungai Brantas dapat diduga bahwa rakyat Singasari banyak menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.Keadaan itu juga didukung oleh hasil bumi yang melimpah sehingga menyebabkan Raja Kertanegara memperluas wilayah terutama tempat-tempat yang strategis untuk lalu lintas perdagangan.
Keberadaan Sungai Brantas dapat juga digunakan sebagai sarana lalu lintas perdagangan dari wilayah pedalaman dengan dunia luar.Dengan demikian, perdagangan juga menjadi andalan bagi pengembangan perekonomian Kerajaan Singasari.

4. Masa Kejayaan Kerajaan Singasari.

Puncak kejayaan Kerajaan Singasari terjadi pada masa pemerintahan Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara.Kertanegara berhasil melakukan konsolidasi dengan jalan menempatkan pejabat yang memiliki kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya.Raja tidak segan-segan untuk mengganti pejabat yang dipandang kurang berkualitas.Selain itu, raja juga melakukan persahabatan dengan kerajaan-kerajaan besar, salah satunya dengan Kerajaan Campa.Berkat politik pemerintahan yang dijalankan Kertanegara,
Singasari berkembang menjadi salah satu kerajaan terkuat di Nusantara, baik dl bidang perdagangan maupun militer.
            Kehidupan Ekonomi semenjak berdirinya kerajaan Singhasari tidak jelas diketahui. Akan tetapi mengingat Singhasari berpusat di Jawa Timur yaitu ddi Tepi Sungai Brants, kemungkinan masalah perekonomian tidak jauh berbeda dengan Kerajaan-Kerajaan terdahulu, yaitusecara langsung rakyatnya ikut ambil bagian dalam dunia pelayaran. Keadaan ini juga didukung oleh hasil bumi yang sangat besar  hasilnyabagi rakyat Jawa Timur.
Raja kartanegara berusaha untuk menguasai jalur perdagangan di selat Malaka pengusaan jalur pelayaran perdagangan atas Selat Malaka itu bertujuan untuk membangun dan mengembangkan aktivitas perekonomian Kerajaanya. Dengan kata lain Raja Kartanegara berusaha menarik perhatian para pedagang untuk melakukan kegiatan diwilayah Kerajaan Singhasari.
Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya(kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dariKertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 
1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkanBali. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kartenagara. Nagakretama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari diluar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu, Bali, Pahang, Gurun dan Bakulapura.
Pahang terletak di Malaysia, Melayu terletak di Sumatra Brat. Gurun nama pulau di Indonesia bagian Timur, dan Bakulapura atau Tanjungpura terletak dibagian Barat daya Kalimantan dan Indonesia bagiaan Timur, seperti bagiaan lain dari kitab Ngaratama, kekuasaan Raja Kertanagara atas seluruh nusantara ini entah benar atau hanya simbolis, dinyatakan pula dlam prasasti yang tertera pad bagiab belakang tahun 1292. Dalam prasasti itu dikatakan bahwa area Bhattari Camundi itu diterbitkan pada waktu Sri Mharaja (Kertanegara) menang diseluruh wilayah dan menundukkan semuapulau-pulau lainya.
Tindakan raja Kertanaga untukmeluaskan kekuasaanya keluar Jawa itu rupa-rupanya didorongg oleh ancaman dari daratan cina,dimana sejak tahun 1260 berkuasa kaisar Shih-tsu khubilai Khan, yang pada tahun 1280 mendirikan dinasti yuan. Khubilai Khan egera memulai dengan memulai dengan meminta pengakuan kekuasaan dari Negara-nehara yang sebelumnya mengakui kekuasaan Raja-raja Cina sari dinasti Sung. Kalau  tidak mau mengirim upeti dengan baik, mereka dengan kekuatan senjata. Demikian maka Birma, Kamboja dan Campa dikirimi utusan untuk menuntut pengakuan kekuasaan, kemuadiaan diserbu tentara Mongol karena Negara-negara tersebut tidak mau tunduk begitu saja meskipun serangan itu tidak selamanyaberhasil, tetapi Negara-negara itu memandang lebih aman untuk mengirimkan jug utusan dengan upeti kepada Khubilai Khan.
Jawa juga tidak luput dari incaran. Utusan Khubilai Khan mulai dating pada tahun 1280 dan 1281, menuntut adanya seorang Pangeran yang dikirim ke Cina sebagai tanda tunduk kepada Kekaisaran Yuan. Ancaman itulah yng mengubah penadangan raja Kertanagara kalau sebelumnya kekuasaaan Raja-raja di Jawa hanya diarahkan ke lingkungan pulau Jawa saja, maka untuk menghadapi Khubulai Khan yang hendak meluaskan kekausaana keluar daratan Cina sampai pulau-pulau seselatanya. Kertanagara haruslah memperluas wilayah mandalanya seampai ke luar pulau Jawa.  Ia pun mengadakan hubungan persahabatan dengan Campa petunjuj tentang adanya hubungan itu redapat dalam prasasti PO sah dekat Phanrang yeng berangka tahun 1306, yang menyebutkan bahwa salah seorang permaisuri Raja Campa ialah putri dari Jawa bernama Tapasi.[3]

5. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI
Kerajaan Singasari mengalami keruntuhan oleh dua sebab utama, yaitu tekanan luar negeri dan pemberontakan dalam negeri.Tekanan asing datang dari Khubilai Khan dan Dinasti Yuan di Cina.Khubilai Khan menghendaki Singasari untuk menjadi taklukan Cina.Sebagai orang yang mengambil gelar sebagai maharajadiraja, tentu Kertanegara menolaknya.Penolakan itu disampaikan dengan cara menghina utusan Khubilai Khan yang bernama Meng-chi.Sejak itu konsentrasi Kertanegara terfokus pada usaha memperkuat pertahanan lautnya.Di tengah usaha menghadapi serangan dari Kekaisaran Mongol, tiba-tiba penguasa daerah Kediri yang bernama Jayakatwang melakukan pemberontakan.Kediri sebagai wilayah kekuasaan terakhir Wangsa Isana, memang berpotensi untuk melakukan pemberontakan.Sebetulnya Kertanegara telah memperhitungkannya, sehingga mengambil menantu Ardharaja, anak Jayakatwang.Akan tetapi langkah Kertanegara ternyata tidak efektif.Pada tahun 1292 Jayakatwang menyerbu ibukota dan berhasil membunuh Kertanegara serta menguasai istana sehingga runtuhlan Kerajaan Singasari.
6. PENINGGALAN KERAJAAN SINGASARI
1. Candi Singosari
Candi ini berlokasi di Kecamatan Singosari,Kabupaten Malang dan terletak pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna. Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama serta Prasasti Gajah Mada yang bertanggal 1351 M di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang
Kertanegara, yang mangkat(meninggal) pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin oleh Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai dibangun.
2. Candi Jago
Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak.Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir.Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini.Sengan keseluruhan bangunan candi ini tersusun atas bahan batu andesit.
3. Candi Sumberawan
Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari, Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari dan digunakan oleh umat Buddha pada masa itu. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya. Keadaan inilah yang memberi nama Candi Rawan.
4. Arca Dwarapala
Arca ini berbentuk Monster dengan ukuran yang sangat besar.Menurut penjaga situs sejarah ini, arca Dwarapala merupakan pertanda masuk ke wilayah kotaraja, namun hingga saat ini tidak ditemukan secara pasti dimanan letak kotaraja Singhasari.
5. Prasasti Manjusri
Prasasti Manjusri merupakan manuskrip yang dipahatkan pada bagian belakang Arca Manjusri, bertarikh 1343, pada awalnya ditempatkan di Candi Jago dan sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta
6. Prasasti Mula Malurung
Prasasti Mula Malurung adalah piagam pengesahan penganugrahan desa Mula dan desa Malurung untuk tokoh bernama Pranaraja. Prasasti ini berupa lempengan-lempengan tembaga yang diterbitkan Kertanagara pada tahun 1255 sebagai raja muda di Kadiri, atas perintah ayahnya Wisnuwardhana raja Singhasari.
Kumpulan lempengan Prasasti Mula Malurung ditemukan pada dua waktu
yang berbeda. Sebanyak sepuluh lempeng ditemukan pada tahun 1975 di dekat kota Kediri, Jawa Timur. Sedangkan pada bulan Mei 2001, kembali ditemukan tiga lempeng di lapak penjual barang loak, tak jauh dari lokasi penemuan sebelumnya. Keseluruhan lempeng prasasti saat ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

7. Prasastri Singosari
Prasasti Singosari, yang bertarikh tahun 1351 M, ditemukan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan sekarang disimpan di Museum Gajah dan ditulis dengan Aksara Jawa. Prasasti ini ditulis untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada.Paruh pertama prasasti ini merupakan pentarikhan tanggal yang sangat terperinci, termasuk pemaparan letak benda-benda angkasa.Paruh kedua mengemukakan maksud prasasti ini, yaitu sebagai pariwara pembangunan sebuah caitya.
8. Candi Jawi
Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan.Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara.Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari.Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.
9. Prasasti Wurare
Prasasti Wurare adalah sebuah prasasti yang isinya memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah tempat bernama Wurare (sehingga prasastinya disebut Prasasti Wurare).Prasasti ditulis dalam bahasa Sansekerta, dan bertarikh 1211 Saka atau 21 November 1289.Arca tersebut sebagai penghormatan dan perlambang bagi Raja Kertanegara dari kerajaan Singhasari, yang dianggap oleh keturunannya telah mencapai derajat Jina (Buddha Agung).Sedangkan tulisan prasastinya ditulis melingkar pada bagian bawahnya.
10. Candi Kidal
Candi Kidal adalah salah satu candi warisan dari kerajaan Singasari.Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati, Raja kedua dari Singhasari, yang memerintah selama 20 tahun (1227 - 1248).Kematian Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya sebagai bagian dari perebutan kekuasaan Singhasari, juga diyakini sebagai bagian dari kutukan Mpu Gandring.











                                                                                                                                                                                       

BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Kerajaan Singasari mengalami keruntuhan oleh dua sebab utama, yaitu tekanan luar negeri dan pemberontakan dalam negeri.
Kerajaan singasari merupakan kerajaan yang didirikan oleh ken arok,kemudian pendeta meminta bantuan kepada ken arok untuk membantu memeberontak kerajaan Kediri dan segala sesuatu yang sudah di siapkan oleh ken arok merekapergi ke wilyah kerajaan Kediri dan akhirnya  wiayah Kediri pun menjadi beralih kepada kekuaaan ken arok.Pada masa politik ketika kerajaan ken arok sudah di mulai adanya bidang-bidang dalam berpolitik dan disana kerajaan adalah pejabat paling tinggi,dan kerajaan memilih penasihat untuk membantu dalam pelaksaan mengurus dalam urusan berpolitik.
            Pada masa ekonomi yang di jalankan ketika kerajaan singasari,ken arok mendapat perhatian bagi pusat setempat karena ken arok telah menjadi kerajaan singasari.pada masa kejayaan singasari Puncak kejayaan Kerajaan Singasari terjadi pada masa pemerintahan Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara.Kertanegara berhasil melakukan konsolidasi dengan jalan menempatkan pejabat yang memiliki kemampuan sesuai dengan bidang.
            Kehancuran kerajaan singasari, Kerajaan Singasari mengalami keruntuhan oleh dua sebab utama, yaitu tekanan luar negeri dan pemberontakan dalam negeri.tekanan yang di lakukan oleh yuan china,  pemberontakan oleh penguasa daerah Kediri yang bernama Jayakatwang.
            Peninggalan kerajaan singasari,candi singosari,candi cago,candi suberawan,arca dwarpala,prasasti manusari,prasasti mulamarurung,prasasti singisari,candi jawi,prasasti wurare,dan candi kidal.

B.    DAFTAR PUSTAKA                           


                       


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...