Disusun Oleh:
David Khoiri Azhar 163231037
Salma Tiara Rahmani 163231062
PROGRAM STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN BAHASA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mencintai tahtanya maka sebagai tanda simpatinya beliau kirimkan hadiah kepada Rasulullah SAW.Maka dengan restu Khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M).
Setelah pintu masuk Islam terbuka lewat Mesir. Mulailah muncul beberapa kerajaan Islam di Afrika. Kerajaan-kerajaan ini banyak mengadopsi budaya Timur tengah. Mereka berbentuk seperti kesultanan. Lalu beberapa kerajaan ini juga mencoba membebaskan negara-negara lain di Afrika yang pada saat itu ditindas pemerintahan Bizantium. Hingga akhirya Islam mulai berkembang di berbagai kawasan Afrika.
Pembahasan mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Afrika mencakup beberapa wilayah negara yaitu Mesir, Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Nigeria, Mali, Pantai Gading, Sudan, Ethiopia, Kenya, Zambia dan lain-lainnya. Namun pada makalah ini kami akan membahas Islam di Maroko dan Libya, mulai dari proses masuknya Islam di Maroko dan Libya hingga gerakan oposisi di Maroko dan Libya.
Rumusan Masalah
Bagaimana Proses masuknya Islam di Maroko dan Libya?
Bagaimana Gerakan oposisi di Maroko dan Libya?
BAB II
PEMBAHASAN
Proses Masuknya Islam Di Maroko dan Libya
Maroko
Maroko adalah negeri yang memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Afrika Utara. Yang tak kalah pentingnya, negeri berjuluk ‘Tanah Tuhan’ itu merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Spanyol, Eropa. Dari Maroko inilah Panglima tentara Muslim, Tariq bin Ziyad menaklukan Andalusia dan mengibarkan bendera Islam di daratan Eropa.
Maroko memasuki babak baru setelah Islam menancapkan benderanya di wilayah Afrika Utara. Ajaran Islam tiba di Maroko pada 683 M. Adalah pasukan yang dipimpin Uqba Ibnu Nafi — seorang jenderal dari Dinasti Umayyah — yang kali pertama membawa ajaran Islam ke wilayah itu. Islam benar-benar menguasai Maroko pada tahun 670 M.
Setelah Maroko jatuh ke dalam genggaman Dinasti Umayyah, Musa bin Nusair mengangkat Tariq bin Ziyad untuk memerintah Maroko. Dari wilayah itulah, Tariq bin Ziyad menyeberangi selat antara Maroko dan Eropa menuju ke gunung yang dikenal dengan Jabal Tariq (Gibraltar). Maroko menjadi wilayah penyangga bagi umat Islam untuk melakukan ekspansi ke daratan Spanyol, Eropa.
Maroko modern pada abad ke-7 M merupakan sebuah wilayah Barbar yang dipengaruhi Arab. Bangsa Arab yang datang ke Maroko membawa adat, kebudayaan dan ajaran Islam. Sejak itu, bangsa Barbar pun banyak yang memeluk ajaran Islam. Ketika kekuasaan Dinasti Umayyah digulingkan Dinasti Abbasiyah, Maroko pun menjadi wilayah kekuasaan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad.
Pada masa kepemimpinan Abu Ya’kub Yusuf bin Abdul Mu’min (1163 M – 1184 M), kota Marrakech menjadi salah satu pusat peradaban Islam dalam bidang sains, sastra, dan menjadi pelindung kaum Muslimin untuk mempertahankan Islam dari serangan dan ambisi Kristen Spanyol. Dinasti ini juga ikut membantu Salahudin Al-Ayubi melawan tentara Kristen dalam Perang Salib.
Pasca runtuhnya kekuasaan Dinasti Al-Muwahhidun, Maroko dikuasai beberapa dinasti seperti; Dinasti Marrin, Dinasti Wattasi (1420 M – 1554 M), Syarifiyah Alawiyah (1666 M), Abdul Qadir Al-Jazairy (1844 M), dan Sultan Hasan I (1873 M – 1894 M).
Libya
Libya adalah Negara republik rakyat yang terletak di tepi laut tengah Afrika utara. Rebublik ini termasuk Negara nomor empat terluas di benua afrika. Sebelah selatan berbatasan dengan Chad, sebelah barat dengan Aljazair , barat laut dengan Tunisia, barat daya dengan Niger, timur dengan Mesir dan tenggara dengan sudan. Luas: 1.757.000 km,2. Jumlah penduduk: 4.206.000 (1990). Kepadatan penduduk: 2,4/km2. ibukota: Tripoli. Bahasa resmi adalah bahasa Arab. Agama: Islam (97 persen, merupakan agama resmi): lain-lain (3 persen). Satuan mata uang adalah Dinar Libya (LD).
Serangkaian invasi pada abad ke-7 menimbulkan proses Arabisasi dan Islamisasi penduduk negeri di sekitar dataran benua Afrika utara, tetapi tetapi hal ini tidak diiringi pembentukan rejim yang memusat. Otoritas Almohad bersifat nominal (sekedar nama; Mamluk Mesir bersekutu dengan suku-suku di Cyrenaica sehingga mengantarkan klaim mereka sebagai menguasa nereni di dataran Afrika Utara tersebut.. Klaim ini diwarisi oleh Usmani yang menaklukkan Mesir pada tahun 1517 dan Tripoli pada tahun 1551. sejak tahun 1551-1711 tripoli diperintah oleh pasha usmani dan tentara Jenisari Pemerintahan Usmani juga mendirikan rezim pertama di wilayah Tripolitania, cyrenaica, dan fezzan yang mana pada masa modrn ini Negara-negara tersebut membentuk sebuah Negara yang dikenal sebagai Negara libya.
Wilayah libiya, sepanjang sejarahnya banyak mengalami masa pendudukan dari luar; Phoenician, Carthagin Romawi, yunani, Fandals, Byzantines. sementara itu Islam masuk ke Libya lewat penaklukan tentara Islam dari Arab pada abad ke-7 masehi. Islam kemudian diterima dengan sukarela oleh masyarakat libiya, bahkan mayoritas rakyat Libya beragama Islam dan mengadopsi bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari rakyat Libya. Sampai abad ke-16 Libiya masih merupakan bagian dari khalifah Ustmaniyah. Tahun 1911 Tentara Itali masuk ke Libiya dan menjadikannya sebagai salah satu daerah koloninya. Pada tahun 1943 Itali maengadopsi nama Libya (nama yang digunakan oleh orang Yunani untuk maenyebut daerah Afrika Utara, kecuali Inggris) sebagai nama resmi daerah koloninya. Wilayah libiya meliputi propinsi Cyrenaica, Tripoltania, dan Fezzan. Raja Idris, pemimpin daerah Cyrenaica, memimpin perlawanan rakyat Libiya terhadap penjajah Itali sepanjang perang dunia I dan II.
Dari tahun 1943 sampai 1951 Tripolitania dan Cyrenaica berada di bawah jajahan Inggris sementara Fezzan berada di bawah pengontrolan penjajah Prancis,. Tahun 1944, raja Idris kembali dari pengasingannya di kairo, mesir, dan kembali di Cyrenaica. Di bawah perjanjian damai dengan sekutu Itali menarik diri dari Libiya. Pada tanggal 21 Nopember 1949, sidang umum PBB mengeluarkan resolusi yang mengumumkan Libiya harus menjadi Negara merdeka sebelum tanggal 1 Januari 1952. Raja Idris saat itu mewakili Libya dalam negosiasi PBB. Ketika Libya merdeka tanggal 24 Desember 1951, Libya merupakan Negara pertama di dunia yang merdeka di bawah desakan PBB. Libya memproklamasikan diri sebagai Negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Raja Idris. Berkat penemuan sumber minyak tahun 1959, Libya menjadi Negara kaya di dunia dilihat dari perkapita GDP-nya. Padahal sebelumnya, Libya merupakan Negara miskin.
Sebelumnya, dalam bidang ekonomi Libya mengandalakan sector pertanian seperti jelai (makanan rakyat), kurma, zaitun, dan buah-buahan peras. Meskipun banyak mengalami kerugian akibat embargo yang diterapkan PBB, ekonomi Libya relative tetap stabil. Hal ini karena Libya masi biya mempertahankan volume eksport minyaknya sekitar1,5 juta barel perhari. Minyak merupakan 90 persen sumber devisa Negara ini. Tentu saja, minyak libya mengundang perusahan-perusahan kapitalis yang haus minyak.
Raja Idris memerintah Libya sampai tanggal 1 September 1969. lewat kudeta militer. Rezim baru Libya dipimpin oleh dewan komando revolusi yang membubarkan sistem monarki dan memproklamasikan Negara Republik Arab yang baru.
Kolonel Muammar khadafi menjadi pimpinan dewan komando revolusi yang secara defakto sekaligus sebagai pemimpin Negara Libya. Lewat dewan komando revolusi ini, terjadilah perubahan arah Negara Libya. Dengan moto, kebebasan, sosialisme, dan persatuan, Libya bersemangat untuk melepaskan diri dari keterbelakangan, mengambil peran aktif dalam kasus Palestina, mempromosikan persatuan Arab, serta menekankan kebijakan domestic yang berdasarkan kesejahteraan sosial, non –eksploitasi dan pendistribusian kesejahteraan yang sama. Saat itu juga, pemerintah baru ini maenuntut pengunduran diri seluruh instalasi militer asing di Libya. Sejak mengambil alih pada tahun 1969 lewat kudeta militer, Kolonel Muammar Khadafi telah membentuk sistim polotiknya sendiri, yang diklaimnya sebagai gabungan dari sosialismae dan Islam, yang disebut oleh Khadafi sebagai teori internasional ketiga (the third internationale theory). Kadafi membentuk dirinya sebagai pemimpin revolusi.
Gerakan oposisi
Libya
Gerakan Sanusyyah: Kerajaan Libya
Gerakan tareqat Sanusyyah dibentuk pada tahun 1837 oleh Muhammad bin Ali al-Sanusyyah (1787-1859), yang dilahirkan di Al-Jazair tepatnya di al-Wasitah dekat mustaghanim. Dia adalah salah seorang keturunan nabi dari Al-Hasan, anak laki-laki dari fatimah. nama lengkapnya adalah Al-Sanusi Al-Khattab Al-Hasani. Pendiri gerakan tarekat ini telah mempelajari berbagai ilmu agama dan bahkan pernah bergabung dengan gerakan-gerakan terkait lannya yang ada di Afrika Utara.
Tidak puas dengan ilmu-ilmu yang telah dipelajari di daerah kelahirannya seperti ilmu Al-Qur'an , Tauhid, dan fiqih, dia kemudian meninggalkan kota kelahirannya untuk memperdalam ilmu-ilmu yang sudah dimiliki. Dia pergi menuju kota Fas untuk mempelajari tafsir Al-Qur'an , Hadits , sejarah dan ilmu-ilmu tradisional lainnya di mesjid dan universitas Karawiyyin.
Gerakan Sanusyyah dibentuk dengan tujuan untuk menyatukan ikhwanul muslimin yang ada dan untuk menyebar luaskan dan merevitalisasikan Islam. Bahkan ditegaskan bahwa Gerakan Sanusyyah dibentuk untuk menghindari dan mempertahankan Islam dari agresi bangsa asing. Untuk tujuan ini, gerakan sanusiah memilih daerah terpencil yaitu; Cyrenaica, satu daerah yang berada diluar pengaruh bangsa Eropa dan hanya secara nominal dibawah rezim Usmanyyah.
Dengan demikian tempat tersebut di atas cukup cocok untuk suatu gerakan keagamaan. Pondok-pondok Sanusyyah menjadi pusat misi dan pendidikan agama Islam dan juga menjadi perkampungan, pertanian dan perdagangan. Pondok-pondok itu dihubungkan dengan rute-rute perdagangan. Selama hampir sembilan dasawarsa, Gerakan Sanusyyah memiliki asas Islam yang kuat, yang memadukan unsur-unsur ekonomi dan agama. Tersebar di sepanjang wilayah Cyrenaica, Fazzan dan sebagian wilayah dari orang-orang badui setempat. Ini akibat usaha gerakan menggalang persaudaraan di kalangan mereka. Mendapat otoritas untuk urusan kerjasama niaga, menjadi mediator dalam berbagai konflik, dan untuk urusan-urusan pengajaran agama dan representasi politik.
Thariqat ini secara progresif mendapatkan otoritas semi politik dikalangan masyarakat badui di wilayah ini melalui negosiasi kerjasama dibidang perdagangan, melalui peran mediasi perselisihan, dan melalui pengadaan tugas-tugas perkotaan seperti pengajaran keagamaan, pertukaran barang produksi, darma bakti, dan perwakilan politik.
PBB tahun 1951 menetapkan seorang pemimpin Sanusyyah, Amir Idris menjadi raja dan memerintah negeri ini atas dasar legitimasi keagamaan keluarganya dan atas dasar pengabdiannya dalam perjuangan melawan pemerintahan asing, bila pada akhir abad ke-19 gerakan Sanusyyah telah mampu membangun satu koalisi kesukuan yang cukup luas, sebelah barat Mesir dan Sudan. Pada awal abad ke-20, hanya beberapa ulama di pusat perkotaan yang berpotensi menjadi ancaman bagi hegemoni Sanusyyah. Meskipun kepemimpinan Sanusyyah akhirnya beralih ke Mesir, penggantinya Syekh Umur Al-Mukhtar meneruskan perjuangan melawan Italia hinga tahun 1927, perjuangan Sanusyyah tidak berhenti, gerakan ini menjalin persekutuan dengan Inggris dalam perang dunia II dengan tujuan agar Libya lepas dari pengawasan Italia. Selanjutnya libya sebagai sebuah kerajaan, diproklamasikan pada tahun 1951, dan raja Idrus Al-Sanusyyah, cucu dari pendiri gerakan Sanusyyah sebagai raja pertama Libya.
Tarikat Sanusiah berusaha menyatukan seluruh umat muslim dalam persaudaraan, bahkan juga memberikan konstribusi bagi penyebaran dan revitalisasi Islam. Tujuan dakwanya telah mengantarkan Al-Sanusyyah ke cyrenaiica, disinilah ia mendirikan sejumlah jawiah sebelum kematiannya pada tahun 1859. jawiah sanusiah tersebut menjadi pusat-pusat misi dan pengajaran keagamaan, bahkan juga menjadi pemukiman pertanian dan perdagangan. Jawiah Sanusyyah tersebut, yang mengembangkan sejumlah rute perdagangan yang menghubungkan Cyrenaica dengan Kufrah dan Waday, turut membantu dalam menggorganisir karafan dan perdagangan.
Dalam perjalanan kepemimpinan Raja Idris dalam memimpin Libya dipandang kurang akomodatif dan aspiratif terhadap berbagai kemauan rayatnya terutama dari kalangan generasi muda Libya.
Ini menyebabkan dia tidak sanggup mengghadapi tuntutan generasi muda yang terimbas oleh perasaan nasionalisme yang sedang tumbuh dan oleh perkembangan ekonomi minyak yang begitu fenomenal semenjak pemasarannya pada tahun 1961. Akhirnya pada tahun 1969 Khadafi melakukan kudeta terhadapnya.
Pada tahun 1973 revolusi Libya mengalami perubahan yang sangat radikal, dengan memberhentikan sejumlah pejabat, dan musuh-musuh politiknya yang potensial dan membentuk komite untuk menjalankan pemerintahan negara, sekolah, dan sejumlah perusahaan besar. Pada akhir dekade 1970 negara mengambil alih kekuasaan atas seluruh fungsi ekonomi yang penting. dampak politik populisme ini adalah penghapusan seluruh pusat kekayaan independent dan pembentukan sebuah sistem pengedalian terhadap fungsionari publik sehingga meminimalkan prospek oposisi terhadap Khadafi. Khadafi sangat terkenal sebagai tokoh idiologi arab dan islam radikal. Doktrin revolisionernya yang pertama merupakan kopi dari idiologi naseria dan ba'thiyah dan menyerukan persatuan arab menentang kolonialisme dan zionisme dan kepemimpinan bangsa libya dalam menggalang persatuan dan perjuangan arab dalam menggahadapi Israel.
Gerakan Khadafi dan Islam Libya
Di mata barat khususnya As, Libya di bawa kepemimpinan muamar Khadafi merupakan sosok Negara teroris. Kasus-kasus terorisme kerap dikaitkan dengan Khadafi. Libya termasuk dalam daftar negara sponsor terorisme internasional versi AS, antara lain karena kebijakan pemerintahan Khadafi yang menyokong apa yang disebutnya; gerakan-gerakan pembebasan di sejumlah negara. Sejak berkuasa tahun 1969, Khadafi telah membantu gerakan pembebasan sekitar 45 negara , antara lain pemberontakan di Chad dengan mengirim legion Islam yang dilatih di Libya,
gerilyawan muslim moro di Filipina, dan tentara republik Irlandia tiap tahun, Khadafi bahkan menggelar konfrensi gerakan-gerakan pembebasan sedunia alias pertemuan tahunan para aktifis kelompok-kelompok pergerakan radikal di Tripoli,ibu kota Libya.
Pada awal tahun 1970 Khadafi menambahkan satu dimensi baru dalam pandangan teoritisnya dimana ia mengusulkan misi Arab Islam sebagai memproklamirkan sebuah skripturalisme Islam yang ektrem di mana Al-Qur'an dijadikan satu-satunya sumber otoritas bagi rekonstruksi masyarakat Islam, namun hal yang sama tidak diberlakukan terhadap hadits nabi Muhammad. Skripturalisme Islam sejalan dengan populisme yang menghancurkan otoritas ulama, syaikh sufi, kalangan birokrat dan teknokrat, dan menjadikan Khadafi sendiri sebagai figure sentral dalam versi modernisme islamiah. Demikian juga moralitas Al-Qur'an di libya mengharamkan praktik perjudian , alkohol dan bentuk —bentuk kejahatan barat yang sedang menggejala.
Khadafi selama ini senantiasa memberangus aktifitas keislaman yang mengancamnya dengan berbagai cara antara lain lewat eksekusi, penghancuran rumah , dan hukuman massal. Dia sendiri memiliki hari istimewa untuk menggantung mahasiswa yang dianggapnya melawan dirinya di dalam kampus, yakni setiap tanggal 7 april setiap tahunnya.
Anggapan bahwa Khadafi merupakan cerminan perlawanan ideologi Islam jelas sangat keliru. Khadafi sesungguhnya tidak lebih dari pada penganut idiologi sosialisme. Namun demikian, sama seperti pemimpin sosialis Arab lainnya, Khadafi memanipulasi Islam untuk mendapat dukungan dari rakyat libya yang mayoritas muslim. Bahkan, Khadafi banyak melakukan pembantaian terhadap aktifis Islam yang dia anggap mengancam kedudukannya.
Untuk menampakkan citra Islamnya, Khadafi memberangus seluruh peninggalan kolonial Kristen eropa di Libya, gereja-gereja ditutup, aktifitas misionaris dilarang, serta basis-basis militer dan amerika dan Inggris ditutup. Khadafi juga menerapkan sebagian hukum Islam seperti melarang meminum alcohol dan penutupan tempat hiburan malam.
Pemikiran sosialisme lebih tampak pada saat ia menerbitkan buku hijau. Buku ini tidak jauh berbeda dengan buku merahnya Mao Tse-tung. Buku ini sendiri terdiri dari 3 jilid: The solution to-the-problem of democeracey (1975), the solution of the economic problem: socialism (1977), dan social basis of the third international theory (1979). Khadafi kemudian menjadikan buku ini sebagai bacaan wajib bagi rakyat libya yang diajarkan di sekolah-sekolah. Khadafi sering mengatakan bahwa bukunya itu didasarkan pada nilai-nilai Islam. Bahkan, dia menyatakan bahwa kaum muslimin harus berpegang teguh pada al-Qur,an. Padahal bukunya itu justru memberikan pemecahan yang tidak sesuai dengan Islam. Dalam politik, ia memberikan solusi demokrasi, padahal ide demokrasi yang mendasarkan diri pada kedaulatan rakyat brertentangan dengan Islam. Khadafi sendiri, dalam prakteknya adalah seorang diktator. Sementara itu, dalam ekonomi justru dia memberikan solusi sosialisme yang bertentangan dengan Islam.
Permusuhan AS dan sekutunya terhadap Libya sendiri telah berlangsung sejak Khadafi mengambil alih kekuasaan melalui kudeta tak berdarah terhadap Raja Idris I pada 1 september 1969. Awal ketegangan hubungan AS-Libya adalah ketika Khadafi memaksa AS membongkar pangkalan militernya di Wheelus Fied bulan juni 1970, setelah tiga bulan sebelumnya mengusir tentara Inggris dari pangkalan militernya di Tobruk. Hal itu dilakukan Khadafi dalam rangka menjadikan Libya sebagai wilayah bebas dan berdaulat untuk selamanya.
Tindakan Khadafi mempermalukan sang Negara adikuasa (AS) tersebut tentu saja menimbulkan amarah dan dendam dari Washington, apalagi tindakan tidak bersahat Khadafi terhadap Barat tidak berhenti sampai di sana. Dalam tahun 1970 itu,Khadafi juga menyita harta benda dan mengusir sekatar 25.000 pemukim Yahudi dan Italia serta menasionalisasi beberapa perusahaan minyak asing. Hubungan AS-Libya semakin buruk ketika AS menghentikan bantuan militernya ke Libya, ditandatanganinya perjanjian persahabatan Libya-Uni Soviet (1973), diusirnya para diplomat Libya dari Washington (1981). Barat kian membenci ketika ia berobsesi mewujudkan “persatuan Arab”yang di mata Barat berarti”persekutuan dunia Islam” Khadafi pernah berupayah membangun federasi dengan Mesir, Sudan, dan Suriah (1969-1970), lalu dengan mesir saja (1973), Tunisia (1974) Suriah (1980), Chad (1980-1981), dan Maroko (1985).
Sejauh ini, Khadafi tampak tetap tegar dalam posisinya sebagai penguasa Libya, meski badai ancaman pendongkelan kekuasaannya datang dari berbagai penjuru. Secara internal, kemungkinan kudeta terhadap Khadafi semakin membara, terutama dari kalangan militer yang tidak puas atas kebijakan Khadafi selama ini. Belum lagi ancaman dari berbagai kelompok oposisi yang hampir semuanya berbasis di luar negeri (Khadafi melarang adanya kelompok oposisi).
Meskipun Khadafi dianggap musuh, namun di sisi lain, ia pun dianggap “sekutu” oleh barat karna ternyata ia pun melakukan hal yang menyenangkan Barat, yaitu membasmi gerakan Islam. Khadafi tidak mentolerir adanya gerakan Islam. Kekuatan militer kerap digunakan Khadafi untuk menumpas habis para aktivis gerakan Islam. Bentrok senjata antara pasukan pemerintah dan para aktivispun kerap terjadi, terutama pada awal tahun 1989.
Tahun 1987 muncul organisasi Jihad Islam dan Hizbullah. Khadafi pun tetap mengahadapinya dengan bahasa kekerasan. Enam anggota Jihad digantung dan diprosesnya di siarankan TV Libya ke seluruh negeri. Dua tahun kemudian para aktivis gerakan Islam bergabung dan melakukan pemberontakan di Universitas Al-Fatah. Lagi-lagi diatasi dengan kekuatan militer.
Khadafi bukanlah sosok Islami yang hendak menegakan syariat Islam dan Libya bukanlah Negara fundamentalis Islam sebagaimana sering dikatakan media masa Barat. Khadafi berpaling ke Islam hanya demi peningkatan legitimasi kekuasaannya dan untuk menyebarkan pengaruhnya di dunia Arab dan Muslim. “Politik Islam” Khadafi tertuang dalam buku hijau yang mempromosikan sosialisme Arab atas nama Islam.. Buku hijau ini menggantikan peran syariat Islam. Al-Quran hanya dibatasi untuk kehidupan pribadi (seperti Shalat,Puasa,Zakart), sedangkan buku hijau mengatur politik dan masyarakat.
Libya di bawah kepemimpinan Khadafi di manfaatkan Barat untuk mendiskreditkan Islam. Identifikasi awal Libya sebagai sebagai Negara fundamentalis Islam karena seruan-seruan Khadafi tentang kembali ke jalan Islam, antik kolonialisme Barat, dan penghancuran Israel menjadikan Khadafi dan terorisme diidentikan dengan Islam dan semua aktivis Islam disamakan dengan radikalisme dan ekstremesme.
B. Maroko
Sahara Barat adalah wilayah yang berada di kawasan Afrika Utara. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Mauritania, Maroko, dan Aljazair. Dan hingga saat ini wilayah Sahara Barat belum memiliki pemerintahan yang sah. PBB mempunyai kontrol penuh di daerah ini karena belum ada pemerintahan yang sah dan dilegitimasi di wilayah ini. Di Sahara Barat terdapat organisasi Frente pular de Liberación de Saguia y el Hamra Ri o de Oro yang secara resmi dibentuk pada 10 mei 1973. Polisario ini awalnya dibentuk sebagai gerakan perlawanan mesyarakat Sahrawi terhadap kekuatan kolonial Spayol. Tetapi setelah Spanyol pergi, tujuan Polisario berubah menjadi memperjuangkan kemerdekaan Sahara Barat dan menolak integrasi Sahara Barat ke Maroko.
Polisario adalah kelompok yang mengklaim sebagai pemilik sah Sahara Barat atau Provinsi Sahara milik Kerajaan Maroko. Polisario didirikan di kamp Tindouf yang berada di kawasan barat daya Aljazair dekat perbatasan dengan Maroko. Dewasa ini gerakan separatisme telah menjamur di beberapa negara, mulai dari polemik agama, masalah kebangsaan, perbedaan pandangan, perbedaan cara berfikir, bahkan yang paling parah adalah perbedaan kepentingan yang mengatasnamakan suatu perubahan sehingga menghalalkan berbagai cara dalam mencapai tujuan dari gerakan mereka. Gerakan separatis biasanya berbasis nasionalisme atau kekuatan religius. Selain itu, separatisme juga bisa terjadi karena perasaan kurangnya kekuatan politis dan ekonomi suatu kelompok.
Gerakan separatisme Front Polisario tersebut muncul di Sahara Barat, dimana Sahara Barat adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan merupakan salah satu negara yang memiliki lahan perikanan terbaik di dunia, namun Sahara Barat merupakan salah satu negara yang paling jarang dihuni di dunia, bahkan beberapa data mencatat bahwa Sahara Barat merupakan negara yang paling rendah tingkat penduduknya.
Hingga saat ini sebagian besar wilayah Sahara Barat dibawah kontrol Maroko yang terbagi menjadi beberapa provinsi dan dianggap sebagai bagian integral dari kerajaan. Pemerintah Republik Demokratik Arab Sahrawi memproklamirkan diri sebagai bentuk partai tunggal dari sistem parlementer dan presidensial, akan tetapi menurut konstitusi, ini akan berubah menjadi sitem multipartai jika telah mencapai kemerdekaan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Maroko adalah negeri yang memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Afrika Utara. Yang tak kalah pentingnya, negeri berjuluk ‘Tanah Tuhan’ itu merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Spanyol, Eropa. Dari Maroko inilah Panglima tentara Muslim, Tariq bin Ziyad menaklukan Andalusia dan mengibarkan bendera Islam di daratan Eropa. Maroko memasuki babak baru setelah Islam menancapkan benderanya di wilayah Afrika Utara. Ajaran Islam tiba di Maroko pada 683 M. Adalah pasukan yang dipimpin Uqba Ibnu Nafi — seorang jenderal dari Dinasti Umayyah — yang kali pertama membawa ajaran Islam ke wilayah itu. Islam benar-benar menguasai Maroko pada tahun 670 M.
Libya adalah Negara republik rakyat yang terletak di tepi laut tengah Afrika utara. Rebublik ini termasuk Negara nomor empat terluas di benua afrika. Sebelah selatan berbatasan dengan Chad, sebelah barat dengan Aljazair , barat laut dengan Tunisia, barat daya dengan Niger, timur dengan Mesir dan tenggara dengan sudan. Luas: 1.757.000 km,2. Jumlah penduduk: 4.206.000 (1990). Kepadatan penduduk: 2,4/km2. ibukota: Tripoli. Bahasa resmi adalah bahasa Arab. Agama: Islam (97 persen, merupakan agama resmi): lain-lain (3 persen). Satuan mata uang adalah Dinar Libya (LD). Gerakan oposisi di Libya meliputi: Gerakan Sanusyyah: Kerajaan Libya, Gerakan Khadafi dan Islam Libya.
DAFTAR PUSTAKA
Minabari, Khalid. “Sejarah Perkembangan Islam Di Libya”. Diakses pada tanggal 8 april 2019 melalui https://independent.academia.edu/PetualangAndi
Junaidi, Rikin. “faktor-faktor penolakan front polisario terhadap integrasi sahara barat ke Maroko”, skripsi Universitas Airlangga, (2010).
Nursya’bani, Fira. “Maroko tuduh kelompok separatis langgar gencatan senjata”. 5 April 2018. Diakses melalui https://m.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/18/04/05/p6p5ty382-maroko-tuduh-kelompok-separatis-langgar-gencatan-senjata pada tanggal 8 April 2019