Rabu, 10 April 2019

Makalah SEJARAH DAN PERDEBATAN PEMIKIRAN DALAM ILMU KALAM 4a

SEJARAH DAN PERDEBATAN PEMIKIRAN DALAM ILMU KALAM
Oleh :
M. Misbahul Munir
Duanda Rahma

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Sejarah Pemikiran
Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang sejarah dan perdebatan pemikiran dalam ilmu kalam dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ilmu  Kalam  karena  pembahasan  tentang  eksistensi  dan  sifat-sifat  Tuhan  ini  didasarkan  pada  firman-firman  atau  kalam  Allah yang  terdapat  dalam  Al-Qur’an. Harus diakui bahwa tradisi pemikiran kalam dalam Islam, sebenarnya diawali oleh konflik politik internal saat umat Islam tidak mulus melakukan regenerasi kekhalifahan. Masalah besar yang dihadapi oleh kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah saw ialah siapakah yang akan menggantikan Nabi Muhammad sebagai kepala negara, bukan sebagai Nabi atau Rasul.
Peristiwa tahkim itulah sebenarnya yang menjadi cikal bakal tumbuhnya pemikiran kalam dalam sejarah Islam. Sekelompok orang terutama para pengikut setia Ali bin Abi Thalib yang kecewa dengan tipu muslihat tahkim itu, menganggap bahwa orang yang telah menyetujui tahkim harus dituntut, bahkan dibunuh karena mereka sudah termasuk orang kafir. Sekelompok orang yang kemudian dinamakan Khawarij tersebut berkembang menjadi faham yang beranggapan bahwa orang yang berbuat dosa besar sekalipun dia pernah beriman termasuk kafir. Dari sinilah timbul aliran-aliran teologi Islam (Ilmu Kalam), seperti Murji’ah, Mu’tazilah, aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah. Masing-masing aliran memiliki pokok pikiran yang khas yang seringkali satu sama lain bertentangan. 
Rumusan Masalah
Bagaimana sejarah ilmu kalam muncul?
Bagaimana perdebatan pemikiran ilmu kalam?
Tujuan
Untuk mengetahui tentang sejarah munculnya ilmu kalam
Untuk mengetahui tentang perdebatan pemikiran ilmu kalam

BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Ilmu Kalam
Ilmu Kalam sebagaimana dikemukakan oleh Rasyid Ridha adalah Ilmu yang membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan (agama Islam) dengan bukti-bukti yang yakin. Sedangkan Ibnu Khaldun lebih menekankan kepada kegunaannya yakni mempertahankan kemurnian keyakinan agama. Menurut Muhammad Abduh, ilmu kalam adalah ilmu yang membicarakan tentang wujud Tuhan (Allah, Sifat-sifat yang wajib/mesti ada pada-Nya, sifat-sifat yang mustahil/tidak mungkin ada pada-Nya), dan juga Ilmu yang membicarakan tentang Rasul-rasul Tuhan (Allah) yang telah ditetapkan-Nya serta mengetahui sifat-sifat yang mesti ada padanya, dan sifat-sifat yang tidak mungkin ada padanya. Al-Kalam dalam arti semula adalah kata-kata yang tersusun, yang menunjukkan suatu maksud. Kemudian berkembang menjadi suatu yang digunakan untuk menunjukkan salah satu sifat Tuhan yaitu Sifat Berbicara.
Pada masa pertumbuhan islam yang dipimpin rasulullah tidak ada perpecahan sama sekali antar sesama, setelah wafatnya rasulullah (632M) dan semakin berkembangnya umat islam , akhirnya ummat islam mulai pecah belah. Awal mula terjadi perpecahan dikalangan islam pada masa kekhalifaan Ali Bin Abi Thalib yang dipicu oleh terbunuhnya Ustman Bin Affan yang menjadi khalifah sebelumnya, Ali yang menjadi khalifah pada saat itu tidak mau melakukan Qishas atas terbunuhnya Ustman, dikarenakan masih belum jelas tentang siapa pelakunya, dari hal tersebut terjadilah peperangan dikalangan ummat islam, yakni Ali dengan kalangan Aisyah yang disebut perang jamal yang akhirnya dimenangkan oleh sayydina Ali dan perang siffin atas pemberontakan Muawwiyah terhadap kekhalifaan Ali yang berakhir dangan perdamaian atas politik Muawwiyah yang mengangkat mushaf sebagai tanda perdamaian atas hukum Allah. Pada Akhirnya kedua-duanya ( Ali Dan Muawwiyah) diputuskan dengan  tahkim
Peristiwa tahkim itulah sebenarnya yang menjadi cikal bakal tumbuhnya pemikiran kalam dalam sejarah Islam. Sekelompok orang terutama para pengikut setia Ali bin Abi Thalib yang kecewa dengan tipu muslihat tahkim itu, menganggap bahwa orang yang telah menyetujui tahkim harus dituntut, bahkan dibunuh karena mereka sudah termasuk orang kafir. Sekelompok orang yang kemudian dinamakan Khawarij tersebut berkembang menjadi faham yang beranggapan bahwa orang yang berbuat dosa besar sekalipun dia pernah beriman termasuk kafir. Dari sinilah timbul aliran-aliran teologi Islam (Ilmu Kalam), seperti Murji’ah, Mu’tazilah, aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah. Masing-masing aliran memiliki pokok pikiran yang khas yang seringkali satu sama lain bertentangan. 
Adapun nama-nama lain dari ilmu kalam sendiri yaitu ilmu kalam, ilmu Tauhid, Ilmu Ushuludin, dan teologi islam. Di ilmu kalam factor-faktor lahirnya sebuah ilmu kalam ada 2 yaitu
Faktor internal, lebih kepada orangnya seperti (golongan, kepentingan politik, perbedaan pandangan)
Factor eksternal, paham-paham keagamaan non muslim tertentu yang mempengaruhi dan ikut mewarnai sebagian paham di lingkungan umat islam.
Perdebatan Pemikiran Ilmu Kalam
Persoalan berbuat dosa besar inilah yang kemudian memberi pengaruh besar dalam pertumbuhan dan perkembangan aliranaliran Ilmu Kalam (Teologi) di dalam Islam yaitu:
Pertama :  Aliran Khawarij, yang mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir, dalam arti keluar dari Islam atau Murtad dan oleh karena itu wajib dibunuh.
Kedua  : Aliran Murjiah, yang menganggap bahwa orang yang berbuat dosa besar masih tetap mukmin bukan kafir, adapun tentang dosa yang telah dilakukannya terserah kepada Allah SWT untuk mengampuni atau tidak mengampuni
Ketiga : Aliran Mu’tazilah, yang tidak mengakui kedua pendapat tersebut di atas. Bagi mereka, orang yang berdosa bukan kafir tetapi bukan pula mukmin. Orang yang serupa ini menurut anggapan mereka mengambil posisi di antara kedua posisi Mukmin dan Kafir (al-manzilah baina al-manzilatain)
Keempat : Aliran Al-Qodariyah, menurut Qodariyah manu-sia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya (Free will free act).
Kelima :  Aliran Jabariyah. Sebagai kebalikan dari Qodariyah, mereka berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan kehendak dalam perbuatannya. Manusia didalam tingkah lakunya atas dasar paksaan Tuhan, tidak ubahnya seperti kapas yang diterbangkan angin. Di dalam istilah Inggris disebut Predestination atau Fatalisme.
Keenam  :  Aliran Al-Asyariyah, yang mengambil bentuk aliran tradisional, sebagai reaksi dari Mu’tazilah, yang menganut aliran teologi rasional, bahkan dianggap liberal. Pokok–pokok ajaran aliran Al Asyariyah berdekatan dengan ajaran Jabariyah
Ketujuh  : Aliran Al-Maturidiyah, aliran teologi ini pada dasarnya sama dengan Asy’ariyah yaitu menentang Mu’tazilah. Didirikan oleh Abu Mansyur Muhammad Al Maturidi

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Ilmu  Kalam  karena  pembahasan  tentang  eksistensi  dan  sifat-sifat  Tuhan  ini  didasarkan  pada  firman-firman  atau  kalam  Allah yang  terdapat  dalam  Al-Qur’an. Peristiwa tahkim itulah sebenarnya yang menjadi cikal bakal tumbuhnya pemikiran kalam dalam sejarah Islam. Ada dua faktor yang membuat hal ini terpecah, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Perdebatan di mulai dengan munculnya mazhab-mazhab

DAFTAR PUSTAKA
Hasan Basri, Murif Yahya,dkk. Ilmu Kalam sejarah dan pokok pemikirannya. Bandung:2006. Azkia Pustaka Utama.
Makalah Sejarah lengkap Ilmu Kalam. http://www.makalah.co.id. Diakses pada tanggal 7 April 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...