Rabu, 10 April 2019

Makalah gerakan pendidikan islam diindonesia 6b


Disusun Oleh :
Desi Pratiwi
Arifudin Shirojul F.
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dalam perkembangannya, pendidikan Islam di Indonesia antara lain ditandai oleh munculnya berbagai lembaga pendidikan secara bertahap, mulai dari yang amat sederhana, sampai dengan tahap-tahap yang sudah terhitung modern dan lengkap. Lembaga pendidikan Islam telah memainkan perannya sesuai dengan tuntutan masyarakat dan zamannya. Perkembangan lembaga-lembaga pendidikan tersebut telah menarik perhatian para ahli baik dari dalam maupun luar negeri untuk melakukan studi ilmiah
K.H Ahmad Dahlan dilator belakangi beberapa hal, diantaranya: (1)Keprihatinan terhadap umat Islam pribumi, (2) Kesenjangan pendidikan, dan (3) Pertarungan melawan Kristen. Sedangkan pemikiran-pemikiran K.H Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan Islam diantaranya: (1) Mendirikan sekolah, (2) Lahir “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, (3) Kerjasama dengan pemerintah Belanda, (4) Mengadopsi sistem pendidikan, serta (5) Dakwah.

Rumusan Masalah
Bagaimana gerakan pendidikan islam pesantran di Indonesia?
Bagaimana gerakan pendidikan islam madrasah di Indonesia?
Bagaimana gerakan pendidikan sekolah-sekolah modern islam di Indonesia?
Bagaimana gerakan pendidikan perguruan tinggi islam di Indonesia?

BAB II
PEMBAHASAN

Gerakan Pendidikan Islam Pesantren di Indonesia
Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam nonklasikal yang peserta didiknya disediakan tempat singgah atau pemondokan. Menurut Lathiful Khuluq dalam jurnal yang di tulis oleh KM. Akhirudin pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisonal yang sudah ada sejak sekitar abad XIII M. Dalam perkembangannya, pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam yang tumbuh dan berkembang subur di daerah pedesaan atau di daerah terpencil
Pondok Pesantren dalam tinjauan historis pada mulanya merupakan lembaga pendidikan penyiaran agama Islam konon tertua di Indonesia. Sejalan dengan dinamika kehidupan masyarakat, fungsi itu telah berkembang menjadi semakin kaya dan bervariasi, walaupun pada intinya tidak lepas dari fungsi semula. Berdirinya suatu pesantren mempunyai latar belakang yang berbeda, yang pada intinya adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yang haus akan ilmu. Pada umumnya diawali karena adanya pengakuan dari suatu masyarakat tentang sosok kyai yang memiliki kedalaman ilmu dan keluhuran budi. Kemudian masyarakat belajar kepadanya baik dari sekitar daerahnya, maupun luar daerah. Oleh karena itu mereka membangun tempat tinggal disekitar tempat tinggal kyai. Pendidikan Islam berlangsung secara tradisional dalam bentuk pendidikan surau/langgar dan pesantren. Materi pelajaran murni diniyah; metode mengajar bersifat individual, ceramah, dan hafalan
Meskipun demikian pada abad 20 pesantren mulai terbentuk transformatifnya perkembangan mengenai kurikulum, metode mengajar dan kelembagaan. Sehingga munculnya gerakan-gerakan islam yang membatu dalam perkerakan pendidikan islam pesantren. Dengan gerakan gerakan pembaharuan tersebut, awal mulanya pesantren bersifat tradisional akan tetapi masyarakat bermetamorfosis dengan cara mengadaptasi diri dan mengadopsi system yang menjadi keberlangsungan. Gerakan tersebut salah satunya Muhammaddiyah yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan yang kemudian menjadi gerakan pendidikan besar dan mendirikan madrasah perguruan tinggi yang akan kita bahas di poin selnjutnya.
Pendidikan Islam di pesantren mulai berkembang dan maju dengan mengadopsi system pendidikan modern yang mengajarkan pendidikan agama yang bersifat tradisional dan juga pendidikan modern. Akan tetapi masih ada juga pesantren yang mempunyai sifat yang masih mempertahankan ketradisionalannya. Meskipun bentuk aslinnya masih di pertahankan pesantren dengan arif mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan realistis masyarakat.
Sehingga bagaiama pesantren mampu bertahan dengan perkembangan zaman dan realistis masyarakat, disini ada 4 poin yang akan saya bahas menurut (Ahmad syamsul rizal, 2011) yaitu, pertama, ujuan pendidikan pesantren yaitu pendidikan untuk murid-muridnya yang bercorakkan, bercirikan  islami faham mengenai agama dan juga ditekankan kepada akhlak seorang santri yang mengajar di pesantren. Sedangkan yang pesantren modern ditambah membentuk santri yang kompeten ketika lulus. Kedua, kurikulum pendidikan pesantren yang mengkaji mengenai agama yang dibagi tingkatan-tingkatan kesulitannya. Ketiga, pendekatan edukasi pendekatan edukasi ini lebih bercondong ke system pengajaran atau pembelajaran terhadap santri dengan kyai, pengawasan terhadap santri dll. Keempat, model pembelajaran di sisni para santri dikenalkan dengan wetonan, mentoring, setoran.

Gerakan Pendidikan Islam Madrasah di Indonesia
Secara umum, kemunculan lembaga-lembaga modern ini ditandai dengan perubahan pada aspek-aspek; kurikulum (memperkenalkan mata pelajaran umum), metode (memperkenalkan metode-metode mengajar modern), dan sarana (mulai menggunakan meja, kursi, papan tulis, dan sistem klas). Dengan demikian, keberadaan madrasah di Indonesia merupakan fenomena era modern yang bukan berasal dari tradisi asli Nusantara.
Sekolah dikenal sebagai lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah yang kurikulumnya menitikberatkan pada mata pelajaran umum, dan pengelolaannya berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan madrasah dikenal sebagai lembaga pendidikan keagamaan tingkat dasar dan menengah yang, karenanya, lebih menitikberatkan pada mata pelajaran agama, dan pengelolaannya menjadi tanggungjawab Departemen Agama.
Dalam sejarah perkembangan madrasah di Indonesia, dikenal dua jenis madrasah, madrasah diniyah dan madrasah non-diniyah. Madrasah diniyah merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang kurikulumnya semuannya materi agama. Adapun madrasah non-diniyah adalah lembaga pendidikan keagamaan yang kurikulumnya, di samping materi agama, meliputi mata pelajaran umum dengan prosentase beragam.
Dalam awal kemerdekaan Indonesia madrasah sudah mendapat perhatian. Madrasah dan pesantren-pesantren yang pada hakekatnya adalah satu alat  dan sumber pendidikan dan pencerdasan rakyat jelata yang sudah berurat dan berakar dalam masyarakat Indonesia umumnya, hendaklah pula mendapat perhatian dan bantuan yang nyata dengan berupa tuntunan dan bantuan material dari pemerintah. Dalam pendidikan di Indonesia memang mulai di perhatikan apalagi pada saat itu Indonesia baru merdeka sedangkan mengenai pendidikan ilmu agama, Panitia Penyelidik merekomendasikan hal-hal mengenai system pendidikan akan tetapi  Dari sekian rekomendasi di atas, perhatian khusus terhadap madrasah hanya pada satu bagian saja madrasah mendapat perhatian yang berbunyi “Kualitas pesantren dan madrasah harus diperbaiki”, selebihnya diarahkan pada pendidikan agama di sekolah umum.
Karena madrasah di bawah kementrian Agama maka Langkah pertama Kementerian Agama dalam melakukan pembinaan terhadap keberadaan madrasah adalah memberikan bantuan berupa pengadaan sarana dan prasarana serta biaya operasional, madrasah juga mengajarkan pengetahuan umum sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah jam pelajaran yang digelar. Pengetahuan umum dimaksud meliputi; bahasa Indonesia, membaca dan menulis huruf Latin, berhitung (untuk tingkat dasar). Ditambah dengan ilmu bumi, sejarah, kesehatan tumbuh-tumbuhan dan alam (untuk tingkat lanjutan).
Sedangkan keberadaan madrasah dalam undang-undang tersebut tidak disinggung secara khusus, kecuali pada pasal 10 (ayat 2) tentang Kewajiban Belajar, yang berbunyi : “Belajar di sekolah agama yang telah mendapat pengakuan dari Menteri Agama dianggap telah memenuhi kewajiban belajar”.

Gerakan Pendidikan Sekolah Modern Islam di Indonesia
Gerakan pendidikan sekolah-sekolah modern di Indonesia merupakan bukan suatu hal yang baru bagi kita, pendidikan sekolah modern berbasis IIBS atau International Islamic Boarding School adalah salah satu sekolah agama modern yang mempunyai fasilitas yang tidak biasa seperti di pesantren maupun madrasah, sekolahannya pun juga menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris disejumlah mata pelajaran. Didalam asrama pendidikan mengajarkan budi pekerti, tauziah, mengaji sama dengan sekolah islam pada umumnya. Dan nilai-nilai agama diupayakan untuk disatukan dengan kegiatan sehari-hari
Sedangkan kurikulum pendidikan sekolah Modern ini terdapat pendidikan agama dan pendidikan umum sehingga diharapkan melahirkan siswa-siswi yang berkualitas dari segi agama dan segi ilmu umu dengan fasilitas asrama yang memumpuni biasanya juga diikuti dengan biaya sekolah yang mahal.
Biasanya sekolah modern islam ini hadir agar masyarakat faham ilmu agama disamping itu juga tidak terlalu tertinggal oleh perubahan zaman yang makin modern sehingga sekolah-sekolah modern lahir untuk mengatasi berbagai persoalan modernitas zaman.

Gerakan Pendidikan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia
Gerakan pendidikan islam sebagai sebuah lembaga lanjutan upaya ini disempurnakan dari awal hingga sekarang. Kelahiran perguruan tinggi islamkarena usaha gigih umat islam  untuk mengebangkan system pendidikan yang lengkap yang dimulai dari pesantren hingga perguruan tinggi islam. keberadaan perguruan tinggi islam tersebut erat kaitannnya dengan dengan cita cita umat islam yang ingin memajukan islam ke seluruh Indonesia. Perguruan tinggi islam di nusantara berawal dari persatuan guru-guru agama islam di Padang yang kemudian melahirkan perguruan tinggi islam pertama. Akan tetapi itu itu tidak bertahan lama.
Perguruan tinggi islam hadir dan disamakan derajat oleh perguruan tinggi yang dikelolah oleh kementrian agama sehingga kebijakan yang dikeluarkan ini menjadikan pendidikan islam lebih maju dan mempunyai dampak positif yang sangat luas. Dengan adanya pengiriman dosen keluar negeri, memberikan perubahan perubahan yang mendasar terhadap pola pikirdan proses pembelajaraan di perguruaan tinggi islam.
Menurut azra bahwa aspirasi umat islam umumnyabagi pembentukan perguruan tinggi islam terdapat tiga tujuan yaitu, untuk melaksanakan pengkajian dan pengembangan ilmu-ilmu islam pada tingkat yang lebih tinggi dan terarah, untuk melakukan pengembangan dakwah islam dan fungsionaris keagamaan lainnya.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Jadi gerakan pendidika islam di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup beragam dan pesat, gerakan pembaharuan islam dilakukan agar tidak tertinggal dengan realitas kehidupan yang ada dan mulai diperhatikan oleh lembaga-lembaga islam di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Iswantir M. 2011. Perkembagan Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia. Di akses melalui Academia.edu
Akhiruddin.K.M.2015. Lembaga Pendidikan Islam di Nusantara Jurnal TarbeyaVolume: 1 No: 1 - 2015 (195-219)
Kosim, Mohammad. 2007. Madrasah di Indonesia (Pertumbuhan dan perkembangan). Jurnal Tadris. Volume 2. Nomor 1.
Rizal, Ahmad Syamsu. 2011. Transformasi corak edukasi dalam system pendidikan, pesantran dari pola tradisi ke pola modern. Jurnal Pendidikan Agama-Ta’lim. Vol.9 , No. 2.
Blog spot di ambil melalui https://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2011/08/1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...