Oleh :
Nauval Lutfi Nazaruddin
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Sejarah Islam Asia Barat ini dengan baik.
Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang peradaban islam pada masa Rasulullah SAW dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Sukoharjo, 13 Maret 2019
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dinasti qajar merupakan dinasti yang lemah dibandingkan dengan dinasti dinasti sebelumnya yang ada di Iran. Pada dinasti qajar ini sistim dari perpajakannya tidak berjalan dengan efektif. Dinasti ini pula mengalami berbagai konflik baik intern maupun ekstern, hal itu disebabkan akibat adanya pengaruh barat yang ada di Iran.
Akibat konflik dan pengaruh yang ada di Iran membuat munculnya berbagai pemikir modernisasi. Banyak usaha yang telah dilakukan guna memodernisasikan iran dan memperkokoh struktur pemerintahannya namun usaha mereka masih gagal hingga lengsernya raja terakhir dari qajar. Setelah lengsernya raja terakhir bergantilah menjadi dinasti pahlevi dengan pemimpin pertamanya adalah Reza Pahlevi dan dari situlah awal dari modernisasi Iran.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana sejarah dinasti qajar ?
Bagaimana modernisasi Iran ?
TUJUAN
Untuk mengetahui bagaimana sejarah dinasti qajar
Untuk mengetahui bagaimana modernisasi Iran
BAB II
PEMBAHASAN
Dinasti Qajar
Sebelum Dinasti Qajar ini berdiri sudah ada Dinasti Syafawiyah yang lebih dulu berdiri di Iran. Pada Dinasti Syfawiyah dibawah kepemimpinan Abbas I mengalami pucak kejayaan bagi Dinasti Syafawiyah, walaupun didalamnya masih banyak masalah masalah intern tetapi pada Dinasti ini banyak mengurai prestasi. Salah satu contohnya pada bidang ekonomi terbukanya jalur perdanganagan internasional melalui jalur laut. Dan pada masa ini Iran mengalami perubahan yang cukup signifikan yang berkaitan dengan agama dan negara, dimana suatu agama dijadikan sebuah alat untuk mempersatukan masyarakat pada masa itu. Sepeninggal Abbas I pada akhir abad ke 17 dinasti syafawiyah mengalami fase kehancuran atau keruntuhan.
Setelah runtuhnya Dinasti Syafawiyah berdirilah Dinasti Qajar sekitar tahun 1779-1925. Dengan pemimpin pertamanya adalah Muhammad Khan Qajar, pada tahun 1779-1906 dinasti ini menggunakan sistim pemerintahan yang monarki absolute, dimana seorang penguasa atau raja mempunyai hak kuasa penuh dalam memerintah suatu negara. Dinasti ini merupakan dinasti yang lemah jika dibandingkan dengan dinasti yang sudah berdiri sebelumnya. Tidak hanya itu sistim perpajakan yang ada dalam dinasti ini tidak berjalan dengan efektif.
Pada dinasti ini Iran berada dibawah campur tangan bangsa asing (Inggris dan Rusia) baik itu secara ekonomi politik maupun militer. Pada bidang ekonomi tahun 1889 berdirilah Imperial Bank of Persia yang dimana proses berdirinya bank tersebut dibantu oleh Inggris, namun bantuan Inggris tersebut ada timbal baliknya dimana Inggris mendapatkan hak monopoli pada industri tembakau. Lalu pada tahun 1891 dibentuk Bank of Persia dibantu oleh Rusia dan menjadi investor terbesar yang memberikan pinjaman pada masyarakat Iran.
Pengaruh pada bidang militer dimana kemiliteran dan juga lembaga pemerintahan Iran mulai mengikuti pola Barat. Contoh saja Nashiral Din yang mengharuskan masing masing daerah mensuplai sejumlah tentara atau membayar sejumlah uang untuk menggaji mereka dan 1851 ada sebuah perguruan tinggi tekhnik yang didalamnya untuk melatih pasukan militer dan pegawai sipil.
Pada tahun 1907 terjadi sebuah perjanjian antara Inggris dan Rusia yang isinya membagi Iran menjadi 2 wilayah yakni wilayah utara dan selatan dan menyisakan 1 wilayah ditengah guna membatasi kedua wilayah tersebut. Karena ikut campurnya bangsa asing kepada permasalahan Iran membuat dinasti qajar ingin untuk memodernisasikan Iran. Banyak para pemikir modernis bermunculan dan mereka berpendapat bahwa dengan memodernisasikan Iran merupakan salah satu cara yang efektif untuk melawan kekuasaan asing yang ada di Iran. Namun usaha mereka gagal.
Pada tahun 1906 sistim pemerintahan qajar berubah menjadi monarki konstituante, hal ini dilatarbelakangi karena adanya campur tangan bangsa asing yang membuat pergolakan yang terjadi antara ulama dengan bangsa asing dan negara mereka sendiri yakni Iran karena ulama menganggap bahwa qajar berkoalisi atau bekerjasama dengan bangsa asing. Dan pada pemerintahan Nashir al Din Shah yang pada waktu itu dipengaruhi oleh Mirza Taqi Khan mengalami puncak ketegangan antara ulama dan negara, sehingga membuat golongan ulama yang diikuti oleh para pedagang, pengrajin, kaum intelek modernis islam didikan barat membentuk sebuah kelompok untuk melakukan suatu perlawanan terhadap qajar.
Adapun macam perlawanan yang berusaha mereka lakukan. Yang pertama, munculnya gerakan tembakau pada tahun 1891-1892 yang dipimpin oleh Ayatullah al uzma mirza hasan shirazi. Yang kedua, adanya revolusi konstitusi iran pada tahun 1905-1906. Revolusi ini mencul akibat rasa geram dan kecewanya para pedagang dan kaum ulama karena dirasa pengaruh barat yang semakin hari semakin menguat. Dan akibat dari pergolakan tersebut timbullah krisis konstitusional, yang membuat Dewan Konstitusional merubah sistim monarki absolute menjadi monarki konstituante. Yang bertujuan untuk mengurangi krisis konstitusional pada masa itu, namun tidak seperti apa yang diharapkan. Perubahan sistim tersebut justru menjadi titik awal pergolakan yang lebih besar dan cukup panjang antara ke dua kubu kubu konstitusionalis dan kubu syah. Tidak hanya itu akibat pengaruh dari bangsa asing lainnya menimbulkan krisis krisis yang lain baik itu krisis kekuasaan, keabsahan, dan krisis partisipasi yang saling berkaitan dan yang semakin parah terjadi pada dinasti pahlevi. Yang ketiga, terjadinya pemberontakan pemberontakan local yang menyebabkan Iran diambang kehancuran.
Pada perang dunia1, Rusia dan Inggris semakin kuat pengaruhnya di Iran. Ditandai dengan dikuasainya wilayah utara oleh Rusia dan selatan oleh Inggris dan ada beberapa kota yang mempunyai tambang minyak dan itu mulai dikuasai oleh asing. Sedikit demi sedikit bangsa asing mulai mengambil kedaulatan Iran yang membuat masyarakat pada waktu itu geram dan menganggap bahwa Ahmad Shah Qajar yang ketika itu menjadi pemimpin dinasti qajar dilengserkan dan digantikan oleh Reza Pahlevi.
Setelah dinasti qajar mengalami kemunduran berdirilah dinasti pahlevi (1925-1979) yang dipimpin oleh Reza Pahlevi. Yang dimana pada dinasti ini mengalami kemajuan yang pesat walaupun dibawah pemerintahan yang otoriter. Dan ini menjadi langkah awal dari modernisasi Iran.
Modernisasi Iran
Setelah runtuhnya dinasti qajar pada sekitar tahun 1920 an seorang panglima militer yang bernama Reza Khan, mendirikan sebuah dinasti Pahlevi yang dimana dia menjadi seorang pemimpin pertama pada dinasti tersebut. Pada masa pemerintahannya dia memerintah dengan sistim otoriter yang melakukan program modernisasi ekonomi namun tidak menghapuskan lembaga lembaga keagamaan. Ia lebih menekankan pada bidang kemiliterannya dimana ia menerapakan wajib militer. Dan pada masa ini Reza Khan mendapat dukungan dari para ulama namun sayangnya keadaan keduanya berangsur angsur mulai memburuk ketika Reza Khan mengeluarkan satu kebijakan yang mana dalam keadaan tersebut berisi tentang pembatasan kekuasaan dari kaum ulama, itulah yang membuat hubungan keduanya memburuk.
Pada masa ini beragam cara telah dilakukan untuk memodernisasikan Iran. Pada bidang pendidikan Reza Khan memberlakukan sistim sekularisme, diamana dia membedakan urusan negara dengan urusan agama. Contoh saja ia mendirikan sebuah Universitas yang didalamnya dibuka fakultas pendidikan Eropa dan mengirim sejumlah siswa untuk belajar di luar negri. Selain dibidang pendidikan ada juga pada bidang ekonomi. Dalam bidang ekonomi membangun struktur ekonomi yang lebih modern, dibangunnya sebuah Bank Nasional Iran dan membangun jaringan komunikasi guna mempermudah perekonomian. Selain itu Reza Khan juga membangun beberapa proyek industry.
Berbagai upaya telah dilakukan dengan harapan rezim khan tidak bergantung pada Inggris dan Rusia. Namun sayangnya tidak seperti apa yang diharapkan, justru Inggris dan Rusia makin kuat kekuasaannya di Iran dengan menggulingkan Shah Iran dari kedudukannya dan mengangkat putranya Mohammad Reza Pahlevi sebagai rajanya. Namun Inggris dan Rusia mempunyai maksut tertentu dalam diangkatnya putra shah Reza yaitu sebagai penguasa boneka. Setelah itu, pengaruh Inggris dan Rusia mulai digeser oleh Amerika Serikat. Amerika mempunyai peran untuk membantu Moh Reza Pahlevi, namun itu malah membuat beban bagi Reza Pahlevi karena rezim Shah akan lebih bergantung pada Amerika. Karena Amerika membantu Iran dalam memodernisasikan Iran pada bidang ekonomi dan militer. Alasan Amerika membantu Iran adalah amerika khawatir jika Iran akan memperkuat pengaruh uni soviet dan komunisme Iran.
Setelah itu rezim Khan kembali ke sistim yang otoriter dan terpusat. Setelah modernisasi Iran ada 5 landasan kekuasaan yang menyebabkan jatuhnya Syah dan memicu timbulnya revolusi.
Control negara yang sangat besar atas sumber sumber keungangan, khusunya minyak
Program stabilitasi dan pertumbuhan ekonomi serta intervensi ekonomi rezim kedalam sistim ekonomi
Mobilisasi massa dan penciptaan suatu keseimbangan antara kelas kelas melalui control dan intervensi rezim
Membentuk hubungan dengan kaum borjuis
Diperluasnya peranan kekuatan penekan dan adanya ketergantungan pada Barat
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdirinya Dinasti Qajar sekitar tahun 1779-1925. Dengan pemimpin pertamanya adalah Muhammad Khan Qajar, pada tahun 1779-1906 dinasti ini menggunakan sistim pemerintahan yang monarki absolute, dimana seorang penguasa atau raja mempunyai hak kuasa penuh dalam memerintah suatu negara. Dinasti ini merupakan dinasti yang lemah jika dibandingkan dengan dinasti yang sudah berdiri sebelumnya. Tidak hanya itu sistim perpajakan yang ada dalam dinasti ini tidak berjalan dengan efektif.
Berbagai upaya telah dilakukan dengan harapan rezim khan tidak bergantung pada Inggris dan Rusia. Namun sayangnya tidak seperti apa yang diharapkan, justru Inggris dan Rusia makin kuat kekuasaannya di Iran dengan menggulingkan Shah Iran dari kedudukannya dan mengangkat putranya Mohammad Reza Pahlevi sebagai rajanya. Namun Inggris dan Rusia mempunyai maksut tertentu dalam diangkatnya putra shah Reza yaitu sebagai penguasa boneka. Setelah itu, pengaruh Inggris dan Rusia mulai digeser oleh Amerika Serikat. Amerika mempunyai peran untuk membantu Moh Reza Pahlevi, namun itu malah membuat beban bagi Reza Pahlevi karena rezim Shah akan lebih bergantung pada Amerika. Karena Amerika membantu Iran dalam memodernisasikan Iran pada bidang ekonomi dan militer. Alasan Amerika membantu Iran adalah amerika khawatir jika Iran akan memperkuat pengaruh uni soviet dan komunisme Iran.
DAFTAR PUSTAKA
Siti Maryam dkk, Sejarah Peradaban Islam Dari Masa Klasik Hingga Modern, LESFI, Yogyakarta, 2009
Books.google.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar