Rabu, 06 September 2017

MAKALAH PERADABAN ARAB SEBELUM ISLAM

PERADABAN ARAB SEBELUM ISLAM
Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradapan Islam

Dosen pengampu Dian uswatina, M.Hum.
Disusun oleh:
Slamet Miftahul Abror                          (173231036)
Wahyu Indra Widyasmoko                   (173231063)
Muhammad Alfani Ilham                      (173231068)

JURUSAN SEJARAH PERADAPAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
SURAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
AlhamdulillahWasyukurillah, Segala Puji slalu tercurahkan kepada Allah swt yang telah memberikan segala nikmatnya kepada kita semua, Serta Sholawat dan Salam tak lupa kita haturkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang mana telah membawa kita dari zaman yang gelap gulita menuju zaman yang terang benerang yakni Agama Islam. Akhirnya, Makalah Peradaban Arab Sebelum Islam ini telah dapat tersusun dengan baik. Penyusunan makalah ini mengambil referensi dari beberapa buku sejarah peradapan islam yang di pinjam di perpustakaan pusat iain surakarta.
            Dalam penyusunan Makalah Peradaban Arab Sebelum Islam ini, tim penyusun agak mendapatkan kesulitan sedikit dalam penyusunan karena ini adalah pertama kalinya kami menyusun Makalah. Makalah ini disusun dengan maksud sebagai materi dalam presentasi kami, serta dengan tersusunnya makalah ini kita semua barharap dapat menambah wawasan tentang peradaban arab sebelum islam sehingga kita dapat mengetahui lebih dalam sebuah sejarah pada masa sebelum islam datang. Dan Tim penyusun menyadari dan percaya bahwa makalah peradaban arab sebelum islam ini belum sempurna sebagaimana yang diharapkan, dan masih banyak terdapat kekurangan oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan dari berbagai pihak.
            Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sebagai penyusun serta teman-teman semua.



Surakarta, Agustus 2017


Tim Penyusun




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR…..........................................................................................
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...
BAB I PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG…………………………………………………
B.   RUMUSAN MASALAH……………………………………………....
C.   TUJUAN……………………………………………………………….
D.   MANFAAT………………………………………………….................
BAB II PEMBAHASAN
A.   KONDISI GEOGRAFIS JAZIRAH ARAB…………………………...
B.   STRUKTUR MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN JAZIRAH ARAB………………………………………………………………….
C.   KONDISI PEREKONOMIAN DAN KEAGAMAANNYA…………..
D.   KEBUDAYAAN DAN PERADABAN BANGSA ARAB…………....
BAB III PENUTUP
A.   KESIMPULAN………………………………………………………...
B.   SARAN………………………………………………………………...
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN


A.  LATAR BELAKANG
Dalam mempelajari Sejarah Peradaban Islam, tentu saja tidak lepas dari sejarah bangsa Arab pra-islam. Hal ini sangat relevan karena faktanya bangsa Arab adalah bangsa yang pertama kali mengenal Islam. Jazirah Arab yang berupa lautan pasir pun memiliki andil dalam pertumbuhan dan perkembangan Islam yang saat itu masih berupa bayi bila dibandingkan agama lain yang dianut oleh Raja Kekaisaran yang ada di sekeliling Jazirah Arab sehingga para bangsa Arab terhindar dari penjajahan. Cara hidup nomaden  dan perdagangan yang diterapkan oleh bangsa Arab juga mempermudah dalam perluasan dan penyebaran agama Islam itu sendiri.
Oleh sebab itu dirasa perlu untuk dipelajari terlebih dahulu tentang keadaan masyarakat dan pemerintahan, ekonomi dan keagamaan, kebudayaan dan sikap moral bangsa Arab pada Zaman pra-islam serta struktur geografis Jazirah Arab agar lebih memahami kondisi bangsa Arab pada Zaman pra-islam atau yang lebih dikenal Zaman Jahiliyyah.  

B.  RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana kondisi geografis  jazirah arab?
2.      Bagaimana struktur masyarakat dan pemerintahan jazirah arab?
3.      Bagaimana kondisi perekonomian dan keagamaan bangsa arab?
4.      Bagaimana kebudayaan dan peradaban bangsa arab?

C.  TUJUAN
1.      Menjelaskan kondisi geografis  jazirah arab.
2.      Menjelaskan struktur masyarakat dan pemerintahan jazirah arab.
3.      Menjelaskan kondisi perekonomian dan keagamaan bangsa arab.
4.      Menjelaskan kebudayaan dan peradaban bangsa arab.


D.  MANFAAT
1.      Agar memahami kondisi geografis  jazirah arab.
2.      Agar memahami struktur masyarakat dan pemerintahan jazirah arab.
3.      Agar memahami kondisi perekonomian dan keagamaan bangsa arab.
4.      Agar memahami kebudayaan dan peradaban bangsa arab.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    KONDISI GEOGRAFIS JAZIRAH ARAB
Jazirah Arab yang daerah tandus dan gersang itu, dikelilingi oleh air pada tiga sisi dan dibatasi oleh padang pasir  pada empat sisi. Jazirah Arab ini termasuk terbesar disunia. Para sarjana ilmu bumi berpendapat bahwa dahulu negeri ini merupakan sambungan padang pasir sahara (kini terputus oleh lembah Sungai Nil dan Laut Merah) dengan daerah-daerah padang  pasir yang membujur  melintasi Asia, Iran Tengah dan Padang Pasir Gobi. Negeri arab lah salah satu daerah yang paling kering dan paling panas diatas bumi. Walaupun negeri ini berbatasan dengan laut disebelah timur dan barat, namun perairan ini masih terlampau kecil untuk mengimbangi keadaan udara dari daratan Afrika dan Asia yang tidak mengandung curah hujan. Meskipun Samudra Hindia itu memang membawa curah hujan tetapi hanya jatuh didaerah pesisir, sehingga hanya sedikit mininggalkan hujan untuk daerah pedalaman.

Jazirah arab berbentuk empat persegi panjang yang sisi-sisinya tidak sejajar. Disebelah barat, berbatas dengan Laut Merah, disebelah selatan dengan Lau India, disebelah timur dengan Teluk Persia, dan disebelah utara dengan Gurun Gobi.

           Jazirah Arab itu terbagi atas dua bagian, bagian pedalaman dan bagian pesisir. Bagian pedalaman terdiri dari tanah pegunungan yang jarang mendapatkan curah hujan. Penduduknya sedikat sekali, yaitu terdiri dari kaum pengembara yang selalu berpindah-pindah tempat,menuruti turunnya hujan, dan mencari oase-oase yang ditumbuhi rumput untuk tempat mengembala ternak.

           Dan bagian pedalaman ini terbagi menjadi dua bagian: bagian utara disebut Nejed dan bagian selatan disebut Ahkaf. Bagian selatan penduduknya amat sedikit, oleh karena itu bagian itu dikenal dengan Rubul Khali. Bagian pesisir, merupakan pita kecil yang melingkari jazirah tersebut. Pada pertemuan Laut Merah dan Laut India, pita itu agak lebar. Dibagian tepi Jazirah Arab, hujan turun dengan menetap ditempatnya. Mereka mendirikan kota-kota dan kerajaan-kerajaan, dan sempat pula membina berbagai kebudayaan. Oleh karena itu mereka disebut ahlul hadkarah.

B.     STRUKTUR MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN JAZIRAH ARAB
1.      Struktur Bermasyarakatnya

Bangsa Arab yang mendiami Jazirah Arab tersebut termasuk rumpun bangsa Semit(Samiyah). Mereka adalah keturunan dari Syam bin Nuh. Pada garis besarnya  penduduk  Jazirah Arab itu dibagi atas 2 bagian, yaitu Arab Baidah dan Arab Baqiyah. Arab baidah adalah kabilah-kabilah yang terdahulu dan telah punah sebelum adanya islam. Sedangkan Arab Baqiyah terbagi atas 2 golongan yaitu Arab
Abidah(Qahthaniyah) dan Arab Musta’rabah(Adnaniyah).

Dari segi teritorial, penduduk Jazirah Arab terbagi atas 2 bagian yaitu penduduk kota(ahlul hadhara) dan penduduk pedalaman(ahlul badwi). Para penduduk kota menerapkan system cocok tanam dan berdagang. Para petani mengusahakan perkebunan tanaman pangan terutama kurma. Sedangkan para pedagang menjadi penghubung antara pedagang timur dan barat dalam sistem barter barang dagangan.

Kaum Badui yang hidup secara nomaden di pedalaman gurun pasir tidak memiliki perkampungan yang tetap sehingga meeka hanya hidup berpindah-pindah antar oase-oase yang ada di daerah gurun. Dan para penduduknya kebanyakan adalah peternak hewan, terutama unta. Hukum kehidupan padang pasir adalah kekuatan, siapa yang kuat dapat hidup baik, sedangkan yang lemah akan ditindas. Sehingga cara mereka hidup tidak jauh berbeda dengan para penghuni hutan rimba.

Dalam Struktur masyarakat bangsa Arab terdapat organisasi Kabilah sebagai intinya, dan anggota dari satu klan mempunyai hubungan genealogis (pertalian darah). Tiap kabilah dipimpin oleh anggota yang tertua yang disebut Syaikhul Kabilah. Pada masyarakat kota, terdapat strata sosial yang membedakan tingkatan status sosial di antara kabilah-kabilah yang ada. Sebagai contoh, di Mekkah ada Suku Quraisy dan di Yastrib terdapat Suku Auz dan Khazraj.

2.      Sistem Pemerintahannya

Pemerintahan di ranah Jazirah Arab di awali oleh golongan Arab Baidah. Beberapa kerajaan didirikan oleh mereka, seperti kerajaan kaum Aad, Tsamud, dan kerajaan Ambath(Amaliqah). Periode selanjutnya dilanjutkan oleh golongan Arab Aribah atau sering disebut Qahthaniyah. Tiga kerajaan terbesar yang pernah didirikan Arab Aribah di Yaman, yaitu Kerajaan Ma’iniyah, Sabaiyah, dan Himyariyah.

Pada periode setelahnya adalah masa golongan Arab Musta’rabah. Pusat kekuasaan mereka adalah Mekkah dan Yastrib. Namun, pada perkembangan selanjutnya ranah Jazirah Arab hanya dijadikan sebagai buffer state bagi 2 kerajaan adidaya yang mengapit daerah Jazirah Arab, yakni Kerajaan Bizantium (Romawi Timur) dan Kekaisaran Persia.

Di Hijaz terdapat perdapat pemerintahan yang sudah teratur yaitu di mekkah dan Yastrib. Kota Mekkah adalah kota dengan letak geografis yang sangat strategis karena terdapat bentang benteng alam di sekitar Mekkah. Kota Mekkah didirikan oleh nabi Ibrahim A.S. bersama keluarga Amaliqah. Dalam perkembangannya, pemerintahan di kota Mekkah akan dikendalikan oleh Suku Quraisy keturunan Nabi Ismail A.S.. Dan Nabi Muhammad SAW. juga terlahir dari Suku Quraisy.

Kota Yastrib yang kelak akan berganti nama menjadi kota Madinah setelah nabi Muhammad SAW. berhijrah adalah kota terpenting kedua di Hijaz. Tentang siapa yang mendirikannya tidak diketahui dengan jelas karena kurangnya bukti-bukti dan peninggalan sejarah yang menceritakan pendirian Kota Yastrib. Seiring perkembangan waktu, Kota Yastrib menjadi pusat pemerintahan Islam sejak masa Rasulullah hingga masa Khulafaur Rasyidin.

C.KONDISI PEREKONOMIAN DAN KEAGAMAAN BANGSA ARAB
1.Perekonomian Bangsa Arab
Arab seperti yang kita ketahui kalau daratannya adalah hamparan pasir yang sangat luas yang disebut gurun. Tanahnya gersang dan tandus. Air menjadi kebutugan primer yang sulit diperoleh. Itu berarti pertanian tidak akan berkembang di Negeri Arab. Mata pencaharian Bangsa Arab saat itu adalah beternak dan berdagang.
Gustave Le Bon menulis dalam bukunya The Word of Islamic Civilization, bahwa orang-orang Arab pintar berdagang. Sebelum bagsa eropa membuka jalur perdagangan keluar, bangsa arab sudah membuka jalur perdagangan dengan India, China, beberapa daerah di Eropa, bahkan telah sampai ke Sumatra. Setelah Islam berkembang suasana perdagangan semakin ramai. Salah satu sebab berkembangnya Islam adalah karena memanfaatkan jalur perdagangan ini.
2.KONDISI KEAGAMAAN
Sebelum Nabi Muhammad lahir, bangsa Arab sudah mengakui bahwa Allah itu sebagai Tuhan mereka, kepercayaan itu sudah turun-temurun sejak Nabi Ibrahim as. dan nabi Ismail as. Kepercayaan terhadap Allah swt tersebut tetap diyakini oleh bangsa Arab sampai Muhammad SAW. diangkat nenjadi Rasulullah. Hanya saja keyakinan itu di campur baurkan dengan yang bathil, takhayul, dan kemusyrikan.
Perlahan-lahan terjadilah suatu penyimpangan, mereka menjadi paganisme, menyembah berhala dengan alasan sebagai perantara terhadap Allah. Memang mereka masih meyakini Allah itu tetap sebagai Yang Maha Agung. Akan tetapi tidak di benarkan kalau berhala itu dijadikan sesembahan, sebagai perantara, harus dihormati dan dipuja-puja. Akan tetapi antara Tuhan dan makhluk-Nya dirasakan ada jarak yang memperantarainya.
Patu berhala yang disembah penduduk Mekah yang terbesar bernama Hubal yang diletakkan didalam Kakbah terbuat dari batu akik berbentuk manusia. Selain Hubal terdapat kurang lebih 360 patung berhala yang tersebar di sekitar Kakbah. Nasib berhala itu mengenaskan, karena pada tgl 11 ramadhan 8 H Rasulullah memerintahkan Khalid bin Walid dan pasukannya untuk menghancurkan semua patung berhala yang di Mekkah agar tidak di sembah-sembah lagi.
Selain itu ada juga agama Yahudi yang dibawa oleh bangsa Israil dari negeri Syur ke Jazirah Arab. Mereka bisa sampai ke Arab karena mereka diusir oleh Kerajaan Rum diperkirakan terjadi pada abad ke-1 Masehi dan pengusiran itu terjadi berlangsung terus-menerus hingga pada abad ke-5 kelompok yang tersebar di senelah utara Jazirah Arab kemudian meluas ke bagian selatan Yaman dan Najran. Asal-usul Yahudi berpangkal dari Nabi Ibrahim. Yahudi disebut juga bangsa Israel yaitu keturunan Nabi Ya'kub. Nama Yahudi disandarkan kepada Yehuda, salah seorang dari dua belas putra Nabi Ya'kub. Yahudi terkenal cerdas dan licik, dengan kemampuannya itu mereka menyebarkan ajaran mereka kepada kabilah-kabilah Arab. Dan ajarannya mereka tidak ditentang oleh pemuka Arab karena keagamaan bangsa Arab juga berakar dari pada ajaran Nabi Ibrahim.
Kristen juga sudah ada sebelum Rasulullah lahir. Seja Abad ke 1M bangsa Arab sudah ada hubungan dengan agama masehi ini sewaktu mengadakan perdagangan ke wilayah Rum dan ke negeri Habsyi. Dan Kristen berkembang di Arab pada abad ke-6 M. Pada masa itu agama Masehi terpecah-pecah kepada aliran dan mazhab.Nusthuriyah tersiar di Hirah dan Yakubiyah di Gassasinah dan Syria. Kota yang menjadi pusat berkembangnya adalah Najran. Wilayah ini tanahnya subur penduduknya ramai dengan mata pencaharian bertani, bertenun sutra, menyamak kulit binatang, dan membuat peralatan perang.
C.    KEBUDAYAAN DAN PERADABAN BANGSA ARAB.

Keluarga Arab Qahthaniyah (Arab Aribah) diselatan Jazirah Arab pernah mendirikan kerajaan besar dan makmur. Mereka itu mendirikan kota-kota, membangun istana mewah, mengolah tanah dan menggunakan bendungan dan pengairan, memahat patung, ahli perbintangan, mempunyai angkatan perang yang tangguh, dan mengadakan perausan wilayah serta mengadakan hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangganya.

Seperti yang telah dijelaskan para ahli sejarah, salah satu peninggalan sejarah di yaman yang dapat ditemukan sekarang ialah sisa-sisa bendungan Ma’rib. Diperkirakan bendungan ini dibangun pada abad ke-2 SM. Pembuatan bendungan ini menunjukkan keahlian dan teknik yang sudah maju dari bangsa Yaman pada masa itu. Namun, bendungan ini hanya mampu bertahan hingga Abad ke-2 M dikarenakan kurangnya perhatian dan tidak adanya pemeliharaan dari pihak penduduk dan pemerintahannya. Peristiwa robohnya bendungan ini dikenal dengan sebutan “Sail Al-Arim”. Bobolnya bendungan Ma’rib menyebabkan banjir besar yang melanda daerah Yaman dan sekitarnya.
Bangunan suci yang terpenting dikalangan bangsa Arab adalah Kakbah, dibangun oleh Nabi Ibrahim A.S. dan Nabi Ismail A.S.. kemudian dipelihara oelh keturunan Amaliqah. Kakbah dihormati dan disucikan oleh kabilah-kabilah Arab, apapun agama yang dianutnya.
Bangsa Arab juga memiliki beberapa kebudayaan lain seperti syair-syair jahili, cerita prosa, khotbah, amsal, ansab, tenun dan ramalan, perbintangan, memanah, menunggang kuda dan sebagainya. Modal utama mereka adalah bahasa yang mereka pergunakan untuk berkomunikasi. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan bangsa lain dikarenakan bahasa yang dipergunakan Bangsa Arab Musta’rab masih serumpun dengan bahasa yang dipergunakan bangsa lainnya yang ada Jazirah Arab.
Faktor bahasa ini mempermudah mereka dalam berdagang dan berpindah-pindah tempat antar oase. Tiap di musim haji mereka saling berkenalan, berdagang, dan bersyair. Dalam pertemuan itu mereka tidak hanya melakukan kegaitan barter barang, melainkan juga saling bertukar ilmu dan informasi.
Syair-syair jahili mengandung pengambaran kisah hidup para Badui yang sederhana. Sehingga belum ada yang mengandung tentang ilmu-ilmu eksak, pemikiran yang tinggi, dan perasaan yang dalam.
Selain syair, ada sastra lain yang bernilai tinggi, yakni Amsal atau biasa disebut Pepatah Arab. Dari pepatah apa yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat dinilai peradaban, adat istiadat, dan budi pekertinya.
Qissah(cerita prosa) termasuk warisan budaya Arab jahili yang dapat dinikmati sampai saat ini. Seperti halnya amsal dan syair dalam kisah itu dapat ditelusuri perkembangan pemikiran bangsa Arab jahili sebelum kenabian.
 Kehidupan badui yang keras memberi peluang untuk Arab jahili melengkapi dirinya dengan pengetahuan dan keahlian yang sesuai dengan keahliannya. Dengan adanya pelatihan intensif mereka telah melahirkan para ahli dalam berbagai keahlian.
Mengenal baik silsilah keluarga adalah salah satu kebanggaan bangsa Arab jahili. Kemampuan mereka menghapal silsilah keluarga sejalan dengan kemampuan mereka dalam menghapal syair, amsal, dan cerita prosa.
Orang Arab jahiliyah terikat takhayul dan adat istiadat yang melembaga dan diwarisi turun-temurun. Takhayul dan adat istiadat termasuk kepercayaan Watsaniyah tang percaya adanya hantu dan roh jahat.
Kahin atau peramal memiliki kedudukan yang tinggi di tengah-tengah masyarakat jahiliyyah. Malah beberapa ditakuti karena adanya kepercayaan terhadap jimat dan semacamnya.
Orang Arab jahili tidak terikat dengan aturan moral yang ketat. Tiada nilai yang bersumber pada kitab suci yang dipegang dan ditaati. Ada kebebasan dan kemerdekaan dalam berpikir dan bertindak. Sehingga banyak penyimpangan yang justru sebenarnya merusak peradaban dan masyarakat mereka sendiri. Namun, justru dipelihara dan diwariskan turun-temurun.
Demikian itulah gambaran selintas budaya bangsa Arab jahili sebelum masa kemunculan Islam. Suatu kebudayaan yang berdiri sendiri, telah melewati beberapa fase sejarah, bertumbuh dan berkembang dengan lingkungannya sendiri,






BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
         
Bangsa Arab sebelum kedatangan islam disebut bangsa jahiliah. Disebut bangsa jahiliah bukan karena kebodohannyadalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa itu orang arab telah memiliki ilmu astronomi yang cukup tinggi untuk menentukan arah mata angin dalam perjalanan ditengah padang pasiryang seakan akan tak bertepi. Di kala itu mereka juga mengenal sastra yang cukup tinggi.
            Mereka disebut bangsa jahiliah karena kebodohanya dalam hal ketauhidan. Pada masa itu, masyarakat menyembah berhala, disampiing itumereka masih dikuasai balas dendam darah atas pembunuhan yang dilakukan diantara mereka. Dalam kasus seperti itu keluarga yang menerima musibah berhak menutut balas ats pembunuhan itu dengan balas pembunuhan.
            Terhadap perempuan mereka menunjukan sikap yang negatif. Di mata mereka kedudukan perempuan amat rendah, karena disamakan dengan harta pusaka yang bisa diwariskan bila suami mereka meninggal dunia. Indikator lain rendahnya tingkat moraltas bangsa arab dikala itu terdapatnya budak belian. Budak-budak itu tidak mempunyai hak kecuali kewajiban untuk mengabdi kepada majikan mereka.

B. SARAN
          Penyusun banyak berharap para pembaca memberikan saran maupun kritik yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan makalah di kesempatan- kesempatan berikutnya.

C. DAFTAR PUSTAKA

Susmihara. 2013.  Sejarah Peradapan Islam. Yogyakarta:Penerbit Ombak
Susmihara. 2013.  Sejarah Klasik. Yogyakarta:Penerbit Ombak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...