PERADABAN ARAB SEBELUM ISLAM
Diajukan
sebagai Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradapan Islam
Dosen
pengampu Dian uswatina, M.Hum.
Disusun
oleh:
Slamet
Miftahul Abror
(173231036)
Wahyu
Indra Widyasmoko
(173231063)
Muhammad
Alfani Ilham (173231068)
JURUSAN
SEJARAH PERADAPAN ISLAM
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
SURAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
AlhamdulillahWasyukurillah,
Segala Puji slalu tercurahkan kepada Allah swt yang telah memberikan segala
nikmatnya kepada kita semua, Serta Sholawat dan Salam tak lupa kita haturkan
kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang mana telah membawa kita dari zaman yang
gelap gulita menuju zaman yang terang benerang yakni Agama Islam. Akhirnya,
Makalah Peradaban Arab Sebelum Islam ini telah dapat tersusun dengan baik.
Penyusunan makalah ini mengambil referensi dari beberapa buku sejarah peradapan
islam yang di pinjam di perpustakaan pusat iain surakarta.
Dalam penyusunan Makalah Peradaban Arab Sebelum Islam
ini, tim penyusun agak mendapatkan kesulitan sedikit dalam penyusunan karena
ini adalah pertama kalinya kami menyusun Makalah. Makalah ini disusun dengan
maksud sebagai materi dalam presentasi kami, serta dengan tersusunnya makalah
ini kita semua barharap dapat menambah wawasan tentang peradaban arab sebelum
islam sehingga kita dapat mengetahui lebih dalam sebuah sejarah pada masa
sebelum islam datang. Dan Tim penyusun menyadari dan percaya bahwa makalah
peradaban arab sebelum islam ini belum sempurna sebagaimana yang diharapkan,
dan masih banyak terdapat kekurangan oleh karena itu kritik dan saran sangat
diharapkan dari berbagai pihak.
Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sebagai
penyusun serta teman-teman semua.
Surakarta,
Agustus 2017
Tim Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR…..........................................................................................
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG…………………………………………………
B. RUMUSAN
MASALAH……………………………………………....
C. TUJUAN……………………………………………………………….
D. MANFAAT………………………………………………….................
BAB II PEMBAHASAN
A. KONDISI
GEOGRAFIS JAZIRAH ARAB…………………………...
B. STRUKTUR
MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN JAZIRAH ARAB………………………………………………………………….
C. KONDISI
PEREKONOMIAN DAN KEAGAMAANNYA…………..
D. KEBUDAYAAN
DAN PERADABAN BANGSA ARAB…………....
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN………………………………………………………...
B. SARAN………………………………………………………………...
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam mempelajari Sejarah Peradaban Islam, tentu saja tidak
lepas dari sejarah bangsa Arab pra-islam. Hal ini sangat relevan karena
faktanya bangsa Arab adalah bangsa yang pertama kali mengenal Islam. Jazirah
Arab yang berupa lautan pasir pun memiliki andil dalam pertumbuhan dan
perkembangan Islam yang saat itu masih berupa bayi bila dibandingkan agama lain
yang dianut oleh Raja Kekaisaran yang ada di sekeliling Jazirah Arab sehingga
para bangsa Arab terhindar dari penjajahan. Cara hidup nomaden dan perdagangan yang diterapkan oleh bangsa
Arab juga mempermudah dalam perluasan dan penyebaran agama Islam itu sendiri.
Oleh sebab
itu dirasa perlu untuk dipelajari terlebih dahulu tentang keadaan masyarakat
dan pemerintahan, ekonomi dan keagamaan, kebudayaan dan sikap moral bangsa Arab
pada Zaman pra-islam serta struktur geografis Jazirah Arab agar lebih memahami
kondisi bangsa Arab pada Zaman pra-islam atau yang lebih dikenal Zaman
Jahiliyyah.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kondisi geografis jazirah arab?
2. Bagaimana struktur masyarakat dan
pemerintahan jazirah arab?
3. Bagaimana kondisi perekonomian dan
keagamaan bangsa arab?
4. Bagaimana kebudayaan dan peradaban
bangsa arab?
C. TUJUAN
1.
Menjelaskan
kondisi geografis jazirah arab.
2.
Menjelaskan
struktur masyarakat dan pemerintahan
jazirah arab.
3.
Menjelaskan kondisi perekonomian dan keagamaan bangsa arab.
4.
Menjelaskan
kebudayaan dan peradaban bangsa arab.
D. MANFAAT
1.
Agar
memahami kondisi geografis jazirah arab.
2.
Agar
memahami struktur masyarakat dan
pemerintahan jazirah arab.
3.
Agar
memahami kondisi perekonomian dan
keagamaan bangsa arab.
4.
Agar
memahami kebudayaan dan peradaban bangsa
arab.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONDISI GEOGRAFIS JAZIRAH ARAB
Jazirah
Arab yang daerah tandus dan gersang itu, dikelilingi oleh air pada tiga sisi
dan dibatasi oleh padang pasir pada
empat sisi. Jazirah Arab ini termasuk terbesar disunia. Para sarjana ilmu bumi
berpendapat bahwa dahulu negeri ini merupakan sambungan padang pasir sahara
(kini terputus oleh lembah Sungai Nil dan Laut Merah) dengan daerah-daerah
padang pasir yang membujur melintasi Asia, Iran Tengah dan Padang Pasir
Gobi. Negeri arab lah salah satu daerah yang paling kering dan paling panas
diatas bumi. Walaupun negeri ini berbatasan dengan laut disebelah timur dan
barat, namun perairan ini masih terlampau kecil untuk mengimbangi keadaan udara
dari daratan Afrika dan Asia yang tidak mengandung curah hujan. Meskipun
Samudra Hindia itu memang membawa curah hujan tetapi hanya jatuh didaerah
pesisir, sehingga hanya sedikit mininggalkan hujan untuk daerah pedalaman.
Jazirah
arab berbentuk empat persegi panjang yang sisi-sisinya tidak sejajar. Disebelah
barat, berbatas dengan Laut Merah, disebelah selatan dengan Lau India,
disebelah timur dengan Teluk Persia, dan disebelah utara dengan Gurun Gobi.
Jazirah Arab itu terbagi atas dua
bagian, bagian pedalaman dan bagian pesisir. Bagian pedalaman terdiri dari
tanah pegunungan yang jarang mendapatkan curah hujan. Penduduknya sedikat
sekali, yaitu terdiri dari kaum pengembara yang selalu berpindah-pindah
tempat,menuruti turunnya hujan, dan mencari oase-oase yang ditumbuhi rumput
untuk tempat mengembala ternak.
Dan bagian pedalaman ini terbagi
menjadi dua bagian: bagian utara disebut Nejed
dan bagian selatan disebut Ahkaf.
Bagian selatan penduduknya amat sedikit, oleh karena itu bagian itu dikenal
dengan Rubul Khali. Bagian pesisir,
merupakan pita kecil yang melingkari jazirah tersebut. Pada pertemuan Laut
Merah dan Laut India, pita itu agak lebar. Dibagian tepi Jazirah Arab, hujan
turun dengan menetap ditempatnya. Mereka mendirikan kota-kota dan
kerajaan-kerajaan, dan sempat pula membina berbagai kebudayaan. Oleh karena itu
mereka disebut ahlul hadkarah.
B. STRUKTUR MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN JAZIRAH ARAB
1.
Struktur
Bermasyarakatnya
Bangsa
Arab yang mendiami Jazirah Arab tersebut termasuk rumpun bangsa Semit(Samiyah).
Mereka adalah keturunan dari Syam bin Nuh. Pada garis besarnya penduduk
Jazirah Arab itu dibagi atas 2 bagian, yaitu Arab Baidah dan Arab
Baqiyah. Arab baidah adalah kabilah-kabilah yang terdahulu dan telah punah
sebelum adanya islam. Sedangkan Arab Baqiyah terbagi atas 2 golongan yaitu Arab
Abidah(Qahthaniyah)
dan Arab Musta’rabah(Adnaniyah).
Dari
segi teritorial, penduduk Jazirah Arab terbagi atas 2 bagian yaitu penduduk
kota(ahlul hadhara) dan penduduk pedalaman(ahlul badwi). Para penduduk kota
menerapkan system cocok tanam dan berdagang. Para petani mengusahakan
perkebunan tanaman pangan terutama kurma. Sedangkan para pedagang menjadi
penghubung antara pedagang timur dan barat dalam sistem barter barang dagangan.
Kaum
Badui yang hidup secara nomaden di pedalaman gurun pasir tidak memiliki
perkampungan yang tetap sehingga meeka hanya hidup berpindah-pindah antar
oase-oase yang ada di daerah gurun. Dan para penduduknya kebanyakan adalah
peternak hewan, terutama unta. Hukum kehidupan padang pasir adalah kekuatan,
siapa yang kuat dapat hidup baik, sedangkan yang lemah akan ditindas. Sehingga
cara mereka hidup tidak jauh berbeda dengan para penghuni hutan rimba.
Dalam
Struktur masyarakat bangsa Arab terdapat organisasi Kabilah sebagai intinya,
dan anggota dari satu klan mempunyai hubungan genealogis (pertalian darah).
Tiap kabilah dipimpin oleh anggota yang tertua yang disebut Syaikhul Kabilah.
Pada masyarakat kota, terdapat strata sosial yang membedakan tingkatan status
sosial di antara kabilah-kabilah yang ada. Sebagai contoh, di Mekkah ada Suku
Quraisy dan di Yastrib terdapat Suku Auz dan Khazraj.
2.
Sistem
Pemerintahannya
Pemerintahan
di ranah Jazirah Arab di awali oleh golongan Arab Baidah. Beberapa kerajaan
didirikan oleh mereka, seperti kerajaan kaum Aad, Tsamud, dan kerajaan
Ambath(Amaliqah). Periode selanjutnya dilanjutkan oleh golongan Arab Aribah
atau sering disebut Qahthaniyah. Tiga kerajaan terbesar yang pernah didirikan
Arab Aribah di Yaman, yaitu Kerajaan Ma’iniyah, Sabaiyah, dan Himyariyah.
Pada
periode setelahnya adalah masa golongan Arab Musta’rabah. Pusat kekuasaan
mereka adalah Mekkah dan Yastrib. Namun, pada perkembangan selanjutnya ranah
Jazirah Arab hanya dijadikan sebagai buffer
state bagi 2 kerajaan adidaya yang mengapit daerah Jazirah Arab, yakni
Kerajaan Bizantium (Romawi Timur) dan Kekaisaran Persia.
Di
Hijaz terdapat perdapat pemerintahan yang sudah teratur yaitu di mekkah dan
Yastrib. Kota Mekkah adalah kota dengan letak geografis yang sangat strategis
karena terdapat bentang benteng alam di sekitar Mekkah. Kota Mekkah didirikan
oleh nabi Ibrahim A.S. bersama keluarga Amaliqah. Dalam perkembangannya,
pemerintahan di kota Mekkah akan dikendalikan oleh Suku Quraisy keturunan Nabi
Ismail A.S.. Dan Nabi Muhammad SAW. juga terlahir dari Suku Quraisy.
Kota
Yastrib yang kelak akan berganti nama menjadi kota Madinah setelah nabi Muhammad
SAW. berhijrah adalah kota terpenting kedua di Hijaz. Tentang siapa yang
mendirikannya tidak diketahui dengan jelas karena kurangnya bukti-bukti dan
peninggalan sejarah yang menceritakan pendirian Kota Yastrib. Seiring
perkembangan waktu, Kota Yastrib menjadi pusat pemerintahan Islam sejak masa
Rasulullah hingga masa Khulafaur Rasyidin.
C.KONDISI PEREKONOMIAN DAN KEAGAMAAN
BANGSA ARAB
1.Perekonomian Bangsa
Arab
Arab seperti yang kita ketahui kalau daratannya adalah
hamparan pasir yang sangat luas yang disebut gurun. Tanahnya gersang dan
tandus. Air menjadi kebutugan primer yang sulit diperoleh. Itu berarti
pertanian tidak akan berkembang di Negeri Arab. Mata pencaharian Bangsa Arab
saat itu adalah beternak dan berdagang.
Gustave Le Bon menulis dalam bukunya The Word of Islamic
Civilization, bahwa orang-orang Arab pintar berdagang. Sebelum bagsa eropa
membuka jalur perdagangan keluar, bangsa arab sudah membuka jalur perdagangan
dengan India, China, beberapa daerah di Eropa, bahkan telah sampai ke Sumatra.
Setelah Islam berkembang suasana perdagangan semakin ramai. Salah satu sebab
berkembangnya Islam adalah karena memanfaatkan jalur perdagangan ini.
2.KONDISI KEAGAMAAN
Sebelum Nabi Muhammad lahir, bangsa Arab sudah mengakui bahwa
Allah itu sebagai Tuhan mereka, kepercayaan itu sudah turun-temurun sejak Nabi
Ibrahim as. dan nabi Ismail as. Kepercayaan terhadap Allah swt tersebut tetap
diyakini oleh bangsa Arab sampai Muhammad SAW. diangkat nenjadi Rasulullah.
Hanya saja keyakinan itu di campur baurkan dengan yang bathil, takhayul, dan
kemusyrikan.
Perlahan-lahan terjadilah suatu penyimpangan, mereka menjadi
paganisme, menyembah berhala dengan alasan sebagai perantara terhadap Allah.
Memang mereka masih meyakini Allah itu tetap sebagai Yang Maha Agung. Akan tetapi
tidak di benarkan kalau berhala itu dijadikan sesembahan, sebagai perantara,
harus dihormati dan dipuja-puja. Akan tetapi antara Tuhan dan makhluk-Nya
dirasakan ada jarak yang memperantarainya.
Patu berhala yang disembah penduduk Mekah yang terbesar bernama
Hubal yang diletakkan didalam Kakbah terbuat dari batu akik berbentuk manusia.
Selain Hubal terdapat kurang lebih 360 patung berhala yang tersebar di sekitar
Kakbah. Nasib berhala itu mengenaskan, karena pada tgl 11 ramadhan 8 H
Rasulullah memerintahkan Khalid bin Walid dan pasukannya untuk menghancurkan
semua patung berhala yang di Mekkah agar tidak di sembah-sembah lagi.
Selain itu ada juga agama Yahudi yang dibawa oleh bangsa
Israil dari negeri Syur ke Jazirah Arab. Mereka bisa sampai ke Arab karena
mereka diusir oleh Kerajaan Rum diperkirakan terjadi pada abad ke-1 Masehi dan
pengusiran itu terjadi berlangsung terus-menerus hingga pada abad ke-5 kelompok
yang tersebar di senelah utara Jazirah Arab kemudian meluas ke bagian selatan
Yaman dan Najran. Asal-usul Yahudi berpangkal dari Nabi Ibrahim. Yahudi disebut
juga bangsa Israel yaitu keturunan Nabi Ya'kub. Nama Yahudi disandarkan kepada
Yehuda, salah seorang dari dua belas putra Nabi Ya'kub. Yahudi terkenal cerdas
dan licik, dengan kemampuannya itu mereka menyebarkan ajaran mereka kepada
kabilah-kabilah Arab. Dan ajarannya mereka tidak ditentang oleh pemuka Arab
karena keagamaan bangsa Arab juga berakar dari pada ajaran Nabi Ibrahim.
Kristen juga sudah ada sebelum Rasulullah lahir. Seja Abad ke
1M bangsa Arab sudah ada hubungan dengan agama masehi ini sewaktu mengadakan
perdagangan ke wilayah Rum dan ke negeri Habsyi. Dan Kristen berkembang di Arab
pada abad ke-6 M. Pada masa itu agama Masehi terpecah-pecah kepada aliran dan
mazhab.Nusthuriyah tersiar di Hirah dan Yakubiyah di Gassasinah dan Syria. Kota
yang menjadi pusat berkembangnya adalah Najran. Wilayah ini tanahnya subur
penduduknya ramai dengan mata pencaharian bertani, bertenun sutra, menyamak
kulit binatang, dan membuat peralatan perang.
C. KEBUDAYAAN DAN PERADABAN BANGSA ARAB.
Keluarga
Arab Qahthaniyah (Arab Aribah) diselatan Jazirah Arab pernah mendirikan
kerajaan besar dan makmur. Mereka itu mendirikan kota-kota, membangun istana
mewah, mengolah tanah dan menggunakan bendungan dan pengairan, memahat patung,
ahli perbintangan, mempunyai angkatan perang yang tangguh, dan mengadakan
perausan wilayah serta mengadakan hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan
tetangganya.
Seperti
yang telah dijelaskan para ahli sejarah, salah satu peninggalan sejarah di
yaman yang dapat ditemukan sekarang ialah sisa-sisa bendungan Ma’rib.
Diperkirakan bendungan ini dibangun pada abad ke-2 SM. Pembuatan bendungan ini
menunjukkan keahlian dan teknik yang sudah maju dari bangsa Yaman pada masa
itu. Namun, bendungan ini hanya mampu bertahan hingga Abad ke-2 M dikarenakan
kurangnya perhatian dan tidak adanya pemeliharaan dari pihak penduduk dan
pemerintahannya. Peristiwa robohnya bendungan ini dikenal dengan sebutan “Sail Al-Arim”. Bobolnya bendungan
Ma’rib menyebabkan banjir besar yang melanda daerah Yaman dan sekitarnya.
Bangunan
suci yang terpenting dikalangan bangsa Arab adalah Kakbah, dibangun oleh Nabi
Ibrahim A.S. dan Nabi Ismail A.S.. kemudian dipelihara oelh keturunan Amaliqah.
Kakbah dihormati dan disucikan oleh kabilah-kabilah Arab, apapun agama yang
dianutnya.
Bangsa
Arab juga memiliki beberapa kebudayaan lain seperti syair-syair jahili, cerita
prosa, khotbah, amsal, ansab, tenun dan ramalan, perbintangan, memanah,
menunggang kuda dan sebagainya. Modal utama mereka adalah bahasa yang mereka
pergunakan untuk berkomunikasi. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam
berinteraksi dengan bangsa lain dikarenakan bahasa yang dipergunakan Bangsa
Arab Musta’rab masih serumpun dengan bahasa yang dipergunakan bangsa lainnya
yang ada Jazirah Arab.
Faktor
bahasa ini mempermudah mereka dalam berdagang dan berpindah-pindah tempat antar
oase. Tiap di musim haji mereka saling berkenalan, berdagang, dan bersyair.
Dalam pertemuan itu mereka tidak hanya melakukan kegaitan barter barang,
melainkan juga saling bertukar ilmu dan informasi.
Syair-syair
jahili mengandung pengambaran kisah hidup para Badui yang sederhana. Sehingga
belum ada yang mengandung tentang ilmu-ilmu eksak, pemikiran yang tinggi, dan
perasaan yang dalam.
Selain
syair, ada sastra lain yang bernilai tinggi, yakni Amsal atau biasa disebut
Pepatah Arab. Dari pepatah apa yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat
dinilai peradaban, adat istiadat, dan budi pekertinya.
Qissah(cerita
prosa) termasuk warisan budaya Arab jahili yang dapat dinikmati sampai saat
ini. Seperti halnya amsal dan syair dalam kisah itu dapat ditelusuri
perkembangan pemikiran bangsa Arab jahili sebelum kenabian.
Kehidupan badui yang keras memberi peluang
untuk Arab jahili melengkapi dirinya dengan pengetahuan dan keahlian yang
sesuai dengan keahliannya. Dengan adanya pelatihan intensif mereka telah
melahirkan para ahli dalam berbagai keahlian.
Mengenal
baik silsilah keluarga adalah salah satu kebanggaan bangsa Arab jahili.
Kemampuan mereka menghapal silsilah keluarga sejalan dengan kemampuan mereka
dalam menghapal syair, amsal, dan cerita prosa.
Orang
Arab jahiliyah terikat takhayul dan adat istiadat yang melembaga dan diwarisi
turun-temurun. Takhayul dan adat istiadat termasuk kepercayaan Watsaniyah tang
percaya adanya hantu dan roh jahat.
Kahin
atau peramal memiliki kedudukan yang tinggi di tengah-tengah masyarakat
jahiliyyah. Malah beberapa ditakuti karena adanya kepercayaan terhadap jimat
dan semacamnya.
Orang
Arab jahili tidak terikat dengan aturan moral yang ketat. Tiada nilai yang
bersumber pada kitab suci yang dipegang dan ditaati. Ada kebebasan dan
kemerdekaan dalam berpikir dan bertindak. Sehingga banyak penyimpangan yang
justru sebenarnya merusak peradaban dan masyarakat mereka sendiri. Namun,
justru dipelihara dan diwariskan turun-temurun.
Demikian
itulah gambaran selintas budaya bangsa Arab jahili sebelum masa kemunculan
Islam. Suatu kebudayaan yang berdiri sendiri, telah melewati beberapa fase
sejarah, bertumbuh dan berkembang dengan lingkungannya sendiri,
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Bangsa Arab
sebelum kedatangan islam disebut bangsa jahiliah. Disebut bangsa jahiliah bukan
karena kebodohannyadalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa itu orang
arab telah memiliki ilmu astronomi yang cukup tinggi untuk menentukan arah mata
angin dalam perjalanan ditengah padang pasiryang seakan akan tak bertepi. Di
kala itu mereka juga mengenal sastra yang cukup tinggi.
Mereka
disebut bangsa jahiliah karena kebodohanya dalam hal ketauhidan. Pada masa itu,
masyarakat menyembah berhala, disampiing itumereka masih dikuasai balas dendam
darah atas pembunuhan yang dilakukan diantara mereka. Dalam kasus seperti itu
keluarga yang menerima musibah berhak menutut balas ats pembunuhan itu dengan
balas pembunuhan.
Terhadap
perempuan mereka menunjukan sikap yang negatif. Di mata mereka kedudukan
perempuan amat rendah, karena disamakan dengan harta pusaka yang bisa
diwariskan bila suami mereka meninggal dunia. Indikator lain rendahnya tingkat
moraltas bangsa arab dikala itu terdapatnya budak belian. Budak-budak itu tidak
mempunyai hak kecuali kewajiban untuk mengabdi kepada majikan mereka.
B.
SARAN
Penyusun banyak berharap para
pembaca memberikan saran maupun kritik yang membangun kepada penyusun demi
sempurnanya makalah ini dan makalah di kesempatan- kesempatan berikutnya.
C.
DAFTAR PUSTAKA
Susmihara. 2013. Sejarah
Peradapan Islam. Yogyakarta:Penerbit Ombak
Susmihara. 2013. Sejarah
Klasik. Yogyakarta:Penerbit Ombak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar