ISLAM PADA MASA
RASULULLAH
Disusun Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu : Dian
Uswatina, M.Hum
Disusun
Oleh :
1. AINY
MUSTHOFIYAH (173231057)
2. ATIK
SEPTYANI (173231060)
3. NUR
AFNI SEDYOWATI (173231062)
SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI SURAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wa rohmatullahi wa barokatuh.
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah swt.,rabb
pencipta alam semesta. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi
Muhammad saw., keluarganya, para sahabatnya, serta seluruh pengikutnya.
Dengan kerendahan hati, kami membuat
makalah Sejarah Peradaban Islam. Makalah ini tersusun berdasarkan sumber lain.
Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut. Mahasiswa dapat
mengetahui tentang rasulullah saw, dari beliau lahir hingga menjadi nabi.
1. Siswa
dapat meneladani kepribadian, pengorbanan, dan kepemimpinan nabi Muhammad saw.
2. Siswa
memahami perkembangan islam setelah nabi Muhammad saw,menjadi nabi.
3. Siswa
bisa mendapat pemahaman yang komprehensif dari sejarah perjuangan nabi Muhammad
saw.
4. Siswa
dapat mengambil ibrah dari perjalanan nabi Muhammad menyebarkan agama islam.
Demikianlah
makalah ini kami susun. Dengan harapan dapat memberikan manfaat kepada para
siswa dan pembaca makalah ini. Tak ada gading yang retak. Jika ada kalimat yang
kurang berkenan saran dan kritik kami harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Kepada
allah swt.,kami mohon taufik dan hidayahnya. Semoga usaha ini senantiasa dalam
keridhoannya.
Wassalamu’alaikum
wa rohamtullahi wa barokatuh.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Riwayat masa lampau
sebagai obyek studi sejarah, berkenaan dengan peristiwa-peristiwa pada
kehidupan manusia yang menyangkut segala aspeknya. Dalam penuturan sejarah,
peristiwa-peristiwa diurutkan kurun-kurun waktu secara kronologis. Dari
analisis sejarah tentang suatu peristiwa atau suatu masalah, kita dapat
mengadakan prediksi terhadap hal-hal tersebut pada masa yang akan datang.
Pemilihan suatu gejala atau suatu masalah dengan menggunakan pendekatan
sejarah, ini termasuk pemilihan yang dinamis, karena memperhatikan urutan
prosesnya dari waktu kewaktu.
Sejarah dapat diartikan
sebagai riwayat tentang masa lampau atau suatu bidang ilmu pengetahuan yang
menyelidiki dan menuturkan riwayat masa lampau tersebut sesuai dengan dapat
melepaskan diri dari kejadian dan serta kenyataan masa sekarang yang sedang
kita alami bersama dan tidak pula kita lepaskan dari perspefktif masa depan.
Perkembangan peradaban
masa lalu merupakan perpaduan antara Hindu-Budha dengan Islam, yang membawa
akibat adanya Versi baru dalam hal kehidupan keagamaan dan budaya masyarakat
sekarang ini. Hal ini sejalan dengan konsep sejarah, yaitu adanya kemajuan
dalam menganalisis suatu peristiwa dengan tanpa meninggalkan analisis peristiwa
masa lampau.
B.
Rumusan Masalah
1.
Kapan kelahiran Nabi Muhammad?
2.
Bagaimana masa Rasulullah peroide Mekkah?
3.
Bagaimana masa Rasulullah periode Madinah?
4.
Bagaimana wafatnya Rasulullah?
C. TUJUAN PENULISAN
1.
Mengetahui peran nabi Muhammad sebelum dan
sesudah beliau menjadi nabi.
2.
Mengetahui ekstensi dakwah Nabi Muhammad saw.
3.
Lebih mepertebal keimanan dengan mengetahui
perjuangan Rasulullah Saw.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
LAHIRNYA
RASULULLAH
Muhammad
saw dilahirkan di Semenanjung Jazirah Arab tepatnya disebuah kota yang bernama
Mekah, yang kelak membawa perubahan peradaban manusia pada tanggal 9 atau 12 rabiul awwal (20 April
571 M) tepatnya pada tahun gajah dari
pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi
kejadian-kejadian luar biasa. Mulai dari padamnya api abadi di kerajaan
persia/iran yang tak pernah padam selama 1000 tahun sesembahan orang persia.
Berhala-berhala disekitar ka’bah juga berjatuhan dengan sendirinya. Termasuk
aksi penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan ka’bah yang dipimpin oleh
Abrahah, Raja Habsyi atau Eutopia.
Setelah
Muhammad lahir ibunya Siti Aminah mengirimkan berita pada sang kakek yaitu
Abdul Muthalib. Saat mendengar berita tentang kelahiran cucunya Abdul Muthalib
bergegas dengan perasaan penuh gembira. Pada hari ke-7 Abu Muthalib memberi
nama Muhammad. Ayahnya, Abdullah wafat sebelum ia lahir.
Nabi
Muhammad diasuh oleh Halimah hingga 4 tahun. Saat usia 4 tahun, beliau didekati
oleh malaikat Jibril. Malaikat itu kemudian menelentangkan Nabi dan membelah
dadanya, mengeluarkan hatinya, dan segumpal darah didadanya. Kemudian Jibril
mencuci dan menatanya kembali sehingga membuat Nabi tetap segar bugar.
Peristiwa pembelahan dada Nabi ini membuat Halimah khawatir hingga
mengembalikan Nabi pada ibunya. Saat usia 6 tahun, Nabi diajak sang ibu untuk
berziarah ke makam ayahnya dengan perjalanan 500 km menuju Yatsrib. Dalam
perjalanan pulang ke Mekah, ibunya sakit dan akhirnya wafat di Abwa yang
terletak diantara Madinah dan Mekah. [1]
Nabi
kemudian ditemani Ummu Aiman menuju Mekah dan ia mengantarkan nabi kerumah
kakeknya, yakni Abdul Muthallib. Semenjak Nabi tidak lagi memiliki ayah dan
ibu, kakeknya sangat menyayanginya. Pada usia 8 tahun 2 bulan 10 hari, kakeknya
wafat dan kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Pamanyya
ini mengasuh Nabi Muhammad hingga usia 40 tahun.
Pada
usia 12 tahun, beliau diajak untuk berdagang ke negeri syam oleh pamannya.
Selama remajanya, beliau sudah terbiasa menggembala kambing. Saat berusia 25
tahun, beliau menjalankan barang dagangan milik khadijah menuju Syam. Dalam
berdagang, beliau sangat amanah dan jujur hingga mendatangkan banyak keuntungan
baginya dan juga majikannya, Khadijah yang dinikahi oleh Nabi Muhammad saat
Khadijah berusia 40 tahun. Dari perkawinan itu dikaruniai 6 anak, dua putra (Qasim,
Abdullah) dan empat putri (Zainab,
Ruqayah, Ummu Kulsum, dan Fatimah). Nabi muhammad tidak menikah lagi sampai
Khadijah meninggal ketika muhammad berusia 50 tahun.
B.
RASULULLAH
PERIODE MEKKAH
1. Masyarakat
arab Jahillyah
Para
sejarawan Arab membagi bangsa arab menjadi 2 kelompok besar yaitu Arab Baidah
dan Arab Baqiyah. Arab Baidah adalah bangsa arab yang sudah punah jauh sebelum
islam lahi. Adapun arab Baqiyah terbagi atas Arab ‘Aribah dan Arab Muata’ribah.
Arab ‘Aribah dinamakan pula Qahtaniyah dinisbahkan kepada Qahthan moyang
mereka. Bangsa arab meyakini dari bahasa Qahthan lah asal bahasa mereka. Adapu
Arab Musta’ribah adalah keturunan Ismail a.s. ibn Ibrahim a.s. Mereka dibesarkan
di Makah yang pada waktu itu berada dibawah kekuasaan kabilah Jurhum dari
Yaman.
Dari
segi pemukimannya bangsa Arab dapat dibedakan atas ahl al- badwi dan ahl
al-hadlar. Kaum badwi adalah penduduk padang pasir. Mereka hidup secara
nomaden, untuk mencari sumber mata air dan padang rumput. Mata kehidupan mereka
beternak kambing,biri-biri,kuda dan unta.Ahl al-hadlar adalah penduduk yang
sudah bertempat tinggal tetap dikota-kota atau daerah pemukiman yang subur.
Mereka hidup dari berdagang,bercocok tanam dan industri.Oleh karena itu sejarah
mereka dapat diketahui lebih jelas dari pada penduduk Badwi.
Bangsa
arab sebelum islam sudah mengenal beberapa dasar ilmu pengetahuan, bahkan dalam
hal seni sastra mereka telah mencapai tingkat kemajuan yang pesat. Akan tetapi,
karena kemrosotannya moral melanda mereka,maka label jahiliah diberikan kepada
mereka. Syair-syair Arab Jahili amat kaya dengan informasi yang berkaitan
dengan peradaban mereka itu.Al-Qur’an merupakan sumber yang paling bisa
dipercaya mengenai moral bangsa Arab menjelang dan pada saat da’wah Islam
dimulai.
Sebagian
besar bangsa Arab jahiliah menyembah berhala. Ada empat patung yang terkenal
yaitu Lata, Uzza,Manah dan Hubal. Selain penyembah berhala ada juga yang tergolong
shabiah atau penyembah bintang,penyembah binatang,penyembah jin. Dikalangan
penduduk Hirah dan Ghassasinah tersebar agama nasrani melalui Bizantium,
demikian pula di Najran agama ini masuk melalui Habsyi. Pusat agama Yahudi di
Taima, Wadi Al-Qura,Fadk,Khaibar dan Yastrib. Semua agama dan kepercayaan itu
terdesak oleh Islam ketika ajaran Tauhid memancarkan sinar dari jantung jazirah
Arab pada abad tujuh masehi.
2. Muhammad
Sebelum Kenabian
Rasulullah
lahir dari kalangan bangsawan Quraisy. Ayahnya bernama Abdulllah ibn Abd
al-Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Rasulullah saw dilahirkan
sebagai yatim pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20
April 571. Ayahnya sudah wafat ketika 3 bulan setelah mnikahi ibunya. Abd
al-Muthalib memberi nama cucunya itu Muhammad, nama yang sampai saat ini tidak
lazim di kalangan orang Arab saat itu. Beliau disusui oleh Tsuwaibah, sahaya
Abu Lahab, dilanjut penyusuannya dan pengasuhannya oleh Halimah binti Dzuaibah
dari kabilah Bani Sa’d.
Ketika beliau berumur 5 tahun, beliau
dikembalikan kepada Aminah. Akan tetapi, setahun kemudian ibu yang dicintainya
wafat. Kemudian diasuh oleh kakeknya. Dan kakeknya wafat setelah 2 tahun
mengasuhnya. Selanjutnya pengasuhannya dipikul oleh pamannya, salah seorang
putra dari Abd al-Muthalib yang paling miskin.
Ketika
umur 12 tahun Muhammad ikut pamannya dalam perjalanan kafilah dagangnya ke
Syiria. Ketika Muhammad usia 15 tahun terjadi perang antara keturunan Kinanah
dan Quraisy. Perang tersebut terjadi selama 4 tahun dan berakhir dengan adanya
perundingan yang membentuk sebuah
persyarikatan yang disebut hilf al-fudlul yang artinya sumpah utama. Tujuannya
adalah untuk nmemberikan perlindungan bagi yang teraniaya dikota mekah.
Muhammad
mengisi waktu luang dengan menggembala kambing. Tentang pekerjaan tersebut
Muhammad mengatakan :”Allah Ta’ala tidak mengutus seorang Nabi melainkan dari
penggembala kambing; Nabi Musa diutus,dia seorang penggembala kambing, Nabu
Daud diutus,dia seorang penggembala kambing dan saya juga penggembala kambing
diJiad’’.
Pada
bulan haram beliau diajak mengunjungi pasar Ukadz, Majannah dan Dzul Majaz
untuk mendengarkan sajak yang dibawa oleh penyair.ketika Muhammad berumur 24
tahun beliau menjadi pedagang di Syiria. Perjalanan ke Syiria beliau ditemani
oleh Maisarah salah seorang pegawai Khadijah yang sangat dipercaya. Pada saat
umur 25 tahun Muhammad meminang khadijah yang berumur 40 tahun.
3. Muhammad
Diangkat Menjadi Rosul
Pada
malam senin 17 ramadhan tahun 13 sebelum hijriah bertepatan dengan 6 Agustus
610 M, selagi Muhammad berkhalwat di gua Hira’,Jibril menyampaikan wahyu
pertama,yaitu surah Al-Alaq 1-5. Setelah
menerima wahyu tersebut Muhammad segera pulang dengan hati cemas dan badan
menggigil. Beliau meminta khadijah untuk menyelimutinya.
Pada
saat beliau tidur lelap melepas lelah,turunlah surat Al-Muddatstsir 1-7.Setelah
menerima wahyu yang kedua ini Muhammad bangkit berkata kepada istrinya bahwa
Jibril telah menyampaikan perintah Tuhan agar beliau memberi peringatan kepada
umat manusia dan mengajak mereka supaya beribadah dan patuh Kepada-Nya.Wahyu
yang kedua ini menandai penobatan Muhammad sebagai Rosulallah.
4. Mendakwahkan
Islam pada Periode Mekah
Pada
periode ini,tiga tahun pertama,dakwah islam dilakukan secara
sembunyi-sembunyi.Nabi Muhammad mulai melaksanakan dakwah di lingkungan
keluarga,istri(Khadijah),Ali bin Abi Thalin,Abu Bakar sahabat beliau,lalu zaid
bekas budak beliau.Mereka terkenal dengan julukan Assabikhunalawwalun(orang-orang
yang lebih dahulu masuk islam).
Kemudian
setelah ayat 94 Al-hijr ,Nabi Muhammad saw mulai berdakwah secara
terang-terangan. “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa
yang diperintahkan(Kepadamu)dan berpalinglah dari orang-orang yang
musyrik.”(Q.S Al-Hijr).
Namun
dakwah yang dilakukan beliau tidak mudah karena mendapat tantangan dari kaum
Quraisy. Banyak cara dan upaya yang ditenpuh para pemimpi Quraisy untuk
mencegah dakwah Nabi Muhammad saw. Namun selalu gagal. Puncak dari segala cara
itu adalah dengan diberlakukannya boikotan kepada bani hasyim yang merupakan
tempat Nabi Muhammad berlindung. Pemboikotan ini berlangsung selama tiga
tahun,dan merupakan tindakan yang paling melemahkan umat islam pada saat itu. Pemboikotan
berhenti setelah kaum Quraisy menyadari bahwa yang mereka lakukan sangat
keterlaluan.
Tekanan
kafir Qurais semakin keras terlebih setelah meninggalnya paman beliau dan istri
tercinta. Peristiwa itu terjadi pada tahun kesepuluh kenabian. Tahun tersebut
merupakan tahun kesedihan bagi Nabi Muhammad saw yang dinamakan Amul khusni.
Karena
di Mekah Nabi Muhammad saw mendapat rintangan dan tekanan. Akhirnya Nabi
Muhammad memutuskan untuk berdakwah di luar Mekah. Dan di Thaif beliau dicaci
dan dilempari batu smpai terluka. Karena hal tersebut Nabi Muhammad saw hampir
putus asa, untuk menguatkan hati beliau, Allah swt mengutus dan mengisra’ dan
memirajkan beliau pada tahun kesepuluh kenabian. Bagi orang kafir, peristiwa tersebut dijadikan
bahan propaganda untuk mendustakan Nabi Muhammad saw. Bagi orang yang yang
beriman, ini termasuk ujian keimanan.
Dengan
datangnya penduduk Yastrib (Madinah) untuk berhaji ke makah, mereka terdiri
dari suku Aus dan Kharaj yang masuk islam dalam 3 gelombang. Pada gelombang
pada tahun sepuluh kenabian, mereka datang untuk memeluk islam dan menerapkan
ajarannya untuk mendamaikan ke dua suku tersebut. Pada gelombang kedua,pada
tahun ke 12 kenabian, mereka datang menemui nabi dengan membuat perjanjian yang
disebut dengan perjanjian ‘’aqabah pertma’’, yang berisi ikrar kesetiaan.
Gelombang ke tiga, pada tahun ke 13 kenabian, mereka datang untuk hujrah ke
yastrib. Nabi pun menyetujui hal itu yang disebut dengan perjanjian “aqabah
kedua” karena terjadi pada tempat yang sama.
Dalam
periode ini Nabi Muhammad saw mengalami hambatan dan kesulitan dalam dakwah
islamiyah dan belum terpikir untuk menyusun suatu masyarakat islam yang
teratur,karena perhatian nabi lebih terfokus pada penenaman teologi atau
keimanan masyarakat.
C.
RASULULLAH
PERIODE MADINAH
Tahun
Rasulullah berhijrah dari mekkah ke Madinah,ditetapkan sebagai permulaan tahun
islam atau tahun hijrah. Muslimin mengambil peristiwa hijrah Nabi ini jadi
permulaan tahun, sebagaimana peristiwa tentara bergajah. Adapun yang mengambil
inisiatif memulai tahun Islam dengan peristiwa hijrah itu ialah Umar Ibnul
Khattab.[2]
a) Pelajaran-pealajaran
yang dapat diambil dari peristiwa hijrah
Mengambil
i’tibar dan faedah dari peristiwa-peristiwa sejarah ,adalah tujuan uatama dalam
mempelajari sejarah. Hijrah adalah suatu peristiwa sejarah yang tak pernah
dikecilkan kepentingannya. Dalam
peristiwa hijrah banyak hal-hal yang dapat kita ambil pelajaran begitu besar,
dapat menumbuhkan semangat jihad kita dalam berjuang lebih gigih lagi memperjuangkan
agama yang dicintai Allah ini yaitu Islam. Sudah sepatutnya kita sebagai umat
Islam mempelajari sejarah perjuangan Rasulullah zaman dahulu untuk mengetahui
apa sebenarnya yang dimaksud berjihad yang sebenarnya itu.
Diantara
pelajaran yang dapat kita ambil dari
peristiwa hijrah adalah kebesaran jiwa Nabi Muhammad yang begitu kelihatan
dengan jelas pada kemauannya yag kuat, dan ketabahan hatinya menghadapi
kesulitan-kesulitan dan kesukaran yang
ditemuinya. Bila beliau mencapai hasil baik maka hasil itu beliau pupuk dan
beliau pelihara, dan bila beliau menemui kegagalan beliau berusaha mencari
jalan lain untuk mencapai maksudnya. Nabi Muhammad lebih mengutamakan keyakinan
yang beliau anut daripada kepentingan pribadi, bahkan daripada hidup beliau
sendiri.
Peristiwa
hijrah juga dapat memeperlihatkan kepada kita suatu contoh yangamat murni
tentang kesetiaan kepada kawan, istimewa diwaktu kawan itu sedang ditimpa
kesulitan. Abu Bakar As Shiddiq contohnya. Banyak terjadi di dunia ini seorang
teman meninggalkan kawan, dikala kawannya itu dalam kesempitan. Tetapi Abu
Bakar tidak demikian. Disediakannya apa yang dipunyainya untuk keperluan hijrah
Rasulullah agar dapat berhasil dengan gemilang. Untuk keperluan hijrah beliau
telah menyediakan dirinya sendiri, anak-anaknya,uang, dan harta bendanya.
Alangkah setia beliau, dan alangkah besar jiwa sang setiawan ini!
Dalam
hal ini Ali Bin Abi Thalib, beliau telah memperlihatkan suatu contoh yang
gilang gemilang tentang berkorban, dan mengutamakan orang lain daripada diri
sendiri. Beliau dengan senang hati telah rela tidur ditempat tidur Rasulullah,
padahal beliau tahu.[3]
Dalam
periode ini, Nabi meletakkan dasar-dasar masyarakat Islam di Madinah sebagai
berikut. Pertama, mendirikan masjid. Tujuan rasulullah mendirikan masjid adalah
untuk mempersatukan umat islam dalam satu majelis. Masjid ini sangat berperan
penting dalam memeprsatukan kaum muslimin dan mempererat tali ukhuwah
islamiyah. Kedua, mempersatukan dan mempersaudarakan antara kaum Anshar dan
Muhajirin. Ketiga, perjanjian saling membantu antara sesama kaum muslimin dan
bukan muslim. Menurut Ibnu Hisyam, isi perjanjian tersebut antara lain:
a. Pengakuan
atas hak pribadi keagamaan dan politik.
b. Kebebasan
beragama terjamin untuk semua umat.
c. Adalah
kewajiban penduduk madinah, baik muslim maupun nonmuslim,dalam hal moril,
maupun materiil. Mereka harus bahu-membahu menangkis semua serangan terhadap
kota madinah.
d. Rasulullah
adalah pemimpin umum bagi penduduk madinah. Kepada beliaulah dibawa segala
perkara dan perselisihan yang besar untuk diselesaikan.
Keempat,
meletakkan dasar-dasar politik,ekonomi, dan sosial untuk masyarakat baru.
1. Pertentangan
Antara Kaum Yahudi dan Muslimin
Sikap
ingkar janji yang dilakukan kaum Yahudi,
menyebabkan perang pertama muncul yaitu perang badar yakni perang antara kaum
muslimin dengan kaum musyrik Quraisy pada 8 Ramadhan tahun kedua Hijriah. Dalam
peperangan tersebut kaum muslimin menang atas kaum musyrikin. Bukti
penyelewengan kaum Yahudi yang lain yaitu pada saat terjadi perang Uhud, dimana
kaum Yahudi yang berjumlah 300 orang dengan pimpinan Abdullah bin Ubay,seorang
munafik yang bersedia membantu kaum muslimin, namun tiba-tiba membelot dan
kembali ke Madinah, yang mengalami kaum muslimin mengalami kekalahan.
Penghianatan Yahudi lainnya adalah dengan bergabungnya kaum Yahudi dengan orang
Kafir untuk menyerang Madinah. Sementara itu, penghianatan-penghianatan Yahudi
Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati.
2. Perjanjian
Hudiabiyah
Pada
tahun 6 H,ketika ibadah haji sudah disyariatkan, Nabi Muhammad saw dengan
sekitar 1000 kaum muslimin berangkat ke Mekah untuk melakukan ibadah umrah,
namun penduduk mekah tidak mengizinkan. Akhirnya diadakan perjanjian Hudaibiyah
yang isinya:
a) Kaum
muslim boleh mengunjungi Ka’bah tahun iti, tetapi ditangguhkan sampai tahun
depan.
b) Lama
kinjungan dibatasi hanya sampai tiga hari.
c) Kaum
muslim wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang Melarikan diri ke Madinah,
namun sebaliknya, pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang
kembali ke Mekah.
d) Selama
sepuluh tahun dilakukannya gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan
Mekah.
e) Tiap
kabilah yang ingin masuk kedalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum
muslimin,bebas melakukan tanpa mendapat rintangan.
Ada
dua faktor yang mendorong kebijakan tersebut; pertama, mekah adalah pusat
keagamaan bangsa arab dan melalui konsolidasi bangsa arab dalam islam, islam
bisa tersebar keluar. Kedua, apabila suku qurais daoat di islamkan, islam akan
memperoleh dukungan yang kuat karena
orang Qurais mempunyai kekuasaan dan
pengaruh yang besar.
3. Fathu
Mekah
Setelah
dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung, dakwah islam sudah menjangkau
seluruh jazirah arab,hingga hammpir ke pelosok jazirah arab. Hal tersebut
membuat orang kafir Mekah khawatir dan merasa terpojok.Orang kafir Qurais
secara sepihak melanggar perjanjian Hudaibiyah.Dengan hal itu Nabi bersama dengan sepuluh tentara
bertolak ke Mekah untuk menghadapi kaum kafir.Meski demikian masih ada dua suku
arab yang masih menentang, yaitu Bani Tsaqif dan Bani Hawazin.Kedua suku
tersebut bersatu untuk memerangi islam.
Melihat
kenyataan islam mulai mengancam wilayah Romawi,maka Heraclius menyusun pasukan
untuk mengantisipasinya.Namun,setelah melihat kekuatan pasukan islam akhitnya
mereka mengurungkan diri.
D.
WAFATNYA RASULULLAH
Kira-kira
3 bulan sesudah mengerjakan hijjatui wada’ Nabi menderita demam, sehingga tidak
kuasa beliau keluar untuk mengimami kaum muslimin bersembahnyang, maka
disuruhlah Abu Bakar menggantikan beliau menjadi imam. Nabi merasa betapa
cemasnya kaum muslimin karena penyakit beliau. Dan juga telah merasakan bahwa
tiada lama lagi beliau akan menemui Tuhan.Dalam usia 63 tahun berpulanglah
beliau ke Rahmatullah. Yaitu pada hari Senin tanggal 13 Rabbiul awal tahun 11
Hijriyah.
Peristiwa
wafat nabi ini sampai kepada Abu Bakar. Maka segera beliau datang menjenguk dan
terus masuk kamar Rasulullah. Disana, Rasulullah sedang dibujur, maka dibukalah
kain yang menutupi muka Rasulullah lalu diciumnya seraya berkata : “Alangkah
baiknya engkau diwaktu hidup dan diwaktu mati. Jika engkau tiada melarang kami
menangis akan kami curahkanlah air mata kami.” Nabi pun disembahyangkan dan
kemudian beliau dimakamkan di Masjid Nabawi.
BAB III
PENUTUP
Peristiwa
kelahiran sang bintang dipenuhi kejadian-kejadian luar biasa. Mulai dari
padamnya api abadi di kerajaan persia/iran yang tak pernah padam selama 1000
tahun sesembahan orang persia. Berhala-berhala disekitar ka’bah juga berjatuhan
dengan sendirinya. Termasuk aksi penyerangan pasukan bergajah untuk
menghancurkan ka’bah yang dipimpin oleh Abrahah, Raja Habsyi atau Eutopia.
Yaitu Nabi besar kita Nabi Muhammad Saw. Dari peristiwa sejak kelahiran
Rasulullah saw banyak pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya.
Perkembangan
peradaban islam sejak dipinpin oleh Rasulullah mengalami perkembangan yang
sangat pesat. Rasulullah adalah tokoh pemimpin yang terbaik dari yang terbaik
yang sangat dirindukan, hal ini terbukti saat beliau berhasil memimpin dengan
sangat baik dalam urusan negara maupun perang. Rasulullah adalah pemimpin yang adil
dan bijaksana yang selalu memperhatikan rakyatnya dan tidak pernah marah
walaupun haknya dilanggar, tetapi hanya akan marah jika hak Allah dilanggar.
Perjuangan
dan pengorbanan Rasulullah serta sifat-sifat bijaksanya sudah sepatutnya kita
jadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat pantang menyerahnya
dapat kita jadikan sebagai motivasi terbesar dalam kehidupan kita untuk lebih
kuat lagi dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan tak ada seberapanya
dengan ujian dan cobaan yang dialami Rasul kita. Begitu besar jasa beliau untuk
umat ini. Beliau selalu memikirkan nasib umat kita padahal kita jarang
bersholawat untuknya. Kisah ini bisa kita jadikan koreksi untuk diri kita
sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin.
DAFTAR PUSTAKA
Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam.
Salabi, A. Sejarah dan Kebudayaan Islam 1. Jakarta: Pustaka Al Husna Baru.
2003.
[1] www.kumpulanmisteri.co/2016/03/usia-empat-tahun-dada-rasulullah-dibelah.html
[2] A. Salabi, Sejarah dan
Kebudayaan Islam 1, Jakarta: Pustaka Al Husna Baru, hlm.100
[3] Ibid,hlm 102
Tidak ada komentar:
Posting Komentar