Rabu, 06 September 2017

MAKALAH ISLAM PADA MASA RASULULLAH

ISLAM PADA MASA RASULULLAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu : Dian Uswatina, M.Hum







Disusun Oleh :
1.      AINY MUSTHOFIYAH             (173231057)
2.      ATIK SEPTYANI                                    (173231060)
3.      NUR AFNI SEDYOWATI          (173231062)


SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt.,rabb pencipta alam semesta. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw., keluarganya, para sahabatnya, serta seluruh pengikutnya.
            Dengan kerendahan hati, kami membuat makalah Sejarah Peradaban Islam. Makalah ini tersusun berdasarkan sumber lain. Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut. Mahasiswa dapat mengetahui tentang rasulullah saw, dari beliau lahir hingga menjadi nabi.
1.      Siswa dapat meneladani kepribadian, pengorbanan, dan kepemimpinan nabi Muhammad saw.
2.      Siswa memahami perkembangan islam setelah nabi Muhammad saw,menjadi nabi.
3.      Siswa bisa mendapat pemahaman yang komprehensif dari sejarah perjuangan nabi Muhammad saw.
4.      Siswa dapat mengambil ibrah dari perjalanan nabi Muhammad menyebarkan agama islam.
Demikianlah makalah ini kami susun. Dengan harapan dapat memberikan manfaat kepada para siswa dan pembaca makalah ini. Tak ada gading yang retak. Jika ada kalimat yang kurang berkenan saran dan kritik kami harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Kepada allah swt.,kami mohon taufik dan hidayahnya. Semoga usaha ini senantiasa dalam keridhoannya.
Wassalamu’alaikum wa rohamtullahi wa barokatuh.
   
    Sukoharjo , 4  September  2017
BAB  I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Riwayat masa lampau sebagai obyek studi sejarah, berkenaan dengan peristiwa-peristiwa pada kehidupan manusia yang menyangkut segala aspeknya. Dalam penuturan sejarah, peristiwa-peristiwa diurutkan kurun-kurun waktu secara kronologis. Dari analisis sejarah tentang suatu peristiwa atau suatu masalah, kita dapat mengadakan prediksi terhadap hal-hal tersebut pada masa yang akan datang. Pemilihan suatu gejala atau suatu masalah dengan menggunakan pendekatan sejarah, ini termasuk pemilihan yang dinamis, karena memperhatikan urutan prosesnya dari waktu kewaktu.
Sejarah dapat diartikan sebagai riwayat tentang masa lampau atau suatu bidang ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan menuturkan riwayat masa lampau tersebut sesuai dengan dapat melepaskan diri dari kejadian dan serta kenyataan masa sekarang yang sedang kita alami bersama dan tidak pula kita lepaskan dari perspefktif masa depan.
Perkembangan peradaban masa lalu merupakan perpaduan antara Hindu-Budha dengan Islam, yang membawa akibat adanya Versi baru dalam hal kehidupan keagamaan dan budaya masyarakat sekarang ini. Hal ini sejalan dengan konsep sejarah, yaitu adanya kemajuan dalam menganalisis suatu peristiwa dengan tanpa meninggalkan analisis peristiwa masa lampau.

B.     Rumusan Masalah
1.      Kapan kelahiran Nabi Muhammad?
2.      Bagaimana masa Rasulullah peroide Mekkah?
3.      Bagaimana masa Rasulullah periode Madinah?
4.      Bagaimana wafatnya Rasulullah?

C.    TUJUAN PENULISAN
1.      Mengetahui peran nabi Muhammad sebelum dan sesudah beliau menjadi nabi.
2.      Mengetahui ekstensi dakwah Nabi Muhammad saw.
3.      Lebih mepertebal keimanan dengan mengetahui perjuangan Rasulullah Saw.

























BAB  II
PEMBAHASAN

A.    LAHIRNYA RASULULLAH
Muhammad saw dilahirkan di Semenanjung Jazirah Arab tepatnya disebuah kota yang bernama Mekah, yang kelak membawa perubahan peradaban manusia  pada tanggal 9 atau 12 rabiul awwal (20 April 571 M) tepatnya pada tahun gajah  dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi kejadian-kejadian luar biasa. Mulai dari padamnya api abadi di kerajaan persia/iran yang tak pernah padam selama 1000 tahun sesembahan orang persia. Berhala-berhala disekitar ka’bah juga berjatuhan dengan sendirinya. Termasuk aksi penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan ka’bah yang dipimpin oleh Abrahah, Raja Habsyi atau Eutopia.
Setelah Muhammad lahir ibunya Siti Aminah mengirimkan berita pada sang kakek yaitu Abdul Muthalib. Saat mendengar berita tentang kelahiran cucunya Abdul Muthalib bergegas dengan perasaan penuh gembira. Pada hari ke-7 Abu Muthalib memberi nama Muhammad. Ayahnya, Abdullah wafat sebelum ia lahir.
Nabi Muhammad diasuh oleh Halimah hingga 4 tahun. Saat usia 4 tahun, beliau didekati oleh malaikat Jibril. Malaikat itu kemudian menelentangkan Nabi dan membelah dadanya, mengeluarkan hatinya, dan segumpal darah didadanya. Kemudian Jibril mencuci dan menatanya kembali sehingga membuat Nabi tetap segar bugar. Peristiwa pembelahan dada Nabi ini membuat Halimah khawatir hingga mengembalikan Nabi pada ibunya. Saat usia 6 tahun, Nabi diajak sang ibu untuk berziarah ke makam ayahnya dengan perjalanan 500 km menuju Yatsrib. Dalam perjalanan pulang ke Mekah, ibunya sakit dan akhirnya wafat di Abwa yang terletak diantara Madinah dan Mekah. [1]
Nabi kemudian ditemani Ummu Aiman menuju Mekah dan ia mengantarkan nabi kerumah kakeknya, yakni Abdul Muthallib. Semenjak Nabi tidak lagi memiliki ayah dan ibu, kakeknya sangat menyayanginya. Pada usia 8 tahun 2 bulan 10 hari, kakeknya wafat dan kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Pamanyya ini mengasuh Nabi Muhammad hingga usia 40 tahun.
Pada usia 12 tahun, beliau diajak untuk berdagang ke negeri syam oleh pamannya. Selama remajanya, beliau sudah terbiasa menggembala kambing. Saat berusia 25 tahun, beliau menjalankan barang dagangan milik khadijah menuju Syam. Dalam berdagang, beliau sangat amanah dan jujur hingga mendatangkan banyak keuntungan baginya dan juga majikannya, Khadijah yang dinikahi oleh Nabi Muhammad saat Khadijah berusia 40 tahun. Dari perkawinan itu dikaruniai 6 anak, dua putra (Qasim, Abdullah) dan empat  putri (Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum, dan Fatimah). Nabi muhammad tidak menikah lagi sampai Khadijah meninggal ketika muhammad berusia 50 tahun.

B.     RASULULLAH PERIODE MEKKAH
1.      Masyarakat arab Jahillyah
Para sejarawan Arab membagi bangsa arab menjadi 2 kelompok besar yaitu Arab Baidah dan Arab Baqiyah. Arab Baidah adalah bangsa arab yang sudah punah jauh sebelum islam lahi. Adapun arab Baqiyah terbagi atas Arab ‘Aribah dan Arab Muata’ribah. Arab ‘Aribah dinamakan pula Qahtaniyah dinisbahkan kepada Qahthan moyang mereka. Bangsa arab meyakini dari bahasa Qahthan lah asal bahasa mereka. Adapu Arab Musta’ribah adalah keturunan Ismail a.s. ibn Ibrahim a.s. Mereka dibesarkan di Makah yang pada waktu itu berada dibawah kekuasaan kabilah Jurhum dari Yaman.
Dari segi pemukimannya bangsa Arab dapat dibedakan atas ahl al- badwi dan ahl al-hadlar. Kaum badwi adalah penduduk padang pasir. Mereka hidup secara nomaden, untuk mencari sumber mata air dan padang rumput. Mata kehidupan mereka beternak kambing,biri-biri,kuda dan unta.Ahl al-hadlar adalah penduduk yang sudah bertempat tinggal tetap dikota-kota atau daerah pemukiman yang subur. Mereka hidup dari berdagang,bercocok tanam dan industri.Oleh karena itu sejarah mereka dapat diketahui lebih jelas dari pada penduduk Badwi.
Bangsa arab sebelum islam sudah mengenal beberapa dasar ilmu pengetahuan, bahkan dalam hal seni sastra mereka telah mencapai tingkat kemajuan yang pesat. Akan tetapi, karena kemrosotannya moral melanda mereka,maka label jahiliah diberikan kepada mereka. Syair-syair Arab Jahili amat kaya dengan informasi yang berkaitan dengan peradaban mereka itu.Al-Qur’an merupakan sumber yang paling bisa dipercaya mengenai moral bangsa Arab menjelang dan pada saat da’wah Islam dimulai.
Sebagian besar bangsa Arab jahiliah menyembah berhala. Ada empat patung yang terkenal yaitu Lata, Uzza,Manah dan Hubal. Selain penyembah berhala ada juga yang tergolong shabiah atau penyembah bintang,penyembah binatang,penyembah jin. Dikalangan penduduk Hirah dan Ghassasinah tersebar agama nasrani melalui Bizantium, demikian pula di Najran agama ini masuk melalui Habsyi. Pusat agama Yahudi di Taima, Wadi Al-Qura,Fadk,Khaibar dan Yastrib. Semua agama dan kepercayaan itu terdesak oleh Islam ketika ajaran Tauhid memancarkan sinar dari jantung jazirah Arab pada abad tujuh masehi.
2.      Muhammad Sebelum Kenabian
Rasulullah lahir dari kalangan bangsawan Quraisy. Ayahnya bernama Abdulllah ibn Abd al-Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Rasulullah saw dilahirkan sebagai yatim pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 571. Ayahnya sudah wafat ketika 3 bulan setelah mnikahi ibunya. Abd al-Muthalib memberi nama cucunya itu Muhammad, nama yang sampai saat ini tidak lazim di kalangan orang Arab saat itu. Beliau disusui oleh Tsuwaibah, sahaya Abu Lahab, dilanjut penyusuannya dan pengasuhannya oleh Halimah binti Dzuaibah dari kabilah Bani Sa’d.
 Ketika beliau berumur 5 tahun, beliau dikembalikan kepada Aminah. Akan tetapi, setahun kemudian ibu yang dicintainya wafat. Kemudian diasuh oleh kakeknya. Dan kakeknya wafat setelah 2 tahun mengasuhnya. Selanjutnya pengasuhannya dipikul oleh pamannya, salah seorang putra dari Abd al-Muthalib yang paling miskin.
Ketika umur 12 tahun Muhammad ikut pamannya dalam perjalanan kafilah dagangnya ke Syiria. Ketika Muhammad usia 15 tahun terjadi perang antara keturunan Kinanah dan Quraisy. Perang tersebut terjadi selama 4 tahun dan berakhir dengan adanya perundingan  yang membentuk sebuah persyarikatan yang disebut hilf al-fudlul yang artinya sumpah utama. Tujuannya adalah untuk nmemberikan perlindungan bagi yang teraniaya dikota mekah.
Muhammad mengisi waktu luang dengan menggembala kambing. Tentang pekerjaan tersebut Muhammad mengatakan :”Allah Ta’ala tidak mengutus seorang Nabi melainkan dari penggembala kambing; Nabi Musa diutus,dia seorang penggembala kambing, Nabu Daud diutus,dia seorang penggembala kambing dan saya juga penggembala kambing diJiad’’.
Pada bulan haram beliau diajak mengunjungi pasar Ukadz, Majannah dan Dzul Majaz untuk mendengarkan sajak yang dibawa oleh penyair.ketika Muhammad berumur 24 tahun beliau menjadi pedagang di Syiria. Perjalanan ke Syiria beliau ditemani oleh Maisarah salah seorang pegawai Khadijah yang sangat dipercaya. Pada saat umur 25 tahun Muhammad meminang khadijah yang berumur 40 tahun.
3.      Muhammad Diangkat Menjadi Rosul
Pada malam senin 17 ramadhan tahun 13 sebelum hijriah bertepatan dengan 6 Agustus 610 M, selagi Muhammad berkhalwat di gua Hira’,Jibril menyampaikan wahyu pertama,yaitu  surah Al-Alaq 1-5. Setelah menerima wahyu tersebut Muhammad segera pulang dengan hati cemas dan badan menggigil. Beliau meminta khadijah untuk menyelimutinya.
Pada saat beliau tidur lelap melepas lelah,turunlah surat Al-Muddatstsir 1-7.Setelah menerima wahyu yang kedua ini Muhammad bangkit berkata kepada istrinya bahwa Jibril telah menyampaikan perintah Tuhan agar beliau memberi peringatan kepada umat manusia dan mengajak mereka supaya beribadah dan patuh Kepada-Nya.Wahyu yang kedua ini menandai penobatan Muhammad sebagai Rosulallah.
4.      Mendakwahkan Islam pada Periode Mekah
Pada periode ini,tiga tahun pertama,dakwah islam dilakukan secara sembunyi-sembunyi.Nabi Muhammad mulai melaksanakan dakwah di lingkungan keluarga,istri(Khadijah),Ali bin Abi Thalin,Abu Bakar sahabat beliau,lalu zaid bekas budak beliau.Mereka terkenal dengan julukan Assabikhunalawwalun(orang-orang yang lebih dahulu masuk islam).
Kemudian setelah ayat 94 Al-hijr ,Nabi Muhammad saw mulai berdakwah secara terang-terangan. “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan(Kepadamu)dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”(Q.S Al-Hijr).
Namun dakwah yang dilakukan beliau tidak mudah karena mendapat tantangan dari kaum Quraisy. Banyak cara dan upaya yang ditenpuh para pemimpi Quraisy untuk mencegah dakwah Nabi Muhammad saw. Namun selalu gagal. Puncak dari segala cara itu adalah dengan diberlakukannya boikotan kepada bani hasyim yang merupakan tempat Nabi Muhammad berlindung. Pemboikotan ini berlangsung selama tiga tahun,dan merupakan tindakan yang paling melemahkan umat islam pada saat itu. Pemboikotan berhenti setelah kaum Quraisy menyadari bahwa yang mereka lakukan sangat keterlaluan.
Tekanan kafir Qurais semakin keras terlebih setelah meninggalnya paman beliau dan istri tercinta. Peristiwa itu terjadi pada tahun kesepuluh kenabian. Tahun tersebut merupakan tahun kesedihan bagi Nabi Muhammad saw yang dinamakan Amul khusni.
Karena di Mekah Nabi Muhammad saw mendapat rintangan dan tekanan. Akhirnya Nabi Muhammad memutuskan untuk berdakwah di luar Mekah. Dan di Thaif beliau dicaci dan dilempari batu smpai terluka. Karena hal tersebut Nabi Muhammad saw hampir putus asa, untuk menguatkan hati beliau, Allah swt mengutus dan mengisra’ dan memirajkan beliau pada tahun kesepuluh kenabian.  Bagi orang kafir, peristiwa tersebut dijadikan bahan propaganda untuk mendustakan Nabi Muhammad saw. Bagi orang yang yang beriman, ini termasuk ujian keimanan.
Dengan datangnya penduduk Yastrib (Madinah) untuk berhaji ke makah, mereka terdiri dari suku Aus dan Kharaj yang masuk islam dalam 3 gelombang. Pada gelombang pada tahun sepuluh kenabian, mereka datang untuk memeluk islam dan menerapkan ajarannya untuk mendamaikan ke dua suku tersebut. Pada gelombang kedua,pada tahun ke 12 kenabian, mereka datang menemui nabi dengan membuat perjanjian yang disebut dengan perjanjian ‘’aqabah pertma’’, yang berisi ikrar kesetiaan. Gelombang ke tiga, pada tahun ke 13 kenabian, mereka datang untuk hujrah ke yastrib. Nabi pun menyetujui hal itu yang disebut dengan perjanjian “aqabah kedua” karena terjadi pada tempat yang sama.
Dalam periode ini Nabi Muhammad saw mengalami hambatan dan kesulitan dalam dakwah islamiyah dan belum terpikir untuk menyusun suatu masyarakat islam yang teratur,karena perhatian nabi lebih terfokus pada penenaman teologi atau keimanan masyarakat.

C.    RASULULLAH PERIODE MADINAH
Tahun Rasulullah berhijrah dari mekkah ke Madinah,ditetapkan sebagai permulaan tahun islam atau tahun hijrah. Muslimin mengambil peristiwa hijrah Nabi ini jadi permulaan tahun, sebagaimana peristiwa tentara bergajah. Adapun yang mengambil inisiatif memulai tahun Islam dengan peristiwa hijrah itu ialah Umar Ibnul Khattab.[2]
a)    Pelajaran-pealajaran yang dapat diambil dari peristiwa hijrah
Mengambil i’tibar dan faedah dari peristiwa-peristiwa sejarah ,adalah tujuan uatama dalam mempelajari sejarah. Hijrah adalah suatu peristiwa sejarah yang tak pernah dikecilkan kepentingannya.  Dalam peristiwa hijrah banyak hal-hal yang dapat kita ambil pelajaran begitu besar, dapat menumbuhkan semangat jihad kita dalam berjuang lebih gigih lagi memperjuangkan agama yang dicintai Allah ini yaitu Islam. Sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam mempelajari sejarah perjuangan Rasulullah zaman dahulu untuk mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud berjihad yang sebenarnya itu.
Diantara pelajaran yang dapat kita ambil   dari peristiwa hijrah adalah kebesaran jiwa Nabi Muhammad yang begitu kelihatan dengan jelas pada kemauannya yag kuat, dan ketabahan hatinya menghadapi kesulitan-kesulitan dan kesukaran  yang ditemuinya. Bila beliau mencapai hasil baik maka hasil itu beliau pupuk dan beliau pelihara, dan bila beliau menemui kegagalan beliau berusaha mencari jalan lain untuk mencapai maksudnya. Nabi Muhammad lebih mengutamakan keyakinan yang beliau anut daripada kepentingan pribadi, bahkan daripada hidup beliau sendiri.
Peristiwa hijrah juga dapat memeperlihatkan kepada kita suatu contoh yangamat murni tentang kesetiaan kepada kawan, istimewa diwaktu kawan itu sedang ditimpa kesulitan. Abu Bakar As Shiddiq contohnya. Banyak terjadi di dunia ini seorang teman meninggalkan kawan, dikala kawannya itu dalam kesempitan. Tetapi Abu Bakar tidak demikian. Disediakannya apa yang dipunyainya untuk keperluan hijrah Rasulullah agar dapat berhasil dengan gemilang. Untuk keperluan hijrah beliau telah menyediakan dirinya sendiri, anak-anaknya,uang, dan harta bendanya. Alangkah setia beliau, dan alangkah besar jiwa sang setiawan ini!
Dalam hal ini Ali Bin Abi Thalib, beliau telah memperlihatkan suatu contoh yang gilang gemilang tentang berkorban, dan mengutamakan orang lain daripada diri sendiri. Beliau dengan senang hati telah rela tidur ditempat tidur Rasulullah, padahal beliau tahu.[3]
Dalam periode ini, Nabi meletakkan dasar-dasar masyarakat Islam di Madinah sebagai berikut. Pertama, mendirikan masjid. Tujuan rasulullah mendirikan masjid adalah untuk mempersatukan umat islam dalam satu majelis. Masjid ini sangat berperan penting dalam memeprsatukan kaum muslimin dan mempererat tali ukhuwah islamiyah. Kedua, mempersatukan dan mempersaudarakan antara kaum Anshar dan Muhajirin. Ketiga, perjanjian saling membantu antara sesama kaum muslimin dan bukan muslim. Menurut Ibnu Hisyam, isi perjanjian tersebut antara lain:
a.       Pengakuan atas hak pribadi keagamaan dan politik.
b.      Kebebasan beragama terjamin untuk semua umat.
c.       Adalah kewajiban penduduk madinah, baik muslim maupun nonmuslim,dalam hal moril, maupun materiil. Mereka harus bahu-membahu menangkis semua serangan terhadap kota madinah.
d.      Rasulullah adalah pemimpin umum bagi penduduk madinah. Kepada beliaulah dibawa segala perkara dan perselisihan yang besar untuk diselesaikan.
Keempat, meletakkan dasar-dasar politik,ekonomi, dan sosial untuk masyarakat baru.
1.      Pertentangan Antara Kaum Yahudi dan Muslimin
Sikap ingkar janji  yang dilakukan kaum Yahudi, menyebabkan perang pertama muncul yaitu perang badar yakni perang antara kaum muslimin dengan kaum musyrik Quraisy pada 8 Ramadhan tahun kedua Hijriah. Dalam peperangan tersebut kaum muslimin menang atas kaum musyrikin. Bukti penyelewengan kaum Yahudi yang lain yaitu pada saat terjadi perang Uhud, dimana kaum Yahudi yang berjumlah 300 orang dengan pimpinan Abdullah bin Ubay,seorang munafik yang bersedia membantu kaum muslimin, namun tiba-tiba membelot dan kembali ke Madinah, yang mengalami kaum muslimin mengalami kekalahan. Penghianatan Yahudi lainnya adalah dengan bergabungnya kaum Yahudi dengan orang Kafir untuk menyerang Madinah. Sementara itu, penghianatan-penghianatan Yahudi Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati.
2.      Perjanjian Hudiabiyah
Pada tahun 6 H,ketika ibadah haji sudah disyariatkan, Nabi Muhammad saw dengan sekitar 1000 kaum muslimin berangkat ke Mekah untuk melakukan ibadah umrah, namun penduduk mekah tidak mengizinkan. Akhirnya diadakan perjanjian Hudaibiyah yang isinya:
a)      Kaum muslim boleh mengunjungi Ka’bah tahun iti, tetapi ditangguhkan sampai tahun depan.
b)      Lama kinjungan dibatasi hanya sampai tiga hari.
c)      Kaum muslim wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang Melarikan diri ke Madinah, namun sebaliknya, pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah.
d)     Selama sepuluh tahun dilakukannya gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekah.
e)      Tiap kabilah yang ingin masuk kedalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin,bebas melakukan tanpa mendapat rintangan.
Ada dua faktor yang mendorong kebijakan tersebut; pertama, mekah adalah pusat keagamaan bangsa arab dan melalui konsolidasi bangsa arab dalam islam, islam bisa tersebar keluar. Kedua, apabila suku qurais daoat di islamkan, islam akan memperoleh dukungan yang kuat  karena orang Qurais  mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar.
3.      Fathu Mekah
Setelah dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung, dakwah islam sudah menjangkau seluruh jazirah arab,hingga hammpir ke pelosok jazirah arab. Hal tersebut membuat orang kafir Mekah khawatir dan merasa terpojok.Orang kafir Qurais secara sepihak melanggar perjanjian Hudaibiyah.Dengan hal  itu Nabi bersama dengan sepuluh tentara bertolak ke Mekah untuk menghadapi kaum kafir.Meski demikian masih ada dua suku arab yang masih menentang, yaitu Bani Tsaqif dan Bani Hawazin.Kedua suku tersebut bersatu untuk memerangi islam.
Melihat kenyataan islam mulai mengancam wilayah Romawi,maka Heraclius menyusun pasukan untuk mengantisipasinya.Namun,setelah melihat kekuatan pasukan islam akhitnya mereka mengurungkan diri.

D.    WAFATNYA  RASULULLAH
Kira-kira 3 bulan sesudah mengerjakan hijjatui wada’ Nabi menderita demam, sehingga tidak kuasa beliau keluar untuk mengimami kaum muslimin bersembahnyang, maka disuruhlah Abu Bakar menggantikan beliau menjadi imam. Nabi merasa betapa cemasnya kaum muslimin karena penyakit beliau. Dan juga telah merasakan bahwa tiada lama lagi beliau akan menemui Tuhan.Dalam usia 63 tahun berpulanglah beliau ke Rahmatullah. Yaitu pada hari Senin tanggal 13 Rabbiul awal tahun 11 Hijriyah.
Peristiwa wafat nabi ini sampai kepada Abu Bakar. Maka segera beliau datang menjenguk dan terus masuk kamar Rasulullah. Disana, Rasulullah sedang dibujur, maka dibukalah kain yang menutupi muka Rasulullah lalu diciumnya seraya berkata : “Alangkah baiknya engkau diwaktu hidup dan diwaktu mati. Jika engkau tiada melarang kami menangis akan kami curahkanlah air mata kami.” Nabi pun disembahyangkan dan kemudian beliau dimakamkan di Masjid Nabawi.




BAB III
PENUTUP

Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi kejadian-kejadian luar biasa. Mulai dari padamnya api abadi di kerajaan persia/iran yang tak pernah padam selama 1000 tahun sesembahan orang persia. Berhala-berhala disekitar ka’bah juga berjatuhan dengan sendirinya. Termasuk aksi penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan ka’bah yang dipimpin oleh Abrahah, Raja Habsyi atau Eutopia. Yaitu Nabi besar kita Nabi Muhammad Saw. Dari peristiwa sejak kelahiran Rasulullah saw banyak pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya.
Perkembangan peradaban islam sejak dipinpin oleh Rasulullah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Rasulullah adalah tokoh pemimpin yang terbaik dari yang terbaik yang sangat dirindukan, hal ini terbukti saat beliau berhasil memimpin dengan sangat baik dalam urusan negara maupun perang. Rasulullah adalah pemimpin yang adil dan bijaksana yang selalu memperhatikan rakyatnya dan tidak pernah marah walaupun haknya dilanggar, tetapi hanya akan marah jika hak Allah dilanggar.
Perjuangan dan pengorbanan Rasulullah serta sifat-sifat bijaksanya sudah sepatutnya kita jadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat pantang menyerahnya dapat kita jadikan sebagai motivasi terbesar dalam kehidupan kita untuk lebih kuat lagi dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan tak ada seberapanya dengan ujian dan cobaan yang dialami Rasul kita. Begitu besar jasa beliau untuk umat ini. Beliau selalu memikirkan nasib umat kita padahal kita jarang bersholawat untuknya. Kisah ini bisa kita jadikan koreksi untuk diri kita sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin.


DAFTAR PUSTAKA

Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam.
Salabi, A. Sejarah dan Kebudayaan Islam 1. Jakarta: Pustaka Al Husna Baru. 2003.






[1] www.kumpulanmisteri.co/2016/03/usia-empat-tahun-dada-rasulullah-dibelah.html

[2] A. Salabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam 1, Jakarta: Pustaka Al Husna Baru, hlm.100

[3] Ibid,hlm 102

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...