HUBUNGAN
ISLAM DAN KEBUDAYAAN
Tugas ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah islam dan budaya jawa
Dosen
pengampu : Ainun Yudhistira, S.H.I., M.H.I.
Disusun
oleh :
Anugrahini
Rofik Nur I. (173231070)
Muhammad
Alan Maulana S. (173231074)
Nur
Khasanah
(173231073)
Saiful Haq (173231072)
JURUSAN
SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN
PELAJARAN 2017/2018
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Agama dan kebudayaan adalah dua hal yang
sangat dekat di masyarakat. Bahkan banyak yang salah mengartikan bahwa agama
dan kebudayaan adalah satu kesatuan yang utuh. Dalam kaidah, sebenarnya agama
dan kebudayaan mempunyai kedudukan masing-masing dan tidak dapat disatukan,
karena agamalah yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dari pada kebudayaan.
Namun keduanya memiliki keeratan satu sama lain dalam kehidupan masyarakat.
Dapat disimpulkan bahwa budaya yang digerakkan agama timbul dari proses
interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk
suatu agama. Demi terjaganya kesucian nilai-nilai agama dan memberi pengertian,
disini akan diulas mengenai apa itu agama dan apa itu budaya, dalam hal ini
akan membicarakan tentang Hubungan Agama dan Budaya.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
pengertian agama dan budaya?
2. Bagaimana
hubungan antara agama dengan kebudayaan?
3. Prinsip-prinsip
apa saja yang ada dalam kebudayaan islam?
4. Bagaimana
kebudayaan dalam pandangan islam?
C. TUJUAN
1. Dapat
memahami pengertian agama dan budaya.
2. Dapat
mengetahui hubungan antara agama dengan kebudayaan.
3. Dapat
mengetahui prinsip-prinsip budaya yang ada dalam islam.
4. Dapat
mengetahui kebudayaan dalam pandangan islam.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Agama dan budaya
Kata
agama berasal dari bahasa sanskerta, agama yang berarti “tradisi” atau “A”
berarti tidak, “gama” berarti kacau. Sehingga agama berarti tidak kacau. Dapat
juga diartikan suatu peraturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan manusia
ke arah dan tujuan tertentu. Dilihat dari sudut pandang kebudayaan, agama
diartikan sebagai hasil dari suatu kebudayaan, dengan kata lain agama
diciptakan oleh manusia dengan akal budinya serta dengan adanya kemajuan dan
perkembangan budaya tersebut serta peradabannya. Menurut kamus besar bahasa
Indonesia, agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan
peribadatan kepada tuhan yang mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan
dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam kamus besar bahasa Indonesia
disebutkan bahwa budaya adalah pikiran, akal budi, adat istiadat, sedangkan kebudayaan
adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti
kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.
B. Hubungan
antara agama dan kebudayaan
Seperti
halnya kebudayaan, agama sangat menekankan makna dan signifikan sebuah
tindakan. Sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara kebudayaan dan
agama bahkan sulit dipahami kalau perkembangan sebuah kebudayaan dilepaskan
dari pengaruh agama. Sesungguhnya tidak ada satupun kebudayaan yang didasarkan
oleh agama. Untuk sebagian kebudayaan juga ditantang oleh ilmu pengetahuan,
moralita, serta pemikiran kritis. Meskipun tidak dapat disamakan, agama dan
kebudayaan saling memengaruhi. Agama memengaruhi sistem kepercayaan serta
praktik-praktik dalam kehidupan. Sebaliknya kebudayaan dapat memengaruhi agama,
khususnya dalam hal bagaimana agama diinterprestasikan atau bagaimana
ritual-ritualnya yang harus dipratikkan. Dalam masyarakat Indonesia saling
memengaruhi antara agama dan kebudayaan sangat terasa. Praktik inkulturasi
dalam upacara keagamaan hampir umum dalam semua agama.
Agama
yang digerakkan budaya timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab
yang diyakini sebagai hasil
daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup
pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif.
Budaya agama akan terus tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan
kesejahteraan dalam kondisi objektif dari kehidupan penganutnya. Hubungan
kebudayaan dan agama tidak saling merusak, tapi keduanya justru saling
mendukung dan memengaruhi. Jadi agama dan kebudayaan sebenarnya tidak pernah
bertentangan karena kebudayaan bukanlah sesuatu yang mati, tapi berkembang
terus mengikuti perkembangan zaman.
C.
Prinsip-prinsip kebudayaan islam
Kebudayaan
islam bukan kebudayaan yang diciptakan oleh orang muslim, tetapi
kebudayaan yang bersumber dari
ajaran islam atau kebudayaan yang bersifat islami.
Prinsip-prinsip
kebudayaan dalam islam yang merujuk dalam ajaran islam yaitu:
1. Menghormati
akal
2. Memotivasi
untuk menuntut dan mengembangkan ilmu
3. Menghindari
taklid buta
4. Tidak
membuat pengrusakan
D. Kebudayaan
dalam pandangan islam
Islam memberikan beberapa adat kebiasaan
manusia yang tidak bertentangan dengan syariat dan adab-adab islam atau sekalan
dengannya. Oleh karena itu, rasulullah saw tidak menghapus seluruh adat dan
budaya masyarakat arab yang ada sebelum datangnya islam. Akan tetapi rasulullah
saw melarang budaya-budaya yang mengandung syirik seperti pemujaan terhadap
leluhur dan nenek moyang dan budaya-budaya yang bertentangan dengan adab-adab
islam.
Contoh kebudayaan masyarakat Indonesia
A. Budaya
tumpeng
Tumpeng
adalah cara penyajian nasi beserta lauk pauk dalam bentuk kerucut. Ada beberapa
macam tumpeng diantaranya:
1. Tumpeng
robyong
Tumpeng
ini biasa disajikan pada upacara siraman dalam pernikahan adat jawa.
2. Tumpeng
tujuh bulan
Tumpeng
ini digunakan pada syukuran kehamilan tujuh bulan dan terbuat dari nasi putih.
B. Tabot
dan tabuik
Adalah
upacara masyarakat Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian
cucu nabi Muhammad. Tradisi berkabung tersebut mengalami asimilasi dan
akulturasi dengan budaya setempat dan kemudian diwariskan dengan sebutan
upacara tabot. Dengan alas an melestarikan budaya, banyak kaum muslimin yang
melakukan padahal tidak diragukan lagi bahwa adat dan budaya seperti itu sangat
jelas bertentangan dengan nilai-nilai islam dan mengandung unsur syirik.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Maka dapat disimpulkan bahwa islam
adalalah mutlak ciptaan Allah SWT yang hakiki oleh karena itu islam dijamin
akan kefitrahannya, kemurniannya, kebenarannya, kekekalannya dan konstanta atau
tidak dapat diubah oleh manusia. Sedangkan budaya adalah hasil cipta, karya,
rasa, dan akal buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan kehidupannya,
dimana kebudayaan itu sendiri akan mengalami perubahan seiring dengan
perkembangan zaman.
DAFTAR
PUSAKA
https;//ubaisite.wordpress.com/2016/01/15/hubungan-islam-dan-kebudayaan
https;//baihaqi-annizar.blogspot.co.id/2015/03/hubungan-agama-dan-kebudayaan.html
https;//id.wikipedia.org/wiki/agama
http;//jurnalapapun.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-dan-definisi-agama-menurut.html
suharso, kamus besar bahasa
Indonesia, semarang: widya karya,2005
http;//duwihernas.blogspot.co.id/2014/08/kebudayaan-islam.html
http;//haidarkhotir.blogspot.co.id/2014/01/pandangan-islam-terhadap-kebudayaan-15.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar