Rabu, 06 September 2017

MAKALAH HUBUNGAN ISLAM DAN KEBUDAYAAN JAWA

HUBUNGAN ISLAM DAN KEBUDAYAAN
                  Tugas ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah islam dan budaya jawa

                                   Dosen pengampu : Ainun Yudhistira, S.H.I., M.H.I.
Disusun oleh :
Anugrahini Rofik Nur I.        (173231070)
Muhammad Alan Maulana S. (173231074)
Nur Khasanah                          (173231073)
                                           Saiful Haq                                 (173231072)
                       
JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
                            


BAB 1
         PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
    
 Agama dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat dekat di masyarakat. Bahkan banyak yang salah mengartikan bahwa agama dan kebudayaan adalah satu kesatuan yang utuh. Dalam kaidah, sebenarnya agama dan kebudayaan mempunyai kedudukan masing-masing dan tidak dapat disatukan, karena agamalah yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dari pada kebudayaan. Namun keduanya memiliki keeratan satu sama lain dalam kehidupan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa budaya yang digerakkan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama. Demi terjaganya kesucian nilai-nilai agama dan memberi pengertian, disini akan diulas mengenai apa itu agama dan apa itu budaya, dalam hal ini akan membicarakan tentang Hubungan Agama dan Budaya.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian agama dan budaya?
2.      Bagaimana hubungan antara agama dengan kebudayaan?
3.      Prinsip-prinsip apa saja yang ada dalam kebudayaan islam?
4.      Bagaimana kebudayaan dalam pandangan islam?

C.    TUJUAN
1.      Dapat memahami pengertian agama dan budaya.
2.      Dapat mengetahui hubungan antara agama dengan kebudayaan.
3.      Dapat mengetahui prinsip-prinsip budaya yang ada dalam islam.
4.      Dapat mengetahui kebudayaan dalam pandangan islam.








BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Agama dan budaya
Kata agama berasal dari bahasa sanskerta, agama yang berarti “tradisi” atau “A” berarti tidak, “gama” berarti kacau. Sehingga agama berarti tidak kacau. Dapat juga diartikan suatu peraturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan manusia ke arah dan tujuan tertentu. Dilihat dari sudut pandang kebudayaan, agama diartikan sebagai hasil dari suatu kebudayaan, dengan kata lain agama diciptakan oleh manusia dengan akal budinya serta dengan adanya kemajuan dan perkembangan budaya tersebut serta peradabannya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan yang mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa budaya adalah pikiran, akal budi, adat istiadat, sedangkan kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.

B.     Hubungan antara agama dan kebudayaan
Seperti halnya kebudayaan, agama sangat menekankan makna dan signifikan sebuah tindakan. Sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara kebudayaan dan agama bahkan sulit dipahami kalau perkembangan sebuah kebudayaan dilepaskan dari pengaruh agama. Sesungguhnya tidak ada satupun kebudayaan yang didasarkan oleh agama. Untuk sebagian kebudayaan juga ditantang oleh ilmu pengetahuan, moralita, serta pemikiran kritis. Meskipun tidak dapat disamakan, agama dan kebudayaan saling memengaruhi. Agama memengaruhi sistem kepercayaan serta praktik-praktik dalam kehidupan. Sebaliknya kebudayaan dapat memengaruhi agama, khususnya dalam hal bagaimana agama diinterprestasikan atau bagaimana ritual-ritualnya yang harus dipratikkan. Dalam masyarakat Indonesia saling memengaruhi antara agama dan kebudayaan sangat terasa. Praktik inkulturasi dalam upacara keagamaan hampir umum dalam semua agama.




Agama yang digerakkan budaya timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang           diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif. Budaya agama akan terus tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan kesejahteraan dalam kondisi objektif dari kehidupan penganutnya. Hubungan kebudayaan dan agama tidak saling merusak, tapi keduanya justru saling mendukung dan memengaruhi. Jadi agama dan kebudayaan sebenarnya tidak pernah bertentangan karena kebudayaan bukanlah sesuatu yang mati, tapi berkembang terus mengikuti perkembangan zaman.
C.    Prinsip-prinsip kebudayaan islam
Kebudayaan islam bukan kebudayaan yang diciptakan oleh orang muslim, tetapi kebudayaan          yang bersumber dari ajaran islam atau kebudayaan yang bersifat islami.
Prinsip-prinsip kebudayaan dalam islam yang merujuk dalam ajaran islam yaitu:
1.      Menghormati akal
2.      Memotivasi untuk menuntut dan mengembangkan ilmu
3.      Menghindari taklid buta
4.      Tidak membuat pengrusakan

D.    Kebudayaan dalam pandangan islam
Islam memberikan beberapa adat kebiasaan manusia yang tidak bertentangan dengan syariat dan adab-adab islam atau sekalan dengannya. Oleh karena itu, rasulullah saw tidak menghapus seluruh adat dan budaya masyarakat arab yang ada sebelum datangnya islam. Akan tetapi rasulullah saw melarang budaya-budaya yang mengandung syirik seperti pemujaan terhadap leluhur dan nenek moyang dan budaya-budaya yang bertentangan dengan adab-adab islam.

Contoh kebudayaan masyarakat Indonesia
A.    Budaya tumpeng
Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk pauk dalam bentuk kerucut. Ada beberapa macam tumpeng diantaranya:
1.      Tumpeng robyong
Tumpeng ini biasa disajikan pada upacara siraman dalam pernikahan adat jawa.
2.      Tumpeng tujuh bulan
Tumpeng ini digunakan pada syukuran kehamilan tujuh bulan dan terbuat dari nasi putih.



B.     Tabot dan tabuik
Adalah upacara masyarakat Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu nabi Muhammad. Tradisi berkabung tersebut mengalami asimilasi dan akulturasi dengan budaya setempat dan kemudian diwariskan dengan sebutan upacara tabot. Dengan alas an melestarikan budaya, banyak kaum muslimin yang melakukan padahal tidak diragukan lagi bahwa adat dan budaya seperti itu sangat jelas bertentangan dengan nilai-nilai islam dan mengandung unsur syirik.

































BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Maka dapat disimpulkan bahwa islam adalalah mutlak ciptaan Allah SWT yang hakiki oleh karena itu islam dijamin akan kefitrahannya, kemurniannya, kebenarannya, kekekalannya dan konstanta atau tidak dapat diubah oleh manusia. Sedangkan budaya adalah hasil cipta, karya, rasa, dan akal buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan kehidupannya, dimana kebudayaan itu sendiri akan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman.



DAFTAR PUSAKA

https;//ubaisite.wordpress.com/2016/01/15/hubungan-islam-dan-kebudayaan
https;//baihaqi-annizar.blogspot.co.id/2015/03/hubungan-agama-dan-kebudayaan.html
https;//id.wikipedia.org/wiki/agama
http;//jurnalapapun.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-dan-definisi-agama-menurut.html
suharso, kamus besar bahasa Indonesia, semarang: widya karya,2005
http;//duwihernas.blogspot.co.id/2014/08/kebudayaan-islam.html
http;//haidarkhotir.blogspot.co.id/2014/01/pandangan-islam-terhadap-kebudayaan-15.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...