Rabu, 25 April 2018

Makalah KERAJAAN DEMAK

KERAJAAN DEMAK
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Indonesia Abad 16
Dosen : Irma Ayu Kartika Dewi S.pd., M.A.

Disusun oleh :
Deva Oktaviana Putri
173231042

Dino Aditya Tantowi
173231045

Hesti Dwi Palupi
173231044

Muhammad Muamar Khadafi
173231047

SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018

BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Demak adalah kerajaan Islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden Patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak.
Letak kerajaan Demak berada di  tepi pantai utara Pulau Jawa. Kerajaan ini sering dikunjungi pedagang-pedagang Islam dan pedagang asing untuk membeli beras, madu, lilin, dan lain-lain. Sampai abad ke 15, Demak di bawah kekuasaan Majapahit akan tetapi setelah Majapahit mundur, Demak pun mengalami perkembangan yang cukup pesat sebagai kerajaan Islam di Jawa.
Kami karena sesuai dengan jurusan kami yakni Sejarah Peradaban Islam maka dari itu sebuah sejarah islam di dunia maka harus tahu khususnya di Indonesia. Sehingga kami tertarik dengan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa ini sehingga kami membuat makalah ini selain sebagai tugas dan kami berharap makalah ini dapat bermanfaat.
Rumusan Masalah
Bagaimana sejarah kerajaan Demak?
Bagaimana kehidupan politik pada kerajaan Demak?
Bagaimana perkembangan di bidang sosial dan ekonomi pada kerajaan Demak?
Bagaimana runtuhnya kerajaan Demak?
Apa saja peninggalan kerajaan Demak?

Tujuan Penulisan
Mengetahui bagaimana sejarah kerajaan Demak.
Mengetahui siapa saja yang pernah memerintah kerajaan Demak.
Mengetahui bagaimana perkembangan ekonomi dan sosial budaya pada kerajaan Demak.
Mengetahui bagaimana kemunduran kerajaan Demak.
Mengetahui apa saja peninggalan dari kerajaan Demak.

BAB II
PEMBAHASAN

Sejarah Awal Kerajaan Demak
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah  pada tahun 1478. Demak sebelumnya adalah sebuah daerah yang dikenal dengan nama Bintoro atau Gelagahwangi yang terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahannya di Bintoro.
Secara geografis Kerajaan Demak terletak di daerah Jawa Tengah, tetapi pada awal kemunculannya kerajaan Demak mendapat bantuan dari para Bupati daerah pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menganut agama Islam. Pada sebelumnya, daerah Demak bernama Bintoro yang merupakan daerah bawahan Kerajaan Majapahit. Kekuasaan pemerintahannya diberikan kepada Raden Fatah (dari kerajaan Majapahit. Letak Demak sangat menguntungkan, baik untuk perdagangan maupun pertanian. Pada zaman dahulu wilayah Demak terletak di tepi selat di antara Pegunungan Muria dan Jawa. Sebelumnya selat itu rupanya agak lebar dan dapat dilayari dengan baik sehingga kapal dagang dari Semarang dapat mengambil jalan pintas untuk berlayar ke Rembang.
Kerajaan Demak itu didirikan oleh Raden Fatah. Menurut sejarah, dia adalah putera raja Majapahit yang terakhir dari garwa Ampan, dan Raden Fatah dilahirkan di Palembang. Karena menolak untuk menjadi adipati di Palembang, maka Raden Fatah berlayar ke Jawa dengan menaiki kapal dagang menuju Surabaya dan kemudian menjadi santri di pesantren Ampel Denta (Ngampel Denta) untuk memperdalam ilmu agama di bawa asuhan Raden Rahmat (Sunan Ampel) dan akhirnya Raden Fatah mendirikan pesantren yang diberi nama Glagahwangi lalu mengajarkan agama Islam dan juda Raden Fatah diangkat menjadi menantu oleh Sunan Ampel yang dinikahkan dengan cucu perempuannya kawin dengan cucu beliau. Dan akhirnya Raden Fatah menetap di Demak (Bintoro).
Pada kira-kira tahun 1475 M, Raden Fatah mulai melaksanakan perintah gurunya dengan jalan membuka madrasah atau pondok pesantren di daerah tersebut. Rupanya tugas yang diberikan kepada Raden Fatah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Lama kelamaan Desa Gelagahwangi ramai di kunjungi orang-orang. Tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan dan agama, tetapi kemudian menjadi pusat perdagangan apalagi munculnya Kerajaan Demak juga dipercepat dengan melemahnya pusat Kerajaan Majapahit sendiri, akibat pemberontakan serta perang perebutan kekuasaan di kalangan keluarga raja-raja sehingga bahkan akhirnya menjadi pusat kerajaan Islam pertama di Jawa.

Kehidupan Politik
Ketika kerajaan Majapahit mulai mundur, banyak bupati yang ada di daerah pantai utara Pulau Jawa melapaskan diri. Bupati-Bupati itu membentuk suatu persekutuan di bawah pimpinan Demak. Setelah kerajaan Majapahit runtuh, berdirilah kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam pertama dipulau Jawa.
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Demak adalah sebagai berikut :
Raden Fatah
Nama kecil Raden Fatah  adalah pangeran Jimbun. Raden Fatah memerintah Demak dari tahun 1500-1518 M. Di bawah pemerintahannya, kerajaan Demak berkembang dengan pesat,karena memiliki daerah pertanian yang luas sebagai penghasil bahan makanan, terutama beras. Kerajaan Demak dijuluki kerajaan agraria-maritim. Daerah kekuasaan kerajaan Demak ialah (Jepara, Tuban, Sedayu, Palembang, Jambi, beberapa daerah di Kalimantan). Namun di sisi lain berkembangnya Demak menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang dapat menjadi ancaman bagi kekuasaan Demak karena pasti akan menjadi perhatian Portugis. Oleh karena itu sebelum Portugis datang ke Demak, pada tahun 1513 Demak terlebih dulu mengirimkan armadanya untuk menyerang Portugis di Malaka dibawah pimpinan Pati Unus.
Adipati Unus
Setelah Raden Fatah wafat, Demak di pegang oleh Adipati Unus yang tidak lain adalah putera Raden Fatah itu sendiri. Ia memerintah Demak dari tahun 1518-1521 M. Adipati Unus meninggal usia muda, jadi memerintah kerajaan Demak tidak lama. Sejak tahun 1509 Adipati Unus anak dari Raden Fatah, telah bersiap untuk menyerang Malaka. Namun pada tahun 1511  telah didahului Portugis tapi adipati unus tidak mengurungkan niatnya, pada tahun 1512 Demak mengirimkan armada perangnya manuju Malaka. Adipati Unus berhasil mengadakan perluasan wilayah kerajaan. Adipati Unus (patih yunus) wafat tahun 938H/ 1521 M. Pati Unus terkenal sebagai panglima perang yang gagah berani dan juga pemimpin perlawanan terhadap Portugis di Malaka dengan ratusan kapal dari Jawa, karena keberaniannya itulah ia mendapatkan julukan Pangeran Sabrang Lor.
Sultan Trenggana
Pati Unus tidak memiliki putra, ketika beliau wafat tahta kerajaan pun digantikan oleh adiknya sendiri yang bernama Sultan Trenggana. Sultan Trenggana memerintah Demak dari tahun 1521-1546 M. Dibawah pemerintahannya, kerajaan Demak mencapai masa kejayaan.  Ia dikenal sebagai raja yang bijaksana dan gagah berani. Wilayah kekuasaan yang berhasil ditaklukannya bahkan terbilang sangat luas dibandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya. Sultan Trenggana berusaha memperluas daerah kekuasaannyaa hingga ke daerah Jawa Barat. Tahun 1522 M kerajaan Demak mengirim pasukannya ke Jawa Barat di bawah pimpinan Fatahillah. Daerah-daerah yang berhasil di kuasainnya antara lain Banten, Sunda Kelapa, Cirebon. Penguasa di daerah itu bertujuan untuk menggagalkan hubungan orang-orang Portugis. Armada portugis dapat dihancurkan oleh armada Demak pimpinan Fatahillah. Fatahillah adalah seorang ulama terkemuka dari Pasai yang sempat melarikan diri dari kepungan orang Portugis, dalam pelariannya ke Demak dia diterima baik oleh Trenggana dam kemudian dinikahkan dengan adiknya.
Kehidupan Ekonomi Kerajaan Demak
Kerajaan Demak terletak di daerah yang strategis yang di jalur perdagangan nusantara atau nasional. Hal ini memungkinkan Demak berkembang menjadi kerajaan Maritim. Demak berperan sebagai penghubung daerah penghasil rempah-rempah di wilayah Indonesia bagian timur dan barat, maka tak heran jika Demak terus mengalami perkembangan. Dalam kegiatan  perdagangan, Demak berperan  sebagai penghubung antara daerah penghasil rempah di Indonesia bagian Timur dan penghasil rempah-rempah Indonesia bagian Barat. Deemak memiliki produksi andaalannya yakni seperti beras, garam dan kayu jati. Dengan demikian perdagangan Demak semakin berkembang. Dan hal ini juga didukung oleh penguasa Demak terhadap pelabuhan-pelabuhan didarah pesisir pantai pulau Jawa.
Sebagai kerajaan Islam yang memiliki wilayah di pedalaman, maka Demak juga memperhatikan masalah pertanian,sehingga beras merupakan salah satu hasil pertanian yang menjadi komoditi dagang. Dengan demikian kegiatan perdagangannya ditunjang oleh hasil pertanian, mengakibatkan Demak memperoleh keuntungan di bidang ekonomi.
Kejayaan  kerajaan Demak
Kerajaan Demak mengalami masa kejayaan di bawah pimpinan Sultan Trenggono. Untuk mnjadikan Demak sebagai saalah satu pusat penyebaran agama islam, Sultan Trenggono membantu penyiaran agama islam dan berhasil membawa Demak sebagai pusat kekuasaan di Jawa. Untuk menjadikan Demak sebagai pusat kekuasaan di Jawa. Mula-mula daerah-daerah Jawa ditaklukkan, kekuasaan Demak yang saat itu dipimpin oleh Sultan Trenggono akhirnya meliputi sebagai Jawa Barat (Banten, Cirebon), Jakarta, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Sultan Trenggana memerintah Demak dari tahun 1521-1546 M.
Berikut faktor-faktor yang mendorong kemajuan Demak :
Letaknya strategis di daerah pantai
Pelabuhan bergota di Semarang,merupakan pelabuhan ekspor-impor yang paling penting bagi kerajaan Demak
Memiliki sungai sebagai penghubung dengan darah pedalaman ,sehingga membantu pengangkutan hasil pertanian berupa beras sebagai komoditas ekspor utama Demak
Runtuhnya kerajaan Majapahit oleh Demak membuat Demak berkembang pesat dengan leluasa tanpa ada ancaman dari kerajaan besar lainnya di pulau Jawa.

Kemunduran Kerajaan Demak
Setelah wafatnya Sultan Trenggono, menimbulkan kekacauan politik yang cukup hebat pun terjadi daerah-daerah kekuasaan Demak pun berusaha melepaskan diri dan tidak mengakui lagi kekuasaan Demak dan terjadi perebutan kekuasaan di kerajaan Demak, antara Pangeran Seda ing Lepen dan Sunan Prawoto (putra sultan trenggono). Pangeran sekar sedo Lepen yang seharusnya menggantikan Sultan Trenggono dibunuh oleh Sunan prawoto dengan harapan ia dapat mewarisi tahta kerajaan. Putra Pangeran Seda lapen yang bernama Arya penangsang dari Jipang menuntut balas kematian ayahnya dengan membunuh Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat, adik Sunan Prawoto).
Pangeran Hadiri dianggap sebagai penghalang Arya Penangsang untuk menjadi sultan Demak. Setelah berhasil membunuh Sunan Prawoto dan beberapa pendukungnya. Naiknya Arya Penangsang ke tahta kerajaan tidak disenangi oleh Pangeran Adiwijoyo atau Joko Tingkir, menantu Sultan Trenggono. Arya Penangsang dapat dikalahkan oleh Joko Tingkir yang selanjutnya memindahkan pusat ke kerajaan Pajang. Setelah Kerajaan Demak lemah maka muncul Kerajaan Pajang. Kerajaan Demak berakhir pada tahun 1546 yang hanya bertahan selama 68 tahun sejak berdirinya kerajaan Demak.
Peninggalan Kerajaan Demak

Pintu Bledek
Pintu Bledek atau pintu petir merupakan pintu yang di lengkapi dengan pahatan yang dibuat tahun 1466 Oleh Ki Ageng Selo. Dari Cerita yang beredar,pintu Bledek dibuat oleh Ki Ageng Selo Dengan petir yang dimilikinnya yang ia tangkap saat ada di tengah sawah. Pintu tersebut lalu dibawa pulang dan dibawa ke Raden Patah kemudian pintu ini dipakai untuk pintu masuk utama Masjid Agung Demak yang keadaannya sudah mulai rusak sehingga di simpan dalam museum dalam masjid agung demak tersebut.
Masjid Agung Demak
Peninggalan kerajaan demak selanjutnya adalah Masjid Agung didirikan tahun 1479 masehi yang kini sudah berumur skitar 6 abad tetapi masih berdiri dengan kokoh sebab sudah dilakukan renovasi sebanyak beberaaapa kali. Masjid Agung Demak ini tidak hanya sebagai peninggalan sejarah Kerajaan Demak saja, akan tetapi dulunya merupakan pusat dari pengajaran serta syiar Islam. Masjid Agung memiliki luas 31x31 meter persegi yang di bagian sisi masjid agung inijuga terdapat serambi berukuran 31x15 meter persegi dengan panjang keliling 35x3 meter.

Soko Guru atau Soko Tatal

Soko Guru atau Soko tatal merupakan tiang penyangga dari masjid agung demak yangterbuat dari material kayu dengan diameter 1 meter dan berjumlah sebanyak 4 buah soko guru dan masjid agung demak sudah dibangun serta sudah mulai masukdalam tahapan pemasangan atap. Sehingga karena dikejar waktu,Sunan kalijaga kemudian mengumpulkan tatal atau kulit kayu yang berasal dari sisa pahatan dan 3 soko guru untuk dibuat menjadi 1 soko guru baru memakai kekuatan spiritual yang dimiliki Sunan Kalijaga dan inilah yang menyebabkan soko guru diberi istilah soko tatal.

Makam Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu dari 9 sunan Walisanga yang berdakwah di sekitar wilayah Jawa. Sunan Kalijaga wafat tahun 1520 lalu dikebumikan di Desa Kadilangu berdkatan dengan kota demak. Banyak orang berkunjung untuk berziarah dan juga berdoa,semoga diberikan kemudahan dan juga keberkahan lewat doa.







BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah  pada tahun 1478. Demak sebelumnya adalah sebuah daerah yang dikenal dengan nama Bintoro atau Gelagahwangi yang terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahannya di Bintoro, serta dipimpin dengan tiga raja kerajaan Demak. Diantaranya Raden Fatah, Pati Unus dan Sultan Trenggana. Raja pertama mereka adalah raden Fatah, yang berhasil menjadikan negerinya sebagai sebuah negara independen pada masanya. Setelah itu pemerintahannya dilanjutkan oleh anaknya, Pati Unus (Adipati Unus) berkuasa. Dia berhasil mengadakan perluasan wilayah kerajaan.
Setelah wafatnya Adipati Unus atau Pati Unus pada tahun 938 H/1531 M, kemudian kerajaan Demak diambil alih atau dipimpin oleh  Raden Trenggono (Sultan Trenggana). Kejayaan paling besar dibawah pemerintahannya. Perluasan wilayah yang beliau lakukan sudah cukup luas di beberapa daerah-daerah yang berhasil beliau taklukan. Dia wafat pada tahun 953 H/1546 M. Setelah beliau wafat, mulailah konflik-konflik atau kekacauan politik hingga kerajaan Demak mengalami kemunduran dan kemudian berakhir.
Kebudayaan yang berkembang di kerajaan Demak identik bercorak islam. Hal tersebut tampak dari peninggalan sejarahnya berupa masjid ataupun makam-makam yang sampai sekarang Demak di kenal sebagai pusat pendidikan Islam. Seperti Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, dsb.



DAFTAR PUSTAKA

Amarseto, Binuko. 2015. Ensiklopedia Kerajaan Islam Di Indonesia. Yogyakarta: Istana Media.
Anisa, Fitri, dkk. 2016. “Kerajaan-Kerajaan Islam dan Peran Para Ulama di Nusantara,” Makalah Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Djakariah. 2014. Sejarah Indonesia II.Yogyakarta: Ombak.
Yatim, Badri. 2017. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Mira Triani “Sumber Ilmu” (Online)
http://miratriani.blogspot.co.id/2012/01/makalah-kerajaan-demak.html?m=1 diakses pada 15 April 2018
Maressa “SejarahLengkap.com”
http://sejarahlengkap.com/indonesia/kerajaan/peninggalan-kerajaan-demak diakses pada tanggal 15 April 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...