Senin, 23 April 2018

MAKALAH SEJARAH FILSAFAT KLASIK

SEJARAH FILSAFAT KLASIK
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu
Dosen : Fuad Muh. Zein, M.UD.

Disusun oleh :
Ilham Ade kurniawan (173231050)
Aviana Pramesti (173231052)
Afrizal Mukhlisin (173231051)
Wahyu Angga Fahrizal (173231059)

JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
2018

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemunculan pemikiran-pemikiran filsafat dari barat dipengaruhi oleh kerajaan yang berada di bagian barat Eropa seperti Yunani, Romawi, Dan Bizantiyum. Bangsa inilah yang berperan dalam aspek peradaban di Eropa bagian barat. Yang pertama Yunani klasik terkait langsung dengan sejarah peradaban/kebudayaan. Peradaban bangsa Yunani yang tinggi sebagimana tercermin dalam ilmu pengetahuan, Filsafat, Sastra, Arsitektur, system pemerintahan dan bahkan dalam bidang olahraga disebabkan bangsa yunani menghadapi alam sekitar dengan dirinya sebagai makhluk otonom, rasional, bebas, individual, dan berani untuk terus berubah. Sayang untuk Alam pikir seperti itu untuk jangka waktu cukup lama terbelengu oleh alam kekristenan yang terlalu normatis, normalis, theosentris, pietis.
Baru pada masa Renaissance, bangsa-bangsa Eropa seakan-akan bangun dari tidur panjangnya. Agama yang telah mentidurkan daya kritis akal budi mulai diusik peran duniawi manusia. Bangsa Italia telah menjadi pelopor dalam melakukan renaissance dengan kembali kea lam pikir yunani (dan romawi) klasik yang rasional, bebas, otonom, dan antroposentris. Dengan Renaissance manusia menemukan kembali jati dirinya sebagai subjek dari alam ini dan dengan daya kritis, akal sehat, daya refleksinya manusia mampu memahami serta mengenali jati dirinya dan alam sekitarnya. Renaissance telah memunculkan berbagi moderenitas entah dalam bidang budaya (sastra, lukis, pahat, arsitektur), ilmu pengetahuan dan teknologi, politik dan ekonomi, budayawan.
Filsafat dimulai di Yunani 6 SM. Kala itu para filsuf mulai menanyakanasal mula (arche) alam, karena itu mereka disebut para filsuf alam. Sebelumnya jawaban mengenai persoalan alam lebih bersifat mitologis.. Maka itu terjadilah pergeseran orientasi dan mitologis ke kosmologis.
Pada jaman ini beberapa filsuf berusaha menjawab ‘arche’ alam. Thales berpendapat unsur hakiki dari semesta adalah air. Anaximenes menyebut udaralah arche alam. Berbeda dari keduanya, Anaximandros menganggap ‘apeiron’ (sesuatu yang tak terbatas) sebagai inti alam. Pythagoras menganggap alam pada hakikatnya tersusun dari angka yang ritmis. Sedang persolan alam itu berubah atau tidak, dijawab oleh Herakeitos yang mengatakan bahwa alam pada hakikatnya selalu berubah, mengalir (pantarhei). Sedangkan menurut Parmenides alam selalu tetap tidak berubah.








B.     Rumusan Masalah
Bagaimana sejarah peradaban Bangsa Yunani klasik ?
Siapa tokoh perintis Filsafat Yunani Klasik ?
Bagaimana asal-usul bangsa Romawi Klasik ?
Bagaimana Peradaban Kekaisaran Byantium ?

C.    Tujuan Penulisan
Mengetahui sejarah peradaban Bangsa Yunani klasik.
Mengetahui tokoh perintis Filsafat Yunani Klasik.
Mengetahui asal-usul bangsa Romawi Klasik.
Mengetahui Peradaban Kekaisaran Byantium.























BAB II
PEMBAHASAN

Latar belakang sejarah peradaban bangsa Yunani Klasik
Pertama, Yunani klasik terkait secara langsung dengan sejarah peradaban/ kebudayaan. Kata culture ( Latin : colere: mengolah, mengerjakan tanah, segala usaha manusia dalam mengolah tanah ) berarti kebudayaan. Sedangkan civilization, berarti peradaban : bagian / unsur dari kebudayaan yang “ halus ”, maju, dan indah; misalnya kesenian, iptek, adat istiadat, dan organisasi kenegaraan.
Taylor ( 1870 ) mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang memuat pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat kebiasaan, dan segala kemampuan serta kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dimensi kebudayaan dan lapisanya ( Paul Ricoeur,1965 ) meliputi empat hal : 1.) ciri manusia itu terus menerus berkembang, terus berusaha memenuhi kebutuhannya, 2.) sebagai strategi manusia dalam menghadapi lingkungannya, 3.) kebudayaan adalah sistem yang terkait dengan sistem sosial yang lain, 4.) kebudayaan merupakan sistem makna, oleh sebab itu untuk memahaminya diperlukan metode interpretasi.
Kedua, tingginya peradaban Yunani itu tercermin dalam bidang :
Sistem pemerintahan di polis-polis yang demokrasi. Ciri polis ( negara kota ) adalah : swasembada dalam bidang perekonomian, otonom dalam mengatur pemerintahan, merdeka secara politis. Ciri demokrasi polis adalah : ada partisipasi warga negara dalam pemerintahan, perlakuan yang sama terhadap setiap warga negara, adanya pertanggung jawaban terhadap rakyat oleh pemerintah.
Ilmu pengetahuan/sastra/filsafat. Bangsa Yunani terkenal sebagai bangsa yang mempunyai ciri : refleksi, individualism, demokratis, rasional dan liberal. Ciri-ciri tersebut membuat bangsa Yunani mampu mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan,filsafat,sastra,kenegaraan dan olahraga. Bangsa Yunani tidak cepat puas,tidak suka kemapanan,tetapi selalu ingin tau dan ingin maju. Kesenangan olah pikir membuat berbagai kemajuan iptek terus dapat di kembangkan dan hampir tidak ada bangsa lain yang dapat menandinginya. Manusia Yunani selalu kritis terhadap alam sekitar, terhadap dirinya dan terus bertanya dan bertanya tentang keberadaan dirinya.
SUMBER SEJARAH YUNANI KLASIK
Berbagai keunggulan yang dimiliki bangsa Yunani, mendorong minat orang untuk mempelajari sejarah dan alam pikir Yunani klasik. Orang pertama yang berminat akan budaya klasik Yunani adalah seorang arkeolog inggris yang bernama Arthur Evan. Arkeolog ini pada tahun 1899 mengadakan penggalian pertama di bekas kota Knossos di Pulau Kreta yaitu ibu kota kerajaan Knossos. Penggalian ini sendiri dilakukan berdasarkan mitologi Ariadne : Yang bercerita tentang seorang Pangeran dari Athena yang bernama Theseus. Theseus dipersembahkan oleh raja Athena kepada raja Minos dari knosses sebagai upeti, tanpa ketaatannya. Konon dikatakan bahwa ketika Theseus tiba di istana Knossos, seorang putri raja Minos yang bernama Ariadne jatuh cnta pada pangeran Theseus, oleh sebab itu sang putri berusaha membebaskan dari keganasan Minosaurus. Dengan pertolongan dewa, sang putri dapat membebaskan sang pangera dan mereka berdua melarikan diri kembali ke Athena. Sayang ketika kapal yang ditumpangi sampai pantai Athea, sang pangeran lupa mengibarkan bendera putih sebagai tanda kemenangannya, tetapi justru dayangnya masih mengibarkan bendera hitam seperti ketika berangkat. Rakyat Athena berduka melihat kapal berbedera hitam yang membawa sang pangeran, mereka menduga bahwa sang pangeran telah meninggal, maka rakyat yang berduka sepakat mengusir kapal kembali ke laut bebas. Maka lenyaplah sang Pangeran Theseus dan Ariadne. Berdasarkan mitologi inilah Arthur Evan mengadakan penggalian di bekas kota Knossos. Hasilnya sejumlah peningalan kuno ditemukan ( seperti huruf yunani kuno, perengkapan rumah tangga, porselin ). Cerita Ariadne setidaknya juga menjadi bukti bahwa kreta pada suatu saat lebih maju, kuat, dan menguasai semenanjung Yunani.
Tokoh kedua yang membuka sejarah Yunani klasik adalah Heinrich Schielmann ( 1822-1890 ) yang mengadakan penggalian atas bekas kota kuno Troya di pantai barat asia kecil ( Turki sekarang ). Penggalian ini didorong oleh epos karya Homerus yang bernama Odyseus dikatakan bahwa perang Athena melawan Troya bermula dari kontes kecantikan di antara para dewi yang berebut kedudukan sebagai dewi tercantik. Dewi Helena, Approdite, dan Athena adalah tiga finalis dalam konteks. Dalam konteks ini para dewa tidak ada yang berani menjadi wasit, maka dipilihlah raja Troya untuk jadi juri. Kono dkatakan sebelum kontes, Helena mendatangi Raja Troya agar dirinya dimenangkan dalam lomba final kecantikan. Raja Troya bersedia memberi kemenangan kepada Helena asal, Ratu Penelope, yaitu istri Odyseus dari Mycena diserahkan kepadanya sebagai imbalan. Helena sebagai dewi tidak mempunyai kesulitan ntuk menculik ratu Penelope utuk dibawa ke Troya. Hasil kontes sudah jelas, Helena menjadi pemenang. Tetapi Athena curiga, maka lewat penyelidikannya terbukti bahwa Raja Troya telah disuap oleh Helena. Sebagai pelindung koa Athena, dia mendorong raja Athena membantu Mycena untuk menyerang dan merebut Penelope dari Raja Troya.
Schilmann sebagai seorang arkeolog tertarik pada epos tersebut dan mulai mengadakan penggalian atas kota Troya pada tahun 1871. Hasilnya mengagumkan sebab kota tersebut ternyata sudah lebih dari tiga kali dibangun dan diruntuhkan. Di bekas kota kuno itu ditemukan berbagai peninggalan sejarah ( seperti : mata uang logam, bangunan kota yang jalan-jalannya dilengkapi dengan part-parit, perlengkapan rumah tangga dari logam ). Hasil yang terpenting adalah ditemukannya tiga buah mahkota dari emas yang dikenal dengan nama “ harta benda raja Priamus ”, kemudian juga ditemukan 60 anting-anting dari emas, 15 piala untuk minum, sejumlah besar cincin dari emas. Semua iu mengungkap sejarah Yunani klasik dan di sekitarnya.        
Para tokoh perintis Filsafat Yunani Klasik
Para filosuf klasik muncul berusaha membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang mengalami pendangkalan dan melemahnya tanggungjasab manusia karena pengaruh negatif dari para filosuf aliran Sofisme, adapun para filosuf itu adalah :
SOCRATES (465-399 SM)
Masa hidup Socrates sezaman dengan Sofisme, ia terkenal orang yang berbudi baik, jujur dan adil dan cara pemikirannya kepada para pemuda menggunakan metode tanya jawab oleh sebab itu ia memperoleh simpati dari para pemuda di negerinya. Namun ia juga kurang disenangi oleh orang yang menuduhnya merusak moral para pemuda di negerinya. Selain itu ia dituduh menolak dewa-dewa atau Tuhan yang telah diakui negara, kelanjutan tuduhan itu sampai ia diadili di pengadilan Athena. Di dalam pengadilan ia menyatakan pembelaannya yang kemudian ditulis oleh plato dalam naskahnya yang berjudul Apologi. Plato mengisahkan adanya tuduhan itu. Tuduhan itu mengatakan bahwa Socrates tidak hanya menentang agama yang diakui oleh negara, akan tetapi ia juga dituduh menyebarkan agama baru buatannya sendiri. Salah satu yang mendakwanya yaitu Melethus yang mengatakan dia adalah seorang yak ber-Tuhan dan menambahkan : Socrates berkata bahwa matahari adalah batu dan bulan adalah tanah. Lalu Socrates menyangkal tuduhan itu dan menanyakan kepada Melethus, siapakah yang memperbaiki pemuda? Melethus menjawab mula-mula para hakim, kemudian terdesak sedikit mengatakan bahwa semua orang Athena kecuali Socrates memperbaiki pemuda.
Dan Socrates memberi selamat bahwa Athena memiliki nasib baik untuk memiliki bagitu banyak orang yang berusaha memperbaiki pemuda, dan orang baik tentu lebih pantas untuk dipergauli daripada orang jelek, maka dari itu ia tidak akan dapat menjadi begitu bodoh untuk dapat merusak mereka dengan sengaja, Melethus seharusnya mengajar dia dan tidak menyeret ia ke pengadilan.
Lebih lanjut Plato mengisahkan tentang pembelaan Socrates yang mempunyai nada agama. Ia pernah menjadi tentra dan tetap pada pos ini selama ia diperintahkan untuk tidak meninggalkan. Dalam proses pengadilan diputuskan bahwa Socrates dinyatakan bersalah dengan suara 200 dan 220 melawan. Ia dituntut hukuman mati.
Adapun falsafah pemikiran Socrates, ia menyatakan adanya kebenaran objektif. Ialah yang tidak bergantung kepada saya dan kita. Socrates membenarkan kebenaran objektif ini dengan metode dialektika yang berarti bercakap-cakap atau berdialog. Ia menganalisis pendapat-pendapat. Setiap orang mempunyai pendapat mengenai salah dan tidak salah. Socrates selalu menganggap bahwa jawaban pertama sebagai hipotesis dan dengan jawaban yang lebih lanjut ia menarik konsekuensi yang dapat menarik kesimpulan pada jawaban tersebut. Sering terjadi percakapan itu berakhir denan aproira (kebingungan). Tetapi tidak jarang dialog menghasilkan suatu definisi yang dianggap berguna. Metode dialektika menemukan dua metode yang lain yaitu Induksi dan difisi. Ia menggunakan istilah induksi manakala pemikiran bertolak dari pengetahuan yang khusus, lalu menyimpulkannya dengan pegertian umum. Pengertian umum diperoleh dari mengambil sifat yang umum dari masing kasus khusus dan ciri khusus yang tidak disetujui bersama adalah disisihkan. Ciri umum tersebut dinamakan ciri esensi dan ciri khusus itu dinamakan eksistensi. Demikian jalan untuk memperoleh definisi tentang suatu persoalan.
Konon dewa yang berada di tempat peribadatan bagi orang yunani di Delphi menyatakan dengan cara luar biasa bahwa ia adala orang yang paling arif di negeri Yunani, ia menafsirkan bisikan dewa itu sebagai persetujuan atas cara agnoticism yang menjadi titik tolak dari filsafatnya : ”One thing only I know, and that is I know nothing”. Sayangnya Socrates tidak pernah menulis pemikiran filsafatnya sendiri. Dan untuk mengetahuinya hanya diperoleh dari tulisan murid-muridnya.

Filusuf pada masa Pra Socrates :
a.  Thalles (624-546 SM)
Nama Thales muncul atas pelunturan sejarawan Herodotus pada abad ke 5 SM. Thales sebagai salah satu dari tujuh orang bijaksana ( saven wise men of grecee ). Arithoteles memberikan gelar the father of filosofi. Juga menjadi nasihat teknis ke-12 kota Lonia. Salah satu jasanya yang besar adalah meramal gerhana matahari pada tahun 585 SM.
Thales adalah filosof pertama, hidup pada abad ke-6 SM. Bahkan Aristoteles memberikan gelar kepada Thales sebagai filosof yang pertama. Menurut Thales : Asal Mula Alam  adalah air. Air adalah pusat dan sumber segala yang ada atau pokok dari segala sesuatu. Air adalah ausa prima dari segala yang ada yang jadi, tetapi juga akhir dari segala yang ada dan yang jadi. Air adalah subtrat (bingkai) dan substransi (isi) Argumen Thales merupakan argumen yang bukan hanya  rasional karena dikemukakan melalui salah satu sumber pengetahuan yang kongkret, tapi juga observatif.
Thales mengembangkan fisafat alam kosmologi yang mempertanyakan, sifat dasar dan struktur komposisi dari alam semesta. Menurut pendapatnya, semua yang berasal dari air sebagai materi dasar kosmis. Sebagai ilmuan pada masa itu ia mempelajari magnetisme dan listrik yang merupakan pokok soal fisika. Juga mengembangkan ostronomimdan matematika. Dengan mengemukakan pendapat, bahwa bulan bersinar karena memantulkan cahaya matahari, menghitung terjadinya gerhana matahari bahwa kedua sudt alas dari suatu segitiga sama kaki adalah sama besarnya.
Walaupun pandangan-pandangan Thales banyak yang kurang jelas, akan tetapi pendapatny merupakan percobaan pertama yang masih sangat sederhana dengan menggunakan rasio ( akal pikir ).
b.  Anaximandros (546-610 SM)
Ia adalah orang yang pertama yang mengarang suatu traktak dalam kesusasteraan yunani dan berjasa dalam bidang astronomi, geografi, sehingga ia sebagai orang pertama yang membuat peta bumi. Ia berhasil memimin sekelompok orang yang membuat kota baru di kota baru apolonia.
Pemikirannya, dalam memberikan pendapat tentang arche asas pertama alam semesta, ia menunjuk pada salah satu unsur yang dapat diamati oleh indra, akan tetapi ia menunjuk dan memilih pada sesutu yang tidak dapat diamati indra, yaitu to apairon, sebagai yang tidak terbatas, abadi sifatnya, tidak berubah-ubah, ada pada segala-galanya dan sesuatu yang paling dalam dan sesuatu yang paling dalam.
Anaximandros adalah murid Thales, hidup  antara tahun 610-547 SM. Menurut dia : segala sesuatu tu berasal dari to apearon, yaitu yang tak terbatas, suatu yang tidak terhingga, tidak dapat dirupakan, tidak ada persamaannya dengan salah sutu barang yang kelihatan di dunia ini,bersifat Ilahi, abadi tak terubahkan meliputu segala-galanya.
c. Pythagoras
Pythagoras lahir di Samos antara tahun 580 dan 570 SM. Ia menetap di Trotona, dan dan di sinilah ia mendirikan mazhab Pythagoras. Filsafah pemikiran fythagoras sangat matematis. Karena banyak diilhami oleh rahasia angka-angka. Ia tidak memikirkan substansi yang yang menjadi alam. Ia beranggapan bahwa dari segala sesuatu adalah angka. Segala sesuatu dalam alam raya tidak tertentu dan tidak menentu, segala hal yang telah memiliki batas bentuk dan angka akan menjadi tentu dan pasti.
Anaximenes berpendapat bahwa udara merupakan asal usul segala sesuatu. Udara melahirkan semua benda dalam alam semesta ini karena suatu proses pemadatan dan pengeceran, kalau udara semakin bertambah maka muncullah berturut-turut angin, air, tanah dan akhirnya batu. Sebaliknya kalau udara itu menjadi encer yang timbul adalah api.
Pandangan Anaximenes tentang susunan jagat raya bertolak belakang dengan Anaximandros. Menurut Anaximenes bumi ini seperti meja bundar dan melayang di atas udara. Demikian pula matahari, bulan dan bintang. Benda-benda yang ada dijagad raya itu tidak terbenam di bawah bumi sebagaimana yang dipikirkan Anaximandros tetapi
mengelilingi bumi yang datar itu, matahari lenyap pada waktu malam tertutup di belakang bagian-bagian tinggi[8].
d. Herakleitos
Menurut ia: Tidak ada satu pun di alam ini yang bersifat tetap atau permanen. Apa yang kelihatan tetap, sebenarnya ia berada dalam proses perubahan tidak henti-hentinya. Dan api adalah elemen utama dari segala sesuatu yang timbul.Dunia ini tidak dijadikan siapa pun juga. Ia ada selama-lamanya. Ia sebagai api yang hidup selalu, yang menyala dan padam secara berganti-ganti. Upacara yang terkenal adalah : pan tarhei kai uden menei, menetap.
Pythagoras lahir dipulau Samos yang termasuk daerah Ionia. Dalam kota ini Pythagoras mendirikan suatu tarekat beragama yang bersifat religious, mereka menghomati dewa Apollo.Menurut kepercayaan Pythagoras, jiwa manusia asalnya dari Tuhan, jiwa itu adalah penjelmaan dari tuhan yang jatuh kedunia karena berdosa dan dia akan kembali kelangit kedalam lingkungan tuhan semula apabila dosanya itu sudah habis dicuci, hidup didunia ini adalah persediaan buat akhirat. Sebab itu dari sekarang dikerjakan hidup untuk hari kemudian.Pythagoras tersebut juga sebagai ahli pikir. Terutama dalam ilmu matematik dan ilmu berhitung. Falsafah pemikirannya banyak diilhami oleh rahasia angka-angka. Dunia angka adalah dunia kepastian dan dunia ini erat hubungannya dengan dunia bentuk. Dari sini dapat dilihat kecakapannya dia dalam matematik mempengaruhi terhadap pemikiran filsafatnya sehingga pada segala keadaan ia melihat dari angka-angka dan merupakan paduan dari unsur angka.
Ia lahir dikota Ephesos diasi minor, ia mempunyai pendangan yang berbeda dengan filosof-filosof sebelumnya. Ia menyatakan bahwa asal segala suatu hanyalah satu yakni api. Ia memandang bahwa api sebagai unsur yang asal pandangannya semata-mata tidak terikat pada alam luaran, alam besar, seperti pandangan filosof-filosof Miletos.
Segala kejadian didunia ini serupa dengan api yang tidak putusnya dengan berganti-ganti memakan dan menghidupi dirinya sendiri segala permulaan adalah mula dari akhirnya. Segala hidup mula dari pada matinya. Didunia ini tidak ada yang tetap semuanya mengalir. Tidak sulit untuk mengerti apa sebab Heraklitos memilih api. Nyala api senantiasa memakan bahan bakar yang baru dan bahan bakar itu dan berubah menjadi abu dan asap. Oleh karena itu api cocok sekali untuk melambangkan suatu kesatuan dalam perubahan. Api mempunyai sifat memusnahkan segala yang ada, dan mengubah segala sesuatu itu menjadi abu dan asap. Walaupun sesuatu itu apabila dibakar menjadi abu dan asap, toh adanya api tetap ada. Segala sesuatunya berasal dari api, dan akan kembali menjadi api[9]. Pernyataan itu mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah, tidak tetap. Pengertian adil pada hari ini belum tentu masih benar besok. Hari ini 2 x 2 = 4 besok dapat saja bukan empat. Pandangan ini merupakan warna dasar filsafat sofisme[10].

e. Perminides
Berasal dari Elean, lahir tahun 540 M. Filsafatnya : yang realitas hanya satu, tidak bergerak, tidak berubah dasar pemikirannya; yang ada itu ada mustahil tidak ada. Perminides dapat dikatakan sebagai logikawan pertama,  bahkan filosof pertama dalam pemikiran modern, yang banyak mempengaruhi Plato.
f. Leukippos
Lahir pada tahun (540 SM) adalah ahli pikir pertama yang mengajarkan tentang atom. Menurutnya: Atom adalah Benda yang sangat kecil sehingga tidak dapat di bagi-bagi. Atom itu tidak kelihatan, tapi tetap ada, tidak hilang, dan tidak berubah-ubah, ia bergerak terus tidak henti-hentinya.
g. Demokritos
Ia murid dari Leukippos. Ia pun berpendapat bahwa alam ini terdiri dari atom-atom yang bergerak-gerak tanpa akhir. Dan jumlahnya sangat banyak. Maka kesimpulannya adalah segala sesuatu itu mengandung “penuh” dan “kosong”. Ia pun sepakat dengan herakleitos bahwa yang pertama adalah api, terdiri dari atom yang sangat halus, hitam, dan bulat.
h. Zeno
Zen lahir tahun 490 SM di Elea. Dalam filsafat, ia sepakat dengan Perminides.
i. Georgias
Lahir tahun 427 SM. Pandangan filsafatnya:  Semua realitas itu sebenarnya tidak ada. Akal tidak mampu meyakinkan kita tentang bahan alam semesta ini.Sekalipun realitas dapat diketahui, tetapi tidak dapat diberitahukan kepada orang lain.  Masa keemasan Yunani terjadi pada masa selanjutnya, yang ditandai sejumlah nama besar, diantaranya adalah Perikles. Pada masa itu kota Athena menjadi pusat penganut dari aliran filsafat. Pada masa itu, terdapat pula pemikiran sofistik yang dianut oleh kaum sofis, yaitu kaum yang pandai berpidato yang tidak lagi menaruh perhatian kepada alam, tetapi menjadikan manusia sebagai pusat perhatian studi. Tokohnya adalah  Protagoras.

PLATO (427-347 SM)
Plato lahir di Athena tahun 427 Sm sezaman dengan Socrates, dia juga seorang murid dan teman Socrates. Pengertian umum (definisi) menurut Plato sudah tersedia di sana di alam idea. Menurut pemikiran falsafahnya, dunia lahir adalah dunia pengalaman yang selalu berubah-ubah dan warna-warni. Keadaan idea sendiri bertingkat-tingkat. Tingkat idea tertinggi adalah idea kebaikan, dibawahnya idea jiwa dunia, yang menggerakkan dunia. Berikutnya idea keindahan yang menimbulkan seni, ilmu, pedidikan, politik. Dengan demikian jelaslah kebenaran umum itu memang sudah ada, bukan dibuat melainkan sudah ada di dalam idea. Hal yang penting juga untuk diketahui dari filsafat Plato adalah pemikiran tentang negara, menurutnya bahwa di setiap negara segala golongan dan segala orang-orang adalah semata-mata untuk kesejahteraan semuanya. Kesejahteraan itulah yang menjadi tujuan sebenarnya. Dalam negara yang ideal itu golongan pengusaha menghasilkan, tetapi tidak memerintah. Golongan penjaga memperlindungi, tetapi tidak memerintah. Golongan cerdik pandai diberi makan dan dilindungi, dan mereka memerintah. Oleh karena itu negara ideal bergantung pada budi penduduknya, pendidikan menjadi urusan penting bagi negara. Menurut Plato, pendidikan anak dari umur 10 tahun menjadi dasar penting. Dasar pendidikan anak-anak adalah gymnastic(senam) dan musik. Dari umur 14-16 tahun anak-anak diajarkan musik dan puisi mengarang bersajak. Umur 16-18 anak menjelang dewasa diberi pembelajaran matematik agar mendidik jalan pemikirannya. Umur 18-20 anak mendapatkan pendidikan militer.
Menurutnya penduduk negara dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu golongan teratas, tengah dan bawah. Golongan teratas yaitu golongan yang memerintah, terdiri dari para filosuf. Mereka bertugas membuat undang-undang dan mengawasi pelaksanaannya dan memegang kekuasaan tertinggi. Golongan penengah adala pengawal dan abdi negara, tugasnya adalah mempertahankan negara dari serangan musuh dan menegakkan undang-undang supaya dipatuhi masyarakat. Golongan paling bawah yaitu rakyat pada umumnya. Mereka adalah golongan produkti yang harus bisa membawa diri.

ARISTOTELES (384-322 SM)
Aristoteles adalah teman dan murid Plato. Ia dilahirkan di Trasia (Balkan). Keluarganya adalah orang-orang yang tertarik dalam ilmu kedokteran. Ia banyak mempelajari filsafat, matematika, astronomi, retorika dan ilmu-ilmu lainnya. Dengan kecedasannya yang luar biasa hampir-hampir ia menguasai berbagai ilmu yang berkembang pada masanya. Kecerdasannya berpikir santifik nampak dari pandangan-pandangan filsafatnya yang sistematis dan banyak menggunakan metoda empiris. Dan dibandingkan dengan Plato, pemikiran Aristoteles lebih kongkrit(empiris). Ia menjadi dikenal luas karena pernah menjadi tutor Alexander, seorang diplomat ulung dan jenderal terkenal. Di Athena ia mendirika sekolah yang bernama Lyceum. Dari sekolah itu banyak menghasilkan penelitian yang tidak hanya menjelaskan prinsip-prinsip sains tapi juga politik, retorika dan lain sebagainya. Namun lambat laun posisi Aristoteles tidak aman karena ia orang asing dan dianggap atheis dan menyebar pengaruh yang disebut subversif. Kemudian ia pindah ke Chalcis dan meninggal disana pada tahun 322 SM. Sebenarnya Aristoteles banyak sekali menghasilkan penelitian-penelitian dan pemikiran filsafat namun banyak yang hilang. Dantaranya karya-karyanya yang dikenal adalah anganan (logika), Priar Analytics (sologisme), Pastriar Analytics (sains) dan lain sebagainya. Di dalam dunia filsafat Aristoteles terkenal sebagai Bapak Logika. Logika tersebut tradisional karena nantinya berkembang apa yang disebut logika modern. Logika Aristiteles sering disebut Logika Formal. Bila orang sofis banyak menganggap manusia tidak akan mampu memperoleh kebenaran, Aristoteles dalam Metaphysics menyatakan bahwa manusia dapat mencapai kebenaran. Salah satu teori Aristoteles yang penting adalah matter dan form itu bersatu. Matter memberikan substansi sesuatu, form memberikan pembungkusnya. Ia berpendapat matter itu potensial dan form itu aktualis. Namun ada yang muni form tanpa matter yaitu Tuhan. Aristoteles percaya akan adanya Tuhan dan Tuhan sebagai penyebab gerak (a first cause of motion). Tuhan merupakan kesempurnaan tertinggi, dan kita mencontokan pemikiran kita untuk kesana.
Pandangan filsafatnya tenteng etika adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan yang merupakan hal tertinggi dalam kehidupan. Contoh pemberani adalah pengecut yang nekat, dermawan terletak diantara kikir dan pemboros, rendah hati terletak diantara berjiwa budi dan sombong. Orang harus pandai menguasai diri supaya tidak terombang ambing oleh hawa nafsu.
Peradaban Bangsa Romawi klasik
Sejarah Berdirinya Romawi
Tidak banyak yang diketahui tentang sejarah Kerajaan Romawi karena tidak ada sumber tertulis yang berasal dari zaman tersebut dan kebanyakan sumber ditulis berasal dari legenda. Hal ini dikarenakan pada tahun 390 SM, bangsa Galia menyerang Roma dan menghancurkan semua catatan sejarah, sehingga tidak ada catatan sejarah dari masa kerajaan. Berdasarkan benda pecah belah yang ditemukan pada situs Romawi di sungai Tiber di daratan Latium, diperkirakan benda tersebut sudah ada di sana sekitar 1400 SM. Sedangkan sarjana kuno mengandalkan mitos yang ada untuk menentukan berdirinya Romawi, yaitu pada tahun 753 SM. Meski terdapat tumpang tindih mengenai fakta dan legenda dalam berdirinya Kota Romawi, namun ada beberapa tempat dan tokoh yang disebutkan dalam sejarah yang memiliki kesamaan dengan dalam legenda. Menurut legenda, Kota Roma didirikan pada tahun 753 SM oleh suku bangsa lokal yang telah membangun perkemahan di tujuh bukit di sekeliling Roma. Tempat tersebut di sekitar Bukit Palatine di sepanjang sungai Tiber diItalia Tengah. Wilayah itu subur dan bukit-bukitnya menyediakan perlindungan sehingga tempat itu mudah dipertahankan. Hal ini ikut berperan dalam kejayaan Roma kelak.
Berdasarkan legenda tersebut, Roma didirikan oleh kakak beradik cucu Raja Numitor, Romulus dan Remus. Namun mereka bertikai hingga Remus terbunuh sehingga Romulus menjadi raja Roma yang pertama. Faktanya, memang terdapat tujuh bukit yang mengelilingi Roma yang nantinya dijadikan pusat perdagangan yang didirikan pada tahun 625 SM yang disebut Forum. Warga Roma terdiri atas orang Sabin dan Latin yang bersatu membangun sebuah kota. Akan tetapi, mereka merasa bahwa mereka adalah bangsa Romawi. Sebagai masyarakat baru, mereka berusaha untuk menjadi yang lebih baik dari yang lainnya. Mereka memperoleh berbagai pemikiran baru mengenai kebudayaan dan masyarakat dari bangsa Etruska, serta para pedagang dari Yunani dan Kartago. Bangsa Etruska sendiri memiliki kebudayaan yang mengadopsi dari  bangsa Yunani, di antaranya adalah huruf atau abjad, baju serta dewa yang mereka sembah adalah Dewa Yunani. Hal ini membuat budaya Yunani menjadi sama dengan budaya Romawi, bahkan bangsa Romawi mengambil alih budaya-budaya tersebut menjadi budaya utama bangsa RomawiLegenda mengisahkan ada tujuh raja yang memerintah Romawi selama 240 tahun.8 Raja-raja tersebut adalah:
Sistem Pemerintahan Bangsa Romawi
Masa pemerintahan di bawah pimpinan raja pada saat itu tidak samadengan kebanyakan. Hal ini dikarenakan raja tidak memiliki kekuasaan mutlak, mereka harus menghadapi satu majelis bangsawan. Majelis tersebut memiliki suara untuk memilih raja maupun menentukan apa yang dapat dilakukan oleh raja, terutama dalam peperangan. Cara pemilihan raja pada saat itu adalah ketika seorang raja mati, maka memasuki masa interregnum. Kekuasaan tertinggi negara berpindah ke Senat, yang bertanggung jawab untuk mencari raja baru. Senat akan berkumpul dan menunjuk salah satu anggotanya sendiri (interrex) untuk bertugas selama lima hari dengan tujuan mengusulkan raja berikutnya. Dan berlanjut ke senator lainnya dan akan terus berlanjut sampai raja yang baru terpilih.
Setelah interrex menemukan calon yang cocok, ia akan mengusulkannya pada Senat untuk dipertimbangkan. Jika Senat menyetujuinya, interrex akan mengusulkan kepada Majelis Curiate dan melakukan pemilihan oleh rakyat Romawi, menerima atau menolaknya. Raja terpilih harus menjalani upacara keagamaan yang dipimpin oleh seorang Augur sekaligus pemberian kewenangan dari Majelis Curiate. Adanya pemerintahan yang kejam oleh raja ketujuh Romawi, akhirnya pada tahun 509 SM, para kaum elit bangsawan dapat menggulingkan monarki dan mendirikan sebuah pemerintahan baru yang dikenal sebagai republik yang diperintah oleh kaum patricia (kaum penguasa).
Roma menjadi republik pertama dalam sejarah dunia. Pada tahun 270 SM, mereka berhasil menguasai sebagian besar daerah Italia. Pada mulanya, Romawi tidak bermaksud menjadi kekuatan imperialis raksasa, mereka hanya melindungi diri dan memerangi tetangga yang ingin ikut campur dalam permasalahan mereka. Dengan alasan tersebut, bangsa Romawi terlibat dalam beberapa peperangan, di antaranya Perang Punik, yaitu bentrok dengan Kartago akibat sengketa dagang di laut Mediterania. Namun karena Romawi memiliki Jenderal Perang yang pemberani yang bernama Scipio, sehingga Romawi dapat memenangkan petempuran di Kartago dan mendirikan kota-kota baru. Mereka juga memberikan ketentraman, kemakmuran dan kewarganegaraan Romawi. kepada penduduk taklukan yang mau bekerja sama. Hal ini menjadikan Romawi mampu menjadi pusat dunia Barat, mengambil alih peran Yunani dalam kurun waktu 500 tahun dan menjadi kekuatan yang dominan di Eropa dalam waktu kurang dari 200 tahun. Setelah sistem monarki berakhir, Romawi memiliki beberapa jabatan atau lembaga baru yang masing-masing menangani persoalan yang dulunya di bawah wewenang seorang Raja. Jabatan atau lembaga tersebut adalah sebagai berikut.
1. Konsul
Konsul terdiri dari dua orang yang menggantikan kepemimpinan raja. Konsul dipilih untuk masa jabatan satu tahun dan konsul dapat membatalkan konsul yang lain. Pada  awalnya, konsul memiliki kekuasaan seperti raja, namun kemudian dikurangi dengan adaya hakim-hakim yang memegang wewenang tertentu, misal Praetor (Otoritas Yudisial) dan Censor (hak melakukan sensus).
2. Diktator
Diktator memiliki jabatan yang mirip dengan raja, namun masa jabatannya terbatas, yaitu enam bulan. Diktator memiliki wewenangpenuh atas masalah-masalah sipil dan militer. Kekuasaannya mutlak sehingga hanya berlaku pada masa-masa darurat. Diktator Romawi dipilih secara bebas, biasanya berasal dari jajaran konsul.
3. Rex Sacrorum dan Pontifex Mazimus
Rex Sacrorum adalah pejabat agama tertinggi di republik secara de jure yang mengadakan pengorbanan tahunan untuk Jupiter. Sedangkan Pontifex Maximmus adalah pejabat agama tertinggi secara de facto yang memegang sebagian besar wewenang keagamaan. Selain itu, seorang Pontifex juga memiliki kekuasaan untuk menunjuk dan mengangkat pejabat-pejabat keagamaan, bahkan mengangkat seorang Rex Sacrorum dan memperoleh hampir seluruh kewenangan keagamaan Romawi. Romawi hampir memiliki raja kembali setelah terpilihnya Gaius Julius Caesar sebagai Pontifex Maximus dan Diktator seumur hidup yang memberinya kekuasaan lebih banyak daripada raja-raja terdahulu. Julius Caesar adalah seorang jenderal yang sangat kuat dan ambisius dan juga salah satu Jenderal Triumvirat, ia menaklukkan bangsa Celtik dan Gaul.
Jauh sebelum Caesar lahir, Republik Romawi dipenuhi dengan perang saudara, pemberontakan kekuatan militer, korupsi dan ketidakpuasan terhadap dewan Senat sebagai pusat pemerintahan. Di bawah pimpinan Julius Caesar, Romawimulai mewujudkan mimpinya dan berhasil menguasai hampir setengah Eropa. Namun, Caesar membuat suatu yang merusak tatanan politik Romawi iu sendiri dengan membuat hukum sendiri berdasarkan pemikirannya, menganggap dirinya sebagai Konsul dan Diktator. Hal ini membuat para tetua berpikir tentang adanya ancaman dari Caesar. Mengetahui hal tersebut, Caesar melakukan kudeta dan menyerang pemerintahan Romawi. Kemenangan penyerangan yang dilakukannya menyebabkan Caesar menjadi penguasa Romawi dan menciptakan jabatan Kaisar (baru terealisasi oleh Octavianus).
Pengangkatannya sebagai diktator Romawi seumur hidup, memicu kemarahan kaum Republik sehingga mereka membunuh Caesar pada tahun 44 SM.Gaius Julius Caesar Octavianus adalah penggantinya. Octavianus merupakan anak angkat sekaligus keponakan Julius Caesar. Bukan hanya jabatan yang besar yang ia warisi, ia juga harus menyelesaikan masalahmasalah yang ditimbulkan pamannya, mendapatkan perlawanan dari para pesaingnya dan mengungkap pembunuhan pamannya. Setelah mengungkap pembunuhan Caesar, ia membagi wilayah pemerintahan kepada Triumvirat yang ia bentuk (Triumvirat kedua). Akan tetapi, salah satu Triumvirat (Antonius) dikabarkan akan memberikan kota Roma kepada Ratu Mesir (Cleopatra) sehingga menimbulkan peperangan (Pertempuran Actium pada 31 SM).
Kemenangan berada di tangan Octavianus. Kemudian Octavianus kembali ke Romawi dan  mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar Romawi (29 M) dengan berbagai gelar baru, termasuk Imperator dan Kaisar Augustus (Augustus Caesar) pada 27 M. Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi yang dibangun selama 7 abad, resmi berdiri tepat pada tahun 27 SM. Selama periode antara 28 SM dan 12 SM, Augustus memperoleh konsuler kekaisaran dan kekuasaan Tribun Rakyat, dikombinasikan dengan posisi Pontifex Maximus dan Princeps Senatus sehingga membuat Augustus menjadi sangat berkuasa. Augustus kemudian mendirikan Kekaisaran Romawi, ini adalah awal dari masa Principatus.
Meskipun menjadi kekaisaran, lembaga-lembaga republik masih tetap ada sampai masa Dominatus, bahkan Kaisar tetap berbagi gelar konsul sampai era Bizantium. Pada masa pemerintahan Augustus, Kekaisaran Romawi mengalami masa keemasan. Hal ini dapat dilihat dengan adanya perluasan daerah, kedamaian dan kemakmuran ekonomi terasa di seluruh penjuru kekaisaran.  Namun pada abad ketiga Masehi, kekaisaran dihadapkan pada  krisis dimana serangan bangsa bar-bar, perang saudara, dan hiperinflasi terjadi dalam waktu yang bersamaan dan terus menerus dan hampir menyebabkanruntuhnya Kekaisaran Romawi. Selain itu, sejak meninggalnya Augustus tanpa menunjuk penerus kekaisaran menyebabkan banyak kekacauan saat pergantian kekuasaan terjadi. Hal ini dikarenakan Augustus sendiri tidak memiliki anak untuk diwarisi tahta. Hingga terdapat dua puluh lima kaisar yang menggantikan. Perseteruan ini berakhir pada masa pemerintahan Diocletian berkuasa.
Kemunduran Kekuasaan Romawi
Pada tahun 14 M, agama Kristen mulai tumbuh dan berkembang di Roma. Agama Kristen mempertobatkan mereka yang belum percaya, hal ini berbeda dengan agama sebelumnya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pada mulanya, kedatangan agama ini bisa ditoleransi oleh orang-orang Romawi, tetapi lambat laun mereka mereka mulai khawatir agama tersebut akan memecah belah persatuan bangsa Romawi. Orang-orang Romawi mulai menganiaya dan menindas orang-orang yang beragama Kristen. Keadaan ini kemudian berubah ketika Constantinus yang memeluk Kristen berkuasa. Constantinus mengambil langkah untuk menyelamatkan orang-orang Kristen dari kehancuran. Pada masa pemerintahan Diocletian, ia memahami bahwa kekuasan Romawi terlalu besar dan luas. Hal ini mengakibatkan terhambatnya informasi dari pusat ke daerah terpencil serta kurangnya pengawasan dan penjagaan dariserangan bangsa lain. Berawal dari hal tersebut, maka Diocletian memutuskan untuk membagi kekaisaran menjadi dua, yaitu :
1. Kekaisaran Romawi Barat dengan ibukota Milan di bawah pimpinan Diocletian, serta
2. Kekaisaran Romawi Timur dengan  ibukota Nicomedia di bawah pimpinan sahabat Diocletian, Maximian.
Edward gibbon, penulis buku the history of the decline and fall of the remain empire, menulis bahwa ada sejumlah sebab mengapa akhirnya romawi runtuh:
Politik. Diocleasianus melakukan kesalahan fatal dengan membagi romawi menjadi dua, dengan demikian wibawa dan kekuatan setiap wilayah di perlemah, bahkan kaisar utamapun diperlemah kekuasaannya.
Menimbulkan persaingan antara keduanya kerena memperebutkan pengaruh nomade, sedikit pertanian, pengembara dan sedikit ternak. Suku bangsa jermania terbagi dalam sejumlah suku lebih kecil lagi.

Kekaisaran Byzantium
Sejak Awal abad ke-4 Bagian timur Eropa menempuh jalannya sendiri (tidak mengikuti system Romawi Barat). Bagian timur tidak lagi berpegang pada bahasa latin secara ketat, juga tidak lagi berpegang pada budaya dan kebiasaan Roma. Byzantium mulai menganut budaya timur, berbahasa dan meneraplkan tradisi Yunani. Hanya untuk keperluan administrasi dan hukum maka Byzantium masih mempertahankan system barat (Romawi). Penghilangan tradisi Romawi bukan suatu kegiatan yang disengaja dan direncanakan tetapi lebih karena tuntutan kebutuhan zaman (masyarakat) saja, diamana Rakyat Romawi timur (Byzantium) memang sebagian besar tidak mengenal bagian barat. Bahkan Kaisar Justinianus (salah satu kaisar Byzantium yang paling terkenal) justru berjuang gigih untuk menghidupkan administrasi.
Justianus tidak saja berusaha untuk menyelamatkan warisan Romawi tetapi mencoba menaklukan Romawi Barat untuk dipersatukan kembali. Namun usaha itu kurang berhasil sebab justianus harus menghadapi serangan dari bagsa Persia. dan juga justianus tidak saja sibuk membenahi kekaisaran dari ancaman yang datang dari luar tetapi dia juga sibuk membangun kota konstatinopel. Kota ini dibangun menjadi kota modern, dilindungi dengan pembentengan yang tanguh, kuat dan tinggi, mempunyai system drainage yang baik, dilengkapi rumah sakit, gedung kesenian, gedung olahraga, katedral yang megah dan juga istana serta gedung pemerintahan. Gereja yang terkenal adalah katedral konstatinopel “hagia Shopeia” dan pada suatu hari setelah kota ini direbut oleh bangsa turki (1453) maka katedral ini dirubah menjadi masjid.
Susunan kekaisaran Byzantium. Depotisme kaisar bersifat mutlak tidak hanya atas negara tetapi juga atas gereja dikawasannya. Kaisar sebagai orang katolik tidak dapat mendewakan diri seperti kaisar-kaisar Romawi terdahulu atau bertindak sebagai imam agung, tetapi ada kecenderungan mengangap diri sebagai manifestasi kristus di dunia. Karena itu ia mengangkat para Uskup, sedangkan Maha uskup (Uskup agung). Konstatinopel berfungsi sebagai pegawai keagamaan tertinggi untuk kekaisaran Byzantium. Kehidupan sipil dan ekonomi diurus menurut penetapan-penetapan yang amat terinci dan diawasi dengan ketat oleh keamanan. Gereja katolik membuat rakyat biasa untuk tidak  campur tangan dalam bidang politik dan sebagai penganti peran rakyat biasa maka dibentuk partai politik yang mewakili aspirasi mereka. Meskipun kehidupan ekonomi diatur secara ketat karena dilengkapi berbagai peraturan yang mendetail (misalnya membatasi jumlah pembantu dan modal yang diizinkan pada setiap rumah atau perusahaan), namun cara ini justru menciptakan kemakmuran yang merata, sebab tidak ada orang yang terlalu kaya atau mejadi miskin. Kota Konstatinopel juga berkembang menjadi pusat utama perdagangan Dunia di timur tengah, stabilitas pasar, uang emas, dan perdagangan yang diciptakan Byzantium membuat imperium ini dapat bertahan lama.
Dalam abad-abad berikutnya, wilayah Byzantium terus menerus dipersempit sehingga hanya tinggal daerah kecil di konstatinopel yang akan bertahan sampai tahun 1453, sebelum direbut oleh Dinasti Ottoman yang mengawasi Asia kecil. Faktor yang mempengaruhi Konstatinopel masih dapat bertahan lama (1453), yaitu :
Konstatinopel dikelilingi benteng yang tinggi, tebal, dan amat kuat.
Mempunyai angkatan laut yang kuat, yang menguasai laut tengah dan Hitam dan sejumlah pelubuhan.
Konstatinopel saat itu mempunyai persenjataan paling modern, yaitu peluru Api senjata ini musnah bersama musnahnya Byzantium dan tidak ada orang yang dapat menemukannya.



















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Filsafat barat muncul di Yunani pada abad ke 7 SM. Kemunculannya ditandai dengan perubahan pola pikir dari mitos-mitos ke pola pikir yang lebih rasional. Filsafat di Yunani muncul di kota Mileta. Tokoh-tokoh filsafat yang paling terkenal ialah Socrates, Plato dan Aristoteles. Kemudian dilanjutkan peradaban Romawi yang yang dipimpin oleh ketujuh kaisar yang kemudian dikudeta oleh rakyatnya menjadi pemerintahan Republik.
Thales 624-625 SM : menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu. Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan. Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang.
2) Anaximandros : Prinsip dasar alam haruslah dari jenis yang tak terhitung dan tak terbatas yang oleh dia disebut Apeiron yaitu zat yang tak terhingga dan tak terbatas dan tidak dapat dirupakan tidak ada persamaannnya dengan apapun.
3) Anaximanes : berpendapat bahwa udara merupakan asal usul segala sesuatu. Udara melahirkan semua benda dalam alam semesta ini karena suatu proses pemadatan dan pengeceran, kalau udara semakin bertambah maka muncullah berturut-turut angin, air, tanah dan akhirnya batu. Sebaliknya kalau udara itu menjadi encer yang timbul adalah api.
4) Pythagoras (582-496 SM) : Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan.
5) Heraclitos : Heraclitos mengemukakan pendapatnya, bahwa segala yang ada selalu berubah dan sedang menjadi, ia mempercayai bahwa arche (asas yang pertama dari alam semesta) adalah api. Karena api dianggapnya sebagai lambang perubahan dan kesatuan. Api mempunyai sifat memusnahkan segala yang ada, dan mengubahnya sesuatu itu menjadi abu dan asap. Walaupun sesuatu itu apabila dibakar menjadi abu dan asap, toh adanya api tetap ada. Segala sesuatunya berasal dari api, dan akan kembali menjadi api.
Pada masa socrates mengkaji tentang pencarian kebenaran yang objectif dan budi pekerti serta etika. Pada masa sesudah socrates, para filusuf mengembangkan teori dan metode yang diajarkan oleh socrates sehingga ilmu filsafat mulai berkembang luas.
Kekaisaran Byzantium meneruskan kerajaan Romawi Barat dengan dipimpin oleh kaisar Yustinus yang pada saat itu ingin mengabungkan Romawi barat dan timur.




DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. Ahmad Syadali M.A dan Drs. Mudzakir, Filsafat Umum(Bandung:Pustaka Setia, 1997), hlm. 66-74
Adisusilo, sutarjo, JR, SEJARAH PEMIKIRAN BARAT,Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...