Minggu, 22 April 2018

MAKALAH MANUSIA DAN KEGELISAHAN

PENGANTAR ILMU BUDAYA
Dosen Pembimbing : Marsus, M.Hum

Disusun oleh;
1.   Rita Purnamasari 173231048
2. Deva Oktaviana Putri 173231042
3. Saiful Haq 173231072

SEJARAH PERDABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang, tidak sabar, cemas dan sebagainya. Kegelisahan artinya, perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan satu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut.
Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehididupan. Kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. Mereka sendiri sering tidak tau mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Orang yang tidak mempunyai dasar dalam menjalankan hidup nya, sering ditimpa kegelisahan. Kegelisahan yang dalam sifatnya abstrak sehingga disebut kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya, seolah-olah tanpa sebab.
Alasan mendasar mengapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya beruoa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian. Perasaan semacam ini silih berganti dengan kebahagiaan,kegembiraan dalam kehidupan manusia. Perasaan seseorang yang sedang gelisah, ialah hatinya tidak tentram, merasa khawatir, cemas, takut dan lainnya.
RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian kegelisahan?
Apa sebab-sebab kegelisahan?
Apa macam-macam kegelisahan?
Apa faktor-faktor penyebab orang gelisah?
Bagaimana usaha mengatasi kegelisahan?
TUJUAN
Mengetahui pengertian kegelisahan
Mengetahui sebab-sebab kegelisahan
Mengetahui macam-macam kegelisahan
Mengetahui faktor-faktor penyebab orang gelisah
Mengetahui usaha mengatasi kegelisahan
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang, tidak sabar, cemas dan sebagainya. Kegelisahan artinya, perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan satu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut.
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap di manusia akan menyebabkan suatu gangguan penyakit. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehididupan. Kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. Mereka sendiri sering tidak tau mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Orang yang tidak mempunyai dasar dalam menjalankan hidup nya, sering ditimpa kegelisahan. Kegelisahan yang dalam sifatnya abstrak sehingga disebut kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya, seolah-olah tanpa sebab.
Alasan mendasar mengapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya beruoa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian. Perasaan semacam ini silih berganti dengan kebahagiaan,kegembiraan dalam kehidupan manusia. Perasaan seseorang yang sedang gelisah, ialah hatinya tidak tentram, merasa khawatir, cemas, takut dan lainnya.
Perasaan cemas menurut Sigmund Freud ada 3 macam, yaitu :
Kecemasan obyektif, kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan, seperti anaknya yang belum pulang, orang tua yang sedang sakit keras, dan lain sebagainya.
Kecemasan neurotik (saraf) ,hal ini timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. Contohnya dalam penyesuaian diri dengan lingkungan, rasa takut yang irisional semacam fobia, rasa gugup dan sebagainya.
Kecemasan moral,hal ini muncul dari emosi diri sendiri seperti perasaan iri, dengki, dendam, hasud, marah, rendah diri. dan sebagainya.
SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Selanjutnya bila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakikatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
Contoh :
Bila ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus ,atau perampokan) orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya: hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup dan mungkin hak nama baik. Kalau, misalnya kentongan dipukul terus menerus akan disambung bersut-sautan makin lama makin dekat, tentu orang-orang akan gelisah. Gerangan apakah yang akan terjadi? meskipun berita peristiwa belum ada, tetapi yang jelas itu merupakan tanda bahaya.
MACAM-MACAM KEGELISAHAN
Sigmund Freud membedakannya menjadi tiga macam, yaitu:
Kegelisahan Obyektif/Kenyataan
Kegelisahan Obyektif adalah suatu hasil pengamatan sesorang mengenai bahaya dari dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan sesorang yang mengancam untuk mencelakannya. Pengalaman yang dialami seseorang bisa saja memicu seseorang mengalami kecemasan tersindiri, apalagi pengalaman itu merupakan pengalaman yang berbahaya bagi dirinya atau bagi orang lain. Pengalaman yang dialami seseorang ini bisa saja dari dirinya sendiri atau dari orang lain sehingga mempengaruhi pola berfikir, sehingga ketika sesorang itu mengalamai hal yang sama maka ia akan merasa cemas dan khawatir.
Kegelisan Neurotik (Saraf)
Kegelisahan Neurotik adalah kegelisahan yang berhubungan langsung dengan sistem syaraf, dimana sistem syaraf tubuh bekerja secara tidak sadar ketika tubuh seseorag merasa terancam atau akan mengalami kejadian yang tidak diinginkan. Atau kegelisahan ini muncul dari pengamatan tentang bahaya naluri sehingga tubuh seseorang bisa merasakan kegelisahan.
Kegelisahan Moral
Kegelisahan ini mucul dari dalam diri sendiri. Sebagian besar karena rasa bersalah atau malu dalam ego yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan bahaya dari hati nurani. Hal ini timbul karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai hari nurani dan sadar atau tidak mereka tahu mana hal yang benar dan mana yang salah. Walaupun mereka melakukan kejahatan, setiap orang pastilah tahu hal yang dilakukannya itu adalah salah. Keadaan mungkin yang memaksa mereka melakukannya. Jadi, mereka tetap mempunyai rasa bersalah dan mengalami kegelisahan moral itu.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGELISAHAN
Faktor dari Dalam
Cinta Diri
Cinta kepada diri sendiri merupakan suatu hal yang wajar bagi seseorang, tetapi cinta yang berlebih membuat seseorang menjadi sangat sensitif dan mengingan segala sesuatau yang diingin bisa terwujud. Seorang yang berlebihan dalam mencintai diri sendiri akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan apalagi ketika seseorang itu telah mencintai seseorang pasti ia akan berusahan mendapatkan balasan rasanya itu dan mendapatkan kerelaan dari orang yang dicintainya untuk melakukan apa yang ia inginkan.
Lalai dalam Mengingat Allah
Rasa gelisah akibat lali mengingat Allah itu sering terjadi karena kelalaian kita dalam menjalankan perintah-Nya. Kegelisahan juga bisa muncul ketika kita melakukan perbuatan haram atau dosa sehingga dhidup kita merasa gelisah dan akan melakukan perintah-Nya supaya hidup kita menjadi tenang.
Gejolak Hati
Rasa was-was dalam hati juga saja bisa uncul ketika kita merasa takut akan akibat yang timbul dari apa yang kita lakukan. Rasa was-was yang muncul bisa menyebabkan kegelisahan sehingga kita akan berusaha untuk melakukan aktivitas yang menyibukkan diri kita sehingga rasa was-was itu hilang dengan sendirinya.
Rasa Takut dan Malu
Rasa takut dan malu yang dimiliki seseorang bisa saja menjerumuskan orang itu kedalam kegelisahan, apalagi rasa malu itu sudah ada sejak masih kecil atau pengalaman buruk  ketika kecil. Dengan hal ini ketika seseorang beranjak dewasa orang yang dulunya memiliiki pengalam yag buruk akan berusaha menutupinya dengan melakukan segala sesuatu dengan baik dan benar. Sehingga seseorang tidak akan mencemooh hasil pekerjaanya, hal ini lah yang akan membawa orang tersebut merasakan kegelisahan.
Tidak Merasa Aman
Sesorang bisa saja merasakan keadaan yang tidak aman, hal ini menimbulkan rasa was was pada dirinya. Sebagaian besar rasa ini muncul akibat tidak bisanya seseorang itu dalam mengendalikan rasa takut dalam dirinya serta kekurang beranian (Pede) didepan umum. Sehingga orang tersebut merasa kurang aman dan akan timbul rasa kegelisahan.
Jiwa yang Lemah
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.

Faktor dari Luar
Keadaan lingkungan masyarakat juga bisa menjadi faktor penyebab rasa kegelisahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang meniru suatu perbuatan baik itu dari orang tuanya atau masyarakat lainya dengan taklid sesuai dengan yanng dilakukan oleh orang yang ditiruya. Jika perilaku yang ditirunya tidak sesuai dengan apa yang dilakukan oleh orang tersebut, orang itu akan merasa was-was dan gelisah dengan sendirinya. Apalagi dengan keadaan lingkungan yang membuat orang tersebut menjadi was-was atau gelisah bila tidak melakukan hal yang ada dalam lingkungan atau telah menjadi adat kebiasaan di lingkungan tersebut.
Selain itu, kegelisahan juga bisa muncul akibat beberapa faktor diantaranya :
Kesulitan ekonomi
Takut kehilangan harta, jabatan, dan popularitas
Penyakit yang menahun
Kesulitan mendapatkan pasangan yang ideal
Takut kehilangan pasangan hidup
Khawatir dalam berkarier.

USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri sendiri,yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang,dan segala kesulitan dapat kita atasi. Dengan  ketenagan ini orang yang mengancam kita mungkin akan mengurungkan niatnya.
Contoh :
Sikap orang yang mengancam dengan senjata tajam atau pistol sekalipun,dan kita tenang menghadapi,tentu orang yang mengarahkan senjata ke diri kita mungkin akan gentar,dan akhirnya mengurungkan niatnya.
Dokter yang menghadapi isteri atau anaknya yang sedang sakit,justru tidak dapat merasa tenang karena adanya ancaman terhadap anaknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sedang sakit,karena ia merasa khawatir. Dalam hal ini Doket itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan kegeluarganya supaya tidak gelisah atau gugup. Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa Tuhan lah Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, dan Maha Pengampun.





BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
http://sahat1ka43.blogspot.co.id/2012/07/manusia-dan-kegelisahan.html  diakses Jum’at, 20 April 2018 pukul 22.00 WIB
http://manusiadankegelisahan77.blogspot.co.id/ diakses Jum’at, 20 April 2018 pukul 22.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...