MANUSIA
DAN PANDANGAN HIDUP
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar ilmu budaya
Dosen
: Marsus,M.Hum
Disusun
oleh :
Umi
Kultsum (173231038)
Ade
Muis Azhari (1732310)
SEJARAH
PERADABAN ISLAM
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manusia
adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi derajatnya karena manusia memiliki
akal, pikiran dan rasa. Tuntutan hidup manusia lebih dari tuntutan hidup
makhluk hidup lainnya yang membuat manusia harus berpikir lebih maju untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya baik rohani atau jasmani. Dari proses ini maka
lahirlah apa yang disebut kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
Pandangan
terhadap hidup adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia.
Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan dan tuntutan seseorang atau
masyarakat dalam menempuh kehidupan. Oleh karena itu, dalam kehidupan,
pandangan hidup seseoranglah yang menentukan akhir hidup mereka sendiri. Selain
itu, pandangan hidup tidak muncul secara tiba-tiba dalam suatu masyarakat,
melainkan melalui berbagai proses dalam kehidupan.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud pandangan hidup ?
2. Apa
saja unsur-unsur pandangan hidup ?
3. Bagaimana
hubungan antara manusia dan pandangan hidup ?
C. Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui
pengertian pandangan hidup.
2. Mengetahui
unsur-unsur pandangan hidup.
3. Mengetahui
hubungan antara manusia dan pandangan hidup.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pandangan Hidup
Pandangan
Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani
dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu,
masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta
undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah
dirumuskan.
Setiap
orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang
paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang
berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya,
apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal
yang bersifat negatif.
Disinilah
peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan
pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini,
seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila
menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang
dihadapinya.
Biasanya
orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung
kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta
kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa
pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,
antara lain :
1. Kurangnya
penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
2. Kurangnya
keyakinan pandangan hidupnya.
3. Kurang
memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
4. Kurang
mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam
pandangan hidupnya.
5. Sengaja
melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Dengan
demikian pandangan hidup
itu bukanlah timbul seketika
atau dalam waktu yang
singkat saja, melainkan
melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sebingga basil pemikiran
itu dapat diuji
kenyataannya.Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui
kebenarannya. Atas dasar ini manusia
menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman,
arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan
hidup.
Pandangan hidup
banyak sekali macamnya
dan ragamnya, akan
tetapi pandangan hidup dapat
diklasifikasikan berdasarkan
asalnya yaitu terdiri dari 3 macam
:
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu
pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya
2. Pandangan
hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma
yang terdapat pada
negara tersebut.
3. Pandangan hidup
hasil renungan yaitu pandangan hidup yang
relatif kebenarannya.
B. Unsur-Unsur
Pandangan Hidup
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh
sekelompok orang sebagai pendukung suatu
organisasi, maka pandangan
hidup itu disebut ideologi.
Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya
disebut ideologi politik.
Jika organisasi itu negara, ideologinya
disebut ideologi negara.
Pandangan hidup pada
dasarnya mempunyai unsur-unsur
yaitu :
1. Cita-cita
Menurut
kamus umum Bahasa
Indonesia, yang disebut
cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan
yang selalu ada
dalam pikiran. Baik
keinginan, harapan, maupun
tujuan merupakan apa yang
mau diperoleh seseorang
pada masa mendatang.
Dengan demikian cita-cita merupakan
pandangan masa depan,
merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya
cita-cita merupakan semacam
garis linier yang
makin lama makin
tinggi, dengan perkataan lain:
cita-cita merupakan keinginan,
harapan, dan tujuan
manusia yang makin tinggi
tingkatannya.
2. Kebaikan
Kebajikan atau kebaikan
pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan
norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya
manusia itu baik dan makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia
cenderung berbuat baik. Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat
dari tiga segi, yaitu :
Manusia sebagai
pribadi, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati. Suara hati itu
semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi
suara hati itu merupakan hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya
telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak mau mendengarkan.
Manusia sebagai anggota
masyarakat, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati masyarakat. Suara
hati manusia adalah baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat menganggap
baik. Sebagai anggota masyarakat, manusia tidak dapat membebaskan diri dari
kemasyarakatan.
Manusia sebagai makhluk
tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu
membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak
baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik dan buruk, harus kita dengar pula
suara Tuhan atau Kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk Hukum Tuhan atau
Hukum agama.
Jadi, kebajikan itu
adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat,
dan Hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik,
bertingkah laku baik, ramah-tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar
tidak merangsang bagi yang melihatnya.
Namun ada pula
kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan semu ini
sangat berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik yang bermaksud mencari
keuntungan diri sendiri.
3. Usaha
kerja keras untuk mewujudkan cita –
cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian
hidup manusia adalah usaha atau perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini
sudah kodrat manusia. Tanpa usaha manusia tak dapat hidup sempurna.
Dalam agamapun diperintahkan untuk kerja
keras, sebagaimana hadist yang diucapkan Nabi Besar Muhammad S.A.W yang
ditunjuk kepada para pengikutnya “Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup
selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati besok”.
Untuk kerja keras manusia dibatasi oleh
kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran
antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan
keahlian .
Karena manusia itu mempunyai rasa
kebersamaan dan belas kasihan (cinta kasih) antara sesama manusia, maka ketidak
mampuan akan kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran
itu dapat diatasi bersama-sama secara tolong menolong, bergotong royong.
Apabila sistem ini diangkat ketingkat organisasi negara, maka negara akan
mengatur usaha atau perjuangan warga negaranya sedemian rupa, sehingga
perbedaan tingkat kemakmuran antara sesama warga negara dapat dihilangkan atau
tidak terlalu mencolok. Keadaan ini dapat dikaji melalui pandangan hidup atau
ideologi yang dianut oleh suatu negara.
4. Keyakinan
atau kepercayaan
Dilihat dari segi
bahasa, keyakinan berasal dari kata yaqin yang artinya percaya sungguh-sungguh.
Kepercayaan berbeda dengan keyakinan. Keyakinan dan keimanan berada di atas
istilah kepercayaan. Dan keyakinan ekuivalen dengan keimanan. Kepercayaan
menerima dengan budi (ratio) dan keyakinan menerima dengan akal.
Dalam
kehidupan, manusia mempunyai banyak keyakinan atas suatu hal. Dengan
keyakinannya inilah, kemudian manusia bertindak sebagai makhluk budaya.
Keyakinan yang dimiliki manusia bisa berwujud bermacam-macam. Dalam hal agama,
keyakinan itu berarti menyakini secara pasti dan benar bahwa Allah adalah Sang
Maha Pencipta. Dalam bidang kehidupan manusia menggunakan keyakinan sebagai
cara dalam menempuh kehidupan. Tanpa keyakinan kehidupanakan diliputi oleh
bimbang.
C. Hubungan
Antara Manusia dan Pandangan Hidup
Manusia adalah makhluk
yang sempurna serta makhluk sosial. Manusia dapat merencanakan hidupnya dan
pandangan mengenai hidupnya. Proses pembentukan pandangan hidup manusia melalui
penyebaran ilmu pengetahuan diatas akan lebih jelas lagi jika kita lihat dari
proses pembentukan elemen-elemen pokok yang merupakan bagian dari struktur
pandangan hidup itu serta fungsi didalamnya. Ketika akal seseorang menerima
pengetahuan terjadi proses seleksi yang alami, dimana pengetahuan tertentu
diterima dan pengetahuan yang lain ditolak. Meskipun pengetahuan yang diterima
oleh akal manusia itu bersifat acak, namun ia akan terstruktur dengan
sendirinya dalam pikiran manusia. Dari konsep-konsep yang ada dalam diri
manusia maka kita dapat menyusun kedalam beberapa struktur konsep. Professor
Alparslan mengkategorikan struktur pandangan hidup menjadi lima:
1. Struktur
Tentang Kehidupan
2. Struktur
Tentang Dunia
3. Struktur
Tentang Manusia
4. Struktur
tentang nilai
5. Struktur
tentang pengetahuan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada hakekatnya
pandangan hidup dan manusia itu sangat berkaitan dan sangat dibutuhkan. Karena
pandangan hidup merupakan adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan
pegangan, pedoman, arahan,petunjuk hidup didunia. Pandangan hidup manusia harus
direalisasikan dalam hal yang baik dan positif. Hal-hal yang bisa membentuk
pandangan hidup manusia diantaranya
faktor kondisi, faktor lingkungan, serta faktor dari dalam diri manusia itu
sendiri. Dan unsur-unsur dari pandangan hidup manusia yaitu cita-cita,
kebajikan, usaha atau pekerjaan dan kepercayaan atau keyakinan.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar