Minggu, 15 April 2018

MAKALAH KERAJAAN PERLAK


KERAJAAN PERLAK
Dosen Irma Ayu Kartika Dewi, S.Pd., M.A.




Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam
DisusunOleh:
Slamet Miftahul Abror              (173231036)
Yaser pratama                           (173231037)
Umi kulsum                              (173231038)
LisanNulhasanah                     (173231039)
JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMUTARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kerajaan perlak adalah kerajaan Islam tertua di Nusantara, kerajaan ini berdiri sejak abad 3 hijriah atau pada abad 9 Masehi atau bertepatan pada 1 Muharram 225 H /840 M sampai dengan 1292 M. Disebutkan bahwa pada tahun 173 H, sebuah kapal layar berlabuh di Bandar perlak membawa angkatan dakwah di bawah pimpinan Nahkoda Khalifah dari Timur Tengah dan Gujarat. Kerajaan Perlak didirikan oleh Sayid Abdul Aziz (Raja Pertama Perlak) dengan gelar Sultan Alaidin Sayid maulana abdul Aziz Syah.
Kerajaan ini adalah kerajaan islam tertua diindonesia. Kami karena sesuai dengan jurusan kami yakni Sejarah Peradaban Islam maka dari itu sebuah sejarah islam didunia maka harus tau khususnya diindonesia. Sehingga kami tertarik dengan kerajaan islam tertua ini selain itu kerajaan ini juga tidak terlalu dibahas panjang lebar oleh sejarah sehingga kami membuat makalah ini selain sebagai tugas dan kami berharap makalah ini dapat bermanfaat.
 B.     Pembahasan Rumusan Masalah                                                                             
1.      Bagaimana sejarah berdirinya perlak?
2.      Siapa saja yang menguasai dan menjadi sultan di kerajaan perlak?
3.      Bagaimana pada masa pemerintahan kerajaan perlak?
4.      Bagaimana kehidupan social pada masa keraaan perlak?
5.      Apa saja peninggalan kerajaan perlak?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui sejraha berdirinya perlak
2.      Mengetahui proses terjadinya kerajaan perlak
3.      Mengetahui masa pemerintahan kerajaan perlak
4.      Mengetahui kehidupan dan budaya social pada masa kerajaan perlak
5.      Mengetahui peinggalan-peninggalan kerajaanperlak




BAB II
PEMBAHASAN

A.   SEJARAH KERAJAAN PERLAK
Perlak adalah kerajaan islam awal yang berada di perlak,Aceh.perlak merupakan sebuah daerah di pesisir timur daerah Aceh. Perlak tersendiri berasal dari nama pohon kayu besar yaitu “kayei peureulak”atau di sebut kayu perlak. Kayu ini sangat baik untuk di gunakan untuk bahan dasar pembuatan perahu kapal,sehingga banyak di beli oleh perusahaan-prusahaan perahu kapal, kenapa di namakan perlak karena di negeri tersebut banyak tumbuh pohon perlak maka di sebutlah negri perlak atau kerajaan perlak.
Raja dan rakyat penduduk daerah negri perlak adalah keturunan dari maharaja Pho He La Syahir Nuwi (meurah perlak Syahir Nuwi) dan keturunan dari pengikut-pengikutnya. Masa pemerintahan Islam Perlak berlangsung selama 467 tahun,dari tahun 225-692 H. kerajaan perlak bertepatan lahir dengan masa pemerintahan  Al-Mukhtasim Billah, khilafah Abasiyah terakhir yang memerintah tahun 218-227 H.
Pada tahun 840 ini, datanglah rombongan 100 orang yang di pimpin oleh Nakhoda Khalifah. Tujuan mereka datang adalah untuk berdagang sekaligus berdakwah menyebarkan Islam di perlak pun akhirnya meninggalkan agama lama mereka untuk berpindah ke agama Islam, Selanjutnya, salah satu anak buah Nakhoda khalifah, Ali bin Muhammad bin Ja’far Shadiq di nikahan dengan Makhdum Tansyuri, adik dari Syahir Nuwi. Dari perkawinan mereka lahirlah kemudian Alaidin Syech Maulana Abdul Aziz Syah, Sultan pertama kerajaan perlak. Sultan tersebut kemudian mengubah ibu kota kerajaan,yang semulanya bernama Bandar Perlak diganti menjadi Bandar Khalifah, sebagai penghargaan dalam nakhoda dalam khalifah sultan dan istirnya, Putri Meurah Mahdum Khuduwi, ketika nanti wafat di makamkannya di Paya Meuligo, Perlak,Aceh Timur.
Ajaran islam yang di paparkan yang di sebarkan oleh umat Islam rombongan Nakhoda  kepada putra-putri Bandar perlak di sambut dengan sangat baik dan sangat berantusias, bahkan banyak mendapat perhatian dari negeri tersebut sehingga hidup subur dan berkembang berkat ajaran-ajaran dan penerangan-penerangan dari para mubaligh yang terus menerus datang ke negri perlak.
Dalam waktu yang tidak sampai setengah abad,Syed Maulana Abbas shah aliran sunni mulai masuk ke perlak. Setelah wafatnya sultan pada tahun 363 H terjadi perang saudara antara kaum Syiah dan Sunni sehingga selama dua tahun berikutnya tak ada sultan. Kaum Syiah memenangkan perang dan pada tahun 302 H, Sultan Alaidin Syed Maulana Ali Mughat dari kaum syiah naik tahta.pada terakhir pemerintahannya terjadi lagi pergolakan anatara kaum syiah dan Sunni yang kali ini di menagkan oleh kaum Sunni sehingga sultan-sultan selanjutnya di ambil haknya oleh golongan atau kaum Sunni.
Penobatan pada sultan yang keempat terjadi penundaan selama tiga tahun karena terjadi pertentangan politik antara aliran Syiah dan Ahlususnah waljama’ah. Para saudagar Nakhoda yang di pinpin oleh khalifah terdiri atas pemimpin pemimpin kaum Syiah yang tersingkir oleh penguasa sari dinasti Abbasiyah di tanah Arab, Persia dan India.pertentangan politik di antara keduanya sampai meluas ke perlak.
B.   RAJA-RAJA YANG PERNAH MEMIMPIN KERAJAAN PERLAK
Sebelum berdirinya Kesultanan Perlak, di wilayah Negeri Perlak sudah ada rajanya, yaitu Meurah Perlak Syahir Nuwi. Namun, data tentang raja-raja Negeri Perlak secara lengkap belum ditemukan. Sedangkan daftar nama sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Pelak adalah sebagai berikut:
1.      Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah (840-864)
2.      Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah (864-888)
3.      Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888-913)
4.      Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah (915-918)
5.      Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat (928-932)
6.     Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah (932-956)
7.     Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (956-983)
8.     Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986-1023)
9.      Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1023-1059)
10.             Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah Johan Berdaulat (1059-1078)
11.             Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah Johan Berdaulat (1078-1109)
12.             Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan Berdaulat (1109-1135)
13.             Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1135-1160)
14.             Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan Berdaulat (1160-1173)
15.             Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah Johan Berdaulat (1173-1200)
16.             Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan Berdaulat (1200-1230)
17.            Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II  (1230-1267)
18.            Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267-1292)
C.   PERIODE PEMERINTAHAN
Sultan Perlak ke-17, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat, melakukan politik persahabatan dengan negeri-negeri tetangga. Ia menikahkan dua orang puterinya, yaitu: Putri Ratna Kamala dinikahkan dengan Raja Kerajaan Malaka, Sultan Muhammad Shah (Parameswara) dan Putri Ganggang dinikahkan dengan Raja Kerajaan Samudera Pasai, al-Malik al-Saleh. Kesultanan Perlak berakhir setelah Sultan yang ke-18, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat meninggal pada tahun 1292. Kesultanan Perlak kemudian menyatu dengan Kerajaan Samudera Pasai di bawah kekuasaan sultan Samudera Pasai yang memerintah pada saat itu, Sultan Muhammad Malik Al Zahir yang juga merupakan putera dari al-Malik al-Saleh.
Masa kejayaan Kerajaan Perlak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Syah II Jouhan Berdaulat yakni pada tahun 1225 sampai 1262 Masehi. Pada masa pemerintahan beliau, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat, yakni dalam bidang pendidikan Islam dan bidang perluasan dakwah Islamiah.

Runtuhnya Kerajaan Perlak - Sementara itu, runtuhnya kerajaan Perlak karena banyak terjadi perang saudara antara dua golongan yang berbeda yaitu aliran Syiah dan aliran Sunni. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pada masa sultan ke 17 Kerajaan Perlak melakukan strategi politik persahabatan dengan kerajaan-kerajaan tetangga sehingga penggabungan kerajaan perlak dengan kerajaan samudra pasai tidak dapat dihindarkan.
D.   KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
Sebelum bersatu dengan Kerajaan Samudera Pasai, wilayah kekuasaan Kesultanan Perlak hanya mencakup kawasan sekitar Perlak saja. Saat ini, kesultanan ini terletak di pesisir timur daerah aceh yang tepatnya berada di wilayah Perlak, Aceh Timur, Nangroe Aceh Darussalam, Indonesia.
Perlak dikenal dengan kekayaan hasil alamnya yang didukung dengan letaknya yang sangat strategis. Apalagi, Perlak sangat dikenal sebagai penghasil kayu perlak, yaitu jenis kayu yang sangat bagus untuk membuat kapal. Kondisi semacam inilah yang membuat para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia tertarik untuk datang ke daerah ini. Masuknya para pedagang tersebut juga sekaligus menyebarkan ajaran Islam di kawasan ini. Kedatangan mereka berpengaruh terhadap kehidupan sosio-budaya masyarakat Perlak pada saat itu. Sebab, ketika itu masyarakat Perlak mulai diperkenalkan tentang bagaimana caranya berdagang. Pada awal abad ke-8, Perlak dikenal sebagai pelabuhan niaga yang sangat maju. Model pernikahan percampuran mulai terjadi di daerah ini sebagai konsekuensi dari membaurnya antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang. Kelompok pendatang bermaksud menyebarluaskan misi Islamisasi dengan cara menikahi wanita-wanita setempat. Sebenarnya tidak hanya itu saja, pernikahan campuran juga dimaksudkan untuk mengembangkan sayap perdagangan dari pihak pendatang di daerah ini.


E.   PENINGGALAN KERAJAAN PERLAK
1.     Naskah berbahasa Melayu
Berikut ini adalah naskah berbahasa Melayu yang menjadi bukti Kerajaan Perlak :
a.       Idharatul Haq fi Mamlakati Ferlah wal Fasi karangan Abu Ishak Makarani Al Fasi.
b.      Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin karangan Syekh Syamsul Bahri Abdullah Asy Asyi.
c.       Silsilah raja-raja Perlak dan Pasai catatan dari Sayid Abdullah Ibn Sayid Habib Saifudin.


2.      Artefak
a.       Mata uang
Mata uang Kerajaan Perlak merupakan mata uang tertua di Nusantara. Mata uang ini terbuat dari tiga bahan yaitu emas, perak dan tembaga atau kuningan.
b.      Stempel kerajaan
Stempel Kerajaan Perlak bertuliskan Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara sanah 512. Kerajaan Bendahara adalah bagian dari Perlak.
c.       Makam
Makam di Kerajaan Perlak merupakan makam dari salah seorang Raja Benoa di tepi Sungai Trenggulon yang pada batu nisannya bertuliskan huruf Arab. Berdasarkan penelitian Dr.Hassan Ambari, nisan tersebut dibuat sekitar abad ke 4 H atau abad ke 11M.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kesultanan Perlak merupakan Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang berdiri pada tahun 225 H/ 840 M dan rajanya Syed Maulana Abdul Azis Syah, yang merupakan keturunan Syi’ah. Banyak terjadi peperangan diantara Syi’ah dan Sunni yang pada akhirnya terjadi perdamaian dengan dibagi wilayahnya menjadi dua, yaitu Perlak Pesisir bagi golongan Syi’ah dan Perlak Pedalaman bagi golongan Sunni.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Azis Johan Berdaulat adalah sultan terakhir dari Kesultanan Perlak. Sultan Malik Abdul Azis adalah sultan terakhir dari Kesultanan Perlak. Setelah dirinya wafat, Kesultanan Perlak digabungkan dengan Kesultanan Samudra Pasai pada masa pemerintahan Sultan Malik Al- Zahir putra Malik Al- Shaleh.













DAFTAR PUTAKA

  1. http://pangeran-vixion.blogspot.co.id/2014/06/kerajaan-isalm-perlak.html?m=1
  2. https:/books.google.co.id/books?id=jShDefd8c&pg=PA83&dq=kerajaan+perlak&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiAnPCX3rTaAhVEQY8KHS9RCloQ6AEIHjAA#v=onepage&q=kerajaan%20perlaks&f=fase.
  3. http://sumbersejarah1.blogspot.co.id/2017/06/sejarah-kerajaan-perlak.html.
  4. http://bdsakldj.blogspot.co.id/2015/02/kerajaan-perlak_27.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...