KERAJAAN PERLAK
Dosen Irma Ayu Kartika Dewi, S.Pd., M.A.
Diajukan
Sebagai Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam
DisusunOleh:
Slamet
Miftahul Abror (173231036)
Yaser
pratama
(173231037)
Umi
kulsum (173231038)
LisanNulhasanah (173231039)
JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMUTARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
2018
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kerajaan perlak adalah kerajaan
Islam tertua di Nusantara, kerajaan ini berdiri sejak abad 3 hijriah atau pada
abad 9 Masehi atau bertepatan pada 1 Muharram 225 H /840 M sampai dengan 1292
M. Disebutkan bahwa pada tahun 173 H, sebuah kapal layar berlabuh di Bandar
perlak membawa angkatan dakwah di bawah pimpinan Nahkoda Khalifah dari Timur
Tengah dan Gujarat. Kerajaan Perlak didirikan oleh Sayid Abdul Aziz (Raja
Pertama Perlak) dengan gelar Sultan Alaidin Sayid maulana abdul Aziz Syah.
Kerajaan ini adalah kerajaan
islam tertua diindonesia. Kami karena sesuai dengan jurusan kami yakni Sejarah
Peradaban Islam maka dari itu sebuah sejarah islam didunia maka harus tau
khususnya diindonesia. Sehingga kami tertarik dengan kerajaan islam tertua ini
selain itu kerajaan ini juga tidak terlalu dibahas panjang lebar oleh sejarah
sehingga kami membuat makalah ini selain sebagai tugas dan kami berharap
makalah ini dapat bermanfaat.
B. Pembahasan Rumusan Masalah
1.
Bagaimana sejarah berdirinya
perlak?
2.
Siapa saja yang menguasai dan
menjadi sultan di kerajaan perlak?
3.
Bagaimana pada masa pemerintahan
kerajaan perlak?
4.
Bagaimana kehidupan social pada
masa keraaan perlak?
5.
Apa saja peninggalan kerajaan
perlak?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui sejraha berdirinya
perlak
2.
Mengetahui proses terjadinya
kerajaan perlak
3.
Mengetahui masa pemerintahan
kerajaan perlak
4.
Mengetahui kehidupan dan budaya
social pada masa kerajaan perlak
5.
Mengetahui peinggalan-peninggalan
kerajaanperlak
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SEJARAH KERAJAAN PERLAK
Perlak adalah kerajaan islam awal
yang berada di perlak,Aceh.perlak merupakan sebuah daerah di pesisir timur
daerah Aceh. Perlak tersendiri berasal dari nama pohon kayu besar yaitu “kayei
peureulak”atau di sebut kayu perlak. Kayu ini sangat baik untuk di gunakan
untuk bahan dasar pembuatan perahu kapal,sehingga banyak di beli oleh perusahaan-prusahaan
perahu kapal, kenapa di namakan perlak karena di negeri tersebut banyak tumbuh
pohon perlak maka di sebutlah negri perlak atau kerajaan perlak.
Raja dan rakyat penduduk daerah
negri perlak adalah keturunan dari maharaja Pho He La Syahir Nuwi (meurah
perlak Syahir Nuwi) dan keturunan dari pengikut-pengikutnya. Masa pemerintahan
Islam Perlak berlangsung selama 467 tahun,dari tahun 225-692 H. kerajaan perlak
bertepatan lahir dengan masa pemerintahan
Al-Mukhtasim Billah, khilafah Abasiyah terakhir yang memerintah tahun
218-227 H.
Pada tahun 840 ini, datanglah
rombongan 100 orang yang di pimpin oleh Nakhoda Khalifah. Tujuan mereka datang
adalah untuk berdagang sekaligus berdakwah menyebarkan Islam di perlak pun
akhirnya meninggalkan agama lama mereka untuk berpindah ke agama Islam,
Selanjutnya, salah satu anak buah Nakhoda khalifah, Ali bin Muhammad bin Ja’far
Shadiq di nikahan dengan Makhdum Tansyuri, adik dari Syahir Nuwi. Dari
perkawinan mereka lahirlah kemudian Alaidin Syech Maulana Abdul Aziz Syah,
Sultan pertama kerajaan perlak. Sultan tersebut kemudian mengubah ibu kota
kerajaan,yang semulanya bernama Bandar Perlak diganti menjadi Bandar Khalifah,
sebagai penghargaan dalam nakhoda dalam khalifah sultan dan istirnya, Putri
Meurah Mahdum Khuduwi, ketika nanti wafat di makamkannya di Paya Meuligo,
Perlak,Aceh Timur.
Ajaran islam yang di paparkan yang
di sebarkan oleh umat Islam rombongan Nakhoda
kepada putra-putri Bandar perlak di sambut dengan sangat baik dan sangat
berantusias, bahkan banyak mendapat perhatian dari negeri tersebut sehingga
hidup subur dan berkembang berkat ajaran-ajaran dan penerangan-penerangan dari
para mubaligh yang terus menerus datang ke negri perlak.
Dalam waktu yang tidak sampai
setengah abad,Syed Maulana Abbas shah aliran sunni mulai masuk ke perlak.
Setelah wafatnya sultan pada tahun 363 H terjadi perang saudara antara kaum
Syiah dan Sunni sehingga selama dua tahun berikutnya tak ada sultan. Kaum Syiah
memenangkan perang dan pada tahun 302 H, Sultan Alaidin Syed Maulana Ali Mughat
dari kaum syiah naik tahta.pada terakhir pemerintahannya terjadi lagi
pergolakan anatara kaum syiah dan Sunni yang kali ini di menagkan oleh kaum
Sunni sehingga sultan-sultan selanjutnya di ambil haknya oleh golongan atau
kaum Sunni.
Penobatan pada sultan yang keempat
terjadi penundaan selama tiga tahun karena terjadi pertentangan politik antara
aliran Syiah dan Ahlususnah waljama’ah. Para saudagar Nakhoda yang di pinpin
oleh khalifah terdiri atas pemimpin pemimpin kaum Syiah yang tersingkir oleh
penguasa sari dinasti Abbasiyah di tanah Arab, Persia dan India.pertentangan
politik di antara keduanya sampai meluas ke perlak.
B.
RAJA-RAJA YANG PERNAH MEMIMPIN KERAJAAN PERLAK
Sebelum berdirinya Kesultanan
Perlak, di wilayah Negeri Perlak sudah ada rajanya, yaitu Meurah Perlak Syahir
Nuwi. Namun, data tentang raja-raja Negeri Perlak secara lengkap belum
ditemukan. Sedangkan daftar nama sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan
Pelak adalah sebagai berikut:
1.
Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah
(840-864)
2.
Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah
(864-888)
3.
Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah
(888-913)
4.
Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah
(915-918)
5.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah
Johan Berdaulat (928-932)
6.
Sultan Makhdum
Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah (932-956)
7.
Sultan Makhdum
Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (956-983)
8.
Sultan Makhdum
Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986-1023)
9.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah
Johan Berdaulat (1023-1059)
10.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah
Johan Berdaulat (1059-1078)
11.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah
Johan Berdaulat (1078-1109)
12.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan
Berdaulat (1109-1135)
13.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah
Johan Berdaulat (1135-1160)
14.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan
Berdaulat (1160-1173)
15.
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah
Johan Berdaulat (1173-1200)
16.
Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan
Berdaulat (1200-1230)
17.
Sultan Makhdum
Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II
(1230-1267)
18.
Sultan Makhdum
Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267-1292)
C.
PERIODE PEMERINTAHAN
Sultan Perlak ke-17,
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat, melakukan
politik persahabatan dengan negeri-negeri tetangga. Ia menikahkan dua orang
puterinya, yaitu: Putri Ratna Kamala dinikahkan dengan Raja Kerajaan Malaka,
Sultan Muhammad Shah (Parameswara) dan Putri Ganggang dinikahkan dengan Raja
Kerajaan Samudera Pasai, al-Malik al-Saleh. Kesultanan Perlak berakhir setelah
Sultan yang ke-18, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat
meninggal pada tahun 1292. Kesultanan Perlak kemudian menyatu dengan Kerajaan
Samudera Pasai di bawah kekuasaan sultan Samudera Pasai yang memerintah pada
saat itu, Sultan Muhammad Malik Al Zahir yang juga merupakan putera dari
al-Malik al-Saleh.
Masa kejayaan Kerajaan Perlak terjadi
pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Syah II
Jouhan Berdaulat yakni pada tahun 1225 sampai 1262 Masehi. Pada masa
pemerintahan beliau, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan dan perkembangan yang
sangat pesat, yakni dalam bidang pendidikan Islam dan bidang perluasan dakwah
Islamiah.
Runtuhnya Kerajaan Perlak -
Sementara itu, runtuhnya kerajaan Perlak karena banyak terjadi perang saudara
antara dua golongan yang berbeda yaitu aliran Syiah dan aliran Sunni. Seperti
yang sudah dijelaskan di atas, pada masa sultan ke 17 Kerajaan Perlak melakukan
strategi politik persahabatan dengan kerajaan-kerajaan tetangga sehingga
penggabungan kerajaan perlak dengan kerajaan samudra pasai tidak
dapat dihindarkan.
D.
KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
Sebelum bersatu dengan
Kerajaan Samudera Pasai, wilayah kekuasaan Kesultanan Perlak hanya mencakup
kawasan sekitar Perlak saja. Saat ini, kesultanan ini terletak di pesisir timur
daerah aceh yang tepatnya berada di wilayah Perlak, Aceh Timur, Nangroe Aceh
Darussalam, Indonesia.
Perlak dikenal dengan
kekayaan hasil alamnya yang didukung dengan letaknya yang sangat strategis.
Apalagi, Perlak sangat dikenal sebagai penghasil kayu perlak, yaitu jenis kayu
yang sangat bagus untuk membuat kapal. Kondisi semacam inilah yang membuat para
pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia tertarik untuk datang ke daerah ini.
Masuknya para pedagang tersebut juga sekaligus menyebarkan ajaran Islam di
kawasan ini. Kedatangan mereka berpengaruh terhadap kehidupan sosio-budaya
masyarakat Perlak pada saat itu. Sebab, ketika itu masyarakat Perlak mulai
diperkenalkan tentang bagaimana caranya berdagang. Pada awal abad ke-8, Perlak
dikenal sebagai pelabuhan niaga yang sangat maju. Model pernikahan percampuran
mulai terjadi di daerah ini sebagai konsekuensi dari membaurnya antara
masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang. Kelompok pendatang bermaksud
menyebarluaskan misi Islamisasi dengan cara menikahi wanita-wanita setempat.
Sebenarnya tidak hanya itu saja, pernikahan campuran juga dimaksudkan untuk
mengembangkan sayap perdagangan dari pihak pendatang di daerah ini.
E.
PENINGGALAN KERAJAAN PERLAK
1.
Naskah berbahasa Melayu
Berikut
ini adalah naskah berbahasa Melayu yang menjadi bukti Kerajaan Perlak :
a. Idharatul Haq fi
Mamlakati Ferlah wal Fasi karangan Abu Ishak Makarani Al
Fasi.
b. Kitab
Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin
karangan Syekh Syamsul Bahri Abdullah Asy Asyi.
c. Silsilah
raja-raja Perlak dan Pasai catatan dari Sayid Abdullah Ibn Sayid Habib
Saifudin.
2. Artefak
a. Mata
uang
Mata uang Kerajaan Perlak merupakan mata uang tertua
di Nusantara. Mata uang ini terbuat dari tiga bahan yaitu emas, perak dan
tembaga atau kuningan.
b. Stempel
kerajaan
Stempel Kerajaan Perlak bertuliskan Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara
sanah 512. Kerajaan Bendahara adalah bagian dari Perlak.
c. Makam
Makam di Kerajaan Perlak merupakan makam dari salah
seorang Raja Benoa di tepi Sungai Trenggulon yang pada batu nisannya
bertuliskan huruf Arab. Berdasarkan penelitian Dr.Hassan Ambari, nisan tersebut
dibuat sekitar abad ke 4 H atau abad ke 11M.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kesultanan Perlak
merupakan Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang berdiri pada tahun 225 H/
840 M dan rajanya Syed Maulana Abdul Azis Syah, yang merupakan keturunan
Syi’ah. Banyak terjadi peperangan diantara Syi’ah dan Sunni yang pada akhirnya
terjadi perdamaian dengan dibagi wilayahnya menjadi dua, yaitu Perlak Pesisir
bagi golongan Syi’ah dan Perlak Pedalaman bagi golongan Sunni.
Sultan Makhdum Alaiddin
Malik Abdul Azis Johan Berdaulat adalah sultan terakhir dari Kesultanan Perlak.
Sultan Malik Abdul Azis adalah sultan terakhir dari Kesultanan Perlak. Setelah
dirinya wafat, Kesultanan Perlak digabungkan dengan Kesultanan Samudra Pasai
pada masa pemerintahan Sultan Malik Al- Zahir putra Malik Al- Shaleh.
DAFTAR
PUTAKA
- http://pangeran-vixion.blogspot.co.id/2014/06/kerajaan-isalm-perlak.html?m=1
- https:/books.google.co.id/books?id=jShDefd8c&pg=PA83&dq=kerajaan+perlak&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiAnPCX3rTaAhVEQY8KHS9RCloQ6AEIHjAA#v=onepage&q=kerajaan%20perlaks&f=fase.
- http://sumbersejarah1.blogspot.co.id/2017/06/sejarah-kerajaan-perlak.html.
- http://bdsakldj.blogspot.co.id/2015/02/kerajaan-perlak_27.html.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar