Senin, 16 April 2018

MAKALAH SEJARAH KERAJAAN SAMUDRA PASAI


Sejarah Kerajaan Samudera Pasai
Tugas ini disusun untuk memenuhi matakuliah Sejarah Indonesia
Dosen pengampu: Irma Ayu Kartika Dewi, M.A.


Disusun Oleh:
Atta Bhika Khoir                    (173231037)
Ade Muis Ashari                     (173231043)
Puput Tri Lestari                     (173231040)
Rahmatika Amaylia Samawi (173231041)





PROGRAM STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Sistem kepemimpinan pada suatu masyarakat sudah ada sejak manusia ini ada di dunia.  Sistem kepimpinan memiliki fungsi untuk mengatur kehidupan masyarakat. Selain itu suatu kepemimpinan juga mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pada umumnya masyarakat kerajaan akan mengikuti perintah dan pandangan hidup dari raja.
Pemimpin masyarakat merupakan seseorang yang memiliki jasa. Sehingga orang tersebut memiliki pengaruh dan pengikut. Orang yang berjasa pada masa kerajaan merupakan seseorang yang dianggap sakti oleh masyarakat. Kisah jasa orang sakti atau raja ditulis dan diabadikan dalam hikayat.
Samudera Pasai merupakan suatu kerajaan Islam kedua setelah kerajaan Islam. Pada mulanya Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaa Islam yang beraliran syiah. Kemudian datang alim ulama dari Mesir untuk mengajak raja Pasai agar memeluk Islam Sunni. Akhirnya raja Pasai mau memeluk Islam Sunni dan aktif berdakwah kepada masyarakat untuk memeluk Islam Sunni.
Raja merupakan seseorang yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat. Seorang raja yang memeluk suatu keyakinan juga akan diikuti oleh masyarakat. Maka pada makalah ini kita berusaha untuk membahas sejarah tentang pengaruh raja kerajaan Pasai dalam penyebaran agama Islam.  Selain itu dalam makalah ini juga membahas tentang sejarah kerajaan  Pasai secara umum.




  1. Rumusan Masalah
1.      Rumusan Masalah.
2.      Apa arti nama Samudera Pasai.
3.      Bagaimana Kerajaan Samudera Pasai berdiri.
4.      Bagaiaman peran raja Samudera Pasai dalam penyebaran Islam.
5.       Bagaimana kehidupan masyarakat Samudera Pasai.
6.      Mengapa Kerajaan Samudera Pasai dapat runtuh.
  1. Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui  arti nama Samudera Pasai.
2.      Mengetahui sejarah Kerajaan Samudera Pasai berdiri.
3.      Mengetahui peran raja Samudera Pasai dalam penyebaran Islam.
4.       Mengetahui kehidupan masyarakat Samudera Pasai.
5.      Mengetahui faktor keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai.















BAB I
PEMBAHASAN

A. Etimologi Nama Kerajaan Samudera Pasai
Nama lengkap Kerajaan Samudera Pasai adalah Samudera Aca Pasai yang berarti Kerajaan Samudera yang baik. (Daliman: 101). Namun penelusuran etimologi kata-kata Samudera Pasai itu sendiri sekiranya akan lebih memperjelas mengapa justru negeri itu bernama demikian. Nama Pasai berasal dari kata "sai", "tasi", "tasik", "tahi" berarti laut. Jadi Negeri Pasai adalah negeri yang terletak di tepi laut. Ini pun artinya sama dengan Samudera yang keduanya berarti negeri laut. Maka Negeri Pasai sama artinya dengan negeri Samudera yang keduanya berarti negeri yang di tepi laut, yang kemudian digabungkan menjadi Samudera Pasai. (Daliman: 102).
Kembali kepada nama Samudera Aca Pasai. Kata Samudera inilah yang kiranya kemudian dijadikan nama Sumatera seperti kita jumpai sekarang ini. Kata Sumatera mula-mula diperkenalkan oleh orang-orang Portugis. Nama sebelumnya ialah Pulau Perca. Musafir-musafir Cina menyebutnya Chin-Chou yang berarti Pulau Emas seperti dapat kita ketahui dari tulisan-tulisan pendeta I-tsing. Raja Kertanegara menamakan Pulau Sumatera itu sebagai Suwarnabhumi yang juga bermakna sebagai Pulau Emas. Sedang sebutan Aca yang artinya baik. (Daliman: 102).
B. Pendiri Kerajaan Samudera Pasai
Pendiri Kerajaan Samudera Pasai adalah Sultan Malik Al Saleh. Hal ini diketahui dengan prasasti yang terdapat dalam batu nisan makamnya yang menyatakan bahwa Sultan Malik Al Saleh ini meninggal pada bulan Ramadhan, tahun 676 H. Tradisi dari Hikayat Raja-Raja Pasai menceritakan asal-usul Sultan Malik Al Saleh. Sebelum menjadi raja dan bergelar sultan, raja ini semula adalah seorang marah yang bernama Marah Silu. Ayah Marah Silu yaitu Marah Gajah dan nama ibunya yaitu Putri Betung. Putri Betung meninggalkan dua orang putera yaitu Marah Sum dan Marah Silu. Mereka berdua meninggalkan tempat kediamanya dan mulai hidup mengembara. Marah Sum kemudian menjadi raja di Birun. Sedang Marah Silu akhirnya dapay merebut Rimba Jiran dan menjadi raja di situ.

C.  Letak Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai beribu kota di Pasai. Ibu Kota Pasai sendiri sekarang tidak ada lagi bekas-bekasnya. Kira-kira letak Pasai adalah di sekitar Negeri Blang Me sekarang. (Daliman: 101). Letak kerajaan ini lebih kurang 15 KM di sebelah timur Lhoksumawe, Nanggroe Aceh. (Abdul Haidi: 22). Salah satu sisi Kerarajaan Pasai berbatasan dengan Kerajaan Pirada. Di sisi lain kerajaan ini berbatasan dengan Negeri Batak. Wilayah Pasai tetbentang di sepanjang pesisir pantai. Perbatasannya yang terletak di pedalaman bersinggungan dengan wilayah Raja Manicopa,  yang memiliki akses ke laut di sisi yang berlawanan. Kedua wilayah ini kerap berperang satu sama lain. (Tome Pires: 201).
Tumbuhnya Kesultanan Samudera Pasai tidak dapat dipisahkan dari letak geografisnya yang senantiasa tersentuh pelayaran dan perdagangan internasional melalui Selat Malaka. Sejak abad VII-VIII para pedagang muslim dari Semenanjung Arabia, Persia, dan negeri-negeri di Timur Tengah lainnya mulai memegang peranan penting. Turut serta dalam jaringan pelayaran dan perdagangan internasional yang jaraknya lebih jauh yaitu dari Teluk Aden dan Teluk Persia, melalui Samudera Hindia dan Selat Malaka sampai Laut Cina Selatan. Perkembangan jaringan pelayaran dan perdagangan melalui Selat Malaka sejak berabad-abad tersebut disebabkan pula oleh upaya-upaya perkembangan kekuasaan di Asia Barat di bawah Dinasti Umayyah (661 M - 750 M). Asia Timur di bawah Dinasti Tang (618 M - 907 M). Asia Tenggara di bawah Kerajaan Sriwijaya (Abad VII - XIV). (Abdul Haidi: 21-22). Dengan timbulnya Kerajaan Samudera pasai maka Kesultanan Perlak mengalami banyak kemunduran. (Daliman: 105).
D.  Pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai
Raja pertama Kerajaan Pasai yaitu Marah Silu. Semula, Marah Silu adalah penganut agama Islam aliran Syiah. Kemudian Dinasti Mameluk di Mesir yang beraliran mazhab Syafii mengirimkan Syekh Ismail ke pantai timur Sumatera Utara bersama Fakir Muhammad pada tahun 1254. Di Samudera Pasai, Syekh Ismail berhasil menemui Marah Silu dan berhasil pula membujuknya untuk memeluk agama Islam mazhab Syafii. Kemudian Syekh Ismail menobatkan Marah Silu sebagai sultan pertama di Kerajaan Samudera Pasai dan bergelar Sultan Malik Al Saleh. Setelah Sultan Malik Al Saleh meninggal pada 1297, ia digantikan oleh puteranya yaitu Sultan Muhammad yang lebih dikenal dengan nama Sultan Malik Al Tahir. Sultan ini memerintah sampai tahun 1326. Kemudian ia digantikan oleh Sultan Ahmad Bahian Syah Malik Al Tahir. Pada tahun 1349, Sultan Ahmad Bahian Syah Malik Al Tahir meninggal dunia dan digantikan oleh puteranya yang bernama Sultan Zainal Abidin Bahian Syah Malik Al Tahir. Pada mulanya pemerintahan Sultan Zainal Abidin, Samudera Pasai banyak didapati suasana kekacauan. (Daliman: 106).


Para sultan Kesultanan Samudera Pasai yang memerintah kerajaan dari awal sampai runtuh yaitu:
1. Sultan Malik Al Saleh, wafat tahun 1297;
2. Sultan Muhammad Malik Zahir (1297-1326);
3. Sultan Mahmud Malik Zahir (1326-1383);
4. Sultan Zainal Abidin Malik Zahir (1383-1405);
5. Sultanah Nahriyah (1405-1412);
6. Abu Zain Malik Zahir (1412-?); dan
7. Mahmud Malik Zahir (1513-1524).
E. Kehidupan di Kerajaan Samudera Pasai
1. Sosial
Penduduk Kota Pasai tidak kurang dari 20.000 jiwa. Kota-kota yang lebih besar terletak di pedalaman. (Tome Pires: 201). Agama Islam yang berpengaruh pada waktu itu di pantai timur Sumatera Utara adalah agama Islam aliran Syiah. Untuk melenyapkan pengaruh Syiah dan mengganti Islam mazhab Syafii. Marah Silu kemudian mengganti nama menjadi Sultan Malik Al Saleh. Ia juga aktif berdakwah untuk memberantas aliran Syiah di Sumatera.
Pada masa pemerintahan Sultan Malik Al Saleh, kesultanan Samudera Pasai mungkin sudah mempunyai hubungan dengan Cina. Sebagaimana diberitakan dalam sejarah Dinasti Yuan bahwa pada tahun 1282 duta Cina bertemu dengan salah seorang menteri Kerajaan Sumatera yang meminta agar raja Sumatera (Samudera) mengirim dutanya ke Cina. Ternyata pada tahun itu ada dua orang utusan Samudera yang bernama Sulaiman dan Syamsuddin. Hubungan dengan negeri-negeri Timur Tengah selalu ada, bahkan pada sekitar tahun 1346 berdasarkan berita Ibnu Batutah (1304-1377), pengembara dari Maroko yang berkunjung pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Malik Zahir. (Abdul Hadi: 21).

                2. Ekonomi
Kehidupan Eknomi masyakarat Kerajaan Samudera Pasai berkaitan dengan perdagangan dan pelayaran. Hal itu disebabkan karena letak Kerajaan Samudera Pasai yang dekat dengan Selat Malaka yang menjadi jalur pelayaran dunia saat itu. Samudra Pasai memanfaatkan Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Pasai – Arab – India – Cina. Samudra Pasai juga menyiapkan bandar-bandar dagang yang digunakan untuk menambah perbekalan untuk berlayar selanjutnya, mengurus masalah perkapalan, mengumpulkan barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri, dan menyimpan barang dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah di Indonesia.
F. Kemunduran Kerajaan Pasai
Kemunduran kerajaan Samudera Pasai terjadi karena beberapa faktor antara lain:
1.      Faktor intern
a.       Tidak ada pengganti yang cakap dan terkenal setelah Sultan Malik At Thahrir.
Kerajaan Samudera Pasai mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Malik At Tahrir, sistem pemerintahan Samudera Pasai sudah teratur baik, Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan internasional. Pedagang-pedagang dari Asia, Afrika, China, dan Eropa berdatangan ke Samudera Pasai. Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Pulau Jawa juga terjalin erat. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada.
Setelah Sultan Malik At Tahrir wafat tidak ada penggantinya yang cakap dalam meminmpin kerajaan Samudra Pasai dan terkenal, sehingga peran penyebaran agama Islam diambil alih oleh kerajaan Aceh. Kerajaan Samudera Pasai semakin lemah ketika di Aceh berdiri satu lagi kerajaan yang mulai merintis menjadi sebuah peradaban yang besar dan maju. Pemerintahan baru tersebut yakni Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Kesultanan Aceh Darussalam sendiri dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Aceh pada masa pra Islam, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura. Pada 1524, Kerajaan Aceh Darussalam di bawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah menyerang Kesultanan Samudera Pasai. Akibatnya, pamor kebesaran Kerajaan Samudera Pasai semakin meredup sebelum benar-benar runtuh. Sejak saat itu, Kesultanan Samudera Pasai berada di bawah kendali kuasa Kesultanan Aceh Darussalam.
b.      Terjadi perebutan kekuasaan
Pada tahun 1349 Sultan Ahmad Bahian Syah malik al Tahir meninggal dunia dan digantikan putranya yang bernama Sultan Zainal Abidin Bahian Syah Malik al-Tahir. Bagaimana pemerintahan Sultan Zainal Abidin ini tidak banyak diketahui. Rupanya menjelang akhir abad ke-14 Samudra Pasai banyak diliputi suasana kekacauan karenaa terjadinya perebutan kekuasaan, sebagai dapat diungkap dari berita-berita Cina. Beberapa faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Samudra Pasai, yaitu pemberontakan yang dilakukan sekelompok orang yang ingin memberontak kepada pemerintahan kerajaan Samudra Pasai. Karena pemberontakan ini, menyebabkan beberapa pertikaian di Kerajaan Samudra Pasai. Sehingga terjadilah perang saudara yang membuat pertumpahan darah yang sia-sia. Untuk mengatasi hal ini, Sultan Kerajaan Samudra Pasai waktu itu melakukan sesuatu hal yang bijak, yaitu meminta bantuan kepada Sultan Malaka untuk segera menengahi dan meredam pemberontakan. Namun Kesultanan Pasai sendiri akhirnya runtuh setelah ditaklukkan oleh Portugal tahun1521 yang sebelumnya telah menaklukan Malaka tahun 1511, dan kemudian tahun 1524 wilayah Pasai sudah menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh.
2.      Faktor Ekstern
a.       Berdirinya Bandar Malaka yang Letaknya Lebih Strategis
Tercatat, selama abad 13 sampai awal abad 16, Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kota di wilayah Selat Malaka dengan bandar pelabuhan yang sangat sibuk. Pasai menjadi pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.
Letak geografis kerajaan samudera pasai terletak di Pantai Timur Pulau Sumatera bagian utara berdekatan dengan jalur pelayaran internasional (Selat Malaka). Letak Kerajaan Samudera Pasai yang strategis, mendukung kreativitas mayarakat untuk terjun langsung ke dunia maritim. Namun Setelah kerajaan Samudra Pasai dikuasai oleh Kerajaan Malaka pusat perdagangan dipindahkan ke Bandar Malaka. Dengan beralihnya pusat perdagangan ke Bandar Malaka maka perekonomian di Bandar Malaka menjadi ramai karena letaknya yang lebih strategis dibanding bandar-bandar di Samudra Pasai.
b.      Kerajaan Samudera Pasai berhasil ditaklukan oleh Kerajaan Aceh
Pasai ditaklukan dan di masukkan ke dalam wilayah Kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam oleh Sultan Ali Mughayat Syah dan Lonceng Cakra Donya hadiah dari Raja Cina untuk Kerajaan Islam Samudera Pasai dipindahkan ke Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh). Namun demikian dari perjalanan sejarah Pasai antara akhir abad ke 13 sampai awal abad ke 16 memang menunjukkan Kerajaan Samudera Pasai muncul dan berkembang. Runtuhnya kekuatan Kerajaan Pasai sangat berkaitan dengan perkembangan yang terjadi di luar Pasai itu sendiri, tetapi lebih di titik beratkan dalam kesatuan zona Selat Malaka walaupun Kerajan Islam Samudera Pasai berhasil ditaklukan oleh Sultan Asli Mughayat Syah.



















BAB III
Penutup
  1. Kesimpulan
Kerajan Samudera Pasai merupakan kerajaan yang bercorak Islam kedua di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, kemudian Marah Silu mengganti namanya menjadi Sultan Malik Al Saleh. Sultan Malik Al Saleh aktif mengutus para dai untk menyebarkan Islam ke pelosok Sumatera. Dalam kepimpinan Sultan Malik Al Saleh, Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam di Nusantara karena berdatangan berbagai alim ulama dari timur tengah. Sealain itu kemudian Kerajaan Samudera Pasai mengalami perkembangan yang sangat pesat karena letaknya yang strategis yaitu di tepi laut sehingga menjadi Bandar perdagangan internasional. Namun pada akhirnya Kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran. Setelah itu akhirnya Kerajaan Samudera Pasai runtuh akibat serangan dari Kerajaan Aceh.
  1. Saran
Dari sejarah Kerajaan Samudera Pasai dapat kita ambil pelajaran untuk saran kita pribadi dan orang lain yaitu tentang betapa pentingnya persatuan, baik persatuan dalam Negara maupun persatuan antar pemeluk agama. Kerajaan Pasai dapat runtuh Karena lemahnya persatuan. Bahkan kerajaan ini ditaklukan oleh kerajaan lain yang memiliki agama yang sama yaitu Islam. Maka sebagai generasi muda kita perlu memilki rasa persatuan yang kuat. Persatuan antar warga Negara Indonesia dan persatuan sebagai seorang muslim.





Daftar Pustaka


Daliman. 2012. Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
Hadi, Abdul. dkk. 2013.  Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid III. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Pires, Tome dan Fransisco Rodrigues. 2014. Suma Oriental Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merake Cina dan Buku Fransisco Rodrigues. Yogyakarta: Ombak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minoritas islam di thailand

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang        Pada abad ke-14, Islam masuk ke Asia Tenggara dan menjadi agama besar ke tiga di dunia. Pada perk...