Sejarah Kerajaan Samudera Pasai
Tugas ini disusun untuk memenuhi
matakuliah Sejarah Indonesia
Dosen pengampu: Irma Ayu Kartika
Dewi, M.A.
Disusun
Oleh:
Atta Bhika Khoir (173231037)
Ade Muis Ashari (173231043)
Puput Tri Lestari (173231040)
Rahmatika Amaylia Samawi
(173231041)
PROGRAM
STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Sistem
kepemimpinan pada suatu masyarakat sudah ada sejak manusia ini ada di
dunia. Sistem kepimpinan memiliki fungsi
untuk mengatur kehidupan masyarakat. Selain itu suatu kepemimpinan juga
mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pada umumnya masyarakat kerajaan akan
mengikuti perintah dan pandangan hidup dari raja.
Pemimpin
masyarakat merupakan seseorang yang memiliki jasa. Sehingga orang tersebut
memiliki pengaruh dan pengikut. Orang yang berjasa pada masa kerajaan merupakan
seseorang yang dianggap sakti oleh masyarakat. Kisah jasa orang sakti atau raja
ditulis dan diabadikan dalam hikayat.
Samudera
Pasai merupakan suatu kerajaan Islam kedua setelah kerajaan Islam. Pada mulanya
Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaa Islam yang beraliran syiah. Kemudian
datang alim ulama dari Mesir untuk mengajak raja Pasai agar memeluk Islam
Sunni. Akhirnya raja Pasai mau memeluk Islam Sunni dan aktif berdakwah kepada
masyarakat untuk memeluk Islam Sunni.
Raja
merupakan seseorang yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat. Seorang raja
yang memeluk suatu keyakinan juga akan diikuti oleh masyarakat. Maka pada
makalah ini kita berusaha untuk membahas sejarah tentang pengaruh raja kerajaan
Pasai dalam penyebaran agama Islam.
Selain itu dalam makalah ini juga membahas tentang sejarah kerajaan Pasai secara umum.
- Rumusan
Masalah
1. Rumusan
Masalah.
2. Apa
arti nama Samudera Pasai.
3. Bagaimana
Kerajaan Samudera Pasai berdiri.
4. Bagaiaman
peran raja Samudera Pasai dalam penyebaran Islam.
5. Bagaimana kehidupan masyarakat Samudera Pasai.
6. Mengapa
Kerajaan Samudera Pasai dapat runtuh.
- Tujuan Penulisan
1. Mengetahui arti nama Samudera Pasai.
2. Mengetahui
sejarah Kerajaan Samudera Pasai berdiri.
3. Mengetahui
peran raja Samudera Pasai dalam penyebaran Islam.
4. Mengetahui kehidupan masyarakat Samudera
Pasai.
5. Mengetahui
faktor keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai.
BAB
I
PEMBAHASAN
A. Etimologi Nama Kerajaan Samudera Pasai
Nama lengkap Kerajaan
Samudera Pasai adalah Samudera Aca Pasai yang berarti Kerajaan Samudera yang
baik. (Daliman: 101). Namun penelusuran etimologi kata-kata Samudera Pasai itu
sendiri sekiranya akan lebih memperjelas mengapa justru negeri itu bernama
demikian. Nama Pasai berasal dari kata "sai", "tasi",
"tasik", "tahi" berarti laut. Jadi Negeri Pasai adalah
negeri yang terletak di tepi laut. Ini pun artinya sama dengan Samudera yang
keduanya berarti negeri laut. Maka Negeri Pasai sama artinya dengan negeri
Samudera yang keduanya berarti negeri yang di tepi laut, yang kemudian
digabungkan menjadi Samudera Pasai. (Daliman: 102).
Kembali kepada nama
Samudera Aca Pasai. Kata Samudera inilah yang kiranya kemudian dijadikan nama
Sumatera seperti kita jumpai sekarang ini. Kata Sumatera mula-mula
diperkenalkan oleh orang-orang Portugis. Nama sebelumnya ialah Pulau Perca.
Musafir-musafir Cina menyebutnya Chin-Chou yang berarti Pulau Emas seperti dapat
kita ketahui dari tulisan-tulisan pendeta I-tsing. Raja Kertanegara menamakan
Pulau Sumatera itu sebagai Suwarnabhumi yang juga bermakna sebagai Pulau Emas.
Sedang sebutan Aca yang artinya baik. (Daliman: 102).
B. Pendiri Kerajaan Samudera Pasai
Pendiri Kerajaan
Samudera Pasai adalah Sultan Malik Al Saleh. Hal ini diketahui dengan prasasti
yang terdapat dalam batu nisan makamnya yang menyatakan bahwa Sultan Malik Al
Saleh ini meninggal pada bulan Ramadhan, tahun 676 H. Tradisi dari Hikayat
Raja-Raja Pasai menceritakan asal-usul Sultan Malik Al Saleh. Sebelum menjadi
raja dan bergelar sultan, raja ini semula adalah seorang marah yang bernama
Marah Silu. Ayah Marah Silu yaitu Marah Gajah dan nama ibunya yaitu Putri
Betung. Putri Betung meninggalkan dua orang putera yaitu Marah Sum dan Marah
Silu. Mereka berdua meninggalkan tempat kediamanya dan mulai hidup mengembara.
Marah Sum kemudian menjadi raja di Birun. Sedang Marah Silu akhirnya dapay
merebut Rimba Jiran dan menjadi raja di situ.
C. Letak
Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai
beribu kota di Pasai. Ibu Kota Pasai sendiri sekarang tidak ada lagi
bekas-bekasnya. Kira-kira letak Pasai adalah di sekitar Negeri Blang Me
sekarang. (Daliman: 101). Letak kerajaan ini lebih kurang 15 KM di sebelah timur
Lhoksumawe, Nanggroe Aceh. (Abdul Haidi: 22). Salah satu sisi Kerarajaan Pasai
berbatasan dengan Kerajaan Pirada. Di sisi lain kerajaan ini berbatasan dengan
Negeri Batak. Wilayah Pasai tetbentang di sepanjang pesisir pantai.
Perbatasannya yang terletak di pedalaman bersinggungan dengan wilayah Raja
Manicopa, yang memiliki akses ke laut di
sisi yang berlawanan. Kedua wilayah ini kerap berperang satu sama lain. (Tome
Pires: 201).
Tumbuhnya Kesultanan
Samudera Pasai tidak dapat dipisahkan dari letak geografisnya yang senantiasa
tersentuh pelayaran dan perdagangan internasional melalui Selat Malaka. Sejak
abad VII-VIII para pedagang muslim dari Semenanjung Arabia, Persia, dan
negeri-negeri di Timur Tengah lainnya mulai memegang peranan penting. Turut serta
dalam jaringan pelayaran dan perdagangan internasional yang jaraknya lebih jauh
yaitu dari Teluk Aden dan Teluk Persia, melalui Samudera Hindia dan Selat
Malaka sampai Laut Cina Selatan. Perkembangan jaringan pelayaran dan
perdagangan melalui Selat Malaka sejak berabad-abad tersebut disebabkan pula
oleh upaya-upaya perkembangan kekuasaan di Asia Barat di bawah Dinasti Umayyah
(661 M - 750 M). Asia Timur di bawah Dinasti Tang (618 M - 907 M). Asia
Tenggara di bawah Kerajaan Sriwijaya (Abad VII - XIV). (Abdul Haidi: 21-22).
Dengan timbulnya Kerajaan Samudera pasai maka Kesultanan Perlak mengalami banyak
kemunduran. (Daliman: 105).
D.
Pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai
Raja pertama Kerajaan
Pasai yaitu Marah Silu. Semula, Marah Silu adalah penganut agama Islam aliran
Syiah. Kemudian Dinasti Mameluk di Mesir yang beraliran mazhab Syafii
mengirimkan Syekh Ismail ke pantai timur Sumatera Utara bersama Fakir Muhammad
pada tahun 1254. Di Samudera Pasai, Syekh Ismail berhasil menemui Marah Silu
dan berhasil pula membujuknya untuk memeluk agama Islam mazhab Syafii. Kemudian
Syekh Ismail menobatkan Marah Silu sebagai sultan pertama di Kerajaan Samudera
Pasai dan bergelar Sultan Malik Al Saleh. Setelah Sultan Malik Al Saleh
meninggal pada 1297, ia digantikan oleh puteranya yaitu Sultan Muhammad yang
lebih dikenal dengan nama Sultan Malik Al Tahir. Sultan ini memerintah sampai
tahun 1326. Kemudian ia digantikan oleh Sultan Ahmad Bahian Syah Malik Al
Tahir. Pada tahun 1349, Sultan Ahmad Bahian Syah Malik Al Tahir meninggal dunia
dan digantikan oleh puteranya yang bernama Sultan Zainal Abidin Bahian Syah
Malik Al Tahir. Pada mulanya pemerintahan Sultan Zainal Abidin, Samudera Pasai
banyak didapati suasana kekacauan. (Daliman: 106).
Para sultan Kesultanan
Samudera Pasai yang memerintah kerajaan dari awal sampai runtuh yaitu:
1. Sultan Malik Al
Saleh, wafat tahun 1297;
2. Sultan Muhammad
Malik Zahir (1297-1326);
3. Sultan Mahmud Malik
Zahir (1326-1383);
4. Sultan Zainal Abidin
Malik Zahir (1383-1405);
5. Sultanah Nahriyah
(1405-1412);
6. Abu Zain Malik Zahir
(1412-?); dan
7. Mahmud Malik Zahir
(1513-1524).
E. Kehidupan di Kerajaan Samudera Pasai
1. Sosial
Penduduk Kota Pasai
tidak kurang dari 20.000 jiwa. Kota-kota yang lebih besar terletak di
pedalaman. (Tome Pires: 201). Agama Islam yang berpengaruh pada waktu itu di
pantai timur Sumatera Utara adalah agama Islam aliran Syiah. Untuk melenyapkan
pengaruh Syiah dan mengganti Islam mazhab Syafii. Marah Silu kemudian mengganti
nama menjadi Sultan Malik Al Saleh. Ia juga aktif berdakwah untuk memberantas
aliran Syiah di Sumatera.
Pada masa pemerintahan
Sultan Malik Al Saleh, kesultanan Samudera Pasai mungkin sudah mempunyai
hubungan dengan Cina. Sebagaimana diberitakan dalam sejarah Dinasti Yuan bahwa
pada tahun 1282 duta Cina bertemu dengan salah seorang menteri Kerajaan
Sumatera yang meminta agar raja Sumatera (Samudera) mengirim dutanya ke Cina.
Ternyata pada tahun itu ada dua orang utusan Samudera yang bernama Sulaiman dan
Syamsuddin. Hubungan dengan negeri-negeri Timur Tengah selalu ada, bahkan pada
sekitar tahun 1346 berdasarkan berita Ibnu Batutah (1304-1377), pengembara dari
Maroko yang berkunjung pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Malik Zahir. (Abdul
Hadi: 21).
2. Ekonomi
Kehidupan Eknomi
masyakarat Kerajaan Samudera Pasai berkaitan dengan perdagangan dan pelayaran.
Hal itu disebabkan karena letak Kerajaan Samudera Pasai yang dekat dengan Selat
Malaka yang menjadi jalur pelayaran dunia saat itu. Samudra Pasai memanfaatkan
Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Pasai – Arab – India – Cina. Samudra
Pasai juga menyiapkan bandar-bandar dagang yang digunakan untuk menambah
perbekalan untuk berlayar selanjutnya, mengurus masalah perkapalan,
mengumpulkan barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri, dan menyimpan barang
dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah di Indonesia.
F. Kemunduran
Kerajaan Pasai
Kemunduran
kerajaan Samudera Pasai terjadi karena beberapa faktor antara lain:
1. Faktor
intern
a. Tidak
ada pengganti yang cakap dan terkenal setelah Sultan Malik At Thahrir.
Kerajaan Samudera Pasai
mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Malik At Tahrir, sistem
pemerintahan Samudera Pasai sudah teratur baik, Samudera Pasai menjadi pusat
perdagangan internasional. Pedagang-pedagang dari Asia, Afrika, China, dan
Eropa berdatangan ke Samudera Pasai. Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang
Pulau Jawa juga terjalin erat. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada.
Setelah Sultan Malik At
Tahrir wafat tidak ada penggantinya yang cakap dalam meminmpin kerajaan Samudra
Pasai dan terkenal, sehingga peran penyebaran agama Islam diambil alih oleh
kerajaan Aceh. Kerajaan Samudera Pasai semakin lemah ketika di Aceh berdiri
satu lagi kerajaan yang mulai merintis menjadi sebuah peradaban yang besar dan
maju. Pemerintahan baru tersebut yakni Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan
oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Kesultanan Aceh Darussalam sendiri dibangun di
atas puing-puing kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Aceh pada masa pra Islam,
seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan
Kerajaan Indrapura. Pada 1524, Kerajaan Aceh Darussalam di bawah pimpinan
Sultan Ali Mughayat Syah menyerang Kesultanan Samudera Pasai. Akibatnya, pamor
kebesaran Kerajaan Samudera Pasai semakin meredup sebelum benar-benar runtuh.
Sejak saat itu, Kesultanan Samudera Pasai berada di bawah kendali kuasa
Kesultanan Aceh Darussalam.
b. Terjadi
perebutan kekuasaan
Pada tahun 1349 Sultan
Ahmad Bahian Syah malik al Tahir meninggal dunia dan digantikan putranya yang
bernama Sultan Zainal Abidin Bahian Syah Malik al-Tahir. Bagaimana pemerintahan
Sultan Zainal Abidin ini tidak banyak diketahui. Rupanya menjelang akhir abad
ke-14 Samudra Pasai banyak diliputi suasana kekacauan karenaa terjadinya
perebutan kekuasaan, sebagai dapat diungkap dari berita-berita Cina. Beberapa
faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Samudra Pasai, yaitu pemberontakan
yang dilakukan sekelompok orang yang ingin memberontak kepada pemerintahan
kerajaan Samudra Pasai. Karena pemberontakan ini, menyebabkan beberapa
pertikaian di Kerajaan Samudra Pasai. Sehingga terjadilah perang saudara yang
membuat pertumpahan darah yang sia-sia. Untuk mengatasi hal ini, Sultan
Kerajaan Samudra Pasai waktu itu melakukan sesuatu hal yang bijak, yaitu
meminta bantuan kepada Sultan Malaka untuk segera menengahi dan meredam
pemberontakan. Namun Kesultanan Pasai sendiri akhirnya runtuh setelah
ditaklukkan oleh Portugal tahun1521 yang sebelumnya telah menaklukan Malaka
tahun 1511, dan kemudian tahun 1524 wilayah Pasai sudah menjadi bagian dari
kedaulatan Kesultanan Aceh.
2. Faktor
Ekstern
a. Berdirinya
Bandar Malaka yang Letaknya Lebih Strategis
Tercatat, selama abad
13 sampai awal abad 16, Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kota di
wilayah Selat Malaka dengan bandar pelabuhan yang sangat sibuk. Pasai menjadi
pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor
utama.
Letak geografis
kerajaan samudera pasai terletak di Pantai Timur Pulau Sumatera bagian utara
berdekatan dengan jalur pelayaran internasional (Selat Malaka). Letak Kerajaan
Samudera Pasai yang strategis, mendukung kreativitas mayarakat untuk terjun
langsung ke dunia maritim. Namun Setelah kerajaan Samudra Pasai dikuasai oleh
Kerajaan Malaka pusat perdagangan dipindahkan ke Bandar Malaka. Dengan
beralihnya pusat perdagangan ke Bandar Malaka maka perekonomian di Bandar
Malaka menjadi ramai karena letaknya yang lebih strategis dibanding
bandar-bandar di Samudra Pasai.
b. Kerajaan
Samudera Pasai berhasil ditaklukan oleh Kerajaan Aceh
Pasai ditaklukan dan di
masukkan ke dalam wilayah Kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam oleh Sultan Ali
Mughayat Syah dan Lonceng Cakra Donya hadiah dari Raja Cina untuk Kerajaan
Islam Samudera Pasai dipindahkan ke Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh).
Namun demikian dari perjalanan sejarah Pasai antara akhir abad ke 13 sampai
awal abad ke 16 memang menunjukkan Kerajaan Samudera Pasai muncul dan
berkembang. Runtuhnya kekuatan Kerajaan Pasai sangat berkaitan dengan perkembangan
yang terjadi di luar Pasai itu sendiri, tetapi lebih di titik beratkan dalam
kesatuan zona Selat Malaka walaupun Kerajan Islam Samudera Pasai berhasil
ditaklukan oleh Sultan Asli Mughayat Syah.
BAB
III
Penutup
- Kesimpulan
Kerajan Samudera Pasai merupakan
kerajaan yang bercorak Islam kedua di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh
Marah Silu, kemudian Marah Silu mengganti namanya menjadi Sultan Malik Al
Saleh. Sultan Malik Al Saleh aktif mengutus para dai untk menyebarkan Islam ke
pelosok Sumatera. Dalam kepimpinan Sultan Malik Al Saleh, Kerajaan Samudera
Pasai menjadi pusat studi Islam di Nusantara karena berdatangan berbagai alim
ulama dari timur tengah. Sealain itu kemudian Kerajaan Samudera Pasai mengalami
perkembangan yang sangat pesat karena letaknya yang strategis yaitu di tepi laut
sehingga menjadi Bandar perdagangan internasional. Namun pada akhirnya Kerajaan
Samudera Pasai mengalami kemunduran. Setelah itu akhirnya Kerajaan Samudera
Pasai runtuh akibat serangan dari Kerajaan Aceh.
- Saran
Dari sejarah Kerajaan Samudera
Pasai dapat kita ambil pelajaran untuk saran kita pribadi dan orang lain yaitu
tentang betapa pentingnya persatuan, baik persatuan dalam Negara maupun
persatuan antar pemeluk agama. Kerajaan Pasai dapat runtuh Karena lemahnya
persatuan. Bahkan kerajaan ini ditaklukan oleh kerajaan lain yang memiliki
agama yang sama yaitu Islam. Maka sebagai generasi muda kita perlu memilki rasa
persatuan yang kuat. Persatuan antar warga Negara Indonesia dan persatuan
sebagai seorang muslim.
Daftar
Pustaka
Daliman. 2012. Islamisasi dan Perkembangan
Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
Hadi, Abdul.
dkk. 2013. Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid III. Jakarta: Ichtiar Baru van
Hoeve.
Pires, Tome dan
Fransisco
Rodrigues. 2014. Suma Oriental Karya Tome
Pires: Perjalanan dari Laut Merake Cina dan Buku Fransisco Rodrigues. Yogyakarta:
Ombak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar