PROBLEMATIKA
SIFAT TUHAN
Dosen : Ali Mashar, S.Pd., M.A.
Disusun Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Budaya
Disusun
Oleh :
Lisan
Nul Hasannah (173231039)
Ade
Muis Ashari (173231045)
Rita
Purnamasari (173231048)
Nur
Afni Sedyowati (173231062)
SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI SURAKARTA
2018
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Dalam
Islam diajarkan mengenai pokok pokok ajaran islam yang didalamnya mencakup
semua berbagai ajaran yang perlu kita ketahui. Salah satu pokok ajarannya ialah
Iman Kepada Allah swt, yang artinya kita mengimami dan menyakini akan adanya
Allah dan mempercayainya dengan sepenuh hati. Selain mempercayai adanya Allah
kita juga harus mempercayai akan sifat sifat yang terdapat pada-Nya baik itu
sifat wajib, jaiz, dan mustahil bagi Allah.
Sifat
Allah menurut aliran Kalam memiliki artian yang luas dan memiliki problematika
dalam setiap alairan ilmu kalam. Aliran aliran ini memiliki pandangan yang
cukup berbeda dalam dan kompleks bagi setiap alirannya. Perbedaan pendapat
sering terjadi anatara aliran aliran ilmu kalam sehingga menimbulkan berbagai
pendapat mengenai sifat sifat tuhan.
Disini
kita akan mempelajari secara dalam mengenai problematika sifat tuhan
berdasarkan aliran ilmu kalam dan ahli hadist. Sehingga kita akan mengetahui
bagaimana pendapat mereka dan perbedaan mengenai sifat sifat tuhan baik menurut
aliran ilmu kalam atau ahli hadits.
Pembahasan mengenai problematika ini dirasa sangat perlu dibahas lebih mendalam
dan mendetail agar kita bisa membedakan yang mana sifat yang mutlak terdapat
pada Allah.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pendapat Aliran Maturidi mengenai
sifat Tuhan?
2. Bagaimana pendapat Ahlu Hadist mengenai
sifat Tuhan?
3. Bagaimana pendapat Aliran Mu’tazilah
mengenai sifat Tuhan?
4. Bagaimana pendapat Aliran Asy-‘Ariyah
mengenai sifat Tuhan?
C.
TUJUAN
1. Untuk mengetahui pendapat Aliran
Maturidiyah mengenai sifat Tuhan
2. Untuk mengetahui pendapat Ahlu Hadist
mengenai sifat Tuhan
3. Untuk mengetahui pendapat Aliran
Mu’tazilah mengenai sifat Tuhan
4. Untuk mengetahui pendapat Aliran
Asy-‘Ariyah mengenai sifat Tuhan
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
AL- MATURIDI
Paham Al-Maturidi tentang makna sifat Tuhan
cenderung mendekati paham Mu’tazilah. Perbedaan keduanya terletak pada
pengakuan Al-Maturidi tentang adanya sifat-sifat Tuhan, sedangkan Mu’tazilah
menolak adanya sifat-sifat Tuhan.
Maturidiah Bukhara yang mempertahankan
kekuasaan mutlak Tuhan, berpendapat bahwa Tuhan mempunyai sifat-sifat.
Persoalan banyak yang kekal mereka selesaikan dengan mengatakan bahwa
sifat-sifat Tuhan kekal melalui kekekalan yang terdapat dalam esensi Tuhan dan
bukan melalui kekekalan sifat-sifat itu juga dengan mengatakan bahwa Tuhan
bersama-sama sifat-Nya kekal, tetapi sifat-sifat itu tidak kekal.
Maturidiah Samarkand sependapat dengan
Mu’tazilah dalam menghadapi ayat-ayat yang memberi gambaran Tuhan bersifat
dengan menghadapi jasmani ini. Al-Maturidi mengatakan bahwa yang dimaksud
dengan tangan, muka, mata, dan kaki adalah kekuasaan Tuhan.
Demikian pula, Maturidiah Bukhara sependapat
dengan Asy’ariah dan Maturidiah Samarkand bahwa Tuhan dapat dilihat dengan mata
kepala. Al- Bazdawi (421-493) mengatakan bahwa Tuhan kelak memperlihatkan
diri-Nya untuk kita lihat dengan mata kepala, menurut apa yang ia kehendaki.
Aliran Maturidiah Bukhara dan Maturidiah
samarkand berpendapat bahwa Al-Qur’an itu kekal tidak diciptakan. Maturidiah
Bukhara berpendapat sebagaimana dijelaskan oleh Bazdawi , kalamullah (
Al-Qur’an ) adalah sesuatu yang berdiri dengan Dzat-Nya. Adapun yang tersusun
dalam bentuk surat yang mempunyai akhir dan awal , jumlah dan bagian-bagian,
bukan kalamullah secara hakikat, melainkan Al-Qur’an dalam pengertian kiasan (
majaz ).
B. Sifat
Allah Menurut Ahlu Hadis
Pandangan Ibnu Taimiyah tentang
sifat-sifat Allah
1. Percaya sepenuh hati terhadap
sifat-sifat Allah disampaikan oleh Allah atau Rasulnya. Sifat yabg dimaksud
tersebut yaitu:
a. Sifat salabiyah, yaitu qidam, baqa,
mukhalafatul lil hawadisi, qiyamuhu binafsihi dan wahdaniyat.
b. Sifat Ma’ani, yaitu qadrah, iradah,
ilmu, hayat, sama’, bashar dan kalam.
c. Sifat khabariah (sifat yabg diterangkan
Al-Qur’an dan Al-Hadist walaupun akal bertanya-tanya tentang maknanya), seperti
keterangan yang menyatakan bahwa Allah berada di langit, Allah berada di
Arrasy, Allah turun kelangit dunia, Allah dilihat oleh orang yang beriman
disurga kelak, wajah, tangan dan mata Allah.
d. Sifat Idhafah, yaitu sifat Allah yang
disandarkan kepada makhluk seperti Rabbiul’alamin, khaliqul kaum, dll.
2. Percaya sepenuhnya terhadap
nama-nama-Nya, yang Allah dan Rasul-Nya disebutkan seperti Al-Awwal, Al-Akhir
dll.
3. Menerima sepenuhnya sifat dan nama Allah
tersebut dengan:
a. Tidak mengubah maknanya kepada makna
yang tidak dikehendaki
b. Tidak menghilangkan pengertian
c. Tidak mengingkarinya
d. Tidak menggambar-gambarkan betuk Tuhan,
baik dalam pikiran maupun hati, apalagi dengan indra
e. Tidak menyerupakan sifat-sifat-Nya
dengan sifat Makhluk-Nya.
Berdasarkan
penjelasan diatas, Ibnu Taimiyah tidak menyetujui penafsiran ayat-ayat
Mutasyabihat. Menuntutnya ayat atau hadist yang menyangkut sifat-sifat Allah
harus diterima dan diartikan sebagaimana adanya, denhgan catatan tidak
men-jastimkan, tidak menyerupai dengan makhluk.
i. Sifat Alloh
Menurut Pandangan Ahlu Hadis (Imam Ahmad Ibn Hambal)
Menurut pemikiran Ahmad Ibn Hambal,
(164-241 H), Imam Mazhab termuda dan temannya Dawud ibn Ali al-Ishfahani,
mengikuti paham para ahhal inili Hadis pada zaman Nabi dan sahabat. Mengenai
sifat Alloh ini, keduanya mengambil cara yng aman yakni dengan beriman kepada
apa yang disebutkan al-Quran dan Sunnah Rasul SAW., tanpa memberikan ta’wil.
Alloh memiliki sifat seperti yang dijelaskan al-Qur’an, yaitu Maha Esa dalam
segala segi, tidak ada bilangan, tidak ada bagian. Ia juga menjelaskan bahwa
orang yang tidak mengakui Tuhan mempunyai sifat adalah keluar dari agama. Ia
juga mengakui bahwa ayat-ayat mutasyabihat yang menyebutkan Alloh memiliki
tangan, wajah, mata, setiap mukmin harus mengakui bagaimana Alloh menyifati
diri-Nya dengan sifat itu. Tetapi ia tidak mau membahas itu secara mendalam
karena tidak ada penjelasan Alloh yang lebih jelas.
C. SIFAT
ALLAH MENURUT MU’TAZILAH
Kaum Mu’tazilah mengatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat. Definisi
mereka tentang Tuhan, sebagaimana telah dijelaskan oleh Asy’ari, bersifat
negatif. Tuhan tidak mempunyai
pengetahuan, tidak mempunyai kekuasaan, tidak mempunyai hajat dan
sebagainya. Ini tidak berarti bahwa Tuhan bagi mereka tidak mengetahui, berkuasa
dan sebagainya, tetapi bukan dengan sifat dalam arti sebenarnya. Artinya “Tuhan
mengetahui dengan pengetahuan, dan pengetahuan itu adalah Tuhan.” Menurut kaum
Mu’tazilah, sifat adalah sesuatu yang melekat. Apabila sifat Tuhan yang qadim,
ada dua yang qadim, yaitu dzat dan sifat-Nya. Washil Bin Atha’ seperti dikutip
uleh Asy-Syahrastani berkata, “Siapa yang mengatakan sifat yang qadim berarti
telah menduakan Tuhan.” Ini tidak dapat diterima karena merupakan perbuatan
yang syirik. Dan apa yang disebut sebagai sifat menurut Mu’tazilah adalah dzat
Tuhan.
Kaum
Mu’tazilah sendiri memiliki lima doktrin populer yang disebut sebagai al Ushul
al Khomsah. Kelima doktrin itu adalah sebagai berikut ini.
1. Al Tauhid
Yang berarti mengesakan
Tuhan. Kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat-sifat
sendiri yang berada diluar Dzat, karena akan berakibat banyaknya yang qodim.
Mereka juga menolak sifat jasmaniah (antropomorfisme) bagi Tuhan karena akan
membawa tajsim dan tasybih.
2. Al ‘Adlu
Yaitu keadilan Tuhan.
Keadilan yang dimaksud Mu’tazilah mengandung arti bahwa Tuhan wajib berbuat
baik dan terbaik bagi hamba-Nya (Al Shalah wal Ashlah) Tuhan wajib
berbuat sesuai norma dan aturan yang ditetapkanNya, dan Tuhan tidak memberi
beban diluar kemampuan hamba.
3. Al Wa’d wa al Wa’id
Yakni janji dan ancaman
Tuhan untuk membalas perbuatan hambaNya pasti akan terlaksana. Ini bagian dari
keadilan Tuhan.
4. Al Manzilah Bain al Manzilatain
Berarti tempat diantara
dua tempat. Kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa orang mukmin yang berdosa besar
statusnya tidak lagi mukmin dan juga tidak kafir, ia berada diantara keduanya.
5. Al Amr bin al Ma’ruf wa al Nahyu ‘an al
Munkar
Yaitu perintah untuk
berbuat baik dan larangan perbuatan munkar. Ini merupakan kewajiban dakwah bagi
setiap orang Mu’tazilah
Dari kelima doktrin
Mu’tazilah diatas dapat diambil kesimpulan mengenai pandangan Mu’tazilah
mengenai sifat-sifat Tuhan. Dari doktrin nomor satu yang berbunyi al Tauhid,
Mu’tazilah jelas memandang bahwa Tuhan tidak memiliki sifat yang melekat diluar dzatNya. Karena apabila
hal itu ada akan berakibat banyaknya yang Qodim. Mereka juga menolak Jasmaniyah
bagi Tuhan, karena akan timbul pengumpamaan dan pemiripan dengan zat yang lain.
D. SIFAT ALLAH MENURUT
ASY-‘ARIYAH
Al-asy’ariyah mempunyai pendapat tentang sifat-sifat Allah di
antaranya al-alim,al-qudurat,al-sama,al-basar,al-hayah,iradah,dan lainnya.alasy’ariyah
juga meyakini sifat Allah yang bersifat khobaruyah,khobariyah itu di artikan
bahwa allah mempunyai tangan,kaki,wajah,betis,dan yang lainnya tanpa di
tentukan bagaimananya.
Al-asy’ari,Allah mempunyai ilmu karena alam yang di ciptakan
demikian teratur,alam tidak ada nada kecuali di ciptakan oleh Allah yang memiliki ilmu.Argumrn ini di
perkuat dalam quran Nisa surah 4 ayat 166.
Terjemahannya:tetapi allah menjadi saksi atas (al-quran) yang di
turunkan kepadamu,(Muhammad)allah menurunkan dengan ilmu.menurut asyaari ayat
tersebut menunjukan bahwa allah mengetahui dengan ilmu.Oleh karena itu,mustahil
ilmu Allah itu zatnya.jika Allah mengetahui dengan zatnya,maka zatnya itu
merupakan pengetahuan.
Dan mustahil al-alim(pengetahuan)merupakan alim(yang
mengetahui)atau zatnya allah yang di artikan sifat sifatnya.mustahil jika allah
mengetahui dengan zatnya sendiri karena demikian zatnya adalah prngetahuan,dalam
paham al-asy’ariah sifat-sifat allah adalah sebagaimana yang tertera dalam
quran dan hadis.sifat-sifat tersebut merupakan sifat-sifat yang sesuai dengan
zat allah sendiri dan sekali-kali tidak menyerupai sifat-sifat makhluk.Allah
melihat tidak seperti makhluk begitu pula allah mendengar tidak seperti
makhluk.
BAB 3
KESIMPULAN
Sifat
Allah menurut aliran Kalam memiliki artian yang luas dan memiliki problematika
dalam setiap aliran ilmu kalam. Aliran aliran ini memiliki pandangan yang cukup
berbeda dalam dan kompleks bagi setiap alirannya. Perbedaan pendapat sering
terjadi anatara aliran aliran ilmu kalam sehingga menimbulkan berbagai pendapat
mengenai sifat sifat tuhan.
Menurut Kaum Mu’tazilah mengatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat.
Kaum
Mu’tazilah memiliki lima doktrin populer yang disebut sebagai al Ushul al
Khomsah. Kelima doktrin itu adalah Al Tauhid, Al ‘Adlu, Al Wa’d wa al Wa’id, Al
Manzilah Bain al Manzilatain, Al Amr bin al Ma’ruf wa al Nahyu ‘an al Munkar.
Paham Al-Maturidi tentang makna sifat Tuhan
cenderung mendekati paham Mu’tazilah. Perbedaan keduanya terletak pada
pengakuan Al-Maturidi tentang adanya sifat-sifat Tuhan, sedangkan Mu’tazilah
menolak adanya sifat-sifat Tuhan. Maturidiyah dibagi menjadi dua yaitu Maturidiah
Bukhara dan Maturidiah Samarkand.
Al-asy’ariyah mempunyai pendapat tentang sifat-sifat Allah di
antaranya al-alim,al-qudurat,al-sama,al-basar,al-hayah,iradah,dan
lainnya.alasy’ariyah juga meyakini sifat Allah yang bersifat
khobaruyah,khobariyah itu di artikan bahwa allah mempunyai
tangan,kaki,wajah,betis,dan yang lainnya tanpa di tentukan bagaimananya.
Sedangkan
menurut ah Pandangan Ibnu Taimiyah tentang sifat-sifat Allah Percaya
sepenuh hati terhadap sifat-sifat Allah disampaikan oleh Allah atau Rasulnya.
Ibnu Taimiyah tidak menyetujui penafsiran ayat-ayat Mutasyabihat. Menuntutnya
ayat atau hadist yang menyangkut sifat-sifat Allah harus diterima dan diartikan
sebagaimana adanya, denhgan catatan tidak men-jastimkan, tidak menyerupai
dengan makhluk.
Menurut pemikiran Ahmad Ibn Hambal, (164-241 H), mengenai sifat
Alloh ini, mengambil cara yng aman yakni dengan beriman kepada apa yang
disebutkan al-Quran dan Sunnah Rasul SAW., tanpa memberikan ta’wil. Alloh
memiliki sifat seperti yang dijelaskan al-Qur’an, yaitu Maha Esa dalam segala
segi, tidak ada bilangan, tidak ada bagian.
.
DAFTAR PUSTAKA
Hasil Review 4 Tugas Ilmu Kalam SPI 2B 2018.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar