MANUSIA DAN KEYAKINAN
Makalah Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Budaya
Dosen Pengampu Marsus, M.Hum
Disusun oleh :
Aviana Pramesti (173231052)
Hafizhan Pramanda Putra (173231053)
Apriska Trifiana Rusadi (173231069)
JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Manusia dalam hidupnya memiliki keyakinan atas suatu hal karena manusia memiliki keyakinan dan cita-cita untuk apa manusia itu sendiri hidup di bumi ini. Manusia selalu berusaha untuk mewujudkan cita-cita pengharapan dan keyakinan itu sendiri. Keyakinan merupakan hal yang penting bagi manusia dan dapat juga dikatakan sebagai syarat kehidupannya di dunia. Manusia tanpa keyakinan akan diliputi rasa bimbang akan kemana arah manusia hidup. Keyakinan adalah sesuatu yang seharusnya dibela oleh orang-orang yang memilikinya, tidak peduli apapun yang akan terjadi atau menimpa dirimya. Misal kita kenal sebagai ibu kandung kita sesungguhnya diterima atas keyakinan kita sendiri tanpa adanya keyakinan karena tidak merasa perlu membuktikan dengan kita sudah berpegang teguh dengan keyakinan itu sendiri.
Keyakinan tidak lepas dari akal manusia sebagai pangkal pikiran. Keyakinan antara individu manusia satu dengan manusia lain sering berbeda dan perbedaan itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Misal di Indonesia terdiri dari berbagai macam agama dan kebudayaan hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia banyak keyakinan yang berkembang. Tidak jarang sering terjadi pertikaian antara golongan yang memiliki keyakinan yang berbeda untuk membela keyakinannya sendiri. Keyakinan merupakan hak diri pribadi dan tidak boleh di ganggu selagi keyakinan tersebut tidak mengganggu masyarakat umum. Manusia memerlukan suatu bentuk keyakinan dalam hidupnya karena keyakinan akan melahirkan tata nilai guna menompang hidup budayanya. Dengan keyakinan yang sempurna hidup manusia tidak akan ragu. Keyakinan manusia yang dianut harus merupakan kebenaran sehingga cara berkeyakinan harus benar pula. Menganut keyakinan yang salah atau dengan cara yang salah dapat membahayakan. Apalagi keyakinan itu berbeda satu dengan yang lain. Keyakinan yang benar haruslah bersumber dari yang benar pula
RUMUSAN MASALAH
Apakah definisi manusia dan definisi keyakinan ?
Bagaimana pebedaan kepecayaan dan keyakinan ?
Apasaja factor-faktor pembentuk kepercayaan ?
Apakah makna manusia dan keyakinan ?
TUJUAN
Mengetahui definisi manusia dan keyakinan
Mengetahui perbedaan kepercayaan dan keyakinan
Mengetahui faktor-faktor pembentuk kepercayaan
Mengetahui makna manusia dan keyakinan
BAB II
PEMBAHASAN
Definisi Manusia dan Definisi Keyakinan
Manusia
Menurut Narwoko, Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis,rohani dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks, dimana merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Keyakinan
Menurut kamus Ensiklopedia Umum Bahasa Indonesia “Keyakinan” adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: orang-orang terdahulu yang menyembah atau berkeyakinan animisme dan dinamisme seperti gunung,yaitu mereka menganggap gunung yang memberinya kesejahteraan sedang murka atau marah pada penduduk sekitar sehingga dilakukannya persembahan kepada gunung tersebut dengan tujuan gunung tersebut setelah dikramatkan atau disucikan akan memberi berkah kepada penduduk yang tinggal disekitarnya, tetapi kita tahu bahwa yang patut disembah hanyalah Allah semata. Keyakinan yang menjadi dasar pandangan hidup manusia adalah sebuah pemikiran yang mendasar dan mendalam terhadap suatu hal yang kemudian di anut untuk menjadi pedoman hidup mereka.
Menurut Prof. Dr. Harun Nasution ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran Naturalisme, aliran Intelektualisme, dan aliran Gabungan (Naturalisme dan Intelektualisme).Aliran Naturalisme adalah hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Aliran Intelektualisme adalah dasar aliran ini adalah logika / akal.Manusia mengutamakan akal.Dengan akal manusia berpikir.Aliran Gabungan adalah dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal.kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
Jadi, Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.
Manusia terdiri atas dimensi fisik dan non-fisik yang bersifat potensial.Dimensi non-fisik ini terdiri atas berbagai domain rohaniah yang saling berkaitan, yaitu jiwa (psyche), fikiran (ratio), dan rasa (sense). Yang dimaksud rasa di sini adalah kesadaran manusia akan kepatutan(sense of ethic), keindahan (sense of aesthetic), dan kebertuhanan (sense of theistic).
Rasa kebertuhanan (sense of theistic) adalah perasaan pada diri seseorang yang menimbulkan keyakinan akan adanya sesuatu yang Mahakuasa di luar dirinya (transendence) yang menentukan segala nasib yang ada.
Keyakinan akan adanya Tuhan dicapai oleh manusia melalui tiga pendekatan, yaitu:
Material experience of humanity; argumen membuktikan adanya Tuhan melalui kajian terhadap fenomena alam semesta.
Inner experience of humanity, argumen membuktikan adanya Tuhan melalui kesadaran batiniah dirinya.
Spiritual experience of humanity, argumen membuktikan Tuhan didasarkan pada wahyu yang diturunkan oleh Tuhan melalui utusan-Nya.
Keyakinan akan adanya Tuhan ini menimbulkan suatu kecenderungan pada manusia untuk berhubungan dengan-Nya dan kerinduan untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan-Nya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan sarana untuk menyabarkan kecenderungan dan kerinduan ini.Dalam hal ini, agama merupakan sarana yang paling representatif untuk kepentingan ini. Dalam menyalurkan dan mengembangkan fitrah keberagamaan ini, manusia secara individual mengadopsi salah satu agama yang telah terlembagakan, baik melalui proses pewarisan orang tua atau pilihan sendiri secara sadar. Meskipun demikian, ada juga segolongan manusia yang membunuh fitrah keagamaan ini dengan menolak segala ajaran agama dan menafikan adanya Tuhan.
Pebedaan Kepecayaan dan Keyakinan
Kepercayaan adalah keyakinan yang kita miliki di orang lain. Kepercayaan dapat memiliki dasar pemikiran dalam beberapa kasus, tetapi di orang lain, cenderung mempercayai orang lain tanpa alasan apapun. Dalam hubungan dan persahabatan, kepercayaan diperlakukan sebagai elemen inti. Hal ini karena teman-teman atau mitra yang bersedia menerima lain tanpa pertanyaan apapun.
Ketika hubungan tidak memiliki kepercayaan, menyebabkan banyak masalah.Kepercayaan tidak dapat dibangun di atas skenario masa lalu atau pengalaman mungkin datang dari dalam diri individu.
Adapun 4 garis besar Perbedaan antara Kepercayaan dan Keyakinan, yaitu;
Keyakinan mengacu pada jaminan yang kita miliki pada seseorang.
Kepercayaan mengacu pada keyakinan bahwa seseorang pada individu lain.
Keyakinan dibangun di atas pengalaman, tapi kepercayaan tidak.
Seseorang dapat memiliki dasar alasan untuk mempercayai lain. Lain seseorang secara membabi buta bisa mempercayai orang lain. Kualitas ini tidak dapat dilihat pada Keyakinan.
Faktor-faktor Pembentuk Kepercayaan
Pendekatan yang juga perlu dilakukan untuk membentuk kepercayaan dan hubungan adalah dengan mendengarkan, yang merupakan kunci membangun kepercayaan karena tiga faktor penting :
Manusia lebih cenderung mempercayai seseorang yang menunjukkan rasa hormat dan apa yang dikatakannya.
Manusia cenderung lebih mempercayai seseorang bila seseorang mendengarkan dan membantu masalah-masalahnya.
Semakin banyak manusia memberitahu maksudnya, semakin besar rasa kepercayaannya.
Makna Manusia dan Keyakinan
Manusia memiliki bermacam ragam kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan manusia terbatas karena kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia lainnya. Karena manusia selalu membutuhkan pegangan hidup yang disebut agama karena manusia merasa bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya yang maha kuasa tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan. Sehingga keseimbangan manusia dilandasi kepercayaan beragama.
Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi fujurnya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berzina, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi). Agar hawa nafsu itu terkendalikan (dalam arti pemenuhannya sesuai dengan ajaran agama), maka potensi takwa itu harus dikembangkan, yaitu melalui pendidikan agama dari sejak usia dini. Apabila nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka dia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertakwa, yang salah satu karakteristiknya adalah mampu mengendalikan diri (self control) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Peran yang paling pertama dan utama dalam hidup dan kehidupan manusia itu tidak lain adalah agama, dengan kata lain hanya dengan agamalah manusia hidup teratur dan terkendali juga sebagai penggerak atau pendorong untuk semangat hidup yang lebih baik didunia ini dan untuk kembali ketempat yang lebih kekal yaitu diakhirat kelak. Keimanan dan ketaqwaan terhadap ajaran agam adalah merupakan kunci dan kendali segala pemuas kebutuhan manusia yang tidak ada batasnya, hal itu merupakan pengawasan interen yang ada pada diri kita sedang pengawasan ekterennya adalah norma atau aturan
Fungsi-fungsi agama dari segi soaial, yaitu :
Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberipenerangan kepada dunia (secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia.Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikitpenerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwadunia adalah ciptaan Allah SWT dan setiap manusia harus menaati Allah(s.w.t). begitu jugauntuk yang beragama lain dengan kepercayaan kepada Tuhan yg di miliki.
Menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia
Sebagian pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan hidup,soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab persoalan-persoalan ini.
Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistemagama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku,pandangan dunia dan nilai yang sama.
Memainkan fungsi peranan social
Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendirisebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka inidikatakan agama memainkan fungsi peranan social.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks, dimana merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya. Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Keyakinan akan adanya Tuhan dicapai oleh manusia melalui tiga pendekatan, yaitu Material experience of humanity, Inner experience of humanity, Spiritual experience of humanity. Peran yang paling pertama dan utama dalam hidup dan kehidupan manusia itu tidak lain adalah agama, dengan kata lain hanya dengan agamalah manusia hidup teratur dan terkendali juga sebagai penggerak atau pendorong untuk semangat hidup yang lebih baik didunia ini dan untuk kembali ketempat yang lebih kekal yaitu diakhirat kelak. Keimanan dan ketaqwaan terhadap ajaran agam adalah merupakan kunci dan kendali segala pemuas kebutuhan manusia yang tidak ada batasnya, hal itu merupakan pengawasan interen yang ada pada diri kita sedang pengawasan ekterennya adalah norma atau aturan.
DAFTAR PUSTAKA
Arrahman, Alman : 2016. http://almanarrahman.blogspot.co.id/2016/06/makalah-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan.html?m=1. 12 Mei 2018, 20.35
Ramli.2015. “Agama dan Kehidupan Manusia”. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, Volume 2: 134-143.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar